The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 85



Hari itu Mentari bersinar cerah di kota Tokyo.


Tampak sosok Daddy tampan nan kekar sedang bersantai di area kolam renang...


Pria itu tak lain bernama Ichiro atau Aldo Kenz, berjemur diri sehabis berenang bersama kaca mata hitamnya yang tampil keren memukai.


Sejak membentuk Aliansi bersama BOF.


Perusahaan JK semakin luas dan kokoh.


Terlihat juga Ayu Sadana asyik dengan ponselnya setelah mengeringkan diri.


Shinji bermain air bersama para babyshitternya.


"Pah-pah! Lihat mama, senyum-senyum sendiri dengan ponselnya, kira-kira ada apa yah pah? perasaan, di ponsel mama tidak ada gambar yang lucu, Mayumi sudah memeriksanya !" Bisik Mayumi dengan bahasa jepangnya yang lancar terdengar sangat jelas di telinga Aldo.


Mendengar ucapan sang gadis,


Spontan Aldo langsung bangkit, duduk, lalu bergegas membuka cepat kacamatanya melihat fokus ke arah istrinya dan ternyata benar, di kejauhan tampak sesekali Ayu tersenyum manis serta fokus membalas pesan dalam ponselnya.


"Benarkan pah!" Kata Mayumi mempertegas kembali ucapannya.


"Sudah berapa lama, mama kamu bertingkah seperti itu?" Tanya Aldo mulai cemas.


"Ehm sebentar yah pah! Ingatan Mayumi Flashback dulu!" Jawab sang gadis dengan gaya imutnya.


Aldo terus memperhatikan senyuman istrinya sampai dahinya berkerut tajam.


"Mayumi rasa mulai papa sering pulang-pergi ke Singapura!"


("Apa ada pria lain yang coba-coba mendekatinya" gumam Aldo)


"Hayo pah! Buruan samperin mama !" desak Mayumi sambil mengguyur tubuh kekar itu.


"Nanti saja!" Jawab Aldo singkat lalu melanjutkan kegiatan berjemurnya.


"Hemmm!" ucap kesal Mayumi dengan bibir manyunnya, lalu pergi bergabung kembali bersama Shinji.


Aldo pria yang bisa dikatakan tergolong maniac kerja dan hampir setiap bulan pergi ke luar negeri dan tahan berjam-jam di depan leptopnya, di ruang kerja, forum online ataupun offline, sama halnya dengan Andre, Semangat pekerja kedua pria itu mengikuti jejak sang Ayah, Rudy Wijaya.


...


...


Aldo Kenz Diam-diam menyadap ponsel istrinya,


Lalu mulai membacai dengan fokus isi obrolan Ayu. Hingga pria itu menemukan satu percakapan dari seorang pria asal Jepang, namun masih memiliki garis keturunan dari Indonesia, Chat tersebut tampak Asyik yang menggelitik diri Aldo Kenz.


Aldo kenz mulai mencari identitas pria itu, ia adalah seorang pengusaha berstatus duda beranak satu. Karena sering berkonsultasi dengan Ayu yang bekerja sebagai Dokter Anak, keduanya terlihat akrab berbicara hingga bercanda.


Setelah pria itu tau siapa sosok lawan chat sang istri, Aldo datang mendekap mesra istrinya dari belakang dengan tiba-tiba tanpa sepengetahuan Ayu, lalu Aldo Kenz merampas ponselnya dan meletakkannya di suatu tempat.


Sontak Ayu terkejut, Aldo pun berbisik lembut bahkan sangat lembut di telinga istrinya;


"Aku bisa saja mencari wanita dengan kecantikan tiga kali lipat seperti dirimu. Tapi hal itu bukanlah tujuan dari hidupku, kemesraan ini, sudah kita lalui bersama dengan dihiasi tangis dan tawa di dalamnya.


Mudah bagiku untuk mencari penggantimu bahkan terlalu mudah, ada banyak wanita di luar sana yang rela ditiduri tanpa kata status.


kau bukan saja cantik dimataku namun sangat berharga. Menemaniku di kala aku terjatuh hingga bangkit kembali, Katakan kepadaku apa alasannya? mengapa sekarang chat dengan pria lain lebih asyik daripada menggoda suami sendiri?"


Mendengar ucapan dari sang suami, wanita berhati lembut itu meneteskan airmata raut dalam wajah kesedihan.


"Kalau kau diam saja! besok aku akan menembak mati lelaki itu!" Ucap Aldo mempertegas ucapannya.


