The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 32



(Percakapan versi Bahasa indonesia)


Malam di kota Singapura.


🇸🇬


Setelah santai bicara dan ngobrol asyik.


Hiroshi dan Lien pun bergerak pulang.


"Kak, kita pulang yah! Lien sangat mengantuk."


"Okeh! Semangat bekerjamu hari ini cukup memuaskan," kata Hiroshi sambil tersenyum manis.


"Terima kasih kak!"


Terlihat keduanya berjalan santai bersama mendapati mobil.


Hiroshi pun membuka mobilnya dari jarak 5 meter dengan kunci remot otomatis.


"*****"


Saat keduanya selangkah lagi sampai membuka pintu mobil, terlihat sinar titik berwarna merah kecil membidik tepat di area dada Lien Hua.


Dengan cepat Hiroshi menyadarinya. ia sudah paham betul tanda sinar itu dan langsung memberi isyarat agar Lien menghentikan gerakannya sesaat.


Hiroshi langsung tegang terpaku.


("An***g! ada sniper tersembunyi, ini pasti berasal dari atas gedung" Makian Hiroshi dalam hatinya)


"Ada apa kak?" tanya Lien terlihat santai tidak mengetahui hal yang terjadi, karena ia merasa selama ini hidupnya aman-aman saja.


Dengan cepat tangan Hiroshi menekan puncak kepala gadis itu agar menunduk...


"Zeeeeep"


"Ciiung"


(bunyi tembakan yang tidak bersuara)


Peluru kecil mematikan itu melayang di udara dengan kecepatan angin, bidikan yang meleset, melewati puncak kepala keduanya.


"Ayo cepat masuk kedalam mobil," teriak Pria itu dengan tergesa-gesa.


"Iii..iyah..." jawab Lien gugup, terkejut, tak mengerti mengapa tiba-tiba ada tembakan.


Kedua tangan mereka masing-masing mendapati pintu mobil dengan posisi masih terjongkok hingga menyelinap masuk ke dalam mobil.


Setelah bersiap! Hiroshi bergegas menghidupkan mesin mobilnya.


"Brumzzzzz" suara mobil Hiroshi bergegas kabur melarikan diri.


Tembakan peluru panas itu masih terlihat menabrak kaca jendela mobil Hiroshi tepat di posisi tempat duduk Lien berada.


"Ow" reaksi Lien langsung menunduk.


"Tidak apa-apa, mobil ini anti peluru" ucap Hiroshi yang terus melaju dengan kencang.


Hiroshi pun langsung menelpon 10 anggota gengsnya agar segera datang ke tempat yang dia sebutkan dan membawa lengkap perlengkapan tempur. Ketua gengs itu ingin memancing lawan agar keluar dan bertarung langsung melawan mereka.


("Seperti apapun bentuk kalian akan ku layani" gumam Hiroshi)


Hingga mobil Hiroshi berhenti di tempat yang ia tuju.


10 orang anggotanya sudah menunggu disana.


....


....


"Kamu tetap di dalam yah," kata Hiroshi pada Lien.


Lien hanya mengangguk wajahnya terlihat sedikit pucat.


Kemudian,


Hiroshi bergabung dengan anggotanya, mereka lalu berdiskusi bersama.


Terlihat adik angkat Aldo itu duduk di depan mobil pasukannya sambil menghidupkan sebatang rokok dengan style badboy.


.....


"Aku kira mereka bakal mengejar, ternyata lawan kita sangat pecundang," kata Hiroshi.


"Benar bos! mereka hanya berani mengintai kita dari jauh"


"Apa langkah kita selanjutnya bos?"


"Kita tunggu saja sebentar," kata Hiroshi.


Setelah lama menunggu kedatangan pihak lawan, musuh tak kunjung datang. Hingga mereka terlihat bosan.


.....


......


"Saat aku bersama Lien, selalu saja ada yang membidik untuk membunuh gadis itu, apa maksud tujuannya?" Ucap Hiroshi dalam hati.


Tiba-tiba muncul ide di kepala si ketua itu.


"Sebaiknya kita kembali saja, Perburuan kita mencari musuh hari ini di lanjutkan besok malam. Para pecundang itu tidak akan muncul jika kita bergabung seperti ini.


Besok malam aku akan bersama gadis itu lagi, berdua di lokasi yang aku tentukan untuk memancing kedatangan mereka, kalian wajib siaga di sekitarnya dengan penampilan layaknya warga biasa, kemudian pakai plat mobil di luar series JK. Sepertinya mereka sudah mengenal plat-plat mobil Tuan Eiji dan Ichiro"


"Siap bos!" Jawab mereka serentak.


