The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 88



"Lien Hua tolong jangan pernah sia-sia kan apa yang menjadi pengorbanan dari seseorang yang sangat mencintaimu, balaskan perjuangan mereka dengan sebuah kemenangan, serta hiduplah dengan damai dan bahagia.


Brest tidak pernah memaksakan jika kamu akan menjadi Ratu Mafia di dunia hitam, ikuti sajalah apa yang menjadi kata hatimu, gambaran hati yang baik serta berjiwa penolong akan selalumenang melawan apapun serta bahagia, sesungguhnya ayahmu itu tidak ingin menjadi kejam.


Surat ini aku tulis jika lidah tak sanggup lagi bicara dan waktu sudah mengambil kesempatan hidupku.


Salam hangat ku dari;


Jovial


ttd


............


............


("Ternyata senjata andalan mereka adalah racun. khas serangan Qixuan dan putranya, hampir saja kakak menjadi korban akibat menelan serbuk mematikan itu" gumam Hiroshi)


Tangan gemulai itu serasa tak berdaya hingga selembar kertas dalam pegangan Lien terjatuh begitu saja, membuat sang Ratu meneteskan airmata kembali...


("Awas kamu Qixuan, pelac*r b*ngsat, tunggu pembalasanku, demi keadilan ayah dan nenek ku serta paman Jovial" gumam Lien geram dengan wajah penuh emosi)


Suasana hening sejenak.


...


...


"Ada cicak matiiiiiiiiii" teriak kuat Hiroshi.


Seketika Lien reflek melompat, berpindah ke pangkuan Hiroshi, ia langsung memeluk manja istrinya.


"Hemmm, seperti ini kan enak!" ucap lelaki itu.


"Mana cicaknya Ai?" Tanya Lien dengan lugunya.


"Sudah musnah!" Jawab Hiroshi yang lagi merem melek dalam pelukan tubuh sang istri.


"Hemm, bilang saja Ai ingin bermanja-manja!"


"Habis kamu sedih terus, aku jadi lelah!" Kata Hiroshi dengan perasaan galau.


Lien pun tersenyum manis.


"Sayang! Dengar aku baik-baik, menangis itu boleh-boleh saja sebagai rasa reaksi hati yang pilu, tapi kamu tidak boleh tenggelam di dalamnya, terus berdiri tegak melawan waktu, demi orang-orang yang selalu ada untuk mencintaimu seperti pesan paman, hidupmu itu sangat berarti, tolong jangan gunakan untuk hal yang sia-sia!" Nasihat Hiroshi membelai manja rambut istrinya.


"Terima kasih BOSQUE, saatnya kita berlatih," kata Lien tersenyum lebar, berdiri tegak menghadap suaminya.


"Ahahaha! Siapa sih yang Bosnya sekarang? Aku ini hanyalah sebuah debu yang beterbangan."


"Sepertinya tidak!" Ucap Lien sambil melipat tangannya dan menggeleng-geleng.


"Dan jangan lupa berlatih juga untuk kuuuuu," teriak Hiroshi langsung mengangkat istrinya ke kasur...dan waktupun mengiringi adegan bercinta mereka.


Tawa cekikian hingga desahan mereka mengiringi perjalanan bahwa hidup menggoreskan cerita suka dan duka.


Keduanya tak lagi merasa kesepian, mereka saling menguatkan satu sama lain. Kesedihan Lien bisa terhibur dengan kehadiran Hiroshi.


...


....


Waktu terus berjalan,...


Kematian Jovial menambah bara api dendam di hati Hiroshi dan Lien, pelatihan semakin di perkuat, termasuk Lien Hua. Wanita itu berlatih tekun siang dan malam karena hasrat ingin membunuh langsung wanita bernama Qixuan begitu besar. Mempelajari banyak ilmu kungfu dan benar-benar serius bersama pasukan BOF.


"Syat...Syat...Hiak...Hiak...."


(suara latihan kungfu Lien bersama tim pelatih wanita)


Tak kenal Lelah demi membalaskan dendam dan mempertahankan apa yang menjadi haknya, mewujudkan mimpi sang Ayah (Raja mereka) untuk menjadi pimpinan Tahta di kerajaannya.


"Aku tidak pernah melihat ia seserius ini berlatih," gumam Hiroshi yang memandangi Lien dari jauh.


