The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 19



Andre bergegas mengangkat telpon dari sang istri.


"Halo sayang," jawab Andre sambil melambaikan tangannya plus senyuman yang lebar, seolah-olah tak ada beban dihidupnya.


Mereka pun bervideo call ria.


Keduanya sama-sama sedang di atas kasur.


"Mas! kapan sih kamu pulang, sudah kayak bang toyib aja! kagak pulang-pulang, Jablay nih!" Rengek manja Indah😦.


"Siapa itu toyib?" jawab Andre mulai curiga.


Sejenak Indah terbengong mendengar pertanyaan Andre dan sambil berkata dalam hatinya;


("Astaga! aku lupa kalau suamiku ini bukan 100% warga +62")


"Ehehehehe😁, itu lagu loh sayang! Sesekali dengar dangdutan donk, bosan kan lagu POP mulu! Toh, Ayank waktu kecil doyan banget sama aliran dangdut loh!..ahahahaii," tawa Indah puas mengingat adegan-adegan Andre M.K (masa kecil)-> The Power of Love


"Oooh! Sekarang kamu sudah berani menertawai aku yah! Awas tunggu aku pulang," ancam manja Andre.


"Blek...blek...blek...😋" Indah mengejek Andre dengan gaya ala spongeBob squarePants.


Andre hanya tersenyum melihat tingkah lucu istrinya yang sudah lepas kendali sejak menikah dengannya.


"Beneran itu lagu kan?" tanya Andre memastikan.


"Hemmm, kapan sih Indah bohong mas?"


"Ok! Coba nanti aku cek yah!" pinta Andre.


"Huufft"


"Sayang, daster kamu kurang sexy tuh! sesekali b*g*l donk! saat kita video call," pinta manja Andre.


"Hah😲 (mendengar permintaan suaminya Indah kaget setengah mati) malu donk yank!"


"Maluu??? Aku ini suami kamu kan? Apa kita perlu nikah sekali lagi, atau jangan-jangan disana ada pria lain?" Tanya Andre mulai curiga.


"Ada," jawab cepat Indah.


"Tuh kan!" Andre bangkit dari tidurannya dan bersiap-siap marah.


"Nih prianya," (kamera ponsel Indah menunjuk ke arah Zen yang tertidur pulas)


"Huf!" Andre tersenyum dan menjatuhkan kembali tubuhnya ke kasur.


"Kenapa Zen tidur sama kamu sayang!"


"Yah, gimana lagi kangen berat sama papanya"


((oooohh iyeeesss!! 😚😚😚 Babang Andre melayang-layang mendengar gombalan jutek istrinya))


Andre pun langsung senyum-senyum.


"Sudah pinter yah beb usilnya," kata Andre


"Kan ayank gurunya," jawab indah


"Hehehe😁 (Andre cengengesan) coba kelilingkan kamera, aku mau lihat suasana kamar, jangan-jangan masih ada pria tersembunyi," pinta Andre.


"Huuufft!" ("kog! Jadi dia sih yang cemburuan, harusnya kan aku" ucap indah dalam hati)


Dengan terpaksa Indah bangkit dari kasur dan berkeliling kamar.


Andre dengan detail memperhatikan.


"Sudah puas sayang, sekarang ayank deh! kita gantian," pinta indah kembali tak mau kalah dan naik ke kasurnya.


"Emmm, (pasang wajah serius) maaf yank! aku harus jujur, malam ini aku tidak sendiri di kamar ini"


"Hah😯 mas kamu???..."


"Dia mungil, lucu dan sangat liar."


"Apa?????hiks..hiks... (Indah mewek abis)


Kamu tega banget si mas, emangnya! Indah kurang liar apa mas? (adegan ranjang) kamu suruh gaya begini, begitu, jungkir balik, salto dua arah aku mau aja gak pernah ngeluh," repetan indah yang menyesakkan hatinya 😤 di tambah lagi dengan raut wajahnya yang mewek abis😢.


Andre melipat bibirnya demi menahan tawa dan senyum-senyum, dan merasa puas melihat reaksi cemburu sang istri.


"Duuerrr! ucap Andre menunjukkan cicak di atas, ahahahahhaha," tawa andre lepas dan puas.


Ekspresi wajah Indah 😮😮😮😮😮😮


"Huuuuffft! Kejahilanmu memang tidak tertandingi yah mas," kata Indah gemes.


"Yank! Sudah deh jangan rewel. Aku juga ingin cepat pulang, percayalah,"


"Iyah deh," jawab Indah lemas dan terseyum malu.


"Jangan selalu curiga, nanti aku beneran selingkuh! Mau tidak?" Ancam Andre dengan gaya sok serius yang di paksakan.


