The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 86



"Apa ini!" Kata Lien langsung membuka dengan amat serius.


Betapa terkejutnya Hiroshi dan Lien melihat isi dari sebuah dokumen yang terdiri dari beberapa berkas, isinya berupa gambar skema/stuktur sel-sel kromosom genetik seseorang, di atas setiap berkas bertuliskan nama pemiliknya yaitu;


Rery, Brest, Zender Li kromosom genetik.


Rery ↔️ Zender Li.


Rery ↔️ Brest.


("Berkas sepenting ini ada di sembarang tempat, apa ini ulah Jovial agar kami membacanya" gumam Hiroshi)


...


"Kamu bisa mengerti membacanya sayang?" Tanya Hiroshi yang melihat fokus ke arah gambar sel-sel kromosom gen beserta nama-nama ilmiahnya yang sulit di baca jika bukan ahli di bidangnya. Tidak ada tulisan yang memberikan keterangan jelas disana.


"Ini berkas asli hasil LAB DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) sebelum di terjemahkan


dan berkas ini terlihat sudah lama sekali, aku kurang begitu paham membacanya, juga lambang-lambang serta nama ilmiah kode kromosom genetik dalam ilmu kedokteran.


Tapi akan aku coba memahaminya," Ucap Lien membawa berkas lama itu ke atas meja, keduanya duduk bersama fokus mempelajarinya dengan teliti.


Lien tampak serius dan berjuang keras memecah teka-teki pencocokan detail struktur gambar serta istilah nama-nama dari kromosom genetik. Mereka juga meminta bantuan mesin searching di dunia maya hingga menelpon untuk meminta bantuan dengan ahli LAB kedokteran yang mereka kenal.


"Jika dari keterangan yang ada, hasil ini menujukkan adanya ketidak-cocokan uraian gen antara Zander Li dengan Rery, terbaca berbeda antara Brest dengan Rery!" ucap Lien.


"Iyah Benar!"


"Artinya, Zander Li bukanlah hasil biologis (genetik kromosom) milik Rery Albern kan?" Tanya Hiroshi dan keduanya pun pandang-pandangan dalam kebingungan.


"Bisa jadi!" Ucap Lien mengangguk cepat.


"Besok kita akan memanggil ahlinya untuk memperjelas gambar ini, untuk sementara, Aku akan memanggil Jovial, ia pasti tau menjelaskannya," kata Hiroshi bangkit kemudian meraih gagang telpon.


...


...


"Tuuuuuuuut...tuuuuuuuuut" telpon tidak di angkat.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruang kerja itu dengan keras tampak terburu-buru.


"Tok...tok...tok...tok"


Dengan cepat Lien bangkit lalu membuka pintu.


"Tu...Tuan Putri ada hal darurat!" Ucap pria pengawal itu dengan nada bergetar.


"Ada apa?" Tanya Lien, Hiroshi pun langsung mendapati sang pengawal.


Pengawal pria itu tidak bicara, ia langsung berjalan cepat mengarahkan Hiroshi dan Lien ke kamar Jovial....


Betapa terkejutnya mereka saat sedang mendapati Jovial tengah sakaratul maut....


Nafas jovial terlihat sesak tak beraturan...terlihat dari wajahnya menahan rasa kesakitan yang luar biasa. Wajahnya tampak kebiru-biruan....


"Pamaaaaaaan!" Teriak Histeris Lien berlari mendapati pria tua itu.


(Saat dalam kondisi seperti itu Jovial meminta tolong agar pengawalnya segera memanggil sang Ratu mereka)


Jovial langsung bicara dengan nada teputus-putus.


"Lien...kata kunci atau pasword setiap brangkas berkas...yang masih...tersimpan dalam...lembaga...pemerintahan adalah


"ohmygirl"


Buka semuanya dengan kata itu...(Jovial memberikan sebuah berkas berisi tulisan-tulisan tangan Jovial yang belum sempat ia katakan)...Tolong jaga Tuan Putri (memegang erat tangan Hiroshi lalu menyatukannya dengan Lien) pertahankan apa yang menjadi...Hak...kaliaaan....selesai...


(Jovial tewas lalu mengeluarkan sedikit buih/busa dan darah dari mulut pria tua itu)


"Pamaaan" teriak Hiroshi dan Lien memecah ruangan.


Hiroshi dan Lien panik dan segera menyuruh pengawal lain melarikan Jovial ke rumah sakit untuk mendapati dokter secepat mungkin.


