The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 20



Malam itu Andre Alias Eiji dan Hiroshi tertidur membawa aura kemilau (sheen) cinta dari sang pujaan hati masing-masing. Hanya Aldo yang fokus mencari jejak lawan sampai dini hari.


....


...


Pagi yang cerah masih di kota berlambang singa. πŸ‡ΈπŸ‡¬


Lien Hua di kawal oleh 4 pria-pria keren dengan watak sifat yang berbeda-beda, Mereka sarapan bersama dengan menu yang sudah disiapkan dari pelayan resto.


"Aku tidak mengerti harus mengerjakan apa disini," gumam Lien dalam hatinya.


Sarapan dengan suasana hening tanpa kata.


.....


....


Setelah sarapan,


para lelaki itu melakukan Briefing kecil.


Andre mulai membuka pembicaraan.


"Kak! sebaiknya kita pulang saja, mungkin ini salah satu jebakan lawan agar kita mengabaikan urusan kita yang lebih penting di Jakarta maupun di Tokyo. Lagian saya sudah merindukan keluarga," kata Andre.


"Memangnya hanya kamu saja yang rindu keluarga," bentak tegas Aldo.


Andre pun terdiam.


(Dalam hati Rey; " Ahay! si Bos kena sembur, biasa nyembur orang. Sedap hui!🀣...Bos! gua ngerti kog, lu udah jablay banget, kita sama kog bos.")


Aldo pun mulai angkat bicara;


"Sampai hari ini kita belum juga mendapat petunjuk dan pencarian yang sangat melelahkan.


kita tidak perlu melakukan banyak langkah, karena jika sampai salah, hal ini bisa sangat membahayakan. Karena musuh kita kali ini tidak mengajak bertarung di lapangan luas, namun lebih menggunakan trik jitu tetapi sangat ampuh melumpuhkan.


Satu malam ini, saya sudah memikirkannya. Hari ini kita jalankan saja sesuai rencana awal. Setelah acara pertemuan Aliansi berjalan sukses, kita bisa kembali ke kota masing-masing kecuali Hiroshi.


Berdasarkan keputusan saya. Jadwal Hiroshi menjabat CEO di Singapura di percepat, Belajarlah via Live bersama Eiji"


(Padahal rencana Aldo ingin menempatkan Hiroshi di Singapura setelah adik angkatnya itu menikah)


"Ji! kamu setuju kan?" tanya Aldo pada Andre.


"Ok," jawab Andre sambil mengacungkan jempolnya ke atas.


"Hiroshi!" panggil Aldo.


"Iyah Bos,"


"Selain mulai menjalankan sebagai pimpinan perusahaan. Kamu wajib mencari tau tentang perkembangan lawan kita yang belum jelas identitasnya ini. Saya, Eiji dan Rey beserta Intel Cyber akan terus membantu dan mencari tau dari Tokyo dan Jakarta.


Sempatkan patroli dengan menggunakan Lien. Kemungkinan besar mereka masih memburu gadis itu.


(Lien yang saat itu duduk di ruang tamu tidak ikut bergabung dengan briefing kecil ke empat pria itu)


Kazuo dan 4 orang lainnya akan saya bawa kembali ke jepang. Saya akan menyisakan 10 gangs yang akan membantumu disini.


Kabar terakhir dari intel cyber Tokyo yang saya dapatkan ialah Lawan memiliki pasukan terselubung yang wajib kamu waspadai. Pastikan informasi yang saya terima itu benar-benar nyata.


Setelah kamu mengetahui jejak lawan, straregi kita ialah, mundur sejenak untuk menyusun kekuatan. Berangkat menuju Jakarta untuk membentuk gangster hanya 15 orang saja dalam keadaan darurat saat ini, karena untuk membentuk gangstar handal membutuhkan waktu yang panjang," arahan dari Aldo.


"EIJI! kamu sudah bisa mencari kandidat mulai sekarang dan saya percayakan kepadamu, Jika di perlukan tambah lagi personel intel cyber kita, pastikan mereka bekerja dengan cepat jangan terlalu lambat" pinta Aldo.


"Siap kak" jawab Andre mengangguk pertanda mengerti.


"Hiroshi," Panggil Aldo kembali


"Iyah bos"


"Kamu sudah bisa menempati Rumahmu di Singapura saat ini. Tinggal bersama dengan gadis itu untuk sementara, ia bisa membantumu dengan urusan administrasi kantoran, menurut informasi yang saya dapatkan, profil gadis itu selain suster ia juga mahir administrasi bisnis dan Resepsionis.


