The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 55



"Aduh! mengapa wanita selalu brutal jika bertarung!" ucap Hiroshi.


Lien membuang wajahnya dan menampilkan ekspresi masam.


Kemudian wanita itu berjalan ke arah tempat istirahat.


"Hei! Masih banyak jurus yang belum kamu pelajarin! Ayolah kita mulai lagi," teriak Hiroshi dalam langkah Lien.


"I dont care! bluuuuk😝" ejek Lien yang lagi kesal dengan Hiroshi.


Moodnya untuk bertarung hilang alias ambyar seketika karena tidak berhasil memukul pria itu.


Wanita muda yang masih menampilkan jiwa kekanak-kanakkan. Emosinya masih terlihat labil atau naik turun.


Hiroshi pun tertawa kecil, terlukis raut wajah senang saat melihat sikap jutek sang gadis, Kebahagian yang tak mampu ia tutupi.


..


..


(ketika seseorang yang sedang jatuh cinta akan sulit menyembunyikan segala macam bentuk ekspresi diri)


..


..


Dengan gerak cepat, si ketua gengs mengejar Lien Hua, lalu mengangkat tubuh langsing itu dan menaruhnya di bagian pundak.


"Turunkan akuuuh!" Teriak Lien meronta-ronta.


Hiroshi tak perduli, ia terus mengangkat Lien ke area (ring) untuk belajar kungfu lagi.


"Aku tidak mau!" Bentak Lien.


"Mengapa kamu tiba-tiba bersikap marah-marah seperti ini, aku salah apa? apa kamu sedang menstruasi (datang bulan)?"


"Iyah!" Jawab Lien ketus.


"Coba aku lihat!" (Bercanda)


"Ih!" Spontan Lien langsung menjitak kepala Hiroshi.


"Hahaha😃, Mana mungkin kamu sedang kondisi seperti Itu (M) berlatih kungfu!" Kata Hiroshi.


"Memangnya kenapa! bisa-bisa saja kan," Jawab Lien tak ingin kedok rasa cemburunya terbongkar.


"Apa ada masalah?"


"Tidak! Aku hanya ingin memukul orang!" Kata Lien.


"Yah sudah pukul aku! Aku rela jadi pukulanmu! itupun, kalau bisa...bluk...bluk...bluk😋😋😋!"


ejek Hiroshi membuat emosi wanita itu bertambah tinggi.


kemarahan Lien Hua semakin memuncak. Wajahnya memerah, dalam ilustrasi;


[telinga dan hidungnya mengeluarkan asap]


"Hiaaaaaaaat, jerit gadis itu bersiap-siap menerjang pemuda itu!"


(Tetooot❌❌❌ gagal)


Si ketua gengs terlalu mudah untuk menghindar.


"Iyaaaah! tidak kenak wuahahaha!" Ejek Hiroshi lagi, sambil berjoget kecil.🕺


"Iiiiiiiiii....syat...syut...syat..."


Serangan Lien yang sangat bersemangat dan brutal menyerang Hiroshi hingga keduanya terjatuh guling-guling di lantai.


Deru nafas mereka berlaga dalam tatapan manja.


..


💖Sesaat Adegan itu berlangsung💖


..


Tiba-tiba ponsel pria itu berdering di atas meja.


"Tliiiiiiiit!"


Lien Hua langsung menendang burung 🐦 kesayangan Hiroshi...


"Duaaaaaam💣


"Aaaaargg😵!" Teriak Hiroshi merasa perih.


"Jangan sentuh aku, aku benci!" Kata Lien menolak tubuh Hiroshi, bangkit dari jatuhan itu meninggalkannya, lalu bergerak menuju lokasi rehat.


"Kenapa dia! Hari ini terlihat pemarah (sewot)!" Gumam pemuda itu sambil garuk-garuk kepala, tak lama kemudian ia bangkit mendapati ponselnya.


((Mpok Lien lupa kalau Benci itu beda tipis dengan cinta😂))


....


....


....


Hiroshi bergegas melihat ponselnya, sesampai di tempat suara dering itu sudah berhenti....


"Panggilan dari kakak?" gumam Hiroshi menelpon balik.


