The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 24



Kedua bola mata Lien masih menatap jauh ke depan, seakan-akan ia sedang bernostalgia dengan masa kecilnya, Helaian demi Helaian rambutnya menari-nari di terpa angin. Sesekali mata Hiroshi melirik gadis cantik itu.


"Andai bintang itu (Hiroshi menunjuk bintang yang paling terang) bisa bertanya kepadamu? Apa hal yang kamu impikan?" Tanya Hiroshi.


"Aku ingin berkumpul dan selalu bersama dengan orang-orang yang mencintaiku," jawab Lien.


"Hanya itu?"


Lien mengangguk dengan senyumannya.


"Kamu tidak ingin menjadi kaya?" Tanya Hiroshi lagi.


"Kekayaan itu memang meyenangkan dan sangat di butuhkan, mungkin rasa senang menjadi kaya raya itu bisa membuat seseorang terbang melayang-layang di udara, namun semua itu akan terasa hambar jika tanpa bisa bersama orang yang mencintai kita dan kebahagian itu tidak akan sampai di hati," jawab Lien dengan tersenyum sambil meletakkan telapak tangannya di dada.


"Wow! Amazing" terucap spontan dari mulut Hiroshi.


Mendengar perkataan Lien. Hiroshi sangat kagum dengan gadis itu dan memantabkan hatinya untuk menjadikan Lien sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya kelak.


Dia ingin mencari wanita sederhana yang tidak terlalu silau dengan harta, terlebih-lebih bisa menerima asal-usulnya yang bukan dari pria bangsawan.


"Mari kita pulang," ajak Hiroshi.


keduanyapun memasuki mobil.


("sampai detik ini mereka juga tidak muncul? ini lebih membahayakan daripada bertarung di aula pertandingan" gumam Hiroshi yang sedang menyetir)


Melalui gemerlapnya malam yang dihiasi lampu mewah nan Eksotis, menjadi daya tarik tersendiri oleh para turis mancanegara di Negeri itu.


pasangan itu sempat menikmatinya berdua.


...


...


Tanpa terasa mereka sampai di rumah.


Keduanya merasa kelelahan lalu bersih-bersih di kamar masing-masing.


Terlihat Hiroshi masih belum tidur, Pemuda itu berpikir keras sehingga ia banyak menghabiskan rokok di teras kamarnya.


Sambil berkata-kata dalam hati kecilnya;


"Aaarrgghh! si Bos payah, di suruh tinggal satu rumah dengan Lien! Bukannya di resmikan (nikah) hanya bisa sekedar di lihat-lihat saja," gumam Pemuda itu bagai menelan duri hiu yang menancap di semua organ tubuh bagian dalamnya.


"Haduh! Selain mencari musuh, beban harus menjaga anak gadis orang terasa sulit, lama-lama aku bertindak sendiri (kawin Lari) " celoteh Pria itu dengan senyum-senyum sendiri sambil berkhayal jika ia sedang menikah bersama Lien dengan versi Pangeran dan Putri Raja.


Kemilau aura sang gadis memikat dalam cinta Hiroshi Kienta.


Setelah itu ia berjalan menuju ruang kerja sambil membuka leptopnya. Pria asal Jepang itu sudah terbiasa dengan rasa lelah.


Rasa penasarannya akan lawan yang belum terungkap membuat dirinya sulit tidur.


Andre belum semuanya bisa membuka perusahaan di singapura hanya perusahaan di bidang utama saja. Seperti Properti, tekstil dan Fashion. Mereka masih menundanya sampai benar-benar ada waktu yang tepat terutama bebas dari ancaman.


Saat membuka leptopnya. Hiroshi membaca berbagai laporan Rey.


Tertinggal di pesan laporan Rey yang terakhir.


"Cong kalau makan anak orang! jangan sampai kandas yah😆"


Spontan Hiroshi tersenyum-senyum.


"Ahahahaha, Dia kira aku ini si penjahat k*l*min," gumam Hiroshi.


Tiba-tiba ketua gengs itu terpikir tentang Brest.


Setelah itu. Ia membongkar email lama dari Ichiro (Aldo kenz) tentang profil sosok Brest yang belum sempat di baca.


(Hiroshi sendiri belum pernah langsung bertemu Brest secara dekat. Hanya lewat video sekilas, karena Aldo tidak begitu menceritakan kisah Brest pada Hiroshi secara detail.


