The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 68



Pria tua bernama Jovial itu mendapati lokasi berdirinya Aldo dan Andre. Dengan tatapan sendunya tanpa iringan kata, ia langsung memeluk Aldo. Lama pelukan itu terlihat, pria tua itu mulai berkata;


"Tolong maafkan Brest, aku sudah melarangnya untuk tidak bertarung melawan gangster mu, andai saja ia menundukkan sedikit kepalanya dan bersatu denganmu, mungkin ia masih bisa hadir di pernikahan putrinya."


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Jovial melepas pelukan eratnya dari Aldo dan kembali memeluk Andre.


"Kalian dua saudara yang hebat, Brest selalu memuji itu, bukan hanya dalam laga sebuah pertarungan saja, melainkan adanya kekuatan cinta antara kakak dan adik yang tak terkalahkan oleh gangster manapun.


Jovial melepaskan pelukannya dari Andre.


Meski Andre dan Aldo masih kurang mengerti dengan ucapan pria tua itu, keduanya tetap menyambut dengan baik.


"Apakah paman orang kepercayaan Brest? Jovial?" Tebak Aldo yang sebelumnya sudah mengetahui sosok Jovial. Namun belum pernah bertatap muka sekalipun.


"Bagiku Brest bukan hanya sekedar atasan, aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri, tolong maafkan dia."


"Tentu paman! kami sudah memaafkan Brest" jawab cepat Aldo.


"Nah! Sekarang, ada baiknya juga kita saksikan acara yang sudah di tunggu-tunggu ini!" Kata Andre dengan senyum sumringa, misinya menyatukan BOF & JK berjalan dengan sempurna.


Aldo pun merangkul Jovial dengan tawa bahagia dan penuh dengan suasana keakraban.


Akhirnya dua gangster itu bisa bersatu dengan cara damai.


....


....


"Sayang! Apa sih sebenarnya yang terjadi, tanya Lien kepada Hiroshi"!


"Nanti kamu juga akan tau!" Jawab Hiroshi lembut.


....


....


Langkah itu akhirnya berlabuh pada tempatnya. Sang pria penatap manja mempelai wanita begitu juga sang wanita.


Tugas Wee akhirnya selesai. Kebahagian yang begitu nyata di setiap jiwa yang menyaksikan.


Dengan menyatukan kekuatan cinta (The power of love) dari seorang kekasih, kakak, orang tua, serta kerabat dan sahabat, akhirnya pernikahan itu bisa berlangsung.


Pemuka agama, Sintua dan Pendeta memberikan nasihat untuk kedua mempelai disertai dengan do'a-do'a dalam acara sakral itu, hingga terdengar ucapan janji suci dari mulut Hiroshi Kienta dan Lien Hua dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan.


.......


.......


.......


Saya mengambil engkau menjadi istri/suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita...dst...


.....


.....


.....


Suasana hikmat bahagia meski diawal sempat menegangkan....


Kebahagaian, senyum tawa serta tatapan penuh cinta menghiasi kedua pengantin.


Setelah Lien resmi menjadi istri sah Hiroshi, pemuda itu mengkecup manis dahi dan bibir sang istri....


Tepuk tangan meriah mengiringi kebahagiaan keduanya....


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


((πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Selamat berbahagia buat Hiroshi Kienta dan Lien Hua maaf yang baca kagak di undang 🀣 apalagi yang nulisπŸ˜‚)


...


Pernikahan penuh kebahagiaan bagai bermandikan guguran bunga-bunga sakura menghiasi dunia sang pencinta. Harapan semua itu bisa bertahan selama-lamanya. Tak ada yang bisa melawan takdir ketetapan. kemilau cinta keduanya bertaburan menerangi setiap sudut ruang hati yang menyaksikan.


...


Lien mewakili pengantin, memberi kata sambutan ucapan terima kasihnya pada Wee dan Mahia.


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


"Wahai ibu Mahia dan ayah Wee, kalian adalah pahlawan tanpa jasa, mengasuhku, membesarkanku penuh keikhlasan. Aku sangat mencintai kalian, jujur meski aku memiliki harta berlimpah, semua itu tidak bisa membeli kasih sayang serta cinta kalian yang sudah meresap dalam tubuh ini dan menyatu dalam aliran darahku.


