![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
Sebuah kejutan unik di dalam mobil Box yang menghebohkan, bergambar permen warna-warni bertuliskan;
"Pesta Lolipop"
Di dalam Mobil Box terdapat tumpukan kotak Permen Lolipop. Hiroshi langsung memesannya dari pabrik atau perusahaan yang menjual (Distributor) dan di kirim langsung oleh 2 petugas pengantar.
Menyaksikan kejutan itu, Lien masih terbengong-bengong melihatnya...
Sementara Hiroshi yang berada di sebelah Lien tampak senyum-senyum bahagia.
"Gimana Hani! kamu suka?"
"Ahahahaha๐๐, ini namanya, Ai perlahan demi perlahan mengancurkan gigi kuuu!" Kata Lien sambil mecubiti gemesh suaminya...
"Ahahahaha ๐คฃ๐คฃ" tawa keduanya sambil berkejaran-kejaran....
....
....
"Tidak apa-apa Hani, jika kamu kehilangan gigi akan terlihat seperti bayi lagi, Gemesh!" Cubit Hiroshi di kedua pipi Lien.
Lien langsung membayangkan giginya habis karena makan banyak Lolipop.
"Kamu bercanda kan Ai! menyuruhku ngabisin permen Lolipop sebanyak itu!"
"Sebagai pecinta Lolipop, Itu Challage sayang!"
"Gak mau...gak mau...gak mau!" rengek๐ฃ manja Lien
"Ahahahai," Tawa Hiroshi puas menjahili istrinya.
Lien masih cemberut, meski ia salah satu pecinta permen Lolipop tapi tidak mungkin ia menghabiskan tumpukan Lolipop itu sendiri.
"Oke Deh Hani, jangan nangis, kamu tidak sendiri untuk menghabiskan Banyaknya Lolipop itu, aku akan memanggil pecinta Lolipop lainnya," ucap Hiroshi sambil memeluk istrinya...
"Beneran Ai!"
Pria itu mengangguk...
"Lihat di sana!" Tunjuk Hiroshi ke sebuah arah.
Tiba-tiba di kejauhan tampak segerombolan anak-anak berlari ke arah Lien dan Hiroshi...
"Mereka semua adalah pasukan pecinta Lolipop seperti kamu" Kata Hiroshi.
Lien menunjukkan ekpresi bengong untuk yang kedua kalinya๐ฎ.
"Ahahahahahaha, kapan Ai menyiapkan semua ini?" Ucap Lien merasa kagum.
"Sebab itulah aku terpilih menjadi asisten Tuan Ichiro."
"Hemmmm,...iyah-iyah daya inisiatif tinggiiii!" Kata Lien sambil mencubit sedikit kuat hidung Hiroshi.
"Ehehehe!"
......
Segerombolan para bocah-bocah dari yang kecil sampai yang remaja (ABG) telah tiba di hadapan sepasang kekasih itu.
"Halo adik-adik semuaaaa!" Teriak Hiroshi.
"Halo kakak" sambut mereka ramai dan bersemangat...
"Semua suka lolipooop!" Teriak Hiroshi.
"Sukaaaaaaaa!" teriak mereka serentak termasuk Lien juga ikut teriak sambil kegirangan di depan Hiroshi.
"Ahahahahahai...tingkahmu enggak kalah gemesh dengan mereka yah Hani, " Bisik Hiroshi dengan tawanya.
"๐๐๐๐Ihihihihih๐๐๐๐"
"Hari ini kakak berdua mau bagi-bagi permen Lolipop buat kalian semuuaaaaa..." kata Lien dengan centil dan ceria sambil menunjuk arah Box berisi Lolipop.
"Yeeeeeeeeeeey!" Teriak mereka.
...
"Satu orang mau punya berapa Lolipop?" Tanya Hiroshi.
"2.......4.....6......" Jawab diantara anak-anak
"Oke...oke...Masing-masing dari kalian kakak akan bagi 10 per orang (@10)"
"Horeeeeeee, Asyiiiiiik," Riuh-riuh teriakan mereka yang sudah tidak sabar ingin mendapatkan permen manis itu.
"Kalau begitu baris yang rapi yah sayang!" Pinta Lien.
Semua anak-anak itu pun baris dengan rapi dan teratur, mulai dari yang kecil sampai besar.
Hiroshi dan Lien mulai membagikan dengan senang hati kepada para anak-anak di bantu dengan 2 kurir pengantar.
Kecerian pun terlihat disana. Terlihat anak-anak yang sudah mendapatkann bagian mereka merasa bahagia sambil melompat-lompat kegirangan, mereka juga cipika-cipiki kepada Hiroshi & Lien sebagai ungkapan terima kasih...
