The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 47



Sekian lama berdiri terpaku memperhatikan gerakan-gerakan yang di tampilkan oleh Hiroshi. Wanita itu tampak bosan dan pusing, karena Hiroshi terlalu banyak dan sangat bersemangat mengajarkan ilmu tentang bela diri serta alat senjata kepada pemula seperti Lien Hua.


Tiba-tiba sang gadis angkat bicara;


"Kak kurang seru permainannya, gimana kalau kita naik sepeda saja?"


"Hah😓 Permainan??" (Gerakan Hiroshi berhenti seketika)


("Rasanya Aku ingin katakan kalau kamu akan jadi Ratu Mafia" gumam Hiroshi)


"Ayo lah kak! Kita bisa sambil menghirup udara segar, kan asyik, jenuh ah! di rumah terus."


"Tapi kita tidak boleh berkeliaran Lien," kata Hiroshi memperingatkan.


"Hanya sekitar komplek saja kak, tidak jauh-jauh," rengek Lien dengan manja sambil memainkan matanya yang sok imut, di tambah lagi, usia gadis itu masih tergolong muda persis seperti adik Hiroshi.


"Huuuftt, (baiklah! hati pemuda itu pun akhirnya luluh) Tapi janji! kita harus terus latihan," pinta Hiroshi.


"Siyap Bos!" Hormat gadis itu kesenangan.


....


....


Hiroshi memerintahkan pelayannya pergi mencari sepeda sewaan seperti yang ia inginkan.


"Kak! Apa tidak ada sepeda di rumah ini?"


"Ada tapi hanya satu."


"Oouh!"


...


...


Tak lama kemudian, sepeda pun datang.


"Nah sudah datang!" Ucap Hiroshi sambil bergerak menerima sepeda.


"Hah😮 sepeda tandem!" (kembar 2)



"Sudah, Ayo naik malah bengong!" ajak Hiroshi yang sudah mengambil posisi duduk di belakang terlebih dahulu, posisi paling pas dan asoi untuk bisa menikmati pemandangan lekak-lekuk tubuh sexy sang gadis.


"Tapi Lien enggak pernah naik sepeda seperti ini!"


"Iyah! biar pernah"


"Mengapa sepedanya bukan yang satu-satu saja seperti umumnya!" protes Lien.


"Supaya kamu tidak melarikan diri. Ini kampungmu kan!"


"Ih! Itu tidak mungkin!" Jawab lien.


"Sudah jangan bawel! ayo naik, biar aku yang goes dari belakang," kata Hiroshi.


Dengan sedikit ragu Lien pun naik di posisi depan....


Keduanya bersiap-siap dan saling menyesuaikan diri dalam keseimbangan, di awal keduanya merasa sulit sampai oleng ke kanan dan ke kiri, jatuh bersama karena Hiroshi sebagai pengendali sepeda, gagal fokus. Dia lebih tertarik melihat bentuk tubuh aduhai daripada bentuk jalan berliku.


((🙈🙈🙈))


Pasangan sweet itu terlihat bahagia dengan tertawa-tawa lucu, merasa aneh, dan tampak mesra. Sesekali keduanya berkejar-kejaran saling menyalahkan.


Hiroshi mudah membuat Lien nyaman karena ia memiliki adik perempuan.


Sekian lama menyesuaikan keseimbangan.


Akhirnya keduanya berhasil kompak menaiki sepeda bersama sambil berteriak;


"Hooooooooooooou, seruuuuuuuuuuuu! I Like it"


Lien Hua adalah si gadis cantik yang merupakan pandangan pertama Hiroshi dalam kemilau cintanya (the sheen of Love), membuat hari-hari pria itu semakin berwarna. bersemangat dan ceria.


......


......


Waktu terus berlalu hingga malam pun tiba.


Hiroshi dan Lien Hua mulai mempersiapkan apa-apa saja yang akan di bawa ke Jakarta.


CEO itu juga tampak sibuk dengan berbagai laporan yang ada.


......


......


Di waktu yang bersamaan pula terlihat seorang pria bertubuh kekar yang usianya tidak jauh beda dengan Hiroshi Kienta.


Tampak sedang minum bersama wanita-wanitanya atau di sebut selir-selir Raja.


"Cantik, puas kan aku malam ini! Kalian akan mendapat bagian (harta) masing-masing" pinta Zender Li.


Begitu pula dengan Qixuan. Wanita yang usianya tidak ranum lagi namun masih gemar bersenang-senang dengan para lelaki-lelaki pujaannya alias brondong.


Ibu dan anak itu suka dengan kehidupan vulgar (sex) mereka dan sering mengadakan party untuk semua gangsternya.


Sejak kematian kakek dan ayah Brest, Qixuan dan Zender Li menjadi penguasa harta dalam kerajaan Albern.


Qixuan tampak bebas dan bahagia sepeninggal suaminya.


((misi ibu tiri menguasai harta berhasil))


........


........


"BOF mulai merapat ke JK," kata Zender Li pada ibunya.


"Ichiro dan Eiji itu tidak akan bisa membaca trik-trik kita, setengah orang kepercayaan Brest sudah di tangan kita sayang.


Kita tinggal membentuk gangster lagi yang lebih banyak, sembari menunggu sampai 25 tahun, waktu yang cukup panjang untuk kita yang perlahan terus menarik pasukan-pasukan BOF.


Ibu punya banyak cadangan wanita-wanita menggoda buat para pasukan tangguh yang tanpa kepala itu, mereka tidak akan sanggup untuk menolaknya dan akan berdatangan berbondong-bondong bagai semut beriringan yang suka mencari gula, tidak perlu kita melakukan pertumpahan darah yang cukup melelahkan."


Qixuan berjalan mendekati anaknya lalu berbisik di telinga Zender Li.


"EHEHEHEHE, Tenang sayang, jangan khawatir! Penghalang kita hanya tinggal seorang gadis bodoh yang tidak tau apa-apa, ibu selalu ada di sampingmu dan sebentar lagi kau akan menjadi RAJA baru tunggal di keluarga AlBERN, persiapkan dirimu."


"Ahahahahha" Tawa bahagia Qixuan dan Zender Li...


...


...


Like & Vote & Share & Comment & star 5 & Favorite...