The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 78



Di kota Shanghai dengan kekuatan cintanya pada Xin Hua, Brest semangat dan berjuang menjalani aktifitas yang sangat padat, berpacu pada waktu dan cukup melelahkan.


Mulai membentuk gangster hebat serta pelatihan karantina para ketua gangster dari berbagai mancanegara untuk pertarungan judi, disanalah awal pertama kali Brest bertemu dengan Aldo kenz. Kemudian melanjutkan study pendidikannya dan lain-lain.


Brest mulai di tempa diri untuk menjadi calon the Bigbos Mafia penerus sang ayah, meski sesekali terselip rasa rindunya pada Xin. Ia menelpon namun tidak bisa. Brest berusaha melupakan cinta Xin. Namun cinta itu bagai tetesan tinta hitam yang jatuh ke air bening, mengubah warna dan rasa.


Semakin cinta itu dibunuh, justru semakin dalam berakar, tumbuh dan berkembang dengan subur. Senyum tawa serta tingkah lucu Xin menghantui hari-hari kosong Brest.


Pria itu sama sekali tidak mengetahui jika wanita pujaan hatinya sudah tiada untuk selama-lamanya. Sebuah peristiwa yang dibungkus dengan rapi.


Rery tidak menyangka cinta Brest ke Xin Hua sangatlah dalam. Ia terpaksa membuatkan replika palsu Xin dan mengatakan Xin tidak mau bertemu dengan Brest. Replika foto palsu Xin diambil secara diam-diam untuk mengelabui Brest agar tetap konsentrasi dengan tujuannya. Hal itu cukup memuaskan rasa rindunya.


"Aku tau kau benci serta marah besar padaku, jika nanti ku dapati kau telah menikah dengan pria lain sekalipun, aku akan merebutmu kembali, tunggulah di saat kedatanganku menjemputmu sayang!" gumam Brest.


Metode Replika manusia bertopeng adalah ciri khas Rery yang sekarang di pakai oleh Zender Li.


...


Hingga 2 tahun berlalu, Brest berhasil membentuk gengster Mafia no 1 sebelum di diduduki olek JK Wijaya. Aldo dan Andre adalah lawan terberat Brest kala itu.


...


Waktu yang di janjikan ayah sudah lewat, ayahnya meminta setahun lagi. 3 tahun pun berlalu, Brest masih sabar menunggu,


Hingga putranya itu sudah tidak sanggup dan ingin cepat-cepat menikah dengan wanitanya.


Setelah menyelesaikan pendidikannya Ia memutuskan ingin berangkat sendiri menemui Xin Hua.


Dengan santainya Rery mengatakan;


"Bagaimana jika ia ku ganti dengan yang jauh lebih bagus."


Tetap dengan jawaban yang sama;


"Tidak aku hanya ingin Xin."


Brest bersikeras menuntut janji sang ayah.


Akhirnya terucap dari mulut Rery;


"Dia sudah tewas akibat bunuh diri?"


Sontak Brest terkejut hebat. Mendengar kabar itu detak jantungnya seakan-akan berhenti.


Konflik besar mulai terjadi disana. Brest mengamuk hebat dan brutal menghajar ayahnya habis-habisan bersama para gangster yang membela ayahnya.


"Jika...ia...bunuh diri... a...aku harus berbuat apa?" jawab Rery dalam cekikan Brest.


"Tidak mungkin Xin bunuh diri aku mengenal lama wanitaku, kau pasti membunuhnya, kau tidak ada beda dengan kadal ganas, licik yang sudah membodohiku bertahun-tahun," bentak Brest yang sudah kesetanan ingin membunuh ayahnya.


"Semua...itu...demi...masa depanmu!" jawab Rery tak mau di salahkan.


"Kau iblis yang berwujud Ayah." kata Brest.


Maki-makian Brest dengan bahasa kotor terdengar disana. Namun Saat itu Brest gagal membunuh Rery, ia harus melawan banyaknya pengawal ayahnya.


Sumber cerita kematian Xin itu di dapatkan sendiri dengan jelas oleh Brest Albern dengan sangat detail, ia membayar mahal polisi dan detektive hebat dunia untuk mengungkap misteri kematian Xin, termasuk meminta keterangan dari keluar Wee. Tragisnya cerita kematin Xin itu sangat jelas terdengar di telinga Brest membuat saraf-saraf otaknya tidak bisa berpikir normal.