Katakan pada Lien selama ia ikut dengan kita dia akan mendapatkan gaji.


Dan pastikan jangan sampai ia melarikan diri, satu hal lagi! Jika kamu berani menyentuh tubuh Gadis itu sedikit saja. Peluru panas akan siap menembus kepalamu. Karena saya akan menikahkanmu dengan wanita pilihan saya" kata Aldo sangat tegas.


Hiroshi bagaikan Robot Aldo yang bernyawa.


Mendengar hal itu ekspresi wajah Rey πŸ€₯ melompong sambil berceloteh (ngedumel) dalam hati;


["Nih Anak! Emang patuh banget sih sama majikannya.


Tapi enggak tau juga nih! tentang masalah perasaannya,


ini lagi! si Big Bos kelewat B*d*h. Anak buahnya di buat satu rumah sama cewek cakep, tuh cewek! sudah memikat hati si Hiroshi lagi, yang benar saja mereka kagak bakal senggol-senggolan.


Nih! Juga nih! si Andre, Otak saja yang encer. Kalau kagak gua sorong-sorong dulu menikah dengan Indah. Alamat jadi lajang lapuk dah!


Emang sih! Ketiga pria ini hebat dalam dunia pertarungan dan bisnis tapi kelewat bodoh dalam percintaan.


Feeling gua, Kejadian dulu bakalan terulang kembali nih! kisah Andre-Indah terjadi Hiroshi-Lien"


Baru kali ini gua tau ada gangster yang kikuk ngadepin wanita.


Hoho! Aneh tapi nyata.


Hmm! Kapan-kapan cari tau ah, Enak nih! Kepoin si encong, kikuk dalam percintaan,"


Reflek Rey sambil senyum-senyum nyengir mengingat kisah atasannya yang menikah dengan Asisten Rumah Tangga (Indah Shakila).


Tiba-tiba Andre yang memperhatikan Rey.


"Kenapa kamu senyum-senyum," tegur Andre.


"Oh! Enggak bos, ingat anak di rumah, " jawab cepat Rey.


...


....


Akhirnya mereka pun sudah mengambil keputusan untuk kembali pulang kecuali Hiroshi...


Aldo, Andre dan Rey mulai mengkemas barang dan berkas.


Termasuk Hiroshi juga mengkemasi barang-barangnya. Pemuda itu akan langsung memasuki rumah baru yang sebelumnya sudah ia beli sendiri di Singapura. Hiroshi juga memiliki 2 warga negara Singapura-Jepang. Aldo dan Andre sudah menetapkan Hiroshi yang akan mengembangkan bisnis Jk wijaya di kota itu. Namun tetap di bawah control dari Presdir Andre.


Aldo mulai melepas keuangan adik angkatnya itu setelah resmi menjadi CEO di perusahaan Jk Wijaya.


Sebelum Hiroshi berangkat. Rey memberi arahan kepada Hiroshi tentang skema penting yang sudah di susun oleh atasannya Andre al fanan.


Setelah Hiroshi mengerti, Rey berbisik di telinga pemuda itu;


"Cong! Mencuri dikit diperbolehkan! jika tidak ketauan majikan," ucap Rey sambil menggeserkan kepala Hiroshi ke arah Lien.


(Mencuri dalam artian menyentuh Lien)


"Hahahai," tawa kecil Hiroshi menjitak kecil kepala Rey...


....


....


Sementara terlihat Aldo dan Andre berbincang serius;


"Ini adalah surat resmi kematian Eksekusi Brest yang baru saja di email dari pihak kepolisian dan di tandatangi dari berbagai pihak kepolisian International, mustahil jika Brest hidup kembali, kuburannya juga jelas," kata Aldo menunjukkan pada Andre.


"Benar ini surat yang tidak bisa di rekayasa," jawab Andre.


"Hmm, atau jangan-jangan mereka adalah lawan kita yang baru saat di Mafia dulu" kata Aldo terus bertanya-tanya.


"Menurut analisaku, kekayaan Brest itu sangat luar biasa. Mustahil juga jika ia tidak punya penurus yang membangkitkan lagi kerajaannya, tentu ia punya pasukan-pasukan setia yang tersembunyi serta intel cyber yang sulit di hacker, tugas kita mencari tau tentang ini??" Kata Andre.


.....


.....


VOTE...VOTE...VOTE


LIKE...LIKE...LIKE