![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
("Rasain! biar lu bedua pade HORNI masing-masing, langsung minta kawin dah! gua mah gemes banget liat pasangan yang kelamaan nikah, Duuh! Udah gatel ni tangan, kagak sabar terima duit dari si Bos!" gumam Rey)
Rey juga memiliki beberapa sekretaris serta staf yang membantu pekerjaannya.
....
.....
Mobil sedan hitam melaju terus, menuju tempat pelatihan gangster Andre yang sudah rampung 100%.
Terlihat Lien dangan patuhnya menggandeng lengan Hiroshi dengan mesra....
Lama-lama, ia mulai tidak betah, perlahan melepas gandengan itu.
Hiroshi menguatkan kembali gandengan sang sekretaris sambil berbisik;
"Kita harus patuh apa katanya (Rey), karena kita ini kan masih anak buah, bukan begitu? Hehehehe!"
Dahi gadis itu mulai berkerut sambil berkata dalam hatinya;
"Semakin kesini, semakin banyak saja orang aneh yang mengelilingiku." Gumam Lien sambil tarik nafas.
....
....
Setelah menempuh jarak yang lumayan lambat di kepadatan lalu lintas kota Jakarta.
Akhirnya mereka tiba si sebuah gedung bertingkat, di lengkapi alat-alat fitnes, olahraga, termasuk kolam renang, berangkas senjata dengan di dukung oleh kecanggihan tekhnologi fitur milenial.
Ketiganya berjalan dari Lift ke Lift menuju titik lokasi yang di pilih.
Rey menjelaskan langsung kepada Hiroshi tentang fitur serta fasilitas pelatihan gangster sesuai standart kualifikasi yang diinginkan oleh Tuan Aldo Kenz, sebelumnya Rey juga sudah memberikan demo ilustrasi (deskripsikan) secara online kepada si ketua gangster itu.
....
....
"Besok sudah ada 25 calon gangster yang harus kita sleksi, setelah selesai, kurang dari tiga hari lagi, Bos Ichiro akan memanggil guru kungfu dari Hongkong, Tokyo, serta Beijing," kata Rey.
"Okeh!" jawab Hiroshi pertanda paham.
...
...
"Nanti kita latihan lebih ekstra disini yah," kata Hiroshi pada Lien.
Lien mengangguk, gadis itu juga ikut membantu Hiroshi.
Rey dan pemuda Jepang itu mulai test uji coba beberapa fasilitas fitnes dan olahraga lainnya yang siap lounching.
....
....
Di lain tempat dan di waktu yang sama.
Sebuah Ruang ekslusif Presiden Direktur,
terlihat Andre menghidupkan sebatang rokoknya, bersantai sambil online (video call) melakukan percakapan dengan Aldo kenz via laptop.
Andre dan Aldo berkomunikasi sangat rahasia.
"Aku sangat yakin, sebenarnya Brest sudah mengetahui, jika dirinya itu akan tetap tertangkap. Ia sengaja mengetuk pintu JK dengan cara berduel dengan kita, secara tidak langsung, ingin meminta bantuan kepada kita dan menyampaikan pesan tersirat, bahwa ia memiliki anak perempuan dan sejumlah harta yang tidak rela jatuh ke tangan yang bukan ia kehendaki.
Jika pada saat itu kita kalah, ia akan tetap membunuhku sebagai pembalasan atas kematian chen Hae dan menjadikan kakak sebagai orang kepercayaannya yang siap memegang semua amanah atau di sebut dengan pimpinan sementara dari pasukan BOF, apabila ia mati sebelum waktu yang diprediksikan," tebak Andre.
"Iyah! kemungkinan besar dugaan kamu benar, konflik keluarga Brest cukup memanas dan menegangkan, hanya orang kepercayaannya yang tau, bagaimana sebenarnya cerita konflik mereka, mengapa tiba-tiba Brest kembali ke singapura mencari putri dari kekasihnya Xin Hua yang sudah ia tinggalkan?" kata Aldo.
"Hemmmm,...Benar ini sangat penasaran, Aku ingin mengambil harta karun beserta pasukannya, dengan cara menikahkan Hiroshi kepada Gadis itu. Apa kakak keberatan?"
Aldo terdiam sejenak.
"Jangan terburu-buru, berdasarkan analisa, Lien gadis yang tidak bisa di paksa. Aku sengaja menjadikan ia sebagai sekretaris Hiroshi agar kedua pasangan itu bisa saling dekat dan akhirnya jatuh cinta secara alami. jika kita memaksa Lien, Hal ini bisa memicu konflik dengan BOF," ucap Aldo.
