![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
Aldo terdiam sejenak, ia tertegun dengan raut wajah yang terlihat berpikir keras.
"Kamu memang benar, kekuatan kita tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan kekuatan Brest, kita bisa melawannya hanya karena sebuah keberuntungan, itu artinya...
Huufftt! Pertarungan belum selesai,"
ucap Aldo.
"Saat ini, Kita hanya perlu terus mencari informasi kak. Meski kerajaan Brest tangguh! Namun saat sang Raja sudah tewas. Artinya kekuatan itu pasti sangat rapuh, ini juga peluang buat kita."
"Aku rasa itu belum tentu! mundur bukan berarti kalah, bisa saja mereka terlihat kalah di depan, namun ini adalah awal dari sebuah pertempuran, Brest itu adalah lawan yang paling hebat saat kita di Mafia dulu. Kita pernah kalah bertarung berturut-turut darinya, strateginya yang sulit untuk di baca dan kita harus mengakui kehebatan Brest," kata Aldo.
"Iyah, trik jitunya ialah dengan menyusupi pengkhianat, tapi mengapa ia begitu membenci kita, bukankah kalian pernah berteman," kata Andre pada Aldo.
(Aldo pernah berteman dengan Brest saat di karantina bimbingan para ketua gangster Mafia masa lalu)
"Brest itu orangnya sangat Egois. Ambisinya untuk menjadi nomor satu sangatlah tinggi. Ia mulai iri dengan ku saat gangster kita bisa menggeser posisi gangsternya menjadi nomor satu berturut-turut. Saat ia siap merebut posisi itu kembali aku sudah mengundurkan diri dari Mafia dan tidak meladeni lagi tawaran pertarungannya. Terkadang aku tidak mengerti dengan sosok pria seperti Brest, ia terlihat seperti orang stress yang kehilangan arah hidup dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang ia dapatkan.
Di tambah lagi karena kau telah membunuh Chen Hae sahabatnya, dalam pertarungan.
Terkadang ia terlihat baik seperti Malaikat terkadang sangat jahat seperti setan. Aku tidak bisa membaca apa yang terjadi di dalam hidupnya.
Huufft...entahlah...mungkin semua orang punya masalah pribadi masing-masing.
Aku rasa kita tidak perlu membahas itu. Intinya ambisi Brest adalah menjadikan diriku sebagai pengikut setianya dan menghabisi nyawamu sebagai balas dendam atas kematian Chen Hae, dan kamu adalah satu-satunya orang yang bisa membaca trik jitu Brest dengan menyusupi pengkhiant" kata Aldo menjelaskan.
"Apakah Brest menikah?" Tanya Andre.
"Soal itu aku tidak mengerti! Terlalu banyak wanita yang ia tiduri, tapi setelah ia pakai langsung di buang seperti sampah" jawab Aldo.
"Jika Brest masih hidup. Aku ingin menggunakan wanita untuk menjebaknya"
(wanita adalah senjata classic untuk menghancurkan lawan, sebab itu Aldo dan Andre menjauhinya)
"Jujur, sampai saat ini aku masih penasaran dengan kisah asmaranya!" kata Aldo.
"Heh (tawa sinis), kakak yakin manusia sadis seperti ia punya rasa cinta?"
"Maybe yes! Maybe No, saat kami pernah menjadi teman, sisi kelebihan yang aku lihat adalah ia memiliki jiwa penyayang, namun keegoisan itu menutupinya"
Andre sejenak tertegun dan berkata dalam hatinya;
(Seperti apa sosok Brest yang sebenarnya, terlihat ada cerita yang tersimpan)
"Sudahlah mari kita pulang,
Semoga saja keberuntungan selalu menghampiri kita," ucap Aldo bergerak sambil menepuk pundak adiknya.
"Amiiin" sambut Andre.
Setelah berbincangan adik kakak itu selesai. Mereka kembali berkumpul.
....
....
"Lien," panggil Aldo
"Iyah Tuan," jawab Lien.
"Untuk sementara ini kamu ikut bersama Hiroshi dan ikutlah bekerja dengannya.
Saya akan menanggung biaya kesehatan orang tuamu."
"Terima kasih Tuan," jawab Lien.
Akhirnya Aldo dan gangsternya kembali pulang menuju Tokyo dengan Jet pribadinya.
....
Andre pun pulang kembali menuju Jakarta dengan jet pribadi yang baru ia beli.
...
Tinggallah Hiroshi dan Lien. Keduanya berjalan menuju mobil dan terlihat Hiroshi sedang memasukkan kopernya kedalam bagasi mobil.
