![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
Percakapan sudah di versi kan ke bahasa Indonesia.
.........................................
πΈπ¬πΈπ¬
"So...so sorry Girl! Sa...sa...saya minta maaf, saya khilaf, saya bersumpah tidak akan mengulanginya ( kata Hiroshi dengan memohon dan terlihat begitu gugup) Jika ini terjadi lagi! kamu boleh laporkan kasus ini pada Bos saya" kata Hiroshi mulai gentar dengan perkataan Lien.
Lien pun terdiam.
"Please!! saya masih ingin bekerja. kejadian ini tolong jangan beritahu kepada siapa pun, anggap saja ini tidak pernah terjadi atau hanya sebuah mimpi buruk di malam hari." Kata Hiroshi memelas.
(Hiroshi mulai takut jika Lien mengadu pada orang tuanya dan bisa sampai ketelinga Aldo, pemuda yang baru saja naik jabatan itu, tau betul seperti apa bringasnya Aldo, jika marah dan menghajar anggotanya tanpa terkecuali, termasuk Andre adik kandungnya sendiri)
"Baiklah! Aku beri satu kesempatan sekali lagi" ucap Lien tegas matanya menatap tajam ke arah Hiroshi.
"Terima kasih! Sekali lagi saya katakan, saya tidak akan pernah mengulanginya lagi, (Di sambung dalam hati β‘οΈ"kecuali kamu memintanya")
Sekarang! kamu duduklah biar saya yang berdiri," pinta Hiroshi dengan lembut.
....
....
Hiroshi pun bergegas menelpon petugas untuk secepatnya membawakan kursi Lien.
..
..
Terlihat proses belajar-mengejar itu terlaksana dengan baik. Lien mudah mengerti karena ia adalah gadis yang pintar.
...
"Belajar Administrasi dari siapa?" tanya Hiroshi penasaran.
"Sebelum masuk Akademi keperawatan, Saya pernah kursus selama 6 bulan di bidang Administrasi termasuk Resepsionis," jawab Lien.
"Oh! Pantas kamu mudah mengerti."
...
...
Tak lama kemudian, seorang petugas kebersihan memasuki ruang kerja Hiroshi membawa kursi untuk Lien.
...
...
Hiroshi langsung memberi pekerjaan pada Lien.
"Tugas-tugas yang harus kamu kerjakan sudah saya kirim ke email, tolong di baca yah, jika ada yang ingin di tanya cukup whatsapp atau email saya," pinta Hiroshi.
"Iyah pak" kata Lien cepat sambil bangkit dan menuju meja kerjanya, ia sudah memiliki kursi sendiri.
...
...
Mulai saat itu, Hiroshi mengatakan pada dirinya untuk mengatur jarak dengan Lien, jika tidak ada keperluan yang terlalu mendesak.
Lien terlihat mulai serius bekerja di meja kerjanya.
Hiroshi menyandarkan kepalanya di kursi kerajaannya, sambil bertanya-tanya dalam hati dan pikirannya;
βββββ
"Duh! Mengapa aku tidak bisa mengontrol emosiku yah?"
"Pasti gadis itu sudah ilfeel denganku?"
"tapiiii! Dia kan bukan dari gadis bangsawan, mengapa bisa tidak tertarik denganku? padahal, Sekarang aku lumayan tampan dan mapan! tidak seperti dulu."
"Apa aku yang terlalu terburu-buru dan tidak sopan?
"Aaarrrgghhh!!! malas mikirin wanita, capek! pusing!"
ββββββ
Ucapan-ucapan lugu Hiroshi dalam hati yang polos melukiskan bahwa ia sama sekali tidak mengerti bagaimana mendapatkan wanita dengan baik dan benar.
Hiroshi menggoda gadis bernama Lien itu dengan menggunakan metode gerak cepat untuk menghabisi musuh, tanpa permisi dan langsung beraksi.
(kata Rey; gangstar macho yang terlalu bodoh dengan masalah percintaan)
Seketika Hiroshi terbayang dengan masalalunya, Ada rasa trauma di pikirannya. Saat remaja, Hiroshi pernah menyatakan rasa sukanya kepada seorang wanita yang ia inginkan berasal dari keluarga kaya, namun wanita itu tidak menyukainya, bahkan langsung menghina dan meludahi Hiroshi di depan banyak orang, karena pria itu begitu miskin dan sangat kumuh, dari hinaan itu ia bertekad menjadi kaya apapun halangannya akan ia tempuh.
Saat ada wanita yang tidak ia sukai justru sangat menyukai Hiroshi. Semua bertolak bekalang.
Tamparan Lien langsung membuat nyali pemuda itu pun hilang terbawa arus. Ia begitu mudah menyerah untuk urusan percintaan. Di tambah lagi Aldo yang tidak merestuinya. Pikiriannya terlihat kusut dan ribet tentang hal-hal percintaan. Rasa galau dan langsung putus asa datang menyelimutinya.
