![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
"Lama aku baru berhasil menyelidikinya, di kejauhan, aku melihat seorang pria tertunduk lesu dengan topi hitam yang menutupi rambutnya, ia duduk bersandar di balik nisan besar Xin Hua. Sesekali kepalanya tertunduk lesu tanpa tulang, sesekali pula tegak menatap jauh dengan pandangan yang kosong.
Sepertinya tempat itu menjadi tongkrongan favoritenya saat itu, terlukis ada perasaan penyesalan yang sangat dalam dari lubuk hati seorang pria. Hingga ia tidak menyadari lagi jika tubuhnya itu sedang di terpa oleh panas terik, hujan, dan angin.
Hampir saja aku tidak mengenalinya, siapa sosok itu, ternyata dia pria bernama Brest Albern, aku sempat berpikir jika Xin pernah selingkuh dengan pria lain sehingga membuat Brest tidak bertanggung jawab.
Terkadang Brest terlihat menangis disana, tertawa, bahkan tersenyum layaknya seperti orang gila.
Aku baru menyadari rasa cinta itu membuat ia egois merebut Lien dari tanganku dan mendudukkannya sebagai pewaris tahta."
...
"Seperti apa kisahnya paman?" Tanya Hiroshi semakin penasaran.
"Ini bukan acara Q & A (tanya jawab), sebaiknya kau pulang saja, karena aku tidak ingin melihat kemarahan besar lagi dari putriku, jika ia tau saat ini kau sedang bersamaku," jawab Wee bangkit meninggalkan Hiroshi.
Hiroshi pun berkata kuat hingga langkah kaki Wee terhenti;
"Aku akan terus memantau kesehatan Jingmi! Aku juga punya hak akan itu, karena sekarang! aku juga bagian dari kalian.
Lalu kemudian, pria itu pergi bersama sepeda motornya...
.....
.....
(Hiroshi berhasil merekam semua percakapan Wee)
Ketua gangster JK itu masih terlihat duduk dalam lamunan, menatap genangan air yang ada dihadapannya dan mulai menghidupkan sebatang rokok. sambil berkata-kata dalam hati;
"Dua sosok ayah dengan perjuangan mereka masing-masing, penyesalan yang cukup dalam???
Apakah kisah sedih percintaan Brest (sad ending) awal pemicu konflik di dalam tubuh BOF dan ZL apakah karena Xin dan Lien ia kembali ke Singapura?
Huuuffftt! Wee tidak ingin bercerita atau ia benar-benar tidak mengetahuinya. Aku masih penasaran."
Setelah lama berpikir pemuda itu kembali pulang.
.....
.....
Sehari pun berlalu....
.....
.....
Hiroshi memberitahukan isi rekaman Wee serta kisah cinta Brest dengan Xin Hua kepada Aldo dan Andre.
Tanggapan keduanya;
"Apakah percintaan si Bigbos Mafia yang gagal menyebabkan Brest menjadi seperti orang gila? Seperti yang pernah kakak katakan," ucap Andre.
"Bisa saja, aku juga yakin percintaan Brest dan Xin menjadi awal konflik dengan ayahnya! Aku sempat mengenalnya, walaupun ia sangat kejam dan licik. karena sejaha-jahatnya manusia, masih memiliki rasa cinta dan titik kelemahan," Jawab Aldo.
"Aku baru menyadari mengapa BOF tidak mengusik kita, artinya misi Brest menyatukan BOF dan JK sudah di rancang sejak lama oleh Brest dan Sangat di sayangkan BOF goyang tanpa sosok Pemilik, " Kata Andre.
"Andai ia datang baik-baik kepadaku aku pasti akan membantunya." Jawab Aldo merasa kasihan.
"Misi Brest menyatukan BOF dan JK dengan menjadikan kakak sebagai bawahannya serta membunuhku untuk pembalasan kematian sahabatnya, Chen Hae," Jawab Andre.
"Iyah kau benar!"
"Ada baiknya juga, kematian sudah merenggutnya, karena jika ia masih hidup kita akan cukup repot oleh pria yang sudah kehilangan cinta sejatinya itu" jawab Andre.
"Apakah kematian Xin di luar dari pengetahuan Brest? lalu siapa yang mengejar serta mengusir Xin," Tanya Aldo?
"Ini yang menjadi pertanyaan besar?" Jawab Andre.