"Jangan lupa bawa persiapan kalian, karena kali ini musuh kita lebih cerdas dan sangat buas"


"Ok bos!"


Akhirnya Hiroshi dan pasukannya bubar dan kembali pulang. Mereka masuk ke dalam mobil masing-masing, Percarian mereka pada lawan masih tertunda.


Saat Hiroshi masuk ke dalam mobil.


pemuda itu sedang mendapati Lien Hua dalam kondisi tertidur pulas, bersandar di bangku mobil. Terlihat dari raut wajahnya yang cukup lelah.


Hiroshi dengan sigap membuka jasnya, lalu menyelimuti gadis yang masih berusia 22 tahun itu, ia pun memandangi wajah Lien dengan senyum manis menawan.


Ibarat lukisan yang mampu menghipnotis sosok Hiroshi dan merasa tak jemu-jemu untuk memandanginya.


Si ketua gengs masih diam tertegun melihat tidurnya sang gadis dan belum juga begegas menghidupkan mesin mobil sambil berkata dalam hati;


"Kasihan, gadis baik ini harus terjebak di dunia mafia dan merasakan kelelahan dengan masalah yang ada. Namun jika tidak begini, mungkin kita tidak akan bertemu sayang!"


Setelah puas memandangi wajah manis itu, Hiroshi mulai menghidupkan mobil, lalu perlahan menuju lokasi rumah.


........


........


Tanpa terasa Hiroshi sampai di rumah.


Lien Hua masih tertidur pulas.


"Haduh gimana yah! Mau di banguni atau di angkat?" Kata Hiroshi dalam hati.


Setelah menunggu beberapa saat, Hiroshi keluar dan membuka pintu mobil belakang, lalu mencoba mengangkat wanita itu.


Saat pria itu mulai mengangkat tubuh sang gadis. Lien Hua terbangun, keduanya tatap-tatapan sejenak dengan jarak wajah yang sangat dekat, seolah-olah dua pasang bola mata itu saling bicara sesaat.


"Eh" ucap Lien sambil bangkit dari sandarannya.


"Maaf" kata Hiroshi keluar dari mobil.


Ia langsung masuk berjalan cepat memasuki rumah, terselip rasa malu dalam diri pria itu, karena telah melakukan pelecehan sex terhadap Lien.


Wanita itu bergegas turun mengejar Hiroshi yang sudah menginjakkan kaki di area pintu depan.


"Kak" panggil Lien


Langkah kaki Hiroshi terhenti sambil membuka pintu rumah.


"Bukankah tadi kita sedang mengejar musuh? Maaf yah kak! Lien tertidur."


"Iyah tidak apa-apa, besok kita lanjutkan lagi," jawab Hiroshi tanpa melihat ke arah Lien, lalu berjalan cepat menuju kamarnya.


"Apa dia marah yah?" Ucap Lien dalam hati dan pikirannya.


....


....


Malam semakin larut.


Terlihat sosok Lelaki yang lagi berpikir keras sambil mondar-mandir di dalam kamarnya. ia sangat penasaran dan ingin segera memecahkan masalah yang ada.


Hiroshi tidak bisa tidur nyenyak dan merasa santai jika misi belum selesai, bahkan ia tahan tidak tidur berhari-hari demi untuk menjawab rasa penasarannya, hal ini yang sangat di sukai oleh Aldo, bisa bertindak sendiri tanpa arahan.


Saat suasana sepi dan semua sudah terlihat tidur, Pria itu keluar dini hari dengan menggunakan sepeda motor berkecepatan tinggi, sebelum berangkat ia sudah membawa senjata dan perlengkapan lain.


Hiroshi hanya memanggil satu anggotanya saja.


Arah tujuan mereka kali ini adalah rumah orang tua Lien Hua.


Perjalanan yang lumayan jauh tidak menyurutkan semangat mereka untuk mencari jejak-jejak lawan.


Setelah sampai.


"Kita bersembunyi disini saja," perintah Hiroshi pada anggotanya.


(persembunyian yang strategis dalam mengintai rumah Wee dan Mahia)


Cukup lama menunggu, dua lelaki itu tampak mulai bosan dan mengantuk.


Tak berapa lama,


"Lihat bos ada yang datang!" ucap anggota Hiroshi mengagetkan si ketua gengs itu...


.....


.....


.....


🕯LIKE + VOTE🕯 STAR 5 🕯FOllOW (GC + IG Author_sarahmai)🕯FAVORITE.