Hiroshi meng-klik kotak email yang berjudul;


"BREST ALBERN"


Saat di buka.


Halaman awal muncul foto Brest yang sangat tampan dan gagah memakai seragam khas kebangsaan gangster berwarna Hitam berlabel ketua Gengster. Brest lebih suka memakai seragam hitam sebagai lambang tim penantang.


(sudah di jelaskan di novel The power of love).


"Uih! Orangnya keren banget," Spontan terucap di bibir Hiroshi.


Terus memandangi Brest yang memiliki ciri fisik sebagai berikut;


Rambut pirang sedikit gondrong, mata kecoklatan, Alis tebal, Hidung mancung, Bibir sedikit tebal, kulit putih, di tangannya terlihat bulu-bulu halus, Tinggi 185 cm.


((author sengaja kagak kasih visual Brest ke kaum ladies, di khawatirkan mereka akan jatuh hati sama banditnya😋😋))


Kakeknya adalah bangsawan Inggris (pengusaha kaya) Neneknya keturunan china.


"Setelah di perhatikan, mengapa wajahnya sedikit mirip dengan Lien yah!


Aarrrrggghh! Aku benar-benar sudah gila, sampai wajah Bos Mafia pun terlihat mirip degan Lien,"


Gumam Hiroshi yang tidak mengetahui jika sebenarnya Lien anak kandung Brest! hanya saja, Lien dominan mirip dengan fisik serta wajah Ibunya. Mata serta area mulutnya memiliki kesamaan dengan Brest, Membuat Hiroshi jatuh hati pada putri lawan berat kakak angkatnya itu.


Pria itu menghiraukan pikirannya dan mulai membaca profil Brest mulai dari pendidikan, prestasi, serta karir dan kekayaan.


"Wow, Kekayaannya luar biasa, Aldo kenz jauh tertinggal dari Brest Albern,


(ucap Hiroshi sendiri terkagum-kagum)


Syukurnya iyah sudah tewas! sedikit Lega," Gumam Hiroshi dalam hati.


Setelah lelah. Ia pun menutup leptopnya dan menuju kasur, masih menghayalkan tentang gadis pujaan hati hingga terlelap tidur.


◇◇◇◇◇◇


Sekilas tentang Brest


Brest adalah anak tunggal. Ayah Brest menikah dengan ibunya asal Singapura sehingga Ayahnya tergabung menjadi Bigbos mafia asal Singapura.


Awal pertama Brest menginjak dunia Mafia 18+ setelah tamat sekolah. Brest sempat tergabung dalam gangster mafia membawa bendera Singapura.


Saat usia Brest 20 tahun, Ibunya meninggal. Sang Ayah pindah warga negara ke China, Negara asal Neneknya.


[Brest meninggalkan Hua xin (ibu kandung Lien Hua) demi mengejar karirnya menjadi Bigbos Mafia]


Sang Ayah pindah menjadi Bigbos mafia China. Dan Brest kembali membentuk pasukan gangster baru. Namun kali itu ia membawa bendera China yang sering mengalahkan Tim Ichiro & Eiji.


Ayah Brest menikah lagi dengan wanita muda, yang Usianya 3 tahun lebih tua dari Brest, meskipun Brest tidak merestuinya.


Ibu tirinya melahirkan satu orang anak laki-laki yang usianya sebaya dengan Hiroshi Kienta bernama Zander Li.


Setelah Aldo keluar dari dunia mafia hitam, Brest naik pangkat dan tergabung menjadi bigbos mafia. Ia membawa bendera Singapura kembali, negara asal sang Bunda dan membentuk kekuatan gangster mafia baru lagi yang lebih tangguh .


[Tak lama Rudi Wijaya meninggal. Ayah Brest pun meninggal dunia]


Ayah Brest menyuruh Zander Li menggantikannya menjadi Bigbos Mafia China. Namun sang adik tidak setangguh dan secerdas kakaknya. Hingga hal itu belum terwujud.


Brest tidak pernah mengakui jika Zander Li adalah adiknya. karena Brest tidak merestui Ayahnya dengan ibu yang baru dan memisahkan diri dari kekuasan Ayahnya yang lebih banyak di kuasai oleh Zender Li serta ibu tirinya.


◇◇◇◇◇◇◇


....Next on.


🕯VOTE 🕯LIKE🕯 STAR 5 🕯COMMENT🕯FOllOW🕯FAVORITE.