![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
Hiroshi dan Lien masih diam terpaku memandangi Wee sedang menaiki motornya, lalu membunyikan klakson pertanda ia bersiap meninggalkan mereka. Sepasang kekasih itu berkata dalam hati masing-masing.
...
(Lien)
"Aku sangat bahagia, kesehatan ayah sudah semakin membaik dan berharap kak Jingmi bisa sembuh dan kita bisa berkumpul kembali seperti hari-hari kemarin.
Tak ada kebahagian tanpa mereka, segalanya hampa dan terasa sirna. Terima kasih ibu (Xin), engkau berjuang penuh menitipkan aku pada orang yang tepat.
Akan selalu ada kekuatan cinta di antara kita, meski malam-malam itu tampak gelap dan sunyi, namun rembulan akan selalu setia menyinari dengan kemilaunya.
(Hiroshi)
"Aku mulai paham mengapa sosok bigbos masih percaya menitipkan putrinya pada Wee. Pria paru baya itu begitu detail untuk apa saja yang menyangkut tentang gadisnya.
Wee juga merupakan pria yang menjunjung tinggi akan harkat dan matabat. Mengajarkan kehidupan sederhana, agar Lien bisa menjadi gadis yang tangguh, mengenal seperti apa kehidupan yang sesungguhnya.
kelak jika Lien terdampar dimanapun, ia bisa mengatasinya dan selalu memancarkan sinar kemilau terang diantara yang lain.
Tapi aku masih penasaran dengan goresan-goresan raut muka kesedihan yang terlukis jelas dari wajahnya."
...
...
"Kamu istirahatlah, aku ingin keluar sebentar," kata Hiroshi pada Lien.
Gadis itu pun mengangguk lalu pergi menuju kamarnya.
Sementara, Hiroshi menuju garasi dan menaiki sepeda motornya.
Diam-diam pemuda itu mengikuti arah kepergian Wee dari belakang, praduganya benar, ternyata Wee singgah di salah satu taman yang rindang di tepian kolam, lokasi yang lumayan jauh dari kota.
Wee mulai memarkirkan sepeda motornya lalu duduk menyendiri di nuansa yang asri itu.
Tak lama kemudian.
Perlahan Hiroshi datang menghampiri Wee sambil meletakkan minuman kaleng yang ia beli sebelumnya di antara duduk keduanya.
"Paman! apakah sampai detik ini paman masih meragukan cintaku pada Lien? Menikahi putri dari seorang bigbos Mafia, bukanlah perkara yang mudah," Kata Hiroshi sambil meneguk sedikit minuman kaleng.
Pria paru baya itu masih terlihat lesu dalam lamunannya.
Suasana hening sejenak.
"Huuuuuffft!" suara hembusan nafas pertanda rasa lelah.
Tak berapa lama Wee mengambil minuman kaleng itu dan ikut meneguknya.
"Pernikahan untuk menyatukan 2 kekuasaan bukan?" ucap Wee.
"Meski hari ini kenyataan mengatakan putrimu bukanlah gadis bangsawan, melainkan datang dari kalangan biasa, aku akan tetap menikahinya.
Lien merupakan gadis pertama yang berhasil mengetuk pintu hatiku, setahun yang lalu aku mendapatinya bekerja menjadi perawat di Rumah sakit X, cinta kami bersatu dalam kisah yang unik.
Jadi paman tidak perlu meragukan hal itu," jawab Hiroshi sambil meneguk minuman kaleng itu kembali.
"Aku hanya merasa bersalah mengapa, kejujuran tidak bisa berpihak?" ucap Wee.
"Bahwa Lien merupakan putri Brest Albern?" sambut cepat Hiroshi.
Wee terdiam seribu bahasa.
"Mengapa paman tidak memberitahu siapa ayah kandungnya?" Tanya Hiroshi.
Wee masih terdiam, Hingga ia bicara dengan keras.
"Aku tidak punya kuasa, aku hanyalah orang miskin, aku bisa apaaaaah. Bisakah aku melawan seorang Raja yang sangat berkuasa pada tahtanya!" Teriak Wee penuh emosi sampai urat lehernya terlihat.
Hiroshi pun tertegun.
Tiba-tiba ayah angkat Lien itu menundukkan kepalanya, tampak jelas goresan raut muka kesedihan yang terpendam.
Dengan sigap pemuda itu mengeluarkan ponselnya, pura-pura melihat pesan tapi justru diam-diam menghidupkan sebuah rekaman dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku.
"Kau ingin merekamnya?" tebak Wee.
"Ehehehe π (cengengesan)!"
("Gawat! Dia bisa tau!" Gumam Hiroshi)
Gerakan tangan pemuda itu mengambil kembali ponselnya lagi dan ingin menghentikan rekaman.