....
....
.....
Meski terasa lelah, hal sederhana itu sangat menyenangkan.
keduanya duduk di bangku taman.
"Huuftt capek juga yah Ai, tapi seru?" Kata Lien bersandar di tubuh Hiroshi sambil ngemil Permen.
Hiroshi hanya tersenyum.
"Terima kasih yah Ai! aku senang banget rasanya, perasaan bersalah telah membunuh manusia telah terobati."
"Selain suka dengan Anak-anak, mereka semua datang dari kalangan kurang mampu, manisnya permen itu, setidaknya bisa memberi rasa enak sedikit di dalam pahitnya kehidupan," ucap Hiroshi menggandeng Lien dalam duduknya.
"Oh! So sweetnya, jadi makin cinta deh Ai! sayangnya gak ada yang bagi-bagi lolipop yah Ai, saat kita masih kecil.๐"
"Hahahai!"
Tawa keduanya merasa puas, menjalani masa bulan madu mereka yang tak juga lupa berbagi kebahagian kepada orang lain.
......
Hari-hari Indah itu pun terus berlalu, menuju akhir dari penderitaan mereka.
Aldo, Andre serta Rey memperjuangkan berkas kebenaran Lien Hua bahwa ia adalah pewaris sesungguhnya yang tertulis dalam wasiat Brest Albern.
Aldo juga menuntun keras secara hukum dan pihak-pihak lembaga yang mengatakan bahwa ZL adalah ahli waris yang pantas,
dengan membawa bukti berkas DNA yang asli sudah cukup menjelaskan bahwa ZL bukanlah adik Brest atau anak kandung Rery.
Untuk mengurus ketetapan hak waris Lien sudah menelan biaya serta waktu berminggu-minggu, mereka sempat mengalami kesulitan, karena Brest dan Xin tidak resmi menikah, tanpa kenal lelah dan terus berjuang, akhirnya mereka berhasil.
Lien Hua resmi menjadi pewaris yang berhak memiliki semua aset kakek dan ayahnya.
Satu-satunya cucu dan anak dari garis keturunan Rery dan Brest Albern.
Lien juga menjalani scan tubuh apakah benar kromosom sel-sel dalam tubuhnya sesuai dengan DNA biologis Brest Albern, karena banyak yang mengaku putri dari Brest Albern.
Termasuk dari pihak ZL, berkali-kali sudah mencoba ingin menebus lembaga yang di percaya mengurus Hak ahli waris Brest namun gagal saat menjalani scan penyesuaian DNA.
Brest juga memberi kode pasword kepada setiap berangkas penting itu yang akan di tandatangani oleh pihak ahli waris.
Brangkas yang kuat, tahan api, air dan ledakan.
....
.....
"Kami tidak mengetahui apa paswordnya, buka lah" pinta seorang wanita dari pihak pegurus berkas kepada Lien.
Ada Hiroshi yang setia menemani sang istri...
Lien langsung terbayang denga ucapan Jovial dalam akhir kematiannya.
[Buka semua berangkas dengan kata 'Ohmygirl']
Setelah Lien meletakkan sidik jarinya, ia juga memutar kata kunci pasword huruf yang tersedia....
Dengan otomatis berangkas itu pun terbuka.
Ada rasa haru lagi dihati kecil sang Ratu dan ia pun berkata dalam hati;
"Ayah! kau sangat hebat, benar-benar bertanggung jawab dan memberikan keamanan yang sangat detail demi menyimpannya untukku!"
Mata Lien langsung berkaca-kaca, ia mengusap titik airmata yang hampir jatuh.
....
Sementara, harta dari kakek Brest yang sempat dikuasai oleh Qixuan tidak di ambil oleh Lien. Dia memberikan kepada garis-garis keturunan dari Albern yang lain.
Lien mulai di kenal dan di perkenalkan di keluarga ayahnya.
....
....
Seperti pada umumnya, saat sesorang sudah bersinar dengan kekayaan para saudara akan berdatangan termasuk keluarga paman Xin yang dulu tidak mau mengasuh Xin dalam keadaan hamil.
Lien tetap menyambutnya meski awalnya ia tidak berkenan.
Sebelumnya, Hiroshi sebagai suami dengan usia yang lebih dewasa mengatakan dengan lembut kepada istrinya;
"Sayang! Meskipun engkau membenci mereka sampai mati, ibu mertua tidak akan hidup kembali, semua sudah jalannya!"
.....
.....
....