
pagi hari lusi mengunjungi makam bibi gema, dengan membawa hadiah kecil dan seikat bunga untuknya, lusi meletak kan hadiahnya di makam bibi gema dan duduk disamping makam bibi gema.
"hai bibi gema" sudahn lama sejak kita terakhir bertemu, aku merindukanmu! aku tahu kau sedang bersama suamimu. "Kau tahu bibi gema kau selalu ada dalam hari hariku, aku tidak pernah meninggalkanmu". Anna sudah besar dia bahkan sudah bisa berlari, dia tumbuh menjadi gadis seperti yang kau ingin kan. Aku akan menikah di islandia, aku berkunjung liburan musim dingin lalu, disana menakjubkan. Aku yakin kau sudah melihatku....
Lama lusi berada disamping makam bibi gema lalu ia pergi untuk mengunjungi makam ibu tirinya, ia juga melakukan hal yang sama, seikat bunga dan hadiah kecil, ia bercerita jika anna sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik.
"aku yakin kau pasti ingin melihatnya nyonya shley"...
Terakhir lusi mengunjungi makam ibu kandungnya, ibu yang melahirkannya dan juga memberi sedikit kenangan untuknya. Lusi hampir lupa apa kenangan indahnya saat bersama ibunya. Ibunya pergi saat dia masih kecil. Sepuluh tahun waktu yang sangat memilukan untuknya harus berpisah dengan orang yang sangat ia cintai.
" Hai bu" apa kau tidak ingin memelukku? aku sangat ingin memelukmu. apa kau tahu besok adalah ulang tahunku, dan kau tidak membuatkanku kue ulang tahun. Itu sangat menyedihkan bukan?. Aku akan segera menikah, itu artinya aku sudah dewasa. Ayah sangat merindukanmu, dia seperti kehilangan kakinya. kau satu satunya yang ia ingin kan. Aku bawakan kau hadiah dari islandia dan bunga lili yang sangat kau sukai.... Sampai jumpa bu....
Lusi pulang dengan berjalan kaki menyusuri setiap sudut kota, ia bahkan lupa untuk menghidupkan ponselnya. cuaca cukup dingin sore ini, tak terasa lusi hampir sampai di rumahnya.
"james, kau sudah pulang? "
"kemana saja kau? " tanya james marah,, kenapa kau mematikan ponselmu? apa kau ingin membuat ku khawatir?
"james" sambil mencari ponsel didalam tasnya, dan ternyata ponselnya benar benar mati.
"kau membuatku menelpon semua orang"
"james, aku lupa menghiduokan ponselku" aku dari makam. Ya... aku dari makam bibi gema, ibu tiriku dan juga makam ibu kandungku. Aku minta maaf jika aku membuat mu cemas! aku tidak bermaksud mematikan ponselku.
"heh" ketus james
"james" panggil lusi
James pergi meninggalkan lusi yang masih berdiri di ruang tamu, berdiri menatap james yang tidak menyambutnya pulang, tidak ada pelukan dan tidak ada ciuman hangat seperti biasanya. Ia terlalu kecewa. Lusi terpaku melihat punggung james yang bahkan tidak melihatnya dan mendengar penjelasannya.
"ah, apa semarah itu? " ucap lusi. Aku rasa aku tidak akan mendapatkan apapun di hari ulang tahunku, batin lusi
Tepat pukul dua belas dini hari, lusi mendengar sesuatu yang jatuh dari lantai bawah rumahnya, ia melihat james masih tidur disampingnya. Lusi mencoba turun dari ranjangnya dengan piyama tidur. Perlahan lusi menuruni tangga dan melihat sekeliling rumahnya, tidak ada yang aneh. Lusi mencoba menghidupkan lampu namun listrik mati secara tiba tiba.
"apa listriknya mati? " ucap lusi pelan
Lusi bermaksud kembali kekamarnya, karna ada rasa takut muncul menyelinap dalam dirinya. Tiba tiba ada pergerakan dari depan matanya.
"siapa itu? " apa itu kau james?
Lusi sedikit panik. Dia berusaha mempercepat langkah kakinya menuju kamar, namun sebelum ia masuk kedalam kamar, ia sekali lagi dikejutkan dengan suara pecah.
"apa itu? " siapa disana? james, apa itu kau? jangan bercanda james.
Tak ada sahutan apapun, tak ada jawaban dari siapapun, lusi memberanikan diri menuju lantai bawah rumahnya, sesampainya di tangga terakhir, lusi dikejutkan dengan suara berisik, seperti ada orang berbicara dan suara kaki yang sangat ramai.