Akhirnya, Brest mengetahui dalang pelakunya adalah ayahnya sendiri, serta drama foto dan kabar Xin palsu yang ia dapatkan.


"Andai saja aku lebih mendengarkan Xin saat itu daripada si A*j**g Rery,


Andai saja aku lebih percaya kepadan hati dan cintaku,


Andai saja aku tidak egois, lebih memilih dia daripada karir.


Andai saja...


Andai saja...


Amukan penyesalan serta amarah besar dari pria itu meruntuhkan gangster hebat yang ia bangun sendiri serta membunuh tanpa ampun sekelompok utusan Rery yang mengejar dan menembak Xin kala itu. Pria itu tidak terima dengan kematian Xin.


Brest hanya bisa menangisi kematian Xin, rasa kecewa yang sangat dalam tak terkatakan dan waktu tak terulang lagi.


Sampai ia memberi gelar dirinya 'si bodoh yang malang'. Ia rela menuruti semua keinginan ayahnya hanya ingin mendapatkan restu menikahi sang wanita pujaan hati.


Sejak itu pula Brest Berubah menjadi pria bengis, sadis, tanpa ampun, brutal, tak ada cinta lagi di dalam hatinya. Dia baru menyadari kehidupan Mafia itu sangatlah kejam.


Konflik dengan ayahnya terus memanas, hingga Brest kembali ke Singapura membawa pasukan pengikutnya yang ingin bergabung termasuk Jovial, ia meninggalkan karirnya di Shanghai namun semua itu sudah terlambat....


Brest di hapus dari daftar hak waris keluarga Albern, namun Brest tidak perduli.


"Mudah bagiku untuk membunuh si bang*at Rery, akan ku siksa batinnya sampai mati," ucap Brest penuh dendam.


πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½


Mendengar cerita masalalu itu...


"Hiks...hiks...hiks...hiks..." tangisan terisak-isak dari Lien dan Mahia keduanya tampak berpelukan.


"Ibumu sangat luar biasa, ia mampu bertahan dengan rasa sakit diatas normal dengan bersimbah darah, hanya untuk menyelematkanmu, kekuatan cinta yang tak tertandingi, Lien."


Kata Mahia yang masih terekam jelas dengan cerita dan kondisi Xin pertama kali ia temui...


Isak tangis Lien semakin berat....


Semua yang mendengarkan serasa hanyut dalam sebuah kisah cinta yang sangat pilu.


Terlihat mata Andre dan Aldo juga ikut berkaca-kaca. Entah mengapa sosok yang dulu mereka benci, musuhi kini berubah dengan rasa kasihan.


"Jadi kematian Xin yang menyebabkan ia berubah, pantas ia tiba-tiba keluar dari ketua gengster saat itu," kata Aldo yang sempat berteman dengan brest.


"Cukup menyedihkan" sambut Andre, ia bisa merasakan seperti apa rasanya tertekan dan kecewa berat dengan orang yang kita percaya.


....


....


Jovial kembali bicara;


"Bangunan mewah ini mulai di bangun saat Brest sudah jatuh cinta kepada Xin, sempat terhenti saat keduanya bertengkar hebat, Brest cemburu buta pada Xin akibat termakan fitnah dari Rery. Namun kembali di bangun saat Brest mulai meniti karir di Shanghai. Ia berencana akan membawa keluarganya dan tinggal di istana megah ini.


Ini adalah bangunan khusus untuk Xin dan Lien Hua, dua wanita yang memberi kemilau cinta di hati sang kaisar."


....


..


..


....


Next....


Guys! setelah baca dengarkan lagu dari AILEE berjudul GOODBYE MY LOVE...


Biar ceritanya meresap sampai ke ubun-ubun...kalian juga bisa merasakan seperti apa hancurnya perasaan Akang Brest kala itu....Baper...Baper...Baper...


...


("wuih...wuih...wuih meriahnya lah dirimu thor...πŸ€£πŸ˜‚")


Jangan Lupa...


Vote yang banyak yah! Like & Share juga...kalau enggak musuhan kitaπŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’