"Kak! Aku tidak punya pakaian, apa kita perlu pulang kerumah ku sebentar" Pinta Lien.
"Hmm, no! Ikut dengan ku" jawab Hiroshi dengan santai dan mulai mengemudikan mobilnya menuju sebuah gallery pertokoan besar menjual berbagai pakaian wanita.
Masih milik Jk Wijaya yang bergerak di bidang tekstil.
("Kenapa aku merasa nyaman banget berada di samping pria ini? Apa karena ia itu seorang kakak yang bertanggung jawab dan aku merindukan kehangatan dari sosok kakak. Bukan kakak (jingmi) yang selama ini selalu memperlakukanku dengan kasar" gumam Lien dalam hatinya)
Mereka akhirnya tiba di salah satu Brand TOP di perbelanjaan fashion pakaian termegah di singapura.
Hiroshi masuk dengan gagahnya bersama Lien. Pakain Lien masih memakai pakaian Indah Shakila.
Beberapa karyawan sudah mengenal Hiroshi dan memberi hormat, sebelumnya pria itu sudah di perkenalkan sebagai pimpinan Jk Wijaya di Singapura.
"Sebentar saya panggilkan pak."
Spontan karyawan berjenis kelamin pria itu terburu-buru berlari menuju office.
Seolah-olah terlihat Pimpinan sedang sidak dadakan.
"Pilihlah mana yang kamu suka!" kata Hiroshi menawarkan pada Lien.
Gadis itu pun terkagum-kagum dengan pakaian yang ada disana.
"Wah! Cantik dan bagus."
"Uih! ini mahal sekali,"
Gumam sang gadis dalam hatinya terpancar dari aura wajah yang senang namun sempat bingung serta mabuk di perlihatkan pakain-pakain bagus nan mahal.
Meski Lien mampu membeli pakain itu dengan upah gajinya namun gadis itu lebih rela jika di tukar dengan obat ayahnya.
Sementara Hiroshi hanya memandangi Lien dari jauh dengan senyum yang tertahan.
Tak berapa lama datanglah sang Manager. Pria itu juga berasal dari Jepang.
Si Manager menyambut Gembira serta Hangat pimpinannya itu dan mempersilahkan Hiroshi masuk ke dalam ruangannya.
Mereka pun berkomunikasi dengan bahasa Jepang.
"Tidak perlu! saya hanya sebentar" ucap Hiroshi.
Melihat hasil laporan terbaru.
Hiroshi merasa puas dengan kerja anggotanya itu dan menceritakan tujuannya mengunjungi secara dadaka.
Tak lama kemudian dengan polos dan jujurnya.
Lien datang hanya membawa 2 pakaian diantara yang banyak.
"Ini kak," kata Lien.
Hiroshi hanya tersenyum.
"Hanya itu saja"
Lien mengangguk.
"Hmm,...bisa-bisa aroma tubuhmu akan sangat bau dengan hanya memakai pakain yang tidak berganti" jawab Hiroshi sambil senyum-senyum.
Dengan sigap si Manager memanggil anggotanya (perempuan) untuk mengukur tubuh Lien.
"Kirim paket lengkap terbaru (New arrival ke rumahku," Pinta Hiroshi.
"Siap Pak," jawab cepat si manager sambil mengacungkan jempol dengan senyum manisnya.
Lien masih kurang paham, karena ia tidak begitu mengerti dengan bahasa Jepang.
Setelah selesai.
Hiroshi menarik tangan Lien.
"Ayo kita pulang"
"Tapi...Bagaimana dengan barangnya kak! mengapa tidak di bawa?" kata Lien.
"Nanti dia akan datang sendiri kepada kamu," jawab pemuda itu dengan santai.
Mereka pun berjalan kembali menuju mobil.
sepasang mata mulai mengintai.
Setelah keduanya masuk kedalam mobil.
Hiroshi kembali keluar;
"Sebentar yah aku ingin ke Toilet, sebaiknya kunci dan jangan membuka pintu kepada orang yang tidak di kenal," pesan Hiroshi.
"iyah!" Lien Mengangguk pertanda mengerti.
......
......
SELAMAT HARI RAYA ID FITRI, MOHON MAAF LAHIR BATIN YAH! {For Muslim}
(Author keenakan makan lontong, lupa update🤣)
jangan lupa yah beb;
🕯VOTE 🕯LIKE🕯 STAR 5 🕯COMMENT🕯FOllOW🕯FAVORITE.