"Gpp! Biar aku siap-siap pulang kampung," jawab Indah dengan cepat dan penuh kepasrahan.


"Hahahai, kampung mana si sayang, biar sekalian aku beli kampungnya?" Ucap Andre menaik-naikkan alisnya.


"Sombong, Sudah ah! Mau tidur. Makin BETE," ucap Indah.


"Tapi aku makin sayang!" Balas Andre


"Waalaikumsalam wr.wb" sambut cepat Andre.


(Percakapan pasangan heboh itu pun berakhir)


"Awalan tidak pake salam, giliran ngambek ingat ngucap salam.


Haduuh, nasib punya istri terlalu muda, yah begini!


Andai saja kau paham Honey, disini aku berjuang keras untukmu....Arrrgghh,"


kata Andre sambil mengaruk-garuk kecil kepalanya.


Karena penasaran.


Andre pun bergegas membuka aplikasi youtube mencari lagu berjudul 'bang toyib'


Lalu mulai mendengarkannya dengan serius.


Kemudian senyum-senyum lucu cekikian sampai nungging-nungging mukilin bantal di kasur dan terucap dari bibirnya;


"Indah-indah bisa saja dirimu membuat aku terhibur, dan hal inilah yang membuat aku tak sanggup untuk selingkuh dan hidup tanpamu"


......


......


.....


Apartemen memiliki 4 kamar masing-masing di fasilitasi kamar mandi.


Kamar yang di tempati Lien adalah kamar Hiroshi sementara disana. Hiroshi terpaksa tidur bergabung dengan Rey.


Sebelumnya pria itu sudah memindahkan barang-barangnya.


Hiroshi berjalan masuk kedalam kamar.


Terlihat Rey sudah hampir finish menyiapkan laporan. Hiroshi langsung menuju kamar mandi, bersih-bersih dan mengganti pakaiannya.


"Aaaaaaaaahhhhh" ucapnya senyum-senyum dengan perasaan senang dan bahagia.


(percakapan dalam bahasa inggris)


"Cong! belum selesai juga laporannya" tegur Hiroshi dengan gaya mengejek kecil.


"Cang!...cong!...cang!...cong!" ini seharusnya tugas kamu" Celoteh Rey cepat dengan kesal.


"Ahahahahai" tawa Hiroshi santai melipat tangannya di bawah kepala sambil mengoyang-goyangkan kakinya dengan santai. Seakan-akan ia tak mau tau.


"Sudah ah, aku tidur dulu, capek!" kata Hiroshi merubah posisi memeluk guling dengan ekspresi wajah senyum-seyum gila (gila karena cinta).


"Yayayah!..Dia tidur...nih anak! Ngerjain yang lebih tua! Kagak sopan?" Kata Rey kesal, tak berapa lama pria itu segera menutup leptopnya dan bersih-bersih kemudian memakai pakaian tidur.


Ia pun melompat ke atas kasur. Terlihat mereka sejenak tunjang-tunjangan kaki.


Karena penasaran.


"Gimana perasaanmu cong! Udah dekat dengan pujaan hati," tanya Rey mulai heboh.


"Tlek" Hiroshi mematikan cepat lampu tidur yang persis di dekatnya sambil berkata;


"Tidur atau aku akan menyumpal mulutmu" ucap Hiroshi tanpa menoleh Rey.


"Ciah! si encong, giliran ada maunya baik banget, awas loh yah, kapan lu teriak 'Help' lagi, ogah gua"


.....


.....


Sementara Aldo masih stand by di depan leptop, ponsel dan alat komunikasi di telingannya. Sosok pria bertanggung jawab itu menjadi gardu paling depan untuk keselematan keluarganya setelah Rudi Wijaya.


"Tit..tit"


Panggilan masuk yang berasal dari intel cyber Tokyo yang masih live.


"Bos! mereka terakhir mendarat di Hongkok. Terbang lagi menuju London. Informsi belum pasti yang saya dapatkan sepertinya mereka punya pasukan terselubung di Singapura.


Maf Bos! hanya itu saja yang kami masih dapatkan."


"Ok terima kasih!"


"Trup" percakapan dengan bahasa jepang itu berakhir.


....


Aldo menyudahi pencariannya lalu menyandarkan tubuh serta kepalanya di kursi.


"Haduuuh!! Baru saja setahun ini menjalani hidup dengan tenang, batu besar sudah kembali menghadang.


Begitu sulitkah untuk keluar dari jejak-jejak Mafia???" Tanya Aldo sendiri sambil memejamkan matanya sambil memijat area dahi yang terasa lelah...


.....


.....


**Bantu semangat author dengan Vote, Like, Favorite.


ok😉...thanks**!