Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#42



Sudah tiga bulan lusi dinyatakan positif hamil, mual muntahnya sudah berkurang, dan itu membuat james lega, karna hampir setiap malam james tidak bisa tidur nyenyak, ia harus bolak balik kekamar mandi untuk membuang muntahan istrinya dan terkadang dia harus menggendong lusi kekamar mandi. James bahkan pernah tidur sambil berdiri.


*nh*


"lusi" aku ingin menanyakan sesuatu padamu! sambil berbaring di sofa ruang santai


"tanyakan saja" sambil memakan buah apel merah dan duduk di mini bar rumahnya


"apa selama hamil aku boleh menyentuhmu? "


"tidak" jawab lusi tegas


"apa? " kau serius? sampai kapan


"selama satu tahun"


"apa? " kau bercanda? selama itu? apa kau hamil selama satu tahun? hamil apa itu? tanya james kesal


"ok" aku jelaskan, aku hamil selama sembilan bulan lalu masuk masa nifas hampir dua bulan lalu dilanjutkan haid selama satu minggu dan pemulihan selama satu bulan, itu artinya aku menghabiskan waktu selama setahun untuk benar benar siap kau sentuh.


"kau akan membiarkanku kesepian? "


"aku bisa membantu mu jika kau mau? "


"apa maksudmu? " aku tidak mau main sendiri!


"baiklah, kalau begitu tunggu aku"


"kau menyuruhku bersabar? "


"apa kau mau aku menggugurkannya? "


"apa yang kau bicarakan? " jaga bicara mu!


"kalau begitu bersabarlah" lusi memutar kursinya membelakangi james, dan tersenyum puas


James yang kesal dengan penjelasaan lusi memilih untuk menonton tivi diruang santainya sambil sesekali memainkan ponsel.


"james"


"what? " masih kesal dengan istrinya


"aku mau makan"


"apa didapur tidak ada makanan? "


"ada" tapi aku mau nacco tacco


"aku akan beli nanti"


"aku mau sekarang"


"lusi" apa kau mengerjai ku sekarang?


"baiklah" aku akan pergi sendiri, lusi pergi kekamarnya lalu memakai baju hangatnya dan memakai sepatu boot lalu bersiap pergi ke food center.


"kau akan kemana? " tanya james


"ke food center" kau mau pesan sesuatu


"tidak" kau tidak boleh membawa mobil lus


"I know" aku akan pergi dengan bus, ok bye...


"aku akan menjemputmu disana" telpon aku jika sudah selesai


"ok"


James sebenarnya tak ingin lusi pergi, namun ia tahu jika lusi tak mau menunggu, james merasa sangat lelah dan mengantuk, akhirnya ia membiarkan lusi pergi dan akan menjemputnya. James tertidur pulas disofa hingga ia tak mendengar ponselnya berdering, ia sungguh mengantuk, tidur mengalahkan apapun baginya saat ini. Andai lusi melihat james saat ini, ia sangat lelah...


*nh*


"hai" ucap edward, lusi tak sengaja bertemu edward saat di food center tempat ia bekerja


"kau disini? "


"aku selalu kesini" kau tahu ini tempat favorit ku lus! kau tahu itu


"ed" bisakah kita tidak membicarakan itu kembali


"ok" bagaimana kabarmu?


"aku baik"


"terlihat sangat jelas diwajahmu" kau bahagia, dan kau sedikit gemuk! ucap edward, lalu lusi sedikit menutupi perutnya dengan jacket yang ia kenakan


"ya" thanks


"kau memesan nacco tacco?"


"sebenarnya ini makan favorit lusi" ucap alice sahabatnya yang sudah jarang bertemu


"sama seperti ku" ucap edward


Sekarang mereka bertiga duduk dimeja bersama, saling mengobrol dan bercanda, karna sudah lama tak berjumpa. Edward selalu melihat lusi, ia bahkan tak pernah mengalihkan perhatiannya pada wajah cantik itu. Lusi sebenarnya tahu jika edward memandangnya namun ia berusaha tak peduli dan terus mengobrol dengan alice.


