The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 81



Jovial memerintahkan bawahannya untuk membawa istirahat Wee, Mahia dan Jingmi ke kamar khusus.


Tinggallah orang-orang inti dari JK dan BOF saja disana, mereka ialah;


Aldo, Andre, Hiroshi, Lien Hua, dan Jovial,


( Jovial adalah orang kepercayaan Brest, sekaligus juru bicara yang di wasiatkan Brest untuk menjelaskan cerita kebenarannya)


...


...


Setelah Aldo membaca kata demi kata itu,


Hatinya bergetar diiringi kedua tangannya.


Tak lama kemudian, Map itu pun terjatuh.


"Tlak" (suara jatuhan)


Aldo merasa bersalah besar dan langsung mengakui kesalahannya.


"Maafkan aku Lien, akulah yang menyebabkan kematian ayahmu, Raja di hati kalian semua," Ucap Aldo sambil menundukkan kepalanya.


Andre merangkul kuat bahu kakaknya itu.


"kakakku hanya berdiri untuk orang yang selalu mencintainya" jawab Andre.


....


"Apa maksudnya?" tanya Lien tidak mengerti.


"Kematian Brest memang tertangkap dalam jebakan Tuan Ichiro dan Eiji saat sedang mengadakan sebuah pertarungan, tapi kamu jangan salah paham dulu nak," pinta Jovial dengan lembut kepada Lien yang mulai menjelaskannya.


Tuan Ichiro!...Kami semua dan Tuan muda sekalipun tidak menyalahkan JK ataupun dirimu, justru kami mengucapkan banyak terima kasih, karena sebenarnya pertarungan itu di bentuk sendiri oleh Brest, layaknya sebuah drama atau settingan dengan tujuan mempercepat kematiannya melalui penangkapan kepolisian atas status buronan kelas dunia yang sudah ia terima.


Brest menggunakan trik kartu JOKER nya yang terakhir.


Aku mengetahui jelas, Ia datang tiba-tiba sebagai perusuh di kediaman JK yang sudah aman dan damai, karena saat itu, JK sudah lama menyatakan keluar dari dunia Mafia.


Tujuan pertarungan itu ialah, untuk memaksa Tuan Ichiro dan Eiji masuk dalam kehidupannya. Brest juga tidak serius membunuh Eiji. Lagi-lagi drama yang sedang berlangsung, seolah-olah itu benar. Tuan kami juga tau, Tuan Ichiro sangat menyayangi adiknya.


Meskipun duel para gangster itu benar-benar di lakukan dan dengan alasan yang bisa meyakinkan JK, salah satunya pembalasan atas kematian Chen Hae.


"Aku masih tidak mengerti," sambut Aldo.


"Penangkapan itu seperti sebuah penyerahan diri, seorang Bigbos Mafia dengan melibatkan lawan yang sebenarnya menjadi kawan,


Seorang Brest mustahil jika tidak mengetahui gerak-gerik musuhnya. Dia tau jika Tuan Ichiro dan Eiji memanggil kepolisian dunia.


Brest juga mengetahui jika pihak Tuan Rery (ZL) ikut membantu penangkapan dirinya secara tersembunyi dengan memanfaatkan JK. Namun sayang! pihak ZL tidak mengetahui tujuan Brest yang sebenarnya.


Maaf Tuan, Jika Brest ingin bertarung serius untuk menghancurkan JK, hal itu sangatlah mudah.


Didalam sepenggal surat Brest, Dia mengatakan bahwa;


kekuatan cinta mengalahkan segalanya,


Saat itu BOF ada didalam pihak kekalahan, kekalahan bukan berarti kalah dalam bertarung ataupun tidak bisa lari dari kepolisian, melainkan;


Idendititas Lien sendiri sudah mulai terbongkar oleh pihak ZL. Yaitu, seorang gadis sederhana akan menjadi calon penerus tahta di kerajaan Brest Albern.


ZL berusaha dengan licik ingin merebut kekayaan Brest dengan tujuan menyatukan kekayaan Albern lalu melancarkan misinya untuk menduduki Meja Bigbos Mafia yang baru, sebagai pengganti Rery dan Brest Albern.


Berjalan setahun kematian Tuan kami, ZL berusaha keras mencari siapakah sosok gadis yang dimaksud, ZL juga tidak menduga bahwa bayi Xin masih hidup.


"Meskipun Lien satu-satunya keturunan Brest, Lien tidak bisa dengan mudah menggantikan tahta itu karena Hubungannya dengan Xin tidaklah resmi atau bukan suami istri yang sah dan diakui oleh pemerintahan. Hal itu bisa mudah di gugat oleh keluarga Albern dengan kekuasan mereka.


Jalan satu-satunya adalah Tuan kami terpaksa mempercepat kematiannya, agar Lien segera mengambil tahta berikutnya dengan menulis wasiat sebagai permintaan terakhir yang harus di penuhi."


....


....


