The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 71



Perhatian; Part ini mengandung sedikit konten dewasa, bagi bocah-bocah yang baru tumbuh dilarang keras membacanya, biar emak dan abahnya aja yah nak!😊


"Kita harus memakai strategi pengkroyokan dalam serangan dadakan gengs Zender," perintah Aldo.


Hiroshi dan Andre terlihat mengangguk pertanda setuju dengan perintah Aldo kenz, Mereka juga sangat fokus dalam menyusun agenda strategi penyerangan itu. Serta pengembangan potensi bisnis di Singapura.


Lama diskusi intern itu berlangsung! akhirnya, kakak beradik itu kembali ke Apartemen.


Hiroshi perlahan menaiki tangga dan memasuki ruang kerja lalu menyimpan agenda dengan rapi dalam catatan notepadnya (tablet).


Si tuan rumah mulai memasuki kamarnya dan langsung menuju kamar mandi.


Memar tembakan masih terlihat di dada kiri Hiroshi, lelaki itu membasuh bersih rambut serta tubuhnya dalam setiap jatuhan air dari shower.


Setelah membersihkan semua kotoran kuman dan sudah terlihat steril serta segar kembali.


Hiroshi hanya memakai celana boxer pendek pria. Tubuh kekar sixpack itu pun terpampang nyata.


...


...


Jam dinding berputar pada angka 10 malam waktu Singapura.


Suasana kamar yang terlihat hening, remang-remang oleh cahaya lampu tidur.


Kamar pengantin berada di kamar Hiroshi, disana tidak terlihat riasan lilin ataupun taburan kelopak bunga mawar yang syahdu, bahkan seikat bunga untuk hiasan pun tak ada, layaknya suasana kamar yang baru menikah.


Sebuah kamar yang tidak dihiasi apapun, namun sudah terlihat mewah oleh nuansa modren.


Lien bukanlah tipe wanita yang glamor serta terlalu heboh dengan sesuatu hal, ia sudah terbiasa hidup sederhana dan menerima apa adanya.


Hiroshi melihat Lien sudah tidur dengan di tutupi selimut tebal.


Pria itu masih berdiri diam terpaku, terbayang dengan sebuah kenangan.


"Untuk pertama kali, ada seseorang yang tidur di tempat tidur ini, dan aku tidak menyangka ia gadis yang tubuhnya aku tubruk di rumah sakit kemarin lalu.


Untuk pertama kalinya pula, saat itu aku benar-benar sangat gugup menghadapinya," ucap batin Hiroshi sambil tersenyum-senyum sendiri.


......


......


Kaki panjang itu perlahan berjalan di atas lantai, Ia mengambil sebuah minyak oil di dalam bupet kecil lalu bergerak menuju Lien Hua.


"Sayang! Tolong oleskan obat ini di dadaku?" Bisik hiroshi di telinga istrinya dengan sangat lembut menggoda.


Pria itu tiba-tiba saja mendadak tidak bisa melakukannya setelah menikah, padahal ia biasa mandiri tanpa pernah meminta bantuan siapapun untuk urusan pribadi.


Lien yang sebenarnya belum terlelap tidur mengetahui jelas suara pemintaan suaminya.


"Uuuh!😔Capek, ngantuk!" jawab Lien sambil memeluk guling dengan sangat erat.


Tersirat di hatinya rasa kesal akibat terlalu lama menunggu sang suami.


((Merajuk guys😋)))


"Oh! Yah sudah," jawab Hiroshi pasrah.


Hiroshi akhirnya mengoleskan sendiri.


Sebelah mata si istri mengintip ke arah suaminya. Wanita itu merasa iba dan tak tega, ia langsung bangkit dengan juteknya merampas botol oil dari tangan Hiroshi dan mengolesi di dada pria itu dengan lembut.


Melihat aksi Lien, lelaki itu hanya tersenyum manja.


"Aduh!" Teriak kecil Hiroshi mulai menggoda istrinya melalui sentuhan tangan lembut Lien.


"Aaargh, Sayang! dia (Mr P) yang bawah mulai bawel...." kata Hiroshi manja dengan wajah muka minta kawin.


Wanita itu mengabaikannya dan terus mengolesi cairan oil di dada suaminya


lalu menyudahi pijatan itu begitu saja.


Dengan cepat Hiroshi menangkap tangan Lien.


