Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#58



Aku ingin hidup dalam pelukanmu...


Dan mati pun dalam pelukanmu...


Tidak ada kalimat yang lebih indah dari ini lagi yang harus aku ucapkan, begitu hidup penuh tragedi yang tanpa kita harapkan datang begitu saja. Semua yang telah ditetapkan sesuai kapasitas masing masing, jika ini yang terbaik, aku ikhlas....


"lusi"... panggil james, membuyarkan lamunan lusi yang tengah duduk di sudut kamarnya dengan tatapan kosong...


"mmm" jawab lusi pendek


"ada apa? " kau memikirkan sesuatu?


"ya"....aku berpikir bagaimana jika aku menerima tawaranmu untuk pindah...


James menarik tangan lusi lalu membawanya duduk diatas pangkuannya lalu memandang wajah istrinya yang terlihat sangat sendu.


"aku ingin meninggalkan semuanya disini" aku ingin mencoba hal baru, memilih pergi dari sulitnya tantangan dikota, aku hanya ingin bahagia dengan keluargaku, tak ingin apa apa lagi....


"james"... lusi memeluk james sambil menangis, lusi menumpahkan semua bebannya di pundak suaminya, melepas asa dan membuang dukanya, dengan terisak lusi mencoba mengeluarkan semua gundah nya.


"aku ingin kita memulai kehidupan yang baru" aku ingin mengubah semuanya dan memulai lagi dari bawah lus, kita sudah cukup menangis dan berduka, andai pun kita harus berpisah maka hanya ada kita disana, tanpa ada yang bersedih dan berduka atas kepergian kita...


"aku mau.... " bawa aku bersamamu james...


"lusi"...I love you.... aku bahkan tidak tahu bagaimana kehidupan ku tanpa ada kau disini menemaniku...


"james"...


"kita akan pergi".... semua akan pergi lus... berpisah pada masanya.. kita hanya bersiap dan menunggu bersama aaron


*nh*


James menyampaikan niatnya pada jully, jika jully tak ingin bersama mereka, dan memilih tinggal tetap di new york, namun jully memilih tetap ikut mereka dan ingin selalu bersama, dia sudah punya ikatan yang sangat kuat terhadap aaron dan juga lusi.


"aku memilih swiss"...


"aku suka" ucap lusi


"pilihan yang tepat james" ucap jully


"kita akan bersiap mulai sekarang, aku harus menyelesaikan sisa pekerjaanku dan mengundurkan diri dari pekerjaanku"


"ok" jawab lusi


Sementara aaron yang tengah duduk di depan tivi hanya asyik melihat cartoon movie dan sesekali membuatnya tertawa.


"dia akan menjadi pria yang kuat, sekuat ayahnya" ucap jully


"ya" sambut lusi


"kita akan hidup bahagia dari ini lus" ucap jully sambil memeluk lusi sembari di iringi dengan air mata bahagia mereka berdua. Seperti antara anak dan ibu yang saling menguatkan saat mereka sedang dalam keterpurukan.


"aku merindukan semuanya jul" aku merindukan ibuku, bibi gema, juga jenny.... sedang apa mereka disana, apa mereka melihat aku disini sedang berusaha bangkit dalam jatuhku, sedang berjuang dalam perang hidupku, sedang tersenyum dalam tangisku...


"mereka mendoakan mu lus, mereka selalu membantumu, hingga kau bisa berada ditahap ini" aku yakin semua yang menyayangimu akan selalu ada untukmu.... aku tidak akan meninggalkan mu lus...


"jully"....


*nh*


"james" apa kau sudah berpikir dua kali untuk memutuskan semua ini? tanya mr. patel. manager james selama ini yang selalu membantunya.


"aku yakin" tidak ada lagi yang bisa aku lakukan, terkadang kita harus mengalah dengan keadaan dan tidak semua dari kita diberi takdir yang baik dan sesuai keinginan kita. Kita juga harus menerima apa yang sudah menjadi keharusan, aku yakin kau akan baik baik saja dengan aktor yang lain.