*nh*


"oh, ****" aku lupa menjemputnya, ucap james sambil melihat jam sudah pukul lima sore, dan lusi belum kembali, lalu james memeriksa ponselnya, ada dua puluh lima panggilan tak terjawab dan lima belas sms masuk. james bangkit dari tidurnya dan mencuci wajahnya, lalu mengambil kunci mobil dan segera menjemput lusi di food center.


"hai alice" apa lusi ada disini, tanya james


"ya" tadi dia disini, dan sekarang ia sudah pulang


"what? " kemana


"dia bilang akan berbelanja di the fulton center"


"ok" terima kasih, james kembali melajukan mobilnya ke fulton center sambil menelpon lusi


"hallo" ucap lusi


"kau dimana? "


"fulton center"


"outlet apa? "


"babybshop"


"ok" tunggu aku disana


Sambil berlari james sedikit tergesa mencari lusi di salah satu pusat belanja terbesar di new york, sampai akhirnya ia menemukan lusi.


"hei" panggil james


" you late"


"ya" aku minta maaf, aku tertidur dan tidak mendengar panggilanmu


"ok" mau bantu aku?


"ya" tentu


Lusi memilih beberapa perlengkapan untuk bayinya, meski masih lama, lusi bersemangat untuk membeli duluan perlengkapan bayinya, ia bahkan sudah mendekor kamar bayinya.


"ini bagus" ucap lusi menunjuk stroler, box bayi, bouncer, kasur bayi, mainan, tas, car seat, hingga membuat james duduk di bangku baby shop sambil memegang kepalanya.


James hampir stres menghadapi lusi yang sungguh membuatnya lelah dan pusing, ia menutup wajahnya dengan tangannya dan menarik nafas panjang. Apa seperti ini wanita yang sedang hamil, apa ia harus bersabar selama satu tahun kedepannya, kepala james berkecamuk dengan pikiran pikiran yang mengalir dikepalanya.


"lusi" aku hampir gila, bagaimana kita akan membawa semua ini? tanya james melihat belanjaan istrinya yang menghabiskan hampir tiga belas ribu dolar amerika. "lusi" apa kau ingin membuat ku bangkrut?


"apa kau miskin? "


"ya"...sepertinya...


"Kenapa kau tidak bilang dari dulu kalau kamu semiskin ini haah..?"


"Aku sudah bilang sayang… Tapi, kau yang tak mendengar dan tak mengerti"


"apa yang dulu kau katakan pada ku?" lusi bertanya dengan penuh penasaran


"Aku mengatakan, jika kamu satu-satunya yang kumiliki dan kupunya di dunia ini, dan kau menjawab dengan so sweet…"


"Menyebalkan" ucap lusi yang pergi meninggalkan james


Akhirnya james menyewa sebuah mobil pick up untuk membawa semua barang belanjaan lusi yang hampir penuh mengisi satu mobil.


Lusi duduk dimobil sambil menggerutu, setelah mendengar ucapan james yang membuat hatinya sangat kesal.


"ini" james mengulurkan ice cream kesukaan lusi, dan segera diambil lusi dan memakannya. James hanya tersenyum melihat tingkah lusi yang benar benar bisa merubah moodnya secepat kilat.


"aku lelah" setelah menghabiskan ice creamnya dan mulai mengantuk.


"tidurlah, jika sudah sampai aku akan membangunkanmu, ucap james, Namun lusi lebih dulu tertidur sebelum james selesai bicara. James hanya diam dan menggeleng kepalanya sambil melajukan mobilnya dengan cepat agar ia bisa sampai dirumah dan istirahat. Ia tak ingin lusi terlalu lelah, karna seharian dia berada di luar.


James tiba dikediamannya, ia membuka pintu mobilnya lalu kembali dengan membuka pintu lusi dan segera menggendong istrinya masuk kedalam rumah, lusi bahkan tidak sadar jika ia sudah berada diatas ranjang, james membuka jacketnya begitu juga sepatu boot yang ia kenakan lalu menyelimuti lusi sambil mengecup keningnya.


"dimana kami bisa meletakkan ini semua pak? " tanya pengantar barang belanjaan lusi.


"bawa masuk dan taruh disini saja"


James memandang belanjaan yang baru ia beli bersama istrinya, luar biasa, dan ini belum selesai, lusi masih akan membeli banyak barang lagi.


"oouh... " ucap james sambil minum air putih dan duduk didapurnya dengan lelah...


💘