"Pijatnya pindah ke posisi bawah (Mr P) saja yah sayang!" pinta Hiroshi.


"Besok saja! Ngantuk" jawab jutek Lien sekaligus membalas angguran nafsu yang sudah terabaikan oleh Hiroshi.


"Yah sudah! bobonya di atas tubuh aku saja"!


kata Hiroshi sambil Menarik kuat tubuh Lien hingga menimpa tubuh kekar pria itu. Keduanya jatuh bersamaan dalam pelukan keromantisan diatas kasur yang empuk.


"Sayang! Kamu kenapa tidak memakai daster bolong-bolong (lingerie)!"


"Untuk apa! kakak kan lagi sibuk" ucap Lien mencubit gemes hidung Hiroshi dari atas pria itu.


"Aw" teriak manja Hiroshi.


"Jangan panggil kakak lagi lah hani! serasa menikahi adik sendiri" keluh Hiroshi.😔


"Jadi apa?


"Panggil 'Ai' saja. Itu panggilan sayang orang Jepang untuk yang spesial, dan aku akan memanggil istriku yang imut ini dengan nama Hani," kata Hiroshi dengan imutnya.


"Malas! Lien mau panggil kakak jelek aja, ahahaha!" tawa Lien dengan centil membuat Hiroshi semakin tak sabar ingin melampiaskan cinta dan sayangnya.


"Untuk yang satu ini kamu tidak boleh malas, harus rajin setiap aku memintanya" kata pria itu langsung menyambar penuh nafsu bibir manis sang istri.


Keduanyapun berciuman penuh cinta, tangan Hiroshi terus bergerak melujuti pakain Lien dan membuanginya hingga berserakan di atas lantai, aksi brutal sex si ketua gengs di atas ranjang itu begitu terlihat sensasional dan penuh gelora nafsu yang berapi-api.


Kecupan demi kecupan manis Hiroshi di setiap tubuh sang istri tercinta. Tubuh tanpa busana itu bebas di perlihatkan oleh keduanya. Hiroshi yang bercinta penuh semangat dan terlihat krasak-krusuk, bingung mau mencoba yang mana dulu😃.


Untuk mengasah pedang Hiroshi, semua versi gaya familiar bercinta, di lakukan oleh pasangan yang baru menikah itu.


..


..


"Hah, be..besar" kata Lien dengan polosnya.


"Kamu suka kan!"


Lien mengangguk malu-malu tapi mau, pipinya memerah, jantungnya berdebar-debar.


Lien Hua sudah menemukan lolipop (Mr P) pribadi miliknya yang tak habis-habis😃.


...


Saat nafsu keduanya sama-sama memuncak.


Tibalah waktu belah membelah.


"Aaark"! Ucap Lien mulai terlihat kaget dan merasa khawatir dengan rasa sakit untuk pertama kalinya.


"Ai! Pe..pelan-pelan yah!" Pinta Lien memohon.


Hiroshi mengangguk manis...


Pemuda itu terus memaksa


"Haduuuuuh!! sakiiiiiit...hiks...hiks...nyerih...aaaaaaa😭😣," Lien menangis sampai airmatanya keluar. sosok wanita yang masih terlihat memiliki sifat kekanak-kanakan.


"Sabar yah sayang! pinta Hiroshi menyapu-nyapu lembut rambut istrinya dan menciumnya.


"Sakiiit Ai!" rengenk manja sang istri😢


Pria itu melakukan tarik ulur agar rasa sakitnya tidak terlalu menyakiti.


Perlakuan lembut sang suami akhirnya menjadi rasa sakit itu menjadi terbiasa.


Deru nafas keduanya memacu cepat memecah seisi ruang, sampai pasangan itu meraih puncak bersama.


...


...


Kegiatan bercinta keduanyapun akhirnya selesai dengan tubuh yang lemas dan terengah-engah, akhirnya aksi bercinta itu bisa dinikmati keduanya.


Saat Hiroshi mencabut pedang kejantanannya, terlihat tetesan cairan yang keluar dari mulut v*gina sang istri.


"Aduh! Gawat, kenapa ada darah? apa aku terlalu kuat melakukannya," batin Hiroshi.


Lien masih tampak meringis merasakan perih.


Pria itu mulai tampak gusar. Meski kejantanannya juga masih merasa kurang nyaman baginya. Lalu pemuda itu bangkit dan meneguk segelas air minum.


...


...


LIKE dan VOTE dll..