Setelah kejadian itu, keduanya saling diam-diam dan tidak banyak bicara, Mencari kesibukan masing-masing.
Hiroshi berusaha mengatur jarak (physical distancing) layaknya sedang mengalami pandemi Virus, serta menundukkan pandangannya terhadap Lien.
Ia takut hasrat-hasrat ingin bercinta kambuh kembali....
....
....
"Tlilit...tlilit" (panggilan Ichiro from Jepang)
"Bagaimana? apakah sudah ada titik terang?" Tanya Aldo.
"Belum bos"
"Sering-sering keluar dan jangan lupa bawa gadis itu sebagai umpan dan persiapkan persiapanmu."
"Baik bos" jawab Hiroshi.
"Trup" percakapan selesai.
....
....
Saat keduanya berjalan memasuki mobil.
"Aku minta maaf yah! Kamu tidak perlu takut denganku, aku tidak akan pernah mengulanginya lagi" ucap Hiroshi lagi-lagi Ia meminta maaf agar Lien masih mempercayainya.
Hiroshi sadar apa yang ia lakukan salah besar. Aksi nakal pria itu tidak berlaku untuk Lien, mungkin akan berlaku bagi wanita penggoda.
Lien pun mengangguk.
"Oh yah! Kamu duduk di belakang saja yah," pinta Hiroshi.
"Loh??? Kenapa kak" kata Lien.
"Emmm! Cengengesanπ Tidak apa-apa! Apa kamu keberatan?" Tanya Hiroshi.
"Oh! Tidak kak! dimana saja boleh!"
"Terima kasih!"
Akhirnya Lien duduk di belakang dan Hiroshi yang menyetir.
Terlihat ada fenomenal dunia terbalik.
{"Bos menjadi Anggota β© Anggota menjadi Bos}
Hal itu sengaja lelaki itu lakukan agar pandangannya tidak melirik ke wajah dan paha mulus Lien.
"Oh! iya, jika saya boleh pinta lagi, saat kamu tengah berada di rumah, sebaiknya pilihlah pakaian baju dan celana yang panjang"
Lien terdiam sejenak dan akhirnya ia mulai berpikir.
("Kenapa yah? Apa ia marah, karena aku sudah menamparnya, yah ampun! tadi itu benar-benar reflek terjadi, mungkin aku juga yang salah memilih rok yang pendek," gumam Lien merasa aneh)
"Maaf yah kak! Lien tidak bisa menyetir!" kata Lien mengalihkan agar suasana tidak begitu kaku.
"Oh yah, tidak apa-apa, aku tidak biasa menggunakan jasa supir" jawab Hiroshi.
"Oh!" Ucap Lien sambil mengangguk.
"Tapi kamu perlu belajar menyetir, karena itu sangat penting," kata Hiroshi.
"Iyah kak! Nanti lah, jika Lien sudah memiliki mobil."
"Oh! Jangan tunggu sampai kamu memiliki mobil," bantah Hiroshi.
"Belajar pakai mobil siapa kak? Kakak mau mengajari Lien??"
"Oh, Jangan! kamu bisa kursus, nanti biayanya akan aku claim ke kantor"
(Dalam hati Hiroshi; "hahaha! kalau saya yang ajarin lagi-lagi ke lain arah")
"Iyah, baik kak!
Suasana hening lagi...
Oh yah kak! Jika boleh tau, sampai kapan Lien akan menjadi sekretaris kakak?"
"Hmm! Mungkin sampai identitas lawan terlihat, tapi kepastiannya saya kurang tau, Sebaiknya kita jalankan saja perintah Bos," jawab Hiroshi.
"Yaah! Jika seperti itu!! artinya Lien akan mencari pekerjaan lagi" jawab sang gadis dengan aura wajah lesu.
(Dia berpikir mencari pekerjaan tidak semudah minum es cream)
"Tidak usah di pikirkan sesuatu yang belum terjadi, oh yah! enak nih kalau makan malam berbau panggangan, apa kamu punya rekomendasi Resto enak di sini?" tanya Hiroshi.
"Lien jarang sekali makan di resto kak, tapi aku akan bantu cari di google yah!"
"Okeh!"
Lien pun sibuk mencari-cari resto enak secara online dan bertanya dengan teman-teman grupnya.
Sementara Hiroshi hanya bisa diam-diam mengintip sekilas wajah sang gadis dari spion tengah.
....
....
("Semoga makan malam ini bisa mengembalikan kepercayaan Lien kepadaku," gumam Hiroshi dalam hati)
.....
.....
...
....
β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€
Do'a Author hari ini;
Ya Tuhanku! tolong rubahkan tulisan cerita Novel TSOL di ponsel mereka, menjadi gambar kangkung, genjer, terong, tempe. khusus yang tidak mau LIKE & PELIT VOTE tapi tetap rajin membacanya sampai gak ketinggalan satu huruf pun bahkan berkomentar;
"cepatlah thor di up!"
β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€
..
..
...........
.....
.....