![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
Lien Hua melangkah memasuki ruang luas serbaguna itu.
"Tak...tak...tak...tak" terdengar suara hentakan sepatu higheel yang menggema di ruang gelap.
"Loh! Ruangannya gelap," ucap Lien.
Sekretaris Hiroshi itu kembali keluar dan mendatangi ke tiga pria yang tengah berbincang disana, dia mengatakan bahwa ruang aula sangatlah gelap dan ia tidak tau dimana letak saklar lampu.
Andre memerintahkan Hiroshi agar membantu Lien Hua.
Hiroshi pun mengikuti gadis itu sambil menerangi ruang dengan ponselnya dan memberi arah letak saklar lampu kepada Lien.
Saat keduanya sampai di area tengah Aula.
Tiba-tiba terlihat ada sesuatu yang menggantung.
"Aaaaaah, apa itu putih-putih!" Jerit Lien sambil menutup wajahnya dengan otomatis menubruk tepat di dada kekar Hiroshi.
Pria itu pun ikut terkejut hingga langkahnya terhentak mundur.
"Ada apa?" Tanya Hiroshi.
Dengan kecepatan waktu.
"Taktaktak" (suara saklar yang berbunyi secara serentak)
......Cliiing.....
Sinar yang memancar hingga terasa menyilaukan mata.
Lampu menyala terang benderang di aula luas dalam suasana Birthday Party yang mewah, bertema nuansa Girly, berwarna putih dan pink muda, serta lampu kelap kelip dari replika bunga sakura, di sempurnakan dengan layar dimensi menggunakan Tekhnologi terkini sehingga mereka yang ada di dalam ruang aula serasa berada di negara Hiroshi.
((Wow...suasana seperti di Jepang yah Guys))
Lambang Sakura melambangkan Jepang asal Negara Hiroshi Kienta serta JK Wijaya.
Disambut teriakan ramai serentak dari staf JK yang keluar dari persembunyian mereka masing-masing.
"Surprise, Happy Birthdaaaay"
Lien Hua dan Hiroshi tampak terbengong bersama.
Fenomenal jebakan kejutan Indah.
"Wow! Amaziing" gumam Lien shock berlebihan sampai kedua tangannya menutup mulutnya. Ia tak pernah menerima kejutan se-mewah itu khusus untuknya pribadi.
Pernah merasakan nuansa party mewah dari Mr Vigo namun ditujukan juga untuk teman yang lain.
Tertulis dalam dekorasi kata-kata manis;
Happy Brithday For You, spesial Lien Hua from Hiroshi kienta.
Settingan yang seolah-olah itu rancangan pemberian Hiroshi.
Padahal pria itu tidak tau apa-apa bahkan ia tidak menduga jika itu adalah hari ultah sang pujaan hati.
Hiroshi tidak mengerti kapan dekorasi yang mewah itu di kerjakan.
...
...
Andre dan Rey mulai memasuki ruang aula.
"Pok...pok...pok...tepukan lainnya atas kedatangan 2 orang penting.
Rey datang menghampiri Lien hua dengan senyum manisnya.
"Wow, pertujukan yang cukup mewah dari atasan kamu Hiroshi Kienta, Ahahahahaha 🤣😃" tawa Rey yang mulai memainkan actingnya.
"Oh yah, benar kah?" Kata Lien kurang percaya diri.
"Ee...tapi....ak!" belum selesai pemuda itu bicara Rey langsung menarik tangan Hiroshi dan berbisik;
"Cukup kau hanya mengangguk saja dan setelah acara ini wajib melakukan challage yang ketiga, faham? jangan sampai lari dari aturan lagi?" tegas Rey pada Hiroshi.
Hiroshi mengangguk pertanda paham. Jika hubungannya di dukung penuh oleh para BigBos. Iyah tersenyum-senyum dan memberikan jempolnya pada Rey pertanda setuju banget.
Nyanyian Happy Birthday, tepuk tangan meriah serta jabat tangan dan salam cipika-cipiki khusus dari staf wanita terlihat disana kepada Lien.
Beberapa minggu keberadaan Lien, para staf sudah mengenal sosok Lien Hua yang lembut seperti sosok Xin Hua. Sebelumnya mereka juga sudah mengenal Hiroshi Kienta, karena pria itu juga sering mengunjungi Jakarta sebagai utusan Aldo.
Gadis kebangsaan Singapura itu pun, memberikan kata sambutan hangat serta ribuan terima kasih kepada semuanya dengan bahasa Inggris yang lugas. Ia sangat bahagia serta bangga bisa menjadi bagian dari JK.
