![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
Explore Your Imagination with the Sheen of love....
Perhatian di dalam Part ini, mengandung bentuk kekerasan pertarungan dan di larang keras untuk meniru adegan yang tertulis....
"Tuan Ratu yang terhormat, mari minum lagi, silahkan," ucap Lien dengan sangat lembut gemulai sambil menyerahkan segelas minuman kepada Qixuan.
Wanita penguasa itu, mengambil minuman dari pemberian Lien tanpa curiga sama sekali.
Setelah itu Lien menuangkan segelas lagi,
"Hei! Sudah cukup, aku tidak ingin minum terlalu banyak!" Tegur Qixuan.
Namun Lien tidak menghiraukannya.
"Hei! Apa kau tuli?" Kata Qixuan dengan nada keras.
Setelah gelas penuh dari minumannya, ia tampak geram kemudian dengan kecepatan waktu, Lien melempar keras sampai minuman itu habis tepat ke wajah Qixuan.
"Satu gelas lagi untuk mencuci wajahmu, agar kau sadar, siapa sebenarnya dirimu di keluarga Albern," kata Lien dengan tegas sambil membuka topengnya.
"Wuaaaoou......"
Sontak semua terkejut, para wanita penggoda itu langsung keluar mencari lokasi aman dan musikpun berhenti seketika.
"Ahahahahahhahahaha! Ternyata ada tamu yang tidak di undang masuk ke rumahku. Baiklah, aku akan tetap melayanimu, wanita bodoh! dan sungguh aku juga tidak menduga jika kau sudah tumbuh dewasa sekarang! cukup kuat juga nyalimu," sambut Qixuan langsung berdiri menantang Lien.
"Haha, Dasar pelac*r!" Cueh (Lien meludah)
"Siapa yang pelac*r? ibumu atau aku, aku wanita terhormat sedangkan ibumu itu wanita sampah yang menggoda pria bangsawan!"
"Banyak bicara (bacot) lawan aku," Bentak Lien keras sambil megeluarkan samurai tajamnya yang tertutupi oleh baju...
Qixuan pun juga mengeluarkan samurai tajamnya yang sudah dipersiapkan untuk berjaga-jaga.
Tanpa mengulur waktu lagi, Lien langsung bersemangat menyerang wanita tua itu.
"Hiiaaat...syat...hiat..." terjadilah duel seru ala kungfu samurai yang sudah di pelajari Lien dalam sebuah pertarungan yang menegangkan antara Lien dan Qixuan.
"ting...tang...ting...tang" suara laga pedang mereka....khas versi china.
Di lokasi yang sama.
Melihat hal itu, Zender Li ingin membantu ibunya
Namun, Hiroshi langsung membalikkan meja judi yang di penuhi minuman dan makanan ringan....
"Buaaaaaaaamm" (suara hempasan meja yang keras hingga membuat segala yang terletak hancur berserakan)
Sontak semua pun terkejut....
Seketika suasana riuh, serta para dayang-dayang atau wanita penggoda semakin berhamburan keluar mencari lokasi aman.
Pertarungan Qixuan dan Lien sedang berlangsung sengit.
"Kau tak perlu ikut campur urusan wanita, lawan aku!" Tunjuk Hiroshi pada Zender sambil membuka topeng matanya.
"Hiroshi Kienta, sudah lama juga aku menantikan kehadiranmu!" Sambut Zender dalam keadaan mabuk.
"Bagus, sebaiknya kita melampiaskan kerinduan ini di pertarungan" jawab Hiroshi.
Hiroshi dan ZL mulai bertarung hebat diikuti halnya dengan pasukan ZL dan BOF lainnya juga menyerbu ruang aula itu.
Pertarungan sengit pun terjadi dan sedang berlangsung.
Terlihat fenomenal perkelahian antar geng secara brutal namun mereka tidak menggunakan senjata api.
"Prak...Bruuk...Bam.....ting...tang...ting...." suara-suara pertempuran sehingga menghancurkan benda-benda disana.
Terjang menerjang-meninju-laga pedang- tangkis-menangkis....
Pasukan ZL cukup kuat karena banyaknya pasukan BOF yang sudah menjadi anggota ZL.
Pertempuran itu tidak hanya terjadi di dalam ruang, namun juga terjadi di luar ruang, ada pasukan JK yang membantu di sana.
Porsi pertarungan itu terlihat seimbang dan sangat seru....
Adu kekuatan sedang berlangsung.
Hiroshi sangat tangguh menghabisi Zander Li yang sudah setengah mabuk.
Kekuatan ZL mulai goyang akibat banyak anggotanya sudah dalam keadaan mabuk serta tidak siap menghadapi lawan yang datang secara tiba-tiba.