Terima kasih telah mengantarku sampai ke tangan orang yang aku cintai, semoga cinta serta kasih sayang kami bisa selamanya bersama, terima kasih sedalam-dalamnya buat ibuku Xin Hua, yang juga berjuang untuk hidupku, engkau selalu di hati, I Love you all forever."


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


Tepuk tangan meriah untuk kedua pengantin...


Mahia sempat meneteskan airmata, perasaan haru, bangga, serta puas melihat putri mereka bisa menikah, namun terselip di dalam hati kecilnya nasib putranya Jingmi. Andai saja ia bisa juga merasakan kebahagian itu dan apakah jingmi juga bisa menikah atau tidak sama sekali?


Baginya terlalu cepat waktu berlalu, airmata itu melukiskan banyak perasaan, salah satunnya juga, ia tak ingin berpisah dari Lien dan apakah ia masih bisa bebas bersama putri di hatinya itu yang sudah di timang dari bayi.


....


Suasana gedung yang berbahagia bersama gangster-gangster muda...


Tak henti-hentinya para tamu berjabat tangan mengucapkan selamat berbahagia atas pernikahan Hiroshi dan Lien.


Serta teman-teman Lien yang ikut hadir berfoto bersama.


Semua yang hadir di jamu dengan makanan yang mewah dan lezat.


....


....


Hiroshi memeluk Aldo kenz dengan sangat erat sampai ia tidak bisa menepis titik air mata yang menyesakkan dada.


"Terima kasih kak! engkau adalah ayah sekaligus ibuku, tanpa perjuanganmu aku tidak bisa seperti ini."


Aldo menarik pelukan Hiroshi.


"Hahaha, kau terlihat cengeng seperti kekanak-kanakan, pria itu jangan sampai menangis." kata Aldo memukul-mukul pundak Hiroshi.


"Selamat yah! tanggung jawabmu sudah semakin bertambah." ucap Aldo kembali.


Pemuda Jepang itu juga memeluk Andre dan mengucapkan banyak terima kasih, begitu juga kepada Rey.


"Cong! pas mau membelah (perawan) jangan lupa di asah dulu pedangmu biar tancapan nya kuat."


"AhahahahπŸ€£πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜‚," tawa keduanya.


Spontan tangis haru Hiroshi berubah menjadi tawa kebahagiaan.


Rekan-rekan gangster lainnya juga memeluk hangat Hiroshi dan mengucapkan selamat atas pernikahannya.


..


Penghuni ruang itu tampak berkurang karena para tetamu banyak yang sudah meninggalkan tempat.


...


...


Jovial pun datang menghampiri Lien dan Hiroshi.


"Selamat atas pernikahan kalian." Ucap jovial.


"Terima kasih paman." jawab cepat Hiroshi Keduanya langsung berpelukan.


"Lien!"


"Iyah, paman!"


Jovial mengeluarkan sesuatu dari sakunya.


Pria tua itu memberikan satu kalung liontin indah berlapis emas dan berlian dengan mata kalung berbentuk love dalam cangkang yang mewah pula.


"Ini (Liontin) hadiah pernikahan dari Ayah kandungmu."


Gadis itu tertegun mendengarnya, serasa tidak percaya dengan ucapan pria tua itu.


"Apah? A...ayah kandung?"


Jovial mengangguk.


"Aku tidak mau!" Jawab Lien ketus, aku hanya punya ayah Wee.


"Sebaiknya buka dulu! Apa kamu tidak penasaran siapa sosok ayah kandungmu?" Tanya Jovial.


Hiroshi mengangguk kecil kepalanya pertanda menyetujui permintaan jovial.


Lien juga menatap kearah Mahia dan Wee, keduanya juga melakukan perintah yang sama.


Dengan dorongan dari orang-orang terkasih. Akhirnya, gadis itu membuka cangkang mewah pemberian dari Ayah Brest.


Perlahan Lien membukanya,


"Hah! Ekpresi takjub yang luar biasa terpancar dari wajah Lien Hua. Seumur hidupnya ia baru memegang perhiasan yang sangat mewah itu.


((Berapa harganya thor?? mau gua kasih ke binik gua; Ntar kita tanyak Jovial eaπŸ˜‰))


Secara otomatis Lien membuka mainan kalung Liontin berisi dua buah foto yang tidak asing lagi di hatinya...


Betapa terkejutnya gadis itu saat melihat ada sosok pria dalam pajangan foto di mata kalung Liontin..


....


.....


LIKE ♀ VOTE