The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 22



Tak lama Hiroshi meninggalkan Lien.


Tiba-tiba Terdengar suara ketukan cepat dari luar jendela mobil Hiroshi.


"Tok.Tok.Tok"


"Hah!" Lien terkejut! Suara ketukan itu membuyarkan lamunannya dan menoleh ke samping kiri.


Terlihat wajah pria yang tidak asing menunggu Lien membuka pintu dengan penampilan yang lusuh.


"Kak Jingmi" gumam wanita itu.


Sosok kakak yang hidupnya berkeliaran tak tentu arah dan tak pernah pulang.


....


"Tok.Tok.Tok" ketukan sekali lagi yang lebih keras.


Dengan ragu Lien membuka pintu mobil, perlahan keluar menghampiri kakaknya.


Jingmi langsung menarik kasar tangan Lien.


"Waaaah! (Memperhatikan mobil mewah Hiroshi dengan teliti) Adikku yang manis ini, sekarang sudah pintar sekali yah mencari uang sampingan...ahahahahaha...


Bagus, aku bangga padamu, bisa menjadi wanita penghibur, jangan hanya bisanya merawat manusia tidak berguna saja (pasien)."


"Kakak?" Bentak Lien keras hendak menempar pipi Jingmi. Wanita itu tidak terima dengan apa yang di tuduhkan oleh kakak angkatnya.


Dengan cepat Jingmi menangkis tangan Lien.


"Sudah cepat berikan uangmu?" Bentak Jingmi menghempaskan tangan Lien. perlakuan kasar itu sudah sering ia lakukan pada Lien.


"Aku tidak punya uang kak" kata Lien dengan raut memelas.


"Sudah sini cepat jangan menipuku! Atau kau lebih suka di siksa,


Eeeeeeeee!" (teriak Jingmi bersiap-siap memukul Lien)


Tiba-tiba tangan Jingmi di tangkap cepat oleh Hiroshi yang datang tanpa sepengetahuan mereka.


"Siapa yang akan kau siksa," kata Hiroshi


Menolak dan menendang keras tubuh jingmi hingga terpental.


Hiroshi dengan semangat 45 ingin kembali memukul Jingmi.


Namun dengan cepat Lien menarik tangan ketua gengs itu.


"Jangan kak!" kata Lien.


Reflek Hiroshi langsung menoleh kearah Lien.


Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Jingmi, ia lari tunggang langgag meninggalkan mereka. ketakutan saat melihat wajah bengis Hiroshi yang menyeramkan.


"Jangan??(Tanya Hiroshi terheran-heran) pria itu sudah memperlakukanmu dengan kasar, kamu masih membelanya?"


Lien terdiam sejenak.


"Dia kakak saya," Jawab Lien dengan raut wajah yang lesu.


"Kakak?" Reaksi Hiroshi semakin tak habis pikir.


Lien hanya mengangguk dengan wajahnya yang hampir menangis.


"Apa ada kakak yang tega memukul adiknya seperti itu?" Tanya Hiroshi penasaran.


"Tidak semua kakak seperti kamu! Baik dan bertanggung jawab, ada banyak di luar sana sosok kakak yang kejam, egois dan tidak pernah perduli dengan nasib adiknya, salah satunya adalah aku. Aku adik yang tidak beruntung. Memiliki sosok kakak yang kasar," ucap Lien dengan nada tinggi sambil berlinang airmata.


"Hiks..hiks...hiks" gadis itu menangis histeris menundukkan kepalanya sambil menutup wajahnya. Ada perasaan tekanan hidup yang tak terbebaskan.


Sebenarnya Lien sangat kasihan melihat kakaknya itu. ia selalu mencari informasi dimana tempat rehabilitasi agar rasa candu narkobanya bisa hilang. Ia juga sedih melihat nasib hidup kakaknya menjadi sangat menyedihkan.


Hiroshi pun reflek memeluk gadis itu.


"Maaf! Aku tidak tau jika dia adalah kakakmu," kata pemuda itu.


Tangisan Lien pecah di pelukan Hiroshi sampai ia terisak-isak.


("Aku baru ingat, tahun lalu pernah melihat luka di tangannya. Apa karena ulah dari seorang kakak yang tidak berguna itu?" gumam Hiroshi dalam hati)


Pemuda itu tidak ingin bertanya. Karena ia bisa memahami emosi Lien yang tidak stabil saat itu.


"Sebaiknya kita pulang saja yah!" Ajak Hiroshi dengan lembut.


Lien pun keluar dari pelukan Hiroshi.