"Hiat...syat...syat..." suara pertarungan 2 Ratu antara Qixuan dan Lien masih berlaga panjang.
"Tlaaaaaang,...ah!" Pedang Qixuan terjatuh bersama pemiliknya.
Dan seketika pedang samurai Lien langsung mengarah tajam ke area dagu Qixuan.
"Heh, usiamu sudah terlalu tua untuk melawanku, aku adalah generasi Albern yang dilahirkan untuk menghabisi nyawamu" ucap Lien siap memenggal kepala Qixuan.
"Tlang" (suara Pedang Lien terjatuh)
"Aahhh! Teriaknya.
Dengan cepat Qixuan bangkit dan mengambil pedangnya kembali dan balik akan menghunus Lien.
"Ahahahaha! Bocah ingusan, seperti ini kamu ingin melawanku???? Ahahahahaha...cek...cek...cek..kasihan sekali, kamulah yang bersiap untuk matiiiih" teriak Qixuan ingin memenggal kepala Lien.
"Bagaimana dengan ini, aku juga akan memenggal kepalanya!" Sambut Hiroshi tiba-tiba menyeret tubuh ZL yang sudah babak belur.
"Iii...bu" ucap Zender menahan kesakitan.
Terlihat juga pasukan ZL mulai berjatuhan, medan perang 70% di kuasai oleh BOF dan JK.
Qixuan langsung menjambak rambut Lien dan memaksanya berdiri.
"Ah!" Teriak Lien kesakitan.
Pasukan BOF mulai mendekati Qixuan dan mencoba mencoba membantu Ratu mereka.
"Lepaskan dia atau wanita ini aku penggal, mundur kalian," teriak Qixuan mulai gentar melihat pasukannya berjatuhan.
Kalian sangat licik datang melanggar waktu pertarungan kita...
"Ucapan licik hanya pantas mengarah kepada mu?" Bentak Hiroshi dengan keras.
Saat Qixuan berbicara kepada Hiroshi.
Dalam diam tangan Lien mengambil pisau kecil lalu secepat kilat Lien menusuk perut Qixuan dengan pisau kecil itu...Dan anggota BOF mengambil kesempatan langsung menerjang keras kaki Qixuan hingga terjatuh.
"Aah!" Teriak Qixuan.
Lien berhasil keluar dari dekapan wanita tua itu.
Pasukan BOF dengan cepat menangkap Qixuan dan memegang kedua lengan Qixuan dengan kuat.
Hingga Ratu hebat itu tidak bisa berkutik lagi.
("Uiih baeby! kau memang cerdas, aku suka!" Gumam Hiroshi kepada istrinya)
"Sebelum ajalmu, saksikanlah seperti apa rasanya kehilangan orang yang benar-benar kamu sayangi" kata Hiroshi dengan geram.
Seketika itu pula Hiroshi membunuh Zender Li dengan ganas di depan ibunya.
"Aku puas bisa membunuhmu" bisik Hiroshi di telinga ZL yang nafasnya sudah di kerongkongan.
Zender Li mati dengan mudah di tangan Hiroshi.
"Tidaaaaaaaaaak" jerit Histeris Qixuan....
Lien langsung mencekik kuat leher wanita tua itu...
"Aaarrgh...aarrghhh..." wanita itu meronta-ronta kesakitan sampai Qixuan merasa sekarat.
"Tenang saja kau akan segera menyusul anakmu, kalian lebih pantas hidup di neraka!" Ucap Lien dengan wajah kemarahan penuh emosi.
Dengan cepat Hiroshi melangkahi mayat Zender Li dan mendekati Lien.
Pria itu memberikan 3 pedang tajam yang tidak terlalu panjang.
"Habisi dia sayang! dengan 3 pedang ini, agar kau puas membalaskan dendam dari mereka yang mencintaimu," Bisik Hiroshi.
Lien pun mengangguk pertanda setuju.
"Satu tusukan untuk nenekku Yein Ling yang cinta sucinya telah kau renggut"
Lien menusuk bagian perut Qixuan.
"Aaaaaarrggghh" teriak Qixuan yang sudah hampir mati.
"Satu tusukan lagi untuk ayahku tercinta yang batinnya telah kau siksa," kata Lien dengan sangat geram.
Lien kembali menusuk bagian perut atas Qixuan.
Hingga wanita itu tak mampu lagi bersuara...
"Dan terakhir untuk paman Jovial,
MATI KAU...eeeeeh," teriak Lien menusuk keras tepat di jantung Qixuan sebagai percepatan kematiannya....
....
....
Like & Vote....