"Artinya; Secara tidak langsung, sebenarnya Brest ingin mencari sebuah dukungan kuat untuk mendukung rencananya mengangkat Lien sebagai pewaris tahta?" Tanya Aldo memperjelas.


("Dugaanku benar, Brest mengetuk pintu JK untuk meminta tolong tentang putrinya" gumam Andre)


......


......


"Kurang lebih seperti itu Tuan!" Sambut. Jovial.


....


....


Ketiga pria dari pihak JK itu, langsung mengangguk kecil, pertanda paham.


...


...


"Wasiat berupa keinginan Brest menjadikan Lien sebagai si pewaris tahta akhirnya di terima oleh sebuah pemerintahan. Di perkuat dengan adanya surat wasiat Xin serta stempel darah yang tercap, membuktikan bahwa ternyata bayi Xin atau anak kandung Brest masih hidup, karena Keluarga Albern sempat menyatakan bahwa bayi Xin sudah tewas, Brest tidak menikah dan tidak memiliki keturunan, dengan otomatis ZL menjadi si pewaris tahta dari kakaknya.


ZL berusaha merebut surat wasiat Xin untuk dimanipulasi dengan cara mereka dan juga memberikan ancaman kepada Wee. Namun kami (BOF) tidak membiarkan hal itu terjadi. Brest menjamin keselamatan keluarga Wee dengan memfasilitasi tombol atau seluler darurat memanggil timnya. Jika mengetahui pasukan ZL datang menyerang mereka.


...


"Kalian juga menyerang kami pagi itu kan?" tegur Hiroshi.


"Maaf tuan! gangster BOF tidak mengenali pasukan baru JK termasuk tuan Hiroshi dan kami juga banyak menghadapi para pengkhianat yang mencoba mencari informasi secara diam-diam, mohon maafkan kekeliruan kami! 🙏 banyak diantara pasukan kami yang sudah berkhianat berpindah kepada ZL hanya karena tergiur dengan tawaran, uang, tahta dan serta wanita-wanita cantik. Mereka yang berkhianat, juga meyakini bahwa pimpinan seorang wanita tidak akan mampu menandingi kehebatan seorang pria.


Surat Wasiat (Xin dan Brest) saat ini sudah terkunci rapat di sebuah lembaga khusus pemerintahan, tidak ada yang bisa menerimanya kecuali Lien Hua.


Banyaknya para pengkhianat belakangan baru-baru ini telah membocorkan jika kematian Lien bisa menggagalkan wasiat itu.


Cukup mengecoh para pasukan ZL, tadinya mereka berencana untuk memanfaatkan JK atau Tuan Ichiro dan Eiji serta Hiroshi yang membunuh langsung Lien Hua agar kesalahpahaman menyebabkan pertarungan antar gengs JK dan BOF terjadi.


Tuan kami tidak salah pilih ternyata Tuan Ichiro dan Eiji tidak terkecoh dengan trik ZL.


Brest juga mengatakan ;


"Aku sangat yakin JK dan ZL akan tergiur dengan kerajaanku."


Sebenarnya ZL cukup panik melihat BOF merapat kepada JK, mereka berubah pikiran dan buru-buru ingin segera membunuh Lien dengan cara mereka sendiri."


....


....


....


Para petinggi JK yang mendengarkan mulai paham, termasuk Lien Hua.


"Kenapa harus aku?" Kata Aldo.


...


"Aku juga pernah bertanya hal yang sama


Mengapa Harus Ichiro? (tanya Jovial)


jawabnya;


"kami bukan saudara dan bukan pula teman kompak, tapi aku percaya kepadanya"


Brest sudah mengatakan juga dalam tulisannya kepada Tuan Ichiro;


karena kita adalah 2 pria yang selalu mendapat scor seri di arena.


Tulisan itu bermakna hanya kebijaksanaan tuan Aldo yang setara dengan Brest.


Juga sepenggal kata;


Harus ku akui, kau lelaki yang lebih memilih kebenaran yaitu cinta.


Makna kata itu adalah Brest yakin dan percaya Tuan Ichiro lebih memilih cinta daripada keegoisan.


Tuan Ichiro juga pantas dijadikan panutan.


Brest juga akan merelakan BOF dan kekuasaannya tunduk, jika Tuan Ichiro bisa menunjuki cinta serta kebahagian putrinya."


...


...


"Pantas kalian tidak keberatan saat Lien bersama kami? Ternyata ini sudah di rencanakan!" kata Hiroshi.


"Benar Tuan!"


Putri Lien! apakah kamu sudah paham? Kematian itu adalah keinginan ayahmu sendiri, sebagai bentuk pengorbanan dirinya agar kau bisa menyempurnakan semua kebahagianmu baik itu harta, tahta serta pria yang kamu cintai.


Meskipun aku orang kepercayaan yang paling dekat, tetap tidak bisa mencegah setiap keputusannya."


.


.


.


.


LIKE dan VOTE...lagi...


lagi...lagi...lagi..