Tak lama kemudian, wanita itu mulai bicara;


"Aku kesepian...hiks...hiks...aku bersuami tapi seperti tidak memiliki suami, aku selalu merasa sendiri, kedinginan, ketakutan, hanya sesekali saja kehangatan itu ada, aku berusaha chat dirimu tapi kau selalu sibuk, aku kalah penting dari uang dan bisnis...hiks...hiks"


"Semua itu kulakukan untuk keluarga, tapi baiklah, mulai besok aku akan selalu ada untukmu!" Jawab Aldo mengalah, dia mulai menyadari kesibukannya yang terlalu dalam telah mengabaikan istrinya.


Rekam jejak kisah pilu percintaan Brest juga menjadi pelajaran berharga bagi Aldo Kenz, tidak selamanya wanita bahagia dengan di suguhi harta tanpa adanya kebersamaan.


Aldo Kenz bisa merasakan cinta Ayu Sadana tulus kepadanya. Wanita itu juga cinta pertamanya yang membuat ia enggan untuk melirik wanita lain.


Ayu pun memeluk suaminya dan meminta maaf kepada Aldo Kenz.


Waktu terus berlalu...Berjalan tanpa henti....


Akhirnya, Hiroshi dan Lien menyudahi masa bulan madu pernikahan mereka dalam Istana mewah di pulau pribadi milik Brest Albern.


Lien dan Hiroshi berencana untuk menjadikan pulau itu sebagai tempat wisata Romantis tentang keabadian cinta antara Brest dan Xin, agar menjadi lambang kesetian yang benar-benar utuh.


Setiap jiwa yang menyaksikan bisa merasakan fenomenal, adanya kisah kekuatan cinta yang mampu mengalahkan segalanya, walau tak bersama, namun akan tetap menjadi cerita manis tuk di kenang.


BOF dan JK sudah resmi melantik Lien Hua sebagai pewaris tahta Brest, meskipun peresmian itu belum di sahkan oleh lembaga pemerintahan.


Di setiap tempat terlihat serius para gangster berlatih keras untuk membangun pertahanan baru baik milik Eiji, Ichiro, maupun Lien Hua (BOF) dalam pimpinan dan pengawasan Hiroshi Kienta.


Jovial meminta pengantin baru itu agar tetap tinggal di rumah Brest di kota, karena itu merupakan salah satu keinginan Brest, Lien juga bisa mendapat pegawalan ketat dari pasukan BOF.


Ada tim khusus yang sudah disiapkan oleh sang Ayah untuk memperdalam ilmu kungfu dan Leadership Lien, Itulah tujuannya mengapa Brest menempatkan Lien harus tinggal di rumahnya bersama pasukan BOF.


Suatu malam yang cerah, tepat pukul 22.00 p.m. Hiroshi, Lien, Jovial serta tim lainnya mulai belajar dan mengajar tentang apa-apa saja yang harus di kerjakan oleh Lien Hua.


Setelah selesai....


"Aku terasa pusing dan mual Ai! Ini terlalu sulit juga membosankan" ucap Lien manja.


"Nanti kamu hamil sayang!" Jawab Hiroshi.


"Ahahahahaha" Lien tersipu malu.


"Paman Jovial melarang itu, selama musuh kita belum mati" jawab Lien.


"Itu hal mudah! Serahkan kepada suamimu ini," jawab Hiroshi santai.


Wanita itu hanya memandangi mesra suaminya.


"Hani, kamu ingin bulan madu dimana?" Tanya Hiroshi sambil mengelus manja rambut halus Lien dalam sandarannya.


"Dimana yah? (Ucap Lien sambil berpikir)


Dimana saja boleh Ai, asalkan bersamamu!" rayuan Lien mengguncang hati Hiroshi....


"Ahahahahai😄😃 (Tawa Hiroshi)


Kalau nanti kita punya anak, kira-kira dia mirip siapa yah Hani?" Tanya Hiroshi🤔


"Tentu harus mirip ibunya, jika ayahnya pasti jelek bangeeeet," teriak Lien bangkit meledek Hiroshi....


"Eeeeh! Kamuu yah!" Kata Hiroshi geram mengejar istrinya.


Keduanya berlarian begitu lasak kegirangan sambil tertawa-tawa di ruang kerja Brest dan tanpa sengaja Lien menyentuh sebuah lemari terbuka hingga sebuah map besar terjatuh....


"Eh!" Ucap keduanya😯


Lien langsung membungkukkan tubuhnya dan mengambil dokumen penting itu.


Tertulis jelas di Judul map;


"Zender Li"


.


.


.


.


Like & Vote