
"lusi"
"hai"
"are you OK? "
"ya"
"Kau terlihat murung? "
"ya" aku Bermimpi aneh
"smoga mimpi mu tidak mengganggu aktifitas mu!"
"ya" aku harap begitu
"ok"
***
"james" aku ingin bicara padamu, ucap tuan ricky. Tuan simon akan mengganti posisiku sekarang karna aku akan pindah ke chicago, kau akan berada dibawah manajemen dia sekarang, bersama tuan patel sebagai manajermu.
"kenapa tiba tiba? "
"ada keperluan mendesak dan ini berhubungan dengan keluargaku juga"
"kau tidak bisa tinggal? "
"maafkan aku james" mulai besok kau akan bekerja dengan mereka.
"ok" sampai jumpa ricky
"sukses james" aku akan selalu ada untukmu, telponn aku jika ada masalah.
"ya" semoga sukses disana!
"terima kasih" salam untuk lusi, jaga dia baik baik.
"ya" pasti
***
"bagus, kita berada di bawah satu manajemn lagi james, seperti nyan kita tidak bisa berpisah" ucap sandra datang tiba tiba
"apa akub perlu mengingatkanmu lagi? "
"ayolah james" kita partner!
"heh" james pergi meninggalkan sandra yang kesal dengan perlakuan james.
***
"aku akan membalas wanita busuk itu, karen.. tunggu pembalasanku, kau sudah mengambil semua milikku, dan sekarang aku akan mengambil hak ku kembali" ujar brown marah dan sangat kesal
"merry, apa sekolah anna menelpon? "
"tidak"
"baiklah, berarti anna aman disekolahnya"
"ada apa? " kaub tampak cemas?
"tidak, akun hanya khawatir jika anna tidak bisa bersosialisasi disekolahnya."
"anna anak yang pintar, aku yakin dia bisa mengatasi itu"
"ya, kau benar"
"apa kantormu aman? "
"ya, semua baik baik saja"
"baguslah"
***
"lusi" panggilan telpon james pada lusi
"james" kau terlambat?
"ya" maafkan aku, aku akan pulang secepatnya
"ok" aku akan menunggumu, aku juga baru sampain dirumah, apa aku perlu masak sesuatu?
"ya" mungkin aku akan makan malam dirumah!
"ok"
***
Dari pantauan cctv rumahnya, terlihat seseorang mengendap ke arah rumahnya dan mulai mengintai kondisi rumah lusi, sayangnya lusi tak melihat dan mengecek cctv milik rumahnya. Dengan santai lusi melakukan pekerjaannya tanpa menyadari bahaya sedangb mengincarnya. Takn lama lusi selesai dengan pekerjaannya, dan memilih duduk disofa sambil menghidupkan tivi dan mengambil ponselnya menelpon james, tak ada jawaban darin james.
Pintu rumah terbuka perlahan, dan lusi sudah mulai lelah dan mengantuk, ia bahkan tak menyadari jika nyawanya dalam bahaya dan siap menerkamnya.
***
"lusi" panggil james melihat pintu rumah terbuka, dan masuk dengan kondisi rumah yang berantakan dan bahkan makanan yang disediakan lusi jatuh berserekan.
"Lusi"... teriak james
Namun suara wanita itu tak terdengar bahkan hanya rintihan pun tidak keluar dari mulutnya. James panik, dan melihat sekeliling juga berlari mencari istrinya dirumah maupun diluar rumah, lusi tidak ditemukan, james memeriksa cctv rumahnya, dan betapa terkejutnya ia melihat lusi mendapat perlakuan kasar darin brown, mantan suami karen. Tak menunggu lama james pergi menuju rumah karen dan mencari tahu keberadaan lusi, namun karen tidak mengetahuinya, hanya langsung menelpon polisi meminta bantuan.
James meminta bantuan karen kemana brown membawa lusi. Karen kehabisan akal dan terus berpikir. Merry.... hanya merry yang mengetahuinya, karna selama ini ia selalu mendengar pembicaraan brown namun pura pura tidak mengetahui seperti orang bodoh.
"carilah disebuah rumah dijalan steel no tiga"
"apa" ucap karen dan james bersamaan
"akub sering mendengar percakapan brown dirumah ini, segeralah kesana cari tahu apa benar lusi dibawa kesana"
Tanpa berpikr james pergi ketempat yangb dikatakan merry, sedangkan karen pergi kekantor polisi bersama merry untuk meminta bantuan. Karen juga menelpon ayahnya.
