The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 83



Lien Hua semakin mendekat, hingga kedua kakinya berhenti tepat dihadapan sebuah benda yang tertutupi kain sutra lembut berwarna putih.


Perhatian mereka semua tertuju pada titik benda yang sama.


....


"Bukalah!" Pinta Jovial.


Tangan lembut Lien bergerak menjatuhkan kain penutup itu.


...


Ekspresi Lien sangat terkejut dan takjub, begitu juga dengan yang lainnya, kecuali Jovial.


Terpampang Nyata;


Benda berupa wujud patung manusia persis seperti aslinya dan seolah-olah hidup saat di pandang mata.


Patung Brest Albern menggunakan pakaian kantoran yang sangat rapi, elegan terlihat gagah dan tampan, ia tengah menggandeng Xin Hua, keduanya tersenyum manis.


Di hadapan pasangan patung itu, berdiri juga seorang gadis cilik berusia 10 tahun dengan gaya centilnya bahagia tanpa beban, dia adalah Lien Hua.


Sungguh fenomenal yang begitu mengharukan, lukisan pemandangan keluarga kecil yang sempurna.


Patung Xin dan Lien Hua menggunakan gaun mewah yang sama (coupel) keduanya di rias dengan sangat cantik bak bidadari, semua yang melekat di patung itu seperti pakaian, make up, rambut, sepatu, perhiasan, berbahan asli yang biasa di gunakan sebagaimana manusia yang bernyawa, sehingga patung itu tampak hidup dan terlihat nyata.


Jika di foto pