![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
Suasana begitu hening, tak ada percakapan lagi antara keduanya, wajah Hiroshi terus menatap raut sendu sang gadis, pemuda itu bisa merasakan seperti apa rasanya, jika tidak bisa bertemu dan harus berpisah dengan orang yang kita sayangi.
Mobil terus melaju kencang bergerak menuju lokasi titik, hingga perlahan berhenti di tujuan yang sudah di tetapkan.
....
....
"Lien! kita sudah sampai dan siap untuk terbang!" Tegur Hiroshi.
"Iyah kak!" Jawab Lien ikut turun.
Keduanya sudah di sambut hangat oleh tim Andre.
Posisi mobil berhenti tidak terlalu jauh dari tangga pesawat kecil milik Andre Al Fanan.
Saat itu, Lien memakai rok baldu hitam yang gantung (panjang di lingkaran betis) berjalan sedikit cepat dengan high heelsnya agar mampu menyamai Hiroshi Kienta.
Saat di depan tangga....
"Ladies First!" Pinta Hiroshi.
Perempuan itu pun mengangguk.
Saat Naik! rok wanita itu mulai mendayu-dayu di terpa angin kecil sehingga tampak lambat menaki tangga pesawat, di tambah lagi sepatu yang lumayan tinggi.
((Mpok Lien takut jatoh! guys))
Karena tak sabar, Hiroshi dengan cepat menyusul Lien dan mengangkat sang gadis.
"Oh!😰" Lien terkejut.
"Jika terlalu lama seperti ini, kamu bisa terkena tembakan," kata Hiroshi mengangkat cepat Lien masuk ke dalam Jet.
((😚😚😚uuuuuuuuh.....))
"Maaf pak! aku harus mengatur jalan karena mengenakan rok," jawab Lien lembut.
"Mengapa kamu menggunakan rok! membuat pikiranku menjadi tidak tenang saja!" tegur Hiroshi tanpa ekpresi.
"Tidak tenang? apa maksudnya?" Gumam Lien.🤔
Gadis itu terlihat mengkulum bibirnya dengan pipi yang memerah, menahan rasa malu dengan orang sekitar, Adegan yang terlalu berlebihan dari Hiroshi Kienta.
....
....
((semoga yang baca paham maksud bang oci😂 gadis ranum kurang paham))
...
...
Perlahan Hiroshi meletakkan gadis itu di atas sofa.
("Wah! Mewah yah, dalam jet pribadi seperti room vvip" gumam Lien terkesimah)
Gadis itu untuk pertama kalinya menaiki jet pribadi milik pengusaha. Sebelumnya ia hanya pergi dengan pesawat, saat study tour masa sekolah (SMA) dan kuliah.
......
......
Keduanyapun duduk berhadap-hadapan.
Jet pribadi mulai perlahan bergerak terbang, meninggalkan kota Singapura.
.....
.....
Tak berapa lama.
Sang pelayan langsung datang menyuguhkan minuman untuk keduanya.
"Maaf Bos! Lien tidak terbiasa minum beralkohol," ucap sang gadis.
"Bukan! ini minuman sejenis fresh fruit.
Aman! tidak akan memabukkan dan bebas dari serbuk perangsang!" Kata Hiroshi dengan polosnya.
"Ouuh! biasanya gangster itu minumannya beralkohol," ucap Lien sambil memperhatikan Hiroshi menuangkan segelas minuman untuk wanita itu.
"Ah, yang benar? tapi Gangster yang ini (Hiroshi menujuk dirinya) sukanya minum susu.
"Ahahahahahaha," tawa Lien geli sampai telapak tangannya menutup mulutnya.
"Kenapa kamu tertawa? emangnya aku salah kalau menyukai susu, dari bayi sudah minum susu ibu, susu sapi, susu kuda, baik untuk tulang, hehehe, benar tidak?" Ucap Hiroshi menatap Lien sambil menaikkan-naikan alisnya.
Gadis itu hanya mengangguk dengan senyumannya.
"Enak yah bos! jadi orang kaya!" kata Lien mencolek Hiroshi.
"Kamu Mau! Beli kendaraan seperti ini?"
"Lien menggangguk manis."
"Nanti saya belikan satu buat kamu!" Kata Hiroshi.
"Beneran yah Bosqu😚😚!" Ucap Lien main mata centil karena terlalu gemesh mendengar iming-iming Hiroshi....
Mendengar hal itu Hiroshi pun hampir pingsan.
(("Aaaaaaaaah dan melayang-layang!"))
Keduanya bercanda bersama, ceria kembali dan membicarakan masalah pekerjaan....
....
....
Di waktu yang sama,...
Andre Al-Fanan terlihat masih di rumah, kebiasan Andre sebelum berangkat ke kantor, sejenak ia bermain dahulu bersama Zen, si tuan muda cilik yang sudah terlihat bersih dan tampan....
