The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 50



Dalam hati Rey berkata;


("Weew! si encong dapat restu nih dari bigbos 2! Asyik")


"Woy!" Panggil Andre membuyarkan pikiran Rey yang tiba-tiba saja terdiam dengan kicauannya.


"Hehehe! Iyah pak, hmmm! begini pak, (Rey memperbaiki posisi kacamatanya) hal jodoh menjodohkan itu tidak sulit pak, sama seperti bapak dulu, bagaimana saya berjuang mati-matian hanya untuk menjodohkan atasan saya dengan cinta sejatinya, sempat kandas oleh hempasan cinta yang semu, namun kini bisa kembali dan akhirnya cerita menjadi happy ending!" kata Rey si lebay.


"To the poin saja kalau bicara, tidak perlu terlalu banyak basa-basi, apa lagi sampai mengkaitkan dengan masalaluku!" Tegur Andre jutek.


"Eehehe, Ngerti aja Bapak ini! Mau bonus yang super wow bos." ucap Rey manis.


"Duiiiit saja di otak kamu!" kata Andre.


"Ehehehehe," ucap Rey cengengesan.


("kayak bapak enggak aja deh ah!")


"Ookey!" Jawab cepat Andre.


("Asyik meski cerewet, tapi lo emang bos sejati gua yang paling keren" gumam Rey)


Rey tidak memberitahukan pada Andre jika sebenarnya Hiroshi sudah lama mengenal dan juga telah jatuh cinta pada Lien Hua, karena Rey takut kehilangan bonus yang melimpah dari Andre.


"Mau menyatukan BOF dan JK yah bos?"


"Sudah tau tidak perlu bertanya!"


"Eheheheheh😁 Sorry Bos!"


"Harta karun Brest harus ada di tangan JK." ucap Andre sambil mengepal tangannya.


"Bagaimana jika Tuan Besar Ichiro tidak menyukai cara ini bos?"


"Itu bukan urusanmu, lakukan saja apa yang aku perintahkan," jawab Andre tegas pada orang kepercayaannya itu.


"Ehehehehe beres bos. Serahkan pada Rey Pramanan, siap di andalkan." Ucap pria kurus itu meyakinkan sang atasan.


"Hemm!" jawab si Bos dengan singkat.


...


...


Terlihat mobil sedan hitam plat JK Indonesia bergerak terus melaju menuju kantor pusat JK Wijaya.


....


....


"Kita hampir sampai," ucap Hiroshi memecah suasana keheningan.


"Jakarta sangat padat yah kak!" kata Lien Hua yang terus memperhatikan suasana kota Jakarta.


"Indonesia merupakan negara yang sangat besar tentu penduduknya pun banyak."


....


....


Singkat cerita,


keduanya sampai di kantor pusat JK Wijaya dan di sambut hangat oleh Rey Pramanan.


"Hellou Bro! Wow, Semakin menawan saja." puji Rey sambil merangkul Hiroshi.


"Welcome to Jakarta, nona manis," Sambut Rey sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Lien pun menyambut tangan Rey dengan senyuman terbaiknya.


"Ooouuh😻! (Akting Rey yang lebai) Senyummu benar-benar mencabik-cabik hatiku baby," masih terus memegang tangan Lien dan mengangkat hendak mencium punggung tangan gadis itu dengan manja.


Melihat aksi Rey yang nakal. Hiroshi mulai marah.


"Wew!...wew!...tegur Hiroshi dengan mata melotot dan bergegas menarik tangan Lien Hua dan membawa sang gadis masuk ke ruang Presdir Eiji atau Andre Al Fanan.


"Yakakakakakka, (tawa Rey jingkrak-jingkrak) si encong cemburu...iih! gemues nya, asyik juga nih! ada mainan baru yang menghibur," gumam Rey lalu menyusul keduanya


Mereka berempat mengobrol panjang tentang perencanaan, membahas awal tentang;


"How to be a smart CEO"


sampai dengan perencanaan pembuatan Gangster.


....


....


Rey juga memperkenalkan Hiroshi dan Lien Hua kepada staf yang ada di kantor itu.


Staf pria tertarik dengan Lien dan staf wanita juga tertarik dengan Hiroshi, macam-macam tingkah mereka saat melihat ada sosok yang baru dan fresh.


Rey juga memperkenalkan ruang khusus buat Hiroshi dan Lien Hua.