Pria itu mendukung penuh kemajuan istrinya.


***


Hingga tibalah saatnya, waktu yang sudah di tentukan Hiroshi sebagai pimpinan BOF mewakili Lien sang Ratu.


Dengan Jet pribadi dan pesawat terbang, mereka berangkat meninggalkan kota Singapura menuju kota Beijing tempat kediaman Qixuan dan Zender Li.


Mereka menyerang dadakan lalu mengepung kediaman musuh secara tersembunyi.


Peringatan keras Hiroshi kepada semua pasukan BOF sebelum berangkat;


"Bagi siapa saja diantara kalian yang berani berkhianat, bukan kepala kalian saja yang akan aku penggal, melainkan semua anggota keluarga kalian juga akan ikut merasakan hal yang sama" kata lelaki itu dengan Lantang dan penuh emosi.


Hiroshi sangat geram, banyaknya pengkhianatan di tubuh BOF yang menjadi penghalang untuk menghadapi musuh.


dan selalu kecolongan di tengah persiapan.


***


China


Dalam perjalanan yang lumayan Jauh


akhirnya mereka sampai di kota Beijing dan hari berikutnya pasukan JK utusan Aldo dan Andre juga tiba.


Waktu yang sudah di rencanakan dengan persiapan yang sangat matang.


Tibalah saatnya, mereka sampai di suatu tempat pesta bersenang-senang, yang sedang di selenggarakan malam hari dikota Beijing.


Acara itu diadakan untuk merayakan kematian para Bigbos hebat seperti Rery, Brest, serta Jovial kaki-tangan Brest yang paling setia sekaligus Lien Hua target kematian mereka berikutnya. Serta menyambut kedatangan para BOF yang mau bergabung dengan ZL.


Pesta itu juga di adakan untuk memberi semangat kepada para gangster termasuk mereka yang sudah bekhianat agar semangat dengan pertarungan berikutnya.


Pesta yang di suguhi wanita-wanita cantik nan muda di hadirkan untuk melayani para gangster, suguhan minuman Bir berkelas, permainaan judi serta musik dan tarian-tarian sexy dari para wanita penghibur. Segala bentuk kesenangan dunia yang terlarang bebas si lakukan di pesta itu.


Qixuan sendiri juga memilliki usaha tempat-tempat favorit seperti diskotik, pelac*ran, kasino di kota itu.


....


....


Malam semakin larut, lawan tidak menyadari jika suasana sudah di kepung habis oleh BOF, terlihat juga gangster JK yang siap membantu.


BOF sudah memberi kabar angin jika mereka akan datang menyerang Qixuan dan ZL di waktu yang sudah ditentukan dan sudah di sepakati bersama.


Trik tidak menepati janji itu adalah jalan untuk menyergap pasukan ZL secara mudah.


Aldo dan Andre tidak ikut bertarung mereka mengontrol dari lokasi masing-masing dan sudah menurunkan jagoan-jagoan hebatnya.


Aldo percaya Hiroshi bisa melakukannya. Dengan bersatunya 2 gangster hebat itu akan lebih mudah menumbangkan lawan.


Malam semakin larut, mereka mulai dalam keadaan kenyang dan mabuk bahkan ada yang sudah tertidur (teler).


Waktu yang paling pas, untuk menemui lawan.


Qixuan minum sedikit lalu ia bersantai dengan para dayang-dayangnya yang setia memijat serta mengipasi dengan bulu-bulu lembut.


Qixuan tidak ingin sampai mabuk karena ia berjaga-jaga ketika ada hal yang tidak terduga bisa terjadi.


Tiba-tiba saja Hiroshi dan Lien masuk dalam sebagai tamu dengan kondisi menggunakan topeng misterius mereka.


Qixuan kurang begitu mengenali Lien dan Hiroshi.


Hiroshi dan Lien berpencar pada misi masing-masing.


Hiroshi datang dan duduk dengan santai ke Meja Judi ZL yang penuh di kelilingi wanita.


ia juga sudah menguasai medan perang.


Begitu juga dengan Lien mengambil alih sebagai penuang minuman untuk sang Ratu bengis di kerajaannya


(( alias wak Labu🤣🤣))


Like & Vote yh guys.