![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
Zen menunjuk pada sebuah Foto pernikahan Andre dan Indah.
"Mom!...mom!...mom!...ekekekeke👨👦," ucap imut Zen pada Andre.
"Ehehehehe!" Tawa cengengesan anak dan ayah itu secara bersamaan, keduanya terlihat sangat menggemaskan.
"Itu foto mamah kamu yang wajahnya kayak wong ndeso😁, apalagi kalau sudah marah-marah...beeeeeggh! Lubang hidungnya besaaaaaar," ucap Andre pada anaknya bergaya monster dan mengglitiki jagoannya itu, hingga menggeliat bagai ulat dalam buah Nangka.
"Pappah...pappah...!" ucap Zen sambil
Lompat-lompat di atas kasur...
Zen pun menunjang-nunjang Andre lalu berteriak;
"Uttamen" (Ultraman)
"Uuuh, jagoan papah, hebaaaat!" teriak Andre kegirangan.
Keduanya pun berduel manja, guling-guling berpelukan di atas kasur....
"Aaaaaaap," Andre langsung menggendong anaknya menuju kamar Zen.
"Ayok! Kita pindah," kata Andre.
.....
....
Andre membawa Zen ke kamarnya agar lebih leluasa bermain. Kamar Zen memiliki ruang khusus bermain serta audio visual untuk bernyanyi.
Sesampai di kamar Zen.
Andre mengunci kamar anaknya, agar Zen tidak keluar dari area kamar.
"Aaah!..kita main bola yok!" Ajak sang Papa.
Andre pun menurunkan Zen dari gendongannya, dengan cepat balita itu langsung berlari mengejar tumpukan bola berukuran kecil yang sudah tersusun rapi.
Kemudian, mulai melempari bola ke arah papanya sambil tertawa-tawa kegirangan.
"Aaaak!.." teriak akting manja si ayah.
Keduanya terlihat bahagia sambil tertawa bersama, hal itu lah yang sangat membahagiakan hati Tuan besar, sekaligus mengusir rasa penat di pikirannya.
Andre masih terlihat semangat-semangatnya bermain dengan si buah hati.
Sesekali Zen terjatuh karena kakinya belum terlalu kokoh berlari.
Andre pun langsung menghampiri Zen dan berkata dengan lebainya;
"Haduuh sayang papaa, jangan sampai jatuh donk! Bokong anak papa nanti jadi tipis, bisa hilang ketampanannya.😁"
Setelah jatuh, Zen langsung bermain lagi, berjalan sana-sini tak ada hentinya. Andre pun terus mengikutinya.
Semua permainan di mainkan, namun hanya sebentar-sebentar saja, balita yang masih berusia sangat dini itu, tentu belum begitu memahami permainan.
Zen Lebih suka memegang benda-benda yang membuat ia penasaran, sambil berjalan kesana-kemari dan belum mengerti arti kewaspadaan.
Di tambah lagi, usia yang masih bersemangat menggunakan kedua kakinya.
Tiba-tiba,
Zen berhenti dari gerakannya.
Terlihat ada air yang mengalir membasahi celana si bocah itu, sambil berkata;
"Pis..pipis..." Lantai pun becek dengan air seninya.
(Setelah usia Zen satu tahun, Indah tidak memakaikan popok selama 24 jam pada anaknya, bangun tidur, popok wajib di buka dan setiap 1 atau 2 jam sekali, Zen mulai di ajarkan untuk pipis di toilet)
"...ekekekkeke..." tawa Zen reflek menginjak-nginjak kegirangan di atas becekan air seninya hingga terpercik kemana-mana.
"Waduh (tepok jidat)" kata Andre.
Zen pun langsung berlari cepat dengan kaki yang berlumuran oleh air seninya....
"Ouh, No...No...Stop!" teriak kecil Andre sambil mengejar dan menangkap Zen serta membopong anaknya ke kamar mandi lalu bergegas memandikannya.
Di kamar mandi, Zen pun tetap tidak berhenti bermain Air bersama permainannya dalam bak mandi khusus balita. Sementara Sang papa bersungguh-sungguh memandikan anaknya dengan memberi cairan sabun serta shampo pada tubuh dan rambut Zen.
"Enak! mandi hujan kaaan!" ucap Andre mulai menghidupkan shower.
Setalah bocah cilik itu dimandikan oleh papanya, dengan sangat lincah Zen langsung berlari lagi keluar kamar mandi, sementara Andre baru saja ingin meletakkan sabun.
"Wow...wow," teriak Andre berlari menangkap Zen dan langsung mengangkatnya serta mengeringkan tubuh Zen dengan handuk....
"Haduuuh! Nih anak enggak bisa diam sebentar, tapi tidak masalah! GOOD," teriak Andre pada Zen.