"Wow! Aku suka gaya mu. Aku berpikir ide ku ini tidak akan kakak setujui," kata Andre.
"Pasukan ZL juga sudah mengetahui jika Lien tengah berada di Jakarta. Kendala terbesar kita saat ini, sulit membedakan antara BOF dan ZL, karena Pasukan BOF sudah banyak yang berpindah kepada ZL dan mereka sedang menyusun rencana yang cukup ampuh," kata Aldo.
"Hal itu lah yang di khawatirkan oleh Brest, jika ia tidak mendapat penggantinya dalam kematian, sebelum Lien Hua menerima tahta, lambat laun pasukan BOF akan menjadi pasukan ZL kecuali mereka yang benar-benar setia," kata Andre.
"Hem! Benar, harusnya ia mengatakan keadaan yang sebenarnya kepada kita." kata Aldo.
"Tujuanku menikahkan Hiroshi dengan gadis bangsawan untuk memperkuat sistem pertahanan kita. Aku kira gadis itu mencukupi kreteria buat Hiroshi dan kesempatan kita untuk menarik pasukan BOF bergabung menjadi JK," kata Aldo.
"Benar dan Harta karun Brest adalah tujuan kita! Menikahkan Hiroshi dengan Lien Hua adalah satu-satunya strategi yang paling tepat," sambut Andre.
"Hahahaha, tawa keduanya!"
Dua bersaudara itu bagaikan Ranger si pemburu harta.
....
....
Sore hari pun tiba,
setelah lelah seharian melakukan kunjungan serta persentasi alat pelatihan gengster,
Rey juga membawa Hiroshi dan Lien Hua makan plus nongkrong bareng, serta bekeliling kecil di seputaran kota Jakarta, kemudian mereka kembali ke kantor.
Setelah selesai....
Andre, Hiroshi dan Rey pulang kerumah di antar oleh supir kantor.
Tanpa terasa mereka memasuki gerbang yang megah yaitu rumah milik Andre Al fanan dan Indah Shakila.
Indah dan para pelayannya juga sudah mempersiapkan menu versi japanis dan Tionghoa untuk menyambut tamu spesial mereka.
Andre pun mempersilahkan Hiroshi dan Lien Hua masuk.
Ada Indah, Zen, Rohaye, Listi serta pelayan-pelayan lainnya menyambut kedatangan tamu.
Begitu si Aye melihat tampang Macho Hiroshi.
Reaksi Rohaye 🤤 setelah memperhatikan pemuda jepang itu dengan amat serius, tanpa dia sadari, bahkan ia sampai mengeluarkan air liur hangat, sambil berkata;
("OPPAKU, Putih bersih! Bening")
"Rohaye encesmu?" Tegur Indah dengan nada penuh tekanan yang saat itu kebetulan mengambil Zen dari gendongannya.
"Oh! Iyah Nyah!" Ucap Rohaye sambil me lap air liurnya dengan cepat.
....
....
"Selamat dataaaaaaang kalian pasti lelah kan! ayo bersih-bersih terlebih dahulu," sambut Indah dengan senyuman manis sambil menggendong Zen.
Mereka saling berjabat tangan, Lien Hua memperkenalkan diri kepada semua penghuni rumah Andre, sementara Hiroshi sudah mengenal keluarga Andre kecuali Rohaye. karena Shitta Zen selalu berganti-ganti.
Saat Rohaye berjabat tangan dengan Hiroshi;
"Halo apa kabar shitta Zen, saya Hiroshi!" Sapa Hiroshi ramah dengan manis senyuman yang mempesona serta aroma tubuh pemuda itu masih harum semerbak, Hiroshi setengah membungkuk khas tradisi Jepang.
((Heeemmmm..aaaaaaaaaahh😅wangi-wangi))
"Sa..saya Rohaye mas!" kata Rohaye sambil terbata-bata.
("Haduh! Yah Tuhan, mengapa jantungku berdebar-debar dan aku sangat sulit bernapas, apakah ini yang dinamakan jodoh pasti bertemu" Gumam Rohaye)
(Ilustrasi Rohaye ; "woooooow" bahagia terbang melayang-layang di udara mengitari awan biru)
"Rohaye," panggil Hiroshi sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah gadis itu yang melompong terpaku😮.
"Oh!"
"Are you okey!" tanya pemuda itu.
"ii...ii yah mas"
Kemudian....
Indah dan Andre mengantarkan ke kamar tamu untuk Hiroshi dan Lien yang sebelumnya sudah di persiapkan dengan baik oleh si tuan Rumah.
...
....
LIKE & SHARE & VOTE.
...