James sampai ditempat tujuannya, sedikit menjauh dari rumah yang menjadi sasarannya. James Melihat sekeliling tampak tidak ada aktivitas dan sangat sepi.
***
"kaun akan menyenangkan aku malam ini lusi, kau ingat aku sangat tertarik padamu dari pada karen, kau akan memuaskan aku"
"lepaskan aku" pinta lusi dengan mulut diikat dengan kain
"sabarlah, aku akan kembali, aku akan membeli sesuatu untuk kita berpesta malam ini"
Brown pergi keluar dengan mobil miliknya, meninggalkan lusi dengan tangan dan kaki diikat serta mulut yang terikat kain. Tanpa menyadari jika james berada dekat dengan mereka, james terus memperhatikan gerakan dari rumah itu, sampai james melihat brown pergi dengan mobilnya, James tak menyiakan kesempatan dan langsung masuk kedalam rumah, ia melihat istrinya dengan kondisi sangat mengerikan dengan tubuh terikat dengan beberapa luka diwajah, tangan juga kakinya. James melepas ikatan tersebut, sayang usaha nya kurang beruntung, brown kembali dengan cepat dan melihat james ada disana, dengan marahnya brown berusaha melukai james, dengan melepas tembakan dan membuat lusi kaget, lengan james tertembak.
***
"lusi" panggil karen
Dengan membawa serta polisi, karen berlari kearah lusi dan james yang terkapar karena luka tembak dilengan kirinya. Melibat karen dan juga polisi brown berusaha kabur namun usahanya sia sia, polisi dengan sigap menangkapnya dan membawanya menuju mobil dan pergi kekantor polisi. James dibawa kerumah sakit begitu juga lusi. Karen sedikit lega, ayahnya sangat panik melihat anak dan menantunya dengan kondisi luka.
"kuatlah lus"kau bisa, ucap ayahnya
"ayah" bagaimana james? "
"dia ada dimobil ambulan yang lain" dia baik baik saja! kau tenanglah
Seketika lusi tak melihat apapun, hanya gelap yang tampak, tak ada suara, tak ada warna langit dan bahkan warna pelangi. Lusi pingsan karna trauma dan luka yang didapatnya atas kejadian hari ini.
***
Hanya semangat dan sikap dewasa yang membuatmu bertahan dengan kehidupan selanjutnya, mati dipelukan orang yang kau cintai adalah pilihan tepat, kau tak akan mampu berjalan diatas kakimu di bumi ini, sangat jauh, sangat melelahkan, sangat tajam, dan juga kejam. Bertahan tak akan membuat mu bahagia,
"kemarilah lus" panggil ibunya
Suara lembut itu berusaha meraih tangannya dan membawanya masuk dan jauh menyusuri jalan yang indah dan tenang. Lusi tersenyum ingin menyambut tangan yang telah melahirkannya dan memberinya kehidupan baru, ia sangat merindukan suara dan belaian itu.
"ibu? " sahut lusi
"ya" ini ibu, kemarilah, kita akan bersama selamanya, tidak akan terpisah lagi dan ibu akan menjagamu lus!
"aku merindukan ibu"
"sini sayang, dekatlah bersama ibu" kita akan berjalan bersama tanpa ada yang mengganggu dan menyakitimu lagi...
Dokter berusaha membangunkan lusi dari kematian yang mulai merenggutnya. Dengan usaha yang keras, tim dokter maupun perawat ingin lusi bangun dan kembali ke dalan kehidupannya yang sebenarnya, lusi akan kuat.
"lusi" panggil dokter
"lusi" panggil ibunya
Lusi sangat tertarik memilih ibunya dibandingkan suara dokter yang berusaha membangunkannya, ia merasa tenang dengan suara ibunya,
"aku lelah bu" aku ingin istirahat dipangkuanmu
"ayo sayang" kemarilah, lihat lah disana...
Ibunya menunjuk bibi gema dan suaminya, sedang melambaikan tangan dan tersenyum padanya, lusi sangat bahagia dan tersenyum serta melambaikan tangan kearah bibi gema, dengan sedikit berlari lusi ingin segera menemui mereka.....
"lusi... " panggil james... lusi....james kembali berteriak
"lusi"....panggil james tak hentinya...
Sampai bunyi monitor terdengar......
💘