Lien juga mengatakan untuk pertama kalinya datang ke Indonesia, ia sangat suka dan senang terhadap sambutan keramahan dari orang-orang Indonesia, hal itu saja sudah menjadi surprise bagi dirinya.
Kemilau serta aura Lien Hua sudah terpancar jelas, ada jiwa ketegasan serta leadership yang lahir begitu natural, di wariskan dari gen sang ayah.
Pemberian kue pertama diberikan kepada Hiroshi Kienta. CEO manis yang sangat mempesona.
Terdengar Seruaan ramai;
langsung menggema se-isi ruang, riuh-riuh serta rasa baper dari setiap jiwa yang menyaksikan, layaknya mereka sedang menonton adegan drama romansa, semua mata tertuju pada sepasang kekasih yang segera akan di resmikan itu.
Rumor kedekatan antara Hiroshi dan Lien Hua sudah menyebar di kantor JK.
(kantor adalah biang gosip yang paling seru, jangankan dinding, bahkan hekter sekalipun bisa bicara serta mendengar, serasa punya mulut dan telinga😆)
Dengan rasa malu-malu tapi mau banget Hiroshi menerima suapan itu. Sanking groginya cremer putih menetes.
((🤣🤣🤣untung yang jatoh cremer bukan ences babang oci yah guys!..🤣🤣))
"Eh! Jatuh" kata Lien buru-buru mengambil tisu lalu me-lap baju pemuda itu.
"Sudah tidak apa!" kata Hiroshi.
"Nanti nodanya sulit hilang pak!" Jawab Lien yang tetap membersihkan baju Hiroshi.
("Tidak hanya baju saja yang terkana noda, hatiku pun juga sudah ternodai oleh cintamu" gumam Hiroshi senyum-senyum😊)
Setelah itu....
Andre memerintahkan Rey agar mengambil cincin dan sekuntum mawar putih untuk segera menyerahkan kepada Hiroshi.
Rey dengan cepat mengambil Bunga dan cincin ke ruang meeting.
ia pun diam-diam memberikannya kepada Hiroshi saat gadis itu tengah sibuk menyapa yang lainnya.
....
....
Acara yang paling mendebarkan dan paling ditunggu itu pun tiba.
Salah satu staff yang di tugaskan sebagai pemandu acara mulai berkata;
"Kepada Bapak Hiroshi yang terhormat, kami persilahkan memberi kata demi kata, mungkin berupa semangat kepada Mis Lien Hua!
Beri tepuk tangan yang meriah!"
"pok...pok...pok👏👏👏👏"
Jantung pemuda itu bagai pukulan genderang yang sangat hebat. Tampak berkali-kali ia me-lap dahinya dengan tisu.
🤣🤣🤣
Acara itu di rancang dengan semanis mungkin, bagai kembang gula yang siap bersemi di lidah.
..
Seketika riuh-riuh ruangan mulai diam.
Hiroshi mulai bicara;
"Eemm! Lien, sekali lagi aku ucapkan selamat ulang tahun dan berbahagialah, nikmati hidupmu dengan positif, lalu bersuka cita ibarat burung-burung terbang di langit, karena apapun yang membuat kamu bahagia aku pasti bahagia!"
"Oooooooouuuh" Sorakan ramai yang menyaksikan....
"Pesta atau pemberian mewah bukanlah hal yang paling utama, namun sikap sederhana serta kedewasaan kamulah yang paling di harapkan oleh orang-orang yang selalu mencintai kamu dan aku berharap, kamu tetap menjadi Lien yang aku kenal, tetap apa adanya, menjadi gadis yang baik serta memiliki tujuan hidup di garis kebenaran."
Mata Lien terlihat berkaca-kaca bercampur rasa haru, Dia mengangguk-angguk pertanda ia mengerti dengan apa yang dikatakan Hiroshi.
"Prok...prok...prok" tepuk tangan meriah dari mereka yang mendengarkannya.
Suasana hening sejenak ada gambaran rasa penasaran.
"Lien aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.
Gadis itu pun fokus memperhatikan Hiroshi.
Pemuda itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya lalu membuka sebuah tempat cincin sambil menurunkan tubuhnya serta sebelah lutut dijadikan sebagai tumpuan kaki.
Reaksi Lien tampak shock parah. Dia tidak menduga hal secepat itu terjadi.
"Will you merry me?"
😻😻😻"Ouuuuuuuuuuh"😻😻😻
Semua yang menyaksikan baper parah dan merasa greget mengigit.
Lama gadis itu diam terpaku, hingga terucap kata dari bibirnya;
"Tapi aku tidak bisa....."
...
...
..