πππππ
*Hari pernikahan sepasang kekasih yang di ilustrasikan ibarat bunga-bunga bermekaran di taman, kupu-kupu kecil berterbangan, udara sejuk.
Tanah yang kerontang, kini basah dan subur kembali, cuaca gelap, hujan badai, menepi perlahan sirna berganti dengan kemilau pelangi warna-warni menghiasi bola mata*.
πππππ*
Jadwal pernikahan sudah mulai semakin dekat.
Segala persiapan sudah dilakukan.
Pernikahan yang cukup menegangkan apakah bisa berlangsung dengan aman atau sebaliknya.
Hari H yang di tunggu-tunggu itu pun tiba. Begitu mendebarkan 2 insan yang mencinta.
Pernikahan di lakukan, bukan di lokasi gereja dengan alasan jika terjadi hal-hal buruk bisa merusak rumah ibadah.
Namun, di sebuah gedung tertutup jauh dari keramain kota bersama seorang Sintua dan Pendeta serta pendamping lainnya.
Acara sangat tertutup tanpa media public hanya memakai media lokal pribadi milik JK serta di penuhi kumpulan pria berjas hitam ( gangster), kerabat Wee dan sahabat, serta utusan pemerintahan yang menunjukkan bahwa pernikahan sah secara hukum. keamanan yang cukup kuat di tebar baik didalam maupun di luar gedung.
Lien tampak bersinar-sinar dengan gaun putih yang Indah, mewah membalut tubuh langsingnya, wajahnya tampak berkilau ditambah lagi dengan riasan make up berkelas Internasional.
Rambut halus panjang sedada tertata rapi dalam balutan mahkota kecil yang di tancapkan melingkari kepala Lien Hua bersama selayar panjang halus khas pengantin, di hiasi anting-anting dan kalung mewah berkilauan.
Cantik menawan ia pantas menjadi seorang putri Raja.
Begitu juga dengan tampiln Hiroshi yang tidak kalah memukau.
Memakai stelan pakaian pria dengan balutan jas putih, sisiran rambut kilat membuat pemuda itu semakin tampan dan menawan bak pangeran dari negeri dongeng, wajahnya berseri-seri.
Akhirnya hari itu ia bisa menikahi gadis pujaan hati yang selama ini dicari, Hiroshi terlihat sudah bersiap-siap menunggu kedatangan mempelai wanita yang akan mengucap janji sehidup-semati bersamanya.
Aldo berjanji akan membuatkan pesta megah di Tokyo atau pun tempat favorite keduanya dan akan mengundang keluarga besar Aldo dan Hiroshi.
Lien sendiri tidak mempersoalkan mewah atau tidaknya pernikahan mereka. Baginya ia bisa menikah dengan pujaan hati, dan di saksikan ayah serta ibu asuhnya, baginya Hal itu lebih dari cukup.
...
Detik demi detik terus berlalu hingga terdengar langkah serentak;
"Tak...tak...tak..." Menggema suasana gedung.
Langkah Lien berjalan anggun bersama pendampingnya, Ayah Wee.
buket bunga indah dalam genggaman sang mempelai wanita.
Wee sudah berjanji akan mengantarkan Lien Hua kepada seseorang yang tepat sekaligus merupakan pilihan hatinya.
Semua mata tertuju kepada mempelai wanita dan Wee. Senyum lebar terpancar dari bibir mereka.
"Pok...pok...pok...tepuk tangan meriah dari setiap jiwa yang memandangnya.
....
(πΆDiiringi musik romantisπΆ)
Selain tepukan tangan, hujanan serpihan bunga sebagai lambang kebahagian pertanda ucapan selamat berbahagia
Aldo sempat merasa terharu akhirnya di penantian panjang adik angkatnya itu, ia bisa menikah dengan gadis yang dia sukai. Semua berjalan dengan senyum kebahagaian.
Hiroshi yang sudah tampak berdiri tegak di tempat kedua mempelai akan mengucap janji, ia sudah tidak sabar menyambut belahan jiwanya sampai ke hadapannya.
Langkah demi langkah terus terlalui mempelai wanita menuju kepada mempelai pria.
...
...
...
π
LIKE, COMMENT, VOTE yang buanyak, di share juga yah guys biar yang baca semakin banyaak.
terima kasih.