....


...


Mereka akhirnya masuk kedalam mobil dan kembali pulang.


Dalam perjalanan kedua insan manusia itu terlihat diam tanpa kata hingga keduanya sampai.


Lien lebih menunjukkan raut wajah kesedihan dalam hati pikirannya. Menjalani kehidupan yang sangat rumit ia rasakan.


.....


.....


keduanya sampailah di tujuan.


Terpampang Rumah minimalis mewah berlantai dua.


Sebelumnya Hiroshi baru satu kali datang kerumah itu. Dia di temani oleh Andre dan Aldo.


Dirumah itu ada 2 orang pelayan yang mengurus rumah Hiroshi.


(Meski kehidupan pria itu sudah mewah tapi ia masih saja kurang percaya diri untuk mengakuinya dan selalu menyebut jika dirinya bukanlah siapa-siapa, hanya seorang pria yang terlahir dari sederhana)


Saat sampai.


"Wah! rumahnya mewah dan simpel, katanya miskin? mengapa pria ini sangat senang berbohong yah?" gumam Lien berjalan perlahan-lahan dengan mata yang liar.


Seketika pelayan menyambut sang Tuan.


"Tolong bawakan nona ini ke kamarnya." perintah Hiroshi.


"Baik tuan" jawab sang pelayan.


Akhirnya Hiroshi dan Lien berpisah menuju kamar mereka.


Keduanyapun beristirahat di kamar masing-masing.


Tok..tok..tok..


Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Lien.


setelah pintu di buka.


"Iyah ada apa?" kata Lien.


"Maaf Nona, Tuan sudah menunggu di bawah, segera ganti pakaian, tuan ingin mengajak makan malam di luar, mari saya antar tunjukkan" kata sang pelayan masuk ke kamar Lien.


Si pelayan membuka ruang sekat dari kamar itu, lalu memperlihatkan kamar pakaian.


Terlihat sebuah lemari pakain wanita dengan berbagai jenis pakaian lengkap dengan make up dan Acsesoris.


"Wah! Banyak sekali


Ini pakaian siapa kata Lien?"


Nona boleh bebas memakainya. Ini semua adalah sampel New Arrival yang setiap bulan di ganti. Produk ini merupakan Fashion style dari Produk Jk wijaya. Nona boleh memakainya selama tinggal di sini.


Lemari pakain semacam ini tersedia di 4 kota. Tokyo, Seoul, Jakarta dan Singapura. Ukuran pakain disini semua memakai sampel ukuran tubuh nona.


"Oh begitu kata Lien"


"Saya boleh pakai semua?"


"Iyah benar nona"


"Apa ada banyak tamu wanita yang datang ke rumah ini?" tanya Lien.


"Belum pernah Nona" jawab si pelayan...


"Oouh!"


Lien masih berdiri terpaku melihat pemandangan mewah yang menyejukkan hati para kaum Hawa itu.


"Maaf Nona saya tinggal dulu," ucap si pelayan


"Oh iyah"


....


...


Lien pun melihat satu per satu pakain fashion wanita yang berkualitas Brand itu. Namun gadis itu tidak terlalu heboh, ia hanya mengambil sesuai yang ia suka dan cocok di pakai.


Sementara Hiroshi sedang menunggu di ruang tamu.


CEO baru itu tampak mulai sibuk dengan ponselnya.


Tak berapa lama kemudian.


Tanpa ia sadari gadis yang memiliki watak karakter pendiam itu, sudah berdiri tegak menggunakan dress simpel di hadapan Hiroshi dengan Anggun.


Hiroshi yang tengah duduk santai fokus membaca email serta pesan-pesan group, begitu terkejut melihat sosok bidadari sudah berdiri di hadapannya.


Gadis itu tersenyum tipis.


(Karakter Lien dan Hiroshi hampir sama.


Sangat patuh, jujur dan pendiam, serta menutup diri)


Sosok pria itu sempat terbengong.


Ada Aura kemilau cinta yang bersinar-sinar di mata pemuda itu.


"Kita mau kemana kak," tanya Lien dengan lembut.


"Kerja kamu malam ini temani saya makan malam?" Kata Hiroshi dengan wajah yang cerah.


"Oh, iyah kak" kata Lien dengan patuhnya.


"Let's go," ajak Hiroshi langsung beranjak dari tempat duduknya.


Lien pun mengikutinya dari belakang.


Terlihat fenomenal sosok pria yang sudah menjadi budak cinta pada gadis tahanannya itu...


.


.


.


Vote dan Like.