
"james" kau disini!? kau tidak menelponku? lusi berlari kearah james sembari memeluknya.
James tak bergeming, ia bahkan tak memeluk balik kekasihnya yang sudah sangat ia rindukan.
***
"james" ada apa?
"siapa pria tadi? "
"oh, itu kevin" dia adalah sekretaris perusahaan yang mendanai kami! dia adalah orang penting di perusahaan golden. Ayo kita ke kamar...
James mengikuti lusi naik dan menuju kamar tempat lusi tinggal sepekan disini. Kamar yang cukup luas dan mewah.
"kau tinggal sendiri disini?
"ya" mereka memfasilitasi kami selama disini!
"kau suka? "
"ya, aku suka" tapi tidak dengan cuaca disini, karna itu akan membuat kita beku dan seperti manusia salju. Ok katakan padaku bagaimana dengan perjalanan mu, apa baik baik saja?
"ya"
"ya" hanya itu?
"ya" apa lagi, itu perjalanan biasa
"ok" apa kau lapar? mau sesuatu?
"apa kau hanya bisa menawari ku makan? "
"jadi kau mau sesuatu yang lain? " kita bisa jalan keluar jika kau mau
"aku lelah" sambil berbaring di sofa empuk hotel itu
"james", apa ada sesuatu terjadi padamu?
"tidak" sambil memejam matanya
"kau tidak rindu padaku? "
"ehm"
"ok" kau bisa istirahat dulu! aku akan kekamar dakota disebelah, sambil melihat james dengan heran.
James tak bergeming, hanya diam dan tak ingin membuka matanya. Ia tiba tiba teringat ucapan tuan swan (cinta saja tidak cukup) lalu sandra (dia akan berpaling jika ada yang lebih dewasa).
James gusar dan sangat gelisah. Ia kembali duduk dan berpikir apa yang harus ia lakukan. Lalu beranjak dan keluar kamar, berjalan keluar hotel dan duduk di taman kota yang masih cukup siang namun sangat dingin. Disana ia melihat sekeliling kota yang sangat indah, james termenung dan mulai kedinginan.
Lusi berjalan menuju arah james, karna lusi tidak mendapati james dikamar dan menelponnya dan ternyata ponselnya tertinggal di kamar hotel. Lusi sempat panik dan bertanya dengan resepsionis dan mereka melihat james keluar dari hotel.
"kau marah padaku, karna kevin? "
James melihat lusi datang menghampirinya dengan membawa jaket, syal, dan penutup telinga, lalu mendekati james seraya memasang semuanya lekat ditubuh james yang sudah mulai memerah.
"kau disini?
"kemana lagi aku pergi jika tidak denganmu james" sambil merapikan syal untuk james
"aku takut lus" sungguh takut! aku tidak ingin kau dekat dengan laki laki manapun kecuali ayahmu, aku tidak bisa terima itu
"kau tidak percaya padaku? "
"aku ingin" tapi selalu gagal
"kau mau aku peluk? "
"aku suka itu"
Lusi memeluk james dengan erat, ia ingin james merasa jika ia selalu ada untuknya dan tak akan berpindah kelain hati.
"kau mau kembali kekamar? " aku sudah mulai beku, ajak lusi
"ok" ayo, sambil berpelukan mereka berjalan menuju hotel.
***
"lusi" ayo bangun dulu, bantu aku
"james, ada apa denganmu? "
"sepertinya aku terkena radang dingin"
"apa? " ayo kemari masuk ke selimut lagi, aku akan memeriksa pemanasnya.
Lusi memeriksa pemanas ruangan hotel itu dan membuat coklat hangat untuk james.
"minumlah" sambil menyerahkan secangkir coklat hangat. Ini masih jam dua belas malam, sebaiknya kau tidak melepas kaos kakimu james, mengambil kaos kaki lalu memasang kan pada james.
"aku tidak cocok disini"
"ya" kita tidak akan tinggal disini
"kau mau tinggal dimana? "bagaimana dengan LA?
"apa tidak terlalu panas? "
"ok, rumah kita pilihan terakhir" ucap james
"itu ide bagus" apa kau masih dingin?"
