Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#2



"lusi, apa kau tidak ingin berkencan? " tanya bibi gema


"apa maksud bibi? "


"dengar, kau sekarang sudah dewasa, tidak ada salahnya jika kau mulai berkencan dengan seseorang" kau tidak bisa terus sendiri dan memikirkan anna! kau juga harus punya kehidupan yang lain!


"aku belum berani bi" aku hanya tidak ingin meninggalkan anna sendiri!


"anna tidak pernah sendiri" dia dikelilingi orang orang yang mencintainya! aku hanya ingin kau mencoba!


"entahlah bi" aku tidak yakin ada yang menyukaiku!


"kau cantik lusi"


"menurut bibi begitu" tapi terkadang seorang pria memandang cantik dengan banyak kriteria! dan aku tidak tahu apa aku masuk dalam kriteria itu!


"ouh, lusi" kau tahu, kau gadis yang sangat manis"


"trimakasih bibi"


***


Entah pembicaraan apa yang kami perdebatkan pagi itu dengan bibi gema, tapi semua yang dikatakan bibi gema benar adanya. Aku hanya perlu mencoba, dan sedikit membuka diri.


Kampus pagi ini sangat tenang.


"hei, gadis" apa kau mau jalan dengan ku malam ini? tanya seorang pria dikampus, mungkin dia seniorku


"kau bicara padaku?"


"siapa lagi? "


"apa kau yakin? "


"kau menolakku? "


"ah, tidak tidak" aku tidak menolakmu, sungguh! aku hanya. Apa kau mau jalan dengan anakku juga?


"apa? " kau punya anak? ah, lupakan saja. Ucap pria itu dan pergi meninggalkan ku


"sudah ku duga" batin lusi


***


Aku memilih untuk pergi kepustaka mengerjakan beberapa tugas kuliahku. Disana adalah tempat dimana keheningan menjadi pelarian yang sangat nyaman. Aku menangkap sosok james disana. Aku pikir kenapa dia ada disana, apa dia memang sering datang kesana atau dia sedang menunggu seseorang. James menatapku dan aku segera memalingkan muka ku agar tak ketahuan.


"apa aku bisa gabung denganmu? "


"apa? " James mendatangiku dan berdiri didepanku dengan tatapan tajamnya


"ah, ya silahkan" kau bebas duduk disini


"siapa namamu? "


"oh, aku lusi"


"sepertinya kau sudah tahu namaku"


"ah, ya.. ya" aku tahu namamu saat dikelas!


"aku rasa aku cukup terkenal! " ucap james


"mmm" aku tersenyum mendengar ucapannya


"apa kau mau berteman denganku? " tanya lusi


"aku tidak berteman dengan seorang gadis"


"kenapa? "


"pria dan wanita tidak ditakdirkan untuk berteman"


"apa maksudmu? "


"kita Berbeda"


"itu jelas sekali" wanita dan pria memang berbeda!


"untuk itu kita tidak bisa berteman"


"kau tidak bilang alasannya"


"karna kita ditakdirkan untuk bercinta" ucap james


"apa? " seketika aku tersentak mendengar pernyataan james, dan menurutku kalimat itu sangat tabu bagiku


"kenapa kau diam? " apa kau takut?


"aku" hm, aku tidak takut, justru pria yang mendekatiku yang akan takut!


"kau mau mencobanya? "


"terimakasih undanganmu james"


***


Aku meninggalkan james yang mematung dipustaka, entahlah apa yang baru saja aku katakan padanya, hanya saja aku takut pada akhirnya dia menolakku seperti pria lain yang pergi saat anna aku sebut.


***


"lusi, apa kau libur hari ini? "


"hei jasmin" iya, aku libur, aku akan berjalan ke taman bersama anna! apa kau mau ikut?


"baiklah, tunggu aku"


"lusi, apa aku juga boleh ikut? "


"semakin banyak akan lebih baik bibi gema"


"iya, jalan pagi baik untuk tulang ku yang sudah mulai senja"


"kau tampak kuat bibi" sambil mendorong stroler anna


"aku harap begitu"


"kuatlah demi aku dan anna" kami tidak punya siapapun di dunia ini!


"kau punya aku lusi" ucap jasmin


"ya, kau selalu mengawasiku" jawab lusi


"hahaha" tawa pagi ini memecah suasana


***


"apa maksudmu? " kau benar benar memataiku?


"aku suka kau membuka diri lusi"


"dia akan sama seperti pria lain yang akan menolakku jas"


"aku tidak yakin lusi" james berbeda, dia memang sedikit berantakan namun dia baik!