"james" kau ingin membuat aku menangis?


"jika memang harus" maka kau boleh memelukku


"james" peluk patel, orang yang sangat ribut dengan james selama ini hingga james berada di titik tertingginya mencapai puncak karirnya saat ini.


"maafkan aku selama ini selalu membuat mu marah dan kecewa...


"aku akan merindukan mu james"


"aku juga"...


"james".....


James meninggalkan perusahaan yang memberinya nama tenar dan karir yang luar biasa, yah..... mengalah adalah jalan terakhir namun bukan berarti kita kalah, hidup harus dan terus berjalan hingga titik hitam itu menggapaimu. Keluarga ku adalah yang utama.


"james" panggil suara wanita yang selama ini sangat tidak asing baginya


"hei"


"aku hanya ingin minta maaf padamu jika aku sudah banyak mengganggumu dan membuat istrimu marah padamu"


"thanks"...bye james... sambil memeluk james


"bye"....


*nh*


Apa yang akan terjadi kedepannya akan kita lalui bersama lus.... kita akan bersama apa pun yang akan terjadi kedepannya....


Kadang-kadang dibutuhkan patah hati untuk membangunkan kita dan membantu kita melihat bahwa kita jauh lebih berharga dari pada yang kita yakini", kutipan ini seolah menjadi penguat untuk memulai hidup baru.


Sebagian orang memilih diam dan menyesali segalanya. Sedangkan sebagian lagi memilih bangkit dan meneguhkan hati. Semua itu pada akhirnya merupakan pilihan yang harus segera diputuskan.


*nh*


"lusi" panggil james


"hei" lusi tersenyum lalu berlari kedalam pelukan suaminya, seperti orang yang lama tak berjumpa, lusi memeluk suaminya dengan mesra dan begitu erat.


Sesaat bumi berhenti berputar, lalu seperti surga yang indah menjelma di kehidupan lusi saat ini. Tak satupun ada yang lebih indah dari apapun selain orang terkasih mu didalam bola matamu.


"aku merindukanmu" ucap lusi


"kau mau aku menciummu? "


"what? " No....


"aku ingin melakukannya sekarang"


"james"....aaron akan memukulmu


"baiklah" kalau begitu aku akan izin dengannya untuk menciummu...


"ok"....


James bahkan menggendong lusi masuk kedalam rumahnya sambil terus mencium pipi lusi yang sangat menggemaskan...


"hai jully" ucap james


"aku senang kita berada di kondisi nyaman kita saat ini"


"ya" aku harap ini akan berlangsung lama setelah ini


"ya" aku sangat ingin begitu, ucap jully


Lusi hanya tersenyum mendengar obrolan james dan jully, sambil menyilang tangannya didada lusi melihat james dengan happy lalu mengecup bibirnya seraya berlalu menuju aaron, putra satu satunya dikeluarga itu yang memberi banyak harapan pada keluarga james dan lusi.


*nh*


"hai lusi" panggil karen via telpon


"hei"


"apa kalian sedang bersiap? "


"tidak" kami masih menyiapkan banyak hal disini sebelum kami benar benar pindah dari new york


"kita akan berbeda negara setelah itu lus".... dan aku akan sangat merindukanmu, ucap karen sambil meneteskan air mata


"itu tidak terasa jauh"


"ya"


"aku sangat ingin membawa anna" sebenarnya..


"lalu bagaimana denganku? " aku akan kesepian disini


"ya jika kau tidak mengizinkannya" dia akan menemanimu


"thanks lus" aku akan sering mengunjungimu nanti


"ya aku tahu"


"aku akan merindukan mu lus"


"ya.... I miss you too"


Berpisah bukanlah akhir bagi lusi. Dia pernah ditinggal sendiri, hanya seorang diri dengan seorang bayi ditanganya dan tak tahu harus berbuat apa saat ia masih sangat muda dan dia sendiri membutuhkan tangan orang tuanya, namun ia bisa melewati semuanya dengan baik..


Aku yakin.... aku bisa...


💘