"Ini adalah ruangan kalian berdua untuk sementara, ingat! ini ruang kerja bukan ruang pengantin cong! jangan sampai terjadi scandal 'HOT 'yang di inginkan. kalau tidak sanggup pakai jalur aman saja menikah!" Bisik Rey pada Hiroshi yang tak sabar ingin cepat-cepat mendapat bonus uang dari Andre.


Pemuda itu hanya senyum-senyum manja.


.......


.......


Setelah itu,...


Saat keduanya sudah di dekat mobil, sedang menunggu Lien tengah berada di Toilet.


"Cong! loh yang setir! yah," Ucap Rey melempar kunci pada Hiroshi.


"Kenapa harus saya! Apa tidak ada supir," protes Hiroshi.


"Aaaarrgg! bukannya kamu tukang supir juga, mereka semua sedang sibuk," bantah Rey dengan tegas.


"Saya ini tamu, wajib kamu layani." Kata Hiroshi sambil memasukkan kunci mobil ke saku celana Rey.


"Beeegh! Maksud kamu tamu yang tidak di undang, tetap kamu yang bawa mobil, karena saya mau berduaan duduk di belakang dengan nona Lien Hua," Ucap Rey santai melangkahkan kakinya.


(Reflek Hiroshi langsung menarik kerah baju Rey dari belakang hingga langkah kaki Rey mundur selangkah.


Orang kepercayaan Andre itu terlihat suka menjahili Hiroshi yang sedang berbunga-bunga)


Melihat hal itu, Hiroshi terlihat tidak terima.


Keduanyapun saling jitak dan saling melilit kaki dan tangan untuk memasukkan kunci mobil ke saku masing-masing. Si Rey pun tak mau kalah.


"Ja..batanku paling tinggi disini," kata Rey dengan nada tertahan.


"Hirohsi Kienta wakil Bos 1," jawab pemuda Jepang itu.


....


"Ada apa ini, tegur Lien tiba-tiba datang?"


(Reflek keduanya tegak ke posisi semula. Tangan Rey tepat di kantung saku Hiroshi, ia pun begitu mudah memasukkan kunci mobil dengan santai.


Pertanda Hiroshi yang kalah)


"Tidak apa-apa nona! ayo silahkan masuk."


Kata Hiroshi lembut pada Lien Hua sambil membukakan pintu belakang.


Wajah Hiroshi tampak masam ia berjalan menuju posisi bangku supir.


..


Saat di buka di dalam sedan mobil hitam sudah duduk seorang supir.


"Loh🤥, ada supir?" gumam Hiroshi.


Sementara Rey sudah duduk di bangku depan sebelah supir


Sang supir bangkit dan bergegas membukakan pintu belakang untuk Hiroshi Kienta? pada akhirnya pemuda itu tetap berdampingan duduk bersama Lien...


("Yakakakak, emang enak cong gua kasih adegan prank!.. Gaya lo ngaku gangster paling seram, yah! di pisahin duduk dengan pujaan hati langsung mau nangis! Huufft....")


Rey pun menoleh kebelakang memberikan perintah baru untuk keduanya.


"Tolong duduk kalian di rapatkan," kata Rey.


"Hah🤥" reaksi keduanya terkejut.


Dengan tertibnya pasangan itu langsung merapatkan posisi duduk mereka.


"Sedikit lagi," perintah Rey


"Ennah! begitu duduknya harus rapat kan enak di pandang!"


Ucap Rey yang puas menjahili keduanya.


"Tolong nona tangannya wajib menggandeng atasannya."


"Kenapa seperti itu pak?" tanya Lien dengan wajah ingin tau.


"Iyah begitu peraturannya khusus di JK Wijaya," jawab Rey santai tanpa beban.


Reflek pipi Hiroshi memerah bagai tomat siap di belah-belah. Wajahnya terlihat bahagia sumringah.


Pemuda itu sempat marah pada Rey, namun kini hatinya kembali ceria.


Lien pun menuruti perintah Hiroshi.


"Okey! Tolong jangan di lepas jika belum tiba saatnya,


Oh! iyah balikin kunci mobil saya," pinta Rey pada Hiroshi.


(Hiroshi mengambil kunci dari sakunya lalu menyerahkannya pada Rey, ternyata benda itu adalah kunci milik mobil Rey)


"Ok ! Ayo kita jalan," perintah Rey pada staf supir...


....


...


((Nih si Rey jahilnya tingkat dewa banget. kasihan gadis ranum di kerjain mulu. bg oci ah, pasrah aje.malah semangat dempet-dempetan aw..aw...aw😃🤣🤣))


.


.


..


.Jangan Lupa di like yah Teman.


salam hangat dari author sarah mai.