"Uuds (good)" sambut Zen yang suka meniru ucapan orang dewasa masih dengan nada celat.
("Sebaiknya si Zen pakai popok saja dulu...kalau begini aku bisa drop dengan tingkahnya" gumam Andre)
Andre pun mengambil perlengkapan tempur Zen dengan menggendong belakang si bocah lincah itu, agar tidak lari kemana-mana, sang papa mulai tampak bekerja keras mengasuh anaknya yang super aktif.
Zen pun kegirangan di atas punggung Andre, ibarat sedang memacu seekor kuda liar.
....
....
("Si Zen pasti menjiplak mamanya banget nih! perasaan aku tidak seperti ini waktu kecil" gumam Andre)
Saat memakaikan popok Zen, papa Andre mulai berpikir yang mana posisi depan dan belakang.
Isi kepala Andre 👉 "Tik...tak...tik...tak???????🤔🤔"
...
...
Setelah selasai memakaikan bedak, minyak telon, minyak rambut dsb.
Zen pun wangi bersih seketika.
"Emmm, harum nyaaaah, Zen sudah ganteng banget, persis seperti papanya," ucap Andre.
.....
.....
Kamar Zen terasa berbau amis. Andre pun membersihkan air seni Zen yang membasahi lantai.
Keringat mulai menetes di dahi Andre.
Saat selesai membersihkan lantai.
Zen terlihat sudah asyik menumpahkan bedak yang tidak tertutup erat. Akibat si papa yang teledor.
Reaksi wajah Andre ; 🤤🤤🤤🤤 melompong kesal, mau marah tapi enggak bisa. Akhirnya pria itu cengengesan sendiri,
"Ehehehe😁😁, Tidak papa nak! Nanti papa beli bedak satu kotak yah," ucap Andre dengan sabar.
"Zen kita bobo yok!" Ajak Andre langsung menjatuhkan diri di kasur.
"Noou!" Ucap Zen langsung berlari ke arah area permainanan.
"Aaaaghh!" Andre terpaksa bangkit menemani anaknya bermain kembali...
("Duuh! Ni anak enggak ada lelahnya yah!")
Andre terlihat mulai mengeluh....
Zen berlari kesana kemari, semua mainan di berantakin, tubuh Andre habis
di panjatin, versi kuda lumping, kuda kepang, jadi monster.
Sosok ayah itu pun terus mengikuti anaknya kesana kemari, sesekali Keduanya guling-guling di lantai.
Tak lama kemudian, Zen meminta Ember kecil berisi mainan cetak atau slime agar dibuka.
Andre menuruti semua permintaan anaknya.
Setelah di buka;
"Ketepooook" tiba-tiba Zen melempar slime ke wajah Andre....
((oouh Nooooou!!🤣🤣🤣 lemparan yang bagus))
"Ekekekekekek...tawa sang anak yang tidak bisa di hentikan kejahilannya masih terus berlari kesana kemari.
Andre tidak mengerti trik mengajak bermain anak se-Aktif Zen.
"Zen bobo yok," Andre mulai memelas .(mewek abis) 😢😢😢😢
"Ketepooook" lemparan slime mengenai bokong Andre lagi....
"Ekekekeke...ekekekeke..." tawa Zen kegirangan.
Untuk pertama kalinya Andre kesal pada seseorang namun ia tidak bisa marah, kali ini bukan Zen yang menangis tapi Andre 😭
Pemasangan posisi popok yang salah mulai bergeser akibat Zen yang terlalu lincah....
...
...
Tak lama tercium bau tak sedap di area bokong Zen.
"Jangan-Jangan nih anak 'PUP' lagi, Haduuuh gawat" keluh Andre.
Andre mulai panik, ia ingin memanggil Indah tapi gengsi, apalagi mereka lagi marahan (eskete).
Andre kembali mengejar Zen dan langsung menangkap bocah itu, mengangkatnya ke toilet.
Saat Andre membuka celana Zen posisi popok yang sudah tidak tentu arah membuat kotoran PUP Zen berserakan mengenai celana bocah cilik itu.
"Ooouuuhh!!! sssyeeeeet, Mengapa Rey bisa memilih Brand Popok yang tidak berkualitas seperti ini" ucap Andre dengan kesal.
Lagi-Lagi Rey menjadi korban kemarahan Andre.
...
....
Andre mulai berpikir keras, bagaimana biasanya, para ibu membuka popok yang terkena PUP....
Si Tuan besar benar-benar kelimpungan sampai terlihat titik-titik keringat berjatuhan dari dahinya.
......
"Oh! NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOU😱😱" Jeritan batin Andre..
......
...
Like + Vote + Share + Comment + Star 5.