"ya"
"kalau begitu tambah selimutmu! "
"mungkin kau bisa menjadi selimutku"
Lusi terdiam, dia mengerti apa yang diinginkan james.
"inin sudah lama" sambil menarik tangan lusi
"ya" ini mungkin tidak berhasil!
"apa maksudmu? " kau dapat tamu?
"sepertinya begitu"
"jadi aku harus menunggu?"
"ya, kita bisa melakukan sesuatu yang lain" yang lebih menarik
"seperti? "
"ya" seperti.....tidur mungkin
"ok" kau menang!
Lusi tersenyum seraya menarik selimutnya dan tidur dalam pelukan tubuh indah james yang sudah ia rindukan.
***
"hei lus"
"hei kevin" kau pagi sekali
"ya" sepertinya aku lebih bersemangat!
James sengaja menabrak lusi hingga membuat lusi sedikit berpindah tempat.
"hei, kau bisa lebih sopan? " ucap kevin pada james
"apa? " aku?
"ya, kau menyentuhnya"
"itu hak ku" aku bisa menyentuhnya bahkan menciumnya! kau tahu
"apa? "
"james" maaf kevin kenalkan dia james, kekasihku, ia sengaja datang dari newyork menyusulku
"ok, wow" aku sudah salah sangka! maaf james.
"ya, ok"
"ok aku permisi dulu" aku tunggu di kantor kalau begitu!
"ya" aku swegera datang
***
"james" bersikap lah dewasa! dia sangat penting bagi art corp
"penting bagimu? "
"kau mulai lagi james"
"aku apa? "
"ok, dengar!" aku ada pertemuan dikantor golden! kau boleh ikut, tapi tolong jangan buat masalah
"apa maksudmu? "
James pergi dengan kesal, meninggalkan lusi. Lusi hanya menarik nafasnya dan melihat james pergi begitu saja.
"hei lus, kau sudah siap? "
"ya"
"ok, ayo kita pergi agar tidak terlambat, dan cepat pulang dari sini!
"ok"
Lusi melihat james pergi kearah yang berbeda dengannya, ada rasa khawatir ia akan james, karna ia akan sakit lagi jika terlalu dingin.
***
"lusi" maaf aku tidak tahu jika ia kekasihmu? "
"ouh" tidak kevin, ia hanya tidak sengaja
"ok" bisa kita kembali bekerja
"ya, ok"
Semua berjalan baik siang ini, dan dakota memilih untuk langsung pergi kekamarnya, ia bahkan tak bisa kemana mana selama di kanada, karna cuaca yang sangat ekstrim. Berdasarkan ramalan cuaca hari ini akan ada badai salju, dan semua warga di minta segera menutup toko dan pulang.
"dimana kau james? " ucap lusi
"lusi" panggil james
"james, apa kau ok? "
"ya"
"ouch" lusi terpeleset hingga menjatuhkan dirinya
"apa kau baik baik saja? "
"ya" jalannya sangat licin
"ok" ayo aku bantu, sambil berjalan dengan perlahan tanpa mengangkat kakinya, james dan lusi saling berpegangan agar tidak jatuh.
"ok" kita sampai
"ya" kau ok?
"sepertinya punggungku sedikit sakit?"
"aku akan periksa nanti"
***
"james, kau bisa memberi ini pada punggungku? "
"tok.. tok.. " seseorang mengetuk pintu
"aku akan buka" ucap james sambil turun dari ranjangnya
"ouh, hai james" apa lusi ada?
"ya, dia sedikit kesakitan"
"kau ok lus?
"ya, aku terpeleset tadi"
"ok, baiklah, besok saja kita bicarakan" kau obati saja lusi, ok
"ya"
***
"katakan padaku jika terasa sakit" ucap james
"perlahan"
James mengoles obat untuk punggung lusi dengan perlahan secara merata untuk mengurangi rasa sakitnya.
"ouch"
"sepertinya akan libur lama"
"apa maksudmu? "
"tidak ada"
"james, kau masih bisa berpikir seperti itu saat aku sedang sakit? "
"apa yang aku pikirkan? " sahut james
"dasar kau" sambil memukul lengan james dengan bantal
"hati hati kau bisa sakit"
"ouch"
"seperti yang aku katakan"
"kau".....
💘