Rohaye sudah kembali bekerja!
Kelincahan Zen yang tak jauh beda dengan Andre masa kecil.
"Sayang! Hari ini Hiroshi Kienta dan sekretarisnya Lien Hua akan tiba di rumah kita. Sebelum menuju rumah, mereka akan ke kantor terlebih dahulu. Jadi masak yang enak yah malam ini dan perlakukanlah mereka seperti tamu istimewa di rumah ini, aku percaya kamu bisa melakukannya,"
"Hemmm, Iyah Tuan!" Jawab Indah.
"Rohaye!"
"Siap, Tuan!"
"Asuh Zen dengan benar! Jangan teledor," Perintah Andre.
Indah pun geleng-geleng kecil melihat tingkah sang suami.
("Hemm, mas-mas! kayak kamu kagak teledor saja jaga anak!" gumam Indah)
"Kalau begitu aku pergi dulu yah sayang!" Ucap Andre gemesh mencubit hidung istrinya.
"Mas dasinya sedikit miring" tegur sang istri.
"Oh iyah!"
Andre pun mendunga'kan lehernya dengan manja kepada Indah....
...
("Is...is...males banget kalau yang dua ini sudah lebai," gumam Rohaye sambil membawa Zen ke kamarnya")
kemudian....
Andre pun pergi beraktifitas menuju kantornya
....
....
Hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat Hiroshi dan Lien Hua telah sampai di Jakarta, karena jarak antara Singapura-Indonesia tidak sejauh Singapura-Jepang....
"Kita sudah sampai!" Kata Hiroshi.
"Oh!" Lien pun mulai mempersiapkan diri.
"Pernah ke Jakarta sebelumnya?" Tanya Hiroshi.
Lien Menggeleng...
"Apa yang kamu suka dengan Indonesia?" tanya Hiroshi penasaran.
"Cowoknya manis-manis," Ucap Lien sambil tersenyumi...
"Oooouuhh! Gitu yeah!" Jawab Hiroshi dengan berat hati dan gigi yang rapat.
Setelah pesawat pribadi itu berhenti di tempat parkirannya.
Keduanya pun turun.
Dengan pedenya Lien berkata;
"Saya bisa turun sendiri! Jangan di angkat lagi bos!" Ucap lien.
"Siapa juga yang mau angkat kamu!" Jawab Hiroshi cuek turun lebih dulu.
"Hemmm...."
....
....
Begitu turun, staf supir JK sudah siap menjemput mereka dan mobil melaju langsung ke kantor pusat JK Wijaya Indonesia.
.....
.....
Terlihat Andre sedang sibuk di kantor Presiden Direktur.
.....
.....
"Tok....tok....tok...."
"Hallou Bosqu, teriak Rey. Satu-satunya manusia yang berani menyapa Andre dengan santai!"
"Sudah sampai dimana posisi mereka?" Tanya Andre.
"Jika tidak terkena macet 1 jam lagi akan tiba Pak!"
"Kau sudah mempersiapkan semuanya?" Tanya Andre.
"Beres Bos!"
("Hadeh, kedatangan si Encong cukup merepotkan, tapi aku sudah menyiapkan laporan yang buanyak untuknya...uuu...mantul
...mantab betul," gumam Rey sambil senyum-senyum)
"Sebagian laporan masih kamu yang handel." pinta Andre.
"Lah Bos😫"
"Hiroshi lebih fokus untuk pembentukan Gangster, hal ini di percepat dari perencanaan sebelumnya..." kata Andre.
"Mendengar keputusan dari si Big Bos, Rey pun lemas.
"Oh! yah bos, mengenai Brand popok Zen yang bocor, mereka meminta maaf yang sebesar-besarnya, saya sudah marah besar kepada mereka yang berani-beraninya memberikan brand popok abal-abal kepada tuan muda, bahkan saya sudah langsung mereview ke pabrik pembuatannya! berikut videonya pak!"
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
(Sekejap Andre terbayang dengan teguran Indah saat keduanya menonton bareng rekaman cctv berjudul "Papaku pengasuhku")
Andre mengungkapkan kekesalannya pada Indah mengenai popok yang di gunakan, dengan teliti Indah memperhatikan rekaman pada saat Andre sedang memakaikan popok pada Zen.
"Mas! itu kamu pakainya terbalik lo! pantas belepotan begitu, Ahahahahah." tawa serta ejek Indah sangat puas kepada suaminya)
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
"Sudah lah! tidak usah membahas popok di kantor ini! tutup buku saja tentang masalah popok! Hal itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Indah, " ucap Andre yang sedang sibuk menandatangani banyak berkas.
"Hoh! syukurlah hal ini tidak di perpanjang" gumam Rey.
...
"Aku ingin menghadirkan benih asmara diantara Hiroshi dan Lien Hua, bisa kau bantu si pemuda itu?" tanya Andre.
Rey tertegun.
Like & Share.