"coba saja lusi" tambah bibi gema!


"kalian memperlakukan ku seperti aku gadis tidak laku! "


"ya, sedikit"


"jasmin kau"


"hahahaha"


***


"hai lusi, bagaimana dengan novelmu? " tanya sekretaris perusahaan art corp.


"aku sedang berusaha"


"cepat selesaikan dan dapatkan komisimu"


"ok"


Tidak mudah mendapat pekerjaan paruh waktu dikota ini, setidaknya aku berhasil. Mungkin karna anna, bayiku yang akan selalu mendoakan aku. sebentar lagi anna ulang tahun yang kedua, persiapan harus dilakukan, pesta kecil untuk kami berdua dan bibi gema juga jasmin.


"apa ini sudah cukup? "


"perfect"


"baiklah, kita akan membuat kuenya" ucap jasmin


kami membuat kue bersama jasmin dan bibi gema, sedikit berantakan, tapi rasanya cukup enak dilidah.


"apa kau tahu cara membuat kue jas? "


"tentu saja" aku mahir menghias


"hei, apa yang kau lakukan? " kau menghancurkan kuenya! ucap bibi gema


"benarkah? " tanya lusi


"ok, akan kita ulangi"


Hari yang sangat ceria dan bahagia, anna tersenyum melihat kami bertiga yang tidak tahu cara membuat kue, bahkan bentuk kue pun sangat berantakan. Kami keluarga yang sangat bahagia, saling mendukung dan membantu.


Album photo sudah mulai penuh dengan gambar kami ber empat, ini adalah momen yang akan diingat anna saat dia dewasa nanti.


***


"jasmin" teriak james


"hei" kau memanggilku?


"aku ingin tahu sesuatu dari mu"


"tentang lusi? "


"kau cenayang? " ejek james


"aku hanya menebak saja, karna aku lihat kau setiap hari memperhatikannya! "


"ya, kau benar" mungkin aku tertarik dengannya! atau menyukainya


"kau ingin bercinta dengannya atau mengajaknya serius"


"ada apa denganmu? "


"lusi adalah bagian dari hidupku james" aku tidak mau jika dia terluka!


"kau menganggap ku serigala? "


"tergantung sikapmu"


"aku tidak tahu saat ini aku mencintainya atau tidak, tapi aku ingin dekat dengannya"


"baiklah, lusi sedikit berantakan" ibunya meninggal saat dia masih kecil, lalu ayahnya menikah lagi dan sekarang sudah berpisah karna ibu tirinya juga meninggal. Kakaknya karen pergi meninggalkannya dan hidup dengan kekasihnya, begitu juga dengan ayahnya yang tidak pernah pulang menjenguknya! satu lagi, lusi memiliki seorang bayi bernama anna sekarang sudah berusia dua tahun.


James terdiam mendengar penjelasan jasmin, bahkan hidupnya sangat berantakan dari yang ia duga, ia tak pernah menyangka lusi bisa bertahan hidup. Dan satu hal lagi, bagaimana bisa dia memiliki seorang bayi.


"apa kau bisa menerimanya? "


James pergi meninggalkan jasmin yang masih berdiri dijalan menuju kampus, james seperti kehilangan tenaga. Bagaimana ia akan memulai dengan lusi sedangkan kehidupannya sangat kacau sama seperti dirinya, bagaimana ia akan menajalani kehidupan bersama lusi.


"sudah kuduga" kau tidak akan sanggup" ucap jasmin berlalu masuk kekelas


"hei jas"


"hai"


"ada apa? " kenapa kau tampak lesu?


"aku baru saja bertemu serigala berbulu kucing"


"apa" haha, kau ada ada saja!


Tak lama james datang dan masuk kekelas dan memilih duduk disamping lusi. Membuat jasmin heran dan terkejut.


"james" sahut jasmin


"apa kau mau berkencan denganku? " tanya james pada lusi yang ada tepat didepannya


"apa? "


"jawab sekarang" karna aku butuh jawabanmu sekarang!


Lusi melihat james lalu jasmin, dia bingung apa yang harus dijawabnya. Lalu jasmin menunduk tanda setuju


"ok" jawab lusi terbata


Jasmin tersenyum begitu juga james. Lusi tidak tahu entah hubungan apa yang akan dijalaninya bersama james dan berapa lama akan bertahan.


"aku pulang duluan" kalian berdua saja. Ucap jasmin pergi meninggalkan james dan lusi


💘