Dengan cepat Hiroshi melihat sebuah botol obat yang terletak di atas meja dan langsung membawanya sebagai petujuk.


....


Sampai di rumah sakit,


Sontak Hiroshi dan Lien berlari mendapati Dokter;


"Bagaimana Dok!" Ucap mereka dalam perasaan ketegangan.


Si Dokter tidak bicara, ia hanya menuntun Hiroshi dan Lien malam itu juga mendapati posisi tubuh Jovial yang sudah tertutup kain.


"Pamaaaaaaaaaaaaan! Panggil Histeris Lien dengan iringan airmata lalu membuka kain penutup area wajah.


"Hiks...Hiks...Hiks..."


(Meski Jovial baru saja hadir di hadapan Lien, entah mengapa aura si pria tua itu membuat dirinya nyaman serta berani berada di tengah-tengah pasukan BOF. Mereka juga kehilangan sosok orang kepercayaan Brest yang tertua, setia dan terpercaya)


"Apa maksud kalian!" Bentak Hiroshi kepada tim medis, pria itu terlihat masih dalam kebingungan.


"Maafkan kami Tuan, pasien dibawa ke rumah sakit ini, sudah dalam keadaan tidak bernyawa."


"Apah!" Ucapnya Pria itu, ia tidak menyangka kematian Jovial sungguh mudah dan cepat, baru saja ia berbicara banyak bersama sosok pria tua. Bahkan kata-katanya masih terngiang jelas di telinga Hiroshi.


"Maaf Tuan, apa yang di konsumsi beliau sebelum menemui ajalnya, kami melihat ada bercak buih dan darah dari mulutnya!" tanya si Dokter.


Hiroshi menunjukkan kemasan obat dalam botol kepada sang Dokter.


Dokter langsung membuka botol dan terlihat butiran-butiran kapsul, mengambil dan membukanya lalu mencium aroma isi dalam kapsul berupa serbuk kehijauan.


"Jika di lihat dari bentuk kemasannya, obat ini merupakan ramuan herbal berfungsi sebagai vitamin untuk daya tahan tubuh dan tidak memiliki efek samping, sebaiknya besok, kita lakukan uji coba pemeriksaan di LAB kesehatan, kandungan apa saja yang terdapat dalam serbuk ini, jika terdapat hal membahayakan, Tuan bisa menuntut keras kepada ownernya," pinta sang Dokter.


"Baiklah Dok!" Jawab Hiroshi lemas.


....


....


Semua yang mendengar kabar kematian Jovial secara cepat dan mendadak merasa sangat tekejut, termasuk Aldo dan Andre memberikan ekpresi yang sama;


"Apaah😲" mereka juga tidak percaya dengan apa yang terjadi.


....


....


Berdasakan keterangan yang di dapat oleh orang-orang (BOF) terdekat, Jovial biasa mengkonsumsi vitamin atau obat dalam botol yang di temukan oleh Hiroshi.


Jovial selalu memesan melalui delivery atau di antar langsung dari kantor pemasarannya.


Suplemen tubuh itu di percaya dapat menjaga daya tahan tubuh yang sudah bertahun-tahun di konsumsi oleh Jovial, selama ini tidak pernah bermasalah bahkan Brest juga sering mengkonsumsi vitamin itu.


....


....


Keesokan harinya, Hiroshi dan Lien meyerahkan 1 botol berisi kapsul kepada LAB farmasi (obat-obatan) untuk memeriksa kandungan apa yang ada di dalam serbuk itu.


Singkat cerita, setelah melakukan tes pemeriksaan.


Dokter, Ahli farmasi, Detektive mengambil kesimpulan;


Di dalam kapsul terdapat 30% kandungan serbuk racun mematikan berwarna hitam kehijauan, apabila di larutkan di dalam minuman berwarna tidak merubah warna minuman itu bahkan di dalam cairan susu sekalipun dan juga tidak berbau. Namun, jika di larutkan di dalam air bening ia akan tampak sedikit kehijauan.


Tim LAB juga memeriksa serbuk dari kapsul kemasan berbeda namun tetap dari owner yang sama.


Hasilnya menunjukkan bahwa tidak terdapat sama sekali kandungan serbuk racun yang di maksud.


Mereka mengambil kesimpulan telah terjadi sabotase terselebung untuk membunuh seseorang atau menjatuhkan nama baik tabib (si pembuat ramuan).


....


...


.


.


.


Vote & Like.