![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Sebuah Lukisan ilustrasi (Gambar bukan milik penulis)
....
...
Semua Tinggal kenangan....
Brest Albern yang plin-plan dalam mencinta...
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
"Setiap tanggal ulang tahun Xin, istana ini di hiasi dengan penuh bunga yang indah diringi dengan kata-kata;
'I Love U & I Miss U Xin Hua'
Lalu Brest duduk menyendiri sendiri, berjalan mondar-mandir, layaknya sedang menunggu kedatangan seseorang.
Menonton berulang-ulang sebuah rekaman video lama, saat Brest dan Xin sedang bersama.
Beliau juga mendatangi makam Xin dan meletakkan buket bunga termahal tepat di bawah nisan. lalu ia menghabiskan waktu pagi, sampai malam hanya memandangi dan bersandar pada bangunan kecil yang tertancap tegak di atas tanah. terpaan hujan, panas terik matahari tak ia rasakan lagi.
kemudian berjalan di tepian pantai, dia minum sepuasnya lalu mabuk berat sampai muntah-muntah dengan pakaian yang lusuh, basah, bau. Brest tak berhenti menyalahkan dirinya sendiri sambil berkata;
["Aku telah menyianyiakanmu sayang, aku ini lelaki kejam, tidak pernah ada saat kau butuhkan, aku hanya bisa marah, aku tidak percaya kepadamu, aku sudah menganggap remeh dirimu, padahal aku bisa melihat pada dua bolamata mu itu, kau sudah menyatakan cinta untukku" (menangis sambil tertawa)
"Tuhaaaaan! mengapa kau ciptakan manusia boudoh seperti akuuuuh." (Berteriak marah menghadap ke atas langit)]
Terlihat Lukisan seseorang yang tidak menerima sebuah takdir. Brest berkali-kali mencoba bunuh diri namun kami terus mencegahnya. Serasa Ia ingin menembus ruang waktu agar bisa bertemu dengan Xin kembali.
kami juga merasa kecewa besar dengan Tuan Rery, mengapa tidak merestui hubungan Brest dengan Xin hanya karena masalah kasta. Tuan Rery berpikir Xin bukanlah wanita terlalu istimewa di hidup Brest. Brest juga tidak pernah memperkenalkan Xin kepada keluarganya dan hubungan kedekatan merekapun dilakukan secara tersembunyi.
Tuan besar hanya menganggap Xin sebagai pacar mainan Brest yang mengganggu karir putranya.
Akibat cinta yang pupus itu membuat runtuhnya kerajaan Rery, seperti ada penyesalan di wajah Tuan Besar, tapi semua telah terjadi.
Aku hanya di perintahkan untuk terus mengawasi Brest kemana pun ia pergi. Sampai aku tidak sadar ternyata pipiku juga ikut basah oleh tetesan airmata.
Menatapnya seperti itu, hatiku ikut merasakannya, tanpa aku sadari airmataku keluar begitu saja melihat siksaan cinta kepada Tuan muda. Aku mengenalnya sejak lama, pada dasarnya dia pria penyayang, namun keadaanlah merubah drastis sifatnya.
Si Tuan muda Banyak mengenal wanita, namun baru Xin yang mampu merubah hidupnya. Sosok pria yang tidak mudah menangis, bahkan saat kematian Nyonya besar pun (ibu Brest) ia hanya meneteskan airmata saja."
...
Jovial mengajak rombongan itu menuju kamar Utama Brest.
Begitu pintu terbuka....
Semua masuk mengikuti langkah Jovial.
Terlihat Kamar yang luas, memiliki beberapa ruang di dalamnya, tampak mewah, rapi, wangi dan bersih, dan tak banyak perabotan disana....
"Ini kamar ayahmu," kata Jovial pada Lien.
(Siapa saja yang masuk, akan memandang sebuah lukisan besar terpajang di dinding tepatnya di atas kasur.
Lukisan itu serasa hidup dan benar-benar nyata, di lukis dengan tangan ahli (profesional).
Gambaran lukisan itu;
"Apa artinya?" Tanya Aldo setelah memandangi lukisan itu.