"Tidak apa-apa! Ada baiknya juga, dunia tau seperti apa perasaanku, tidak ada yang perlu di tutupi lagi, Lien akan segera menikah.
Seorang pria tidak mudah menjatukan airmatanya, jika masalah itu tidaklah begitu dalam.
Sebagai seorang Ayah, aku sangat bahagia, akhirnya putriku menemukan belahan jiwanya."
"Benarkah ia putri Brest?" Tanya Hiroshi menginginkan kepastian.
"Iyah! Lien adalah anak hasil dari hubungan gelapnya dengan wanita biasa bernama Xin Hua, aku tidak tidak tau seperti apa kisah percintaan itu terjadi, mungkin setelah pernikahan ini semuanya akan terbongkar, jadi tolong jangan bertanya, karena aku hanya ingin bercerita sesuai dengan apa yang aku ucapkan.
Sebelum kematian Xin, ia sudah mengatakan siapa sosok ayah kandung Lien. Pria kaya keturunan bangsawan Inggris-China bernama Brest Albern, bahkan Xin baru mengetahui jika kekasihnya itu masuk dalam jaringan mafia.
Xin juga mengatakan ia menyesal mengenal sosok Brest.
Saat pertama kali, aku menggendong sosok bayi mungil itu, aku langsung mengatakan. Kalau akulah ayahnya.
Setelah kematian Xin, Ada banyak orang yang mencari keberadaan ibu dan anak itu.
Kami berpindah-pindah untuk menghindarinya. 10 tahun berlalu, hidup kami bahagia dan penuh kedamaian. Lien sudah bagian dari kami, bahkan Jingmi menyayangi sebagai adiknya. Tawa, kecerian mereka adalah pil semangat untukku dan Mahia.
Tapi tiba-tiba saja langit cerah itu berubah menjagi kelabu, gelap, layaknya badai sudah di depan mata.
Hidup kami mulai terusik dengan kehadiran Mr Vigo yang tak lain adalah Brest Albern.
Ia datang dengan membawa paksa aku dan Mahia menuju istana mewahnya. Penguasa itu, dengan mudah mengatakan bahwa Lien Hua adalah putrinya,
Brest juga menunjukkan semua bukti data DNA yang sah, jika dia adalah ayah kandung dari Lien Hua.
Mulai saat itu hidup kami bagaikan remot control. Jika kelak dewasa, Brest akan mengambil Lien Hua.
Tentu kami brontak dan tidak terima dengan keputusannya, meski ia memberi jutaan iming-iming kekayaan yang berlimpah."
( Cerita Wee terbayang dengan kisah masalalunya)
π₯π₯
"Kau tidak bisa seenaknya mengambil bayi yang sudah kau buang! Hubunganmu dengan Xin tidaklah resmi" tantang Wee dengan nada lantang dan sangat marah kala itu.
Brest hanya tertawa sinis.
"Terlalu mudah untuk melenyapkan kalian, tapi aku merasa sudah berhutang budi untuk 10 tahun ini," jawab Brest.
"Sombong kau anak muda, seenaknya kau datang kembali mengambil bayi yang tidak berdosa itu, dan asal kau tau! Xin berjuang penuh sampai meregang nyawa, agar bayinya bisa sampai ke tangan kami. Wasiat itu sudah cukup kuat, kami tidak butuh hartamu, biarkan kami bahagia bersama putri kami (Lien)."
Sampai kapanpun kami tidak akan mengembalikan Lien Hua, meski kau adalah ayah kandungnya. (kata Mahia dengan lantang)
Ayo pak! kita keluar dari sini."
Wee dan Mahia meningggalkan istana megah Brest saat itu.
...
Secara otomatis orang kepercayaan Brest memerintahkan pasukannya untuk menghambat jalan sepasang suami istri itu.
Namun, Brest memberi kode dengan tangan kanannya, pertanda;
"Jangan"
"Biarkan saja mereka pulang! aku punya cara, untuk membawa mereka datang kembali ke istanaku lagi!" Tawa sinis si Bigbos mafia itu.
...
..
...
Next On..
Hay...Hay guys!
Terima kasih buat para Readers setia karya sarahmai, kalian sudah berhasil membaca sampai part ini merupakan kebahagian seorang penulis baru seperti author.
Jangan lupa kasih selalu dukungannya agar The Sheen Of Love bisa berakhir dengan Ending yang tidak menggantung.
caranya hanya memberi Like, Vote, Comment, Share, Fav, star 5 dll.
Oh yah! buat kalian yang menunggu karya LONACA, untuk sementara ini Hiatus dahulu. karena keterbatasan waktu author dalam menulis.
Jika kalian merasa bosan, tidak perlu meninggalkan komentar bullyan, cukup move on saja. karena menulis itu terasa sudah pahit banget guys!π€’
**ok!
thank you very much,muchπππ
IG: sarahmai_07