"Ada apa dengan rumahku? " apa sudah ada hantu disini?
Seseorang berjalan kearah lusi, dengan seikat bunga. Lusi membalikkan tubuhnya dan ia sangat terkejut sehingga berteriak
"aaaahhhh" siapa kau?
"hei, selamat ulang tahun baby" ucap james
"apa? "
Seketika lampu hidup dan tampak rumah sangat ramai dengan hiasan dekor ulang tahun. Karen, anna, ayah swan, jasmin, tuan smith dan nenek jenny, Prof. Ken, merri dan dakota. Semua hadir dalam acara ulang tahunnya dan ide ini muncul dari karen dan jasmin.
"selamat ulang tahun lusi" ucap karen
Semua mengucap ulang tahun satu persatu kepada lusi, membuatnya menjadi orang yang paling bahagia, terutama nenek jenny yang jauh dari islandia berkunjung hanya untuk ulang tahunnya.
"nenek jenny" aku sangat senang kau datang!
"aku yang ingin datang sayang" sambil memeluk lusi.
"selamat ulang tahun sayang" ucap ayah swan
"terima kasih ayah"
"hei selamat ulang tahun" ucap smith
"terima kasih tuan smith"
"ya"
"Aku tidak percaya acaranya bisa seperti ini lusi, aku kira tidak berjalan dengan baik" ucap jasmin
"kau yang memberi ide? "
"begitulah"
"prof ken terimakasih"
Semua tertawa dengan gembira, mereka menikmati makan malam bersama dengan kue ulang tahun yang dibuat langsung oleh nenek jenny dan merri. semua mengambil peran yang besar dalam acara ulang tahun lusi. Dan semua sangat menikmatinya.
"apa harapanmu lus? " tanya jasmin
Dengan kue ulang tahun dihadapannya, lusi menutup matanya dan membuat permohonan, lalu meniup lilin diatas kuenya.
"aku sudah membuat permohonan, dan aku ingin mewujudkannya"
"apa aku boleh tahu? " tanya jasmin
"kau sudah tahu jas"
"apa ada hubungannya dengan james? "
Lusi melirik james dan tersenyum padanya seraya memegang tangan lusi, james ikut tersenyum.
"apa kita bisa makan malam yang telah lewat ini? " teriak semua
***
"james, kau sengaja memarahiku kemarin? "
"aku tak ingin, tapi jasmin memaksaku"
"thanks"
"sama sama"
"aku senang sekali" ini pertama bagiku kau tahu?
"ya, aku tahu" dan masih panjang waktu yang akan kita jalani
"ya, mana hadiahku?" tanya lusi
"ya, aku sudah menyiapkannya untukmu"
"benarkah? "
"kau ambil sendiri dikamar"
Lusi berlari menuju kamarnya dan mengambil sendiri hadiahnya. Sebuah gantungan ponsel yang terselip foto mereka berdua saat di islandia dan sebuah note book yang memudahkannya untuk menulis, james melihat lusi sering keberatan setiap membawa laptop yang besar ditasnya setiap hari. Lusi sangat senang dan berlari turun kebawah dengan membawa hadiahnya, ia memeluk james.
"kau suka? " tanya james
"aku sangat suka" jawab lusi sambil menangis
"itu dari honor pertamaku"
"benarkah? " aku akan menjaganya dengan baik tuan james
"ok" sekarang apa kita memulai acara inti? "
"masih ada acara lagi? "
"ya"
James mengangkat lusi dibahunya, dan membawanya menuju kamar. James mengunci pintu kamarnya dan mereka melakukan trip to black hole.
Ayah james mengintip dari balik pintu, karna ia menginap di rumah james untuk beberapa hari, ia sangat bahagia melihat james tertawa seperti sekarang setelah melewati masa sulitnya
"apa kau siap? "
"yes"
"kau sangat percaya diri nona"
James mengambil balok es dari cangkirnya berisi vodka dan meletakkannya di area black hole lusi, dengan rasa dingin yang menggelitik lusi mulai mendesah.
"apa ini permainan baru? " tanya lusi
"nikmatilah"
James kembali memainkan arena itu dengan balok esnya dan mulai menc**mnya. lusi kembali mengerang...
"james"
James menyusup dibalik bukit indah yang berada di depannya, sedikit meng*ig** nya dan lagi lusi menjerit kecil. Lama mereka saling berpaut dan memberi sentuhan masing masing sampai akhirnya tertidur dibawah selimut hangat yang membuat mereka bermimpi.
💘