"Brest siap melindungi wanitanya walau ia terbunuh sekalipun," jawab Jovial.
Lien juga memandangi lukisan itu penuh penghayatan.
("Terima kasih ayah, ibu, aku sangat mencintai kalian, kalian adalah sosok pahlawan di hatiku" gumamnya )
Jovial kembali bicara;
"Semua aktivitas Brest terpaksa di hentikan, Hari demi hari tingkah Brest semakin aneh, ia meminta di carikan seorang ahli pemahat patung handal untuk mencetak wujud Xin. Setelah itu mengajak patung itu berkomunikasi, tertawa, tidur, bahkan makan bersama, sungguh tingkah yang mendekati gila. Karena begitu khawatir kami terpaksa memanggil seorang dokter psikiater.
Dokter mengatakan telah terjadi shock hebat yang mengganggu sistem saraf di kepalanya, sehingga menghantam jiwanya. Dan itu tidak bisa di sembuhkan kecuali ada sesuatu hal yang bisa membuat ia merasa sangat bahagia. Separuh jiwanya telah mati.
Sontak kami kebingungan, sampai aku baru menyadari. Jika Xin bisa keluar dari hutan artinya bayinya selamat. Hari itu juga kami mencari alamat Wee yang sudah pindah, setelah mendapat ancaman keras, Wee baru mengakui jika bayi Xin masih hidup dan sudah berusia sekitar hampir 4 tahun.
Sanking senangnya Hari itu juga aku ingin bersujud di kaki Wee, mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya karena sudah menyelamatkan bayi Xin.
Mendengar kabar bahagia itu, dengan keajaiban, Brest kembali dalam kehidupan normal. Ia sangat bahagia dan meminta foto Lien, Aku tidak mengerti lagi seperti apa melukiskan kebahagian Brest kala itu.
Sang kaisar mulai bangkit dan bangun kembali, ia memisahkan diri dari kejayaan Tuan Besar serta membangun miliknya dari nol, hitam putih kejahatan Mafia ia lakukan hanya untuk bisa menandingi 2 kali lipat kekayaan ayah dan kakeknya selama bertahun-tahun, agar mereka tidak bisa menghalau setiap keputusan Brest untuk menjadikan putrinya sebagai pewaris tahta di kerajaannya sendiri, Karena Brest menyadari hubungannya dengan Xin tidak lah resmi.
Brest berdiri di deretan bigbos mafia yang sangat kejam. Bagi siapa saja yang berani menghalau kebahagiannya tanpa terkecuali, maka orang itu akan menderita seumur hidup atau segera menerima kematian.
Bagaimana kondisimu Jingmi? apakah kau baik-baik saja?" Tanya Jovial.
(Jingmi hanya menunduk kepalanya begitu juga Mahia dan Wee, keluarga itu sempat tidak menyetujui keputusan Brest sampai akhirnya Jingmi menjadi target kehancuran Brest yang membuat Wee dan Mahai hidup dalam penderitaan)
"Kami tidak ingin Lien jatuh kelembah Mafia, hanya itu saja, " jawab Wee dengan suara beratnya.
"Aku paham Wee, tapi kau harus memahami kondisi Brest, jasa budimu masih di pandang olehnya, sehingga jingmi tidak sampai dibunuh."
Wee hanya menunduk lagi kepalanya.
"Apakah ingin membunuhku termasuk pembalasan atas kematian Chen Hae (sahabat Brest)?" Tanya Andre.
"Benar!" Jawab Jovial.
"Chen Hae adalah sahabat Tuan muda yang banyak membantunya dalam pembentukan gangster di Shanghai,
Semoga kalian yang disini bisa memahaminya dan memaafkannya!" pinta Jovial sambil membungkukan setengah tubuhnya yang sudah renta.
...
....
("Ternyata kehidupan orang-orang hebat itu terdengar cukup tragis, di balik kesuksesannya ada banyak cerita pilu yang menyertainya.
Sayangku! aku akan berjuang membahagiakan mu dan tak akan pernah menyia-nyiakan cinta kita" Gumam Hiroshi)
Next On.
...
...
...
LiKe & Vote yang byk yah cuy!