"Kamu lagi dimana?" Tanya Aldo


"Besok pagi kita akan meeting penting, sepertinya suasana semakin rumit, kita butuh pertahanan baru!"


"Pertahanan baru? Apa maksudnya?"


"Kamu harus menikah dengan gadis bangsawan secepatnya?" kata Aldo.


"Siapa kak? Tapi...aku"


"Jangan membantah! kita tidak punya pilihan!" Bentak Aldo keras.


"Trup" Aldo langsung mematikan telponnya.


....


Seketika pemuda itu duduk lemas dalam lamunan wajah sendunya. Moodnya berubah dari ceria menjadi galau.


("Ternyata menjadi orang yang terlalu berkorban itu tidak lah mudah. Sudah berkali-kali aku katakan, aku tidak ingin menikah dengan wanita bangsawan, tapi aku hanyalah seorang budak, tak mampu bersuara, saat aku bicara, ucapan itu hanya terdengar seperti longlongan bintang yang tak di dengarkan," gumam pemuda itu dengan rasa sedih mendalam)


Seketika itu pula Lien memperhatikan Hiroshi sambil berkata dalam hatinya;


("Eh kenapa dia😦! tadi ia ceria, mengapa jadi murung seperti itu. Apa ia marah dengan sikap ku tadi.


Sebenarnya, sikapku terlalu berlebihan. Hiroshi bukanlah kekasih ataupun suamiku. Lantas mengapa aku marah saat ia bergembira dengan wanita lain? Apa aku menyukainya?Aaaaarrg!.😖


Siapa yang menelponnya tadi iyah? hingga ia tiba-tiba terlihat murung seperti itu.


dan aku juga ikut merasa sedih🙁")


...


..


"Kak!" Sapa Lien meletakkan telapak tangannya di atas bahu Hiroshi dengan lembut.


Seketika lamunan Hiroshi memudar begitu saja.


"Oh!" Hiroshi terkejut.


"Siapa yang telpon?"


"Tuan Ichiro...Ayo kita pulang, apa kamu ingin berlatih lagi!" Ajak Hiroshi.


"Tidak...Maafin dengan sigap Lien tadi yah kak!"


"Iyah! tidak apa-apa!"


"Kakak marah yah?"


"Tidak!" Ucap Hiroshi dingin meninggalkan gadis itu lalu pergi ke ruang ganti.


Lien juga melakukan hal yang sama.


setelah itu,


Keduanyapun minum air dengan komposisi isotonik.


Dan kembali pulang.


....


....


Sesampai di parkiran.


"Loh! Pak Yoga kemana?"


"Sudah, aku suruh pulang!"


Keduanya masuk ke dalam mobil.


Hiroshi tak banyak bicara. Ia lebih fokus mengemudikan mobil.


"Kakak lagi pikiran apa sih? Boleh tau tidak?"


Pemuda itu masih terlihat murung.


tak berapa lama ia mulai bicara;


"Gimana perasaanmu jika kamu di paksa melakukan sesuatu hal tidak kamu sukai?"


"Terkadang! banyak hal yang sebenarnya kita tidak sukai, namun harus kita lakukan."


"Tapi kali ini sesuatu yang benar-benar berbeda sampai batin kamu juga ikut berontak?" Ucap Hiroshi.


"Lien akan melakukan makan es cream yang banyaaak, juga permen lolipop yang banyaaaak, rasanya manis dan menyegarkan...ehmm...enaaaak!" ucap sang gadis sumringah dengan senyuman melebar sambil membayangkan makanan itu.


Hiroshi hanya membalas dengan senyuman kecil.


"Kak! kita singgah yok! Makan es cream dan..."


"Permen lolipop" Sambut Hiroshi.


"Benaar, ih kok tau sih! pintar banget,...ahahaha😄😄" tawa Lien yang terlihat garing berusaha menghibur Hiroshi.


Pria itu lagi-lagi tersenyum kecil sambil geleng-geleng kecil.


Sepanjang perjalanan gadis itu mulai terlihat ceria sambil mencari lokasi enak untuk nongkrong sejenak...


...


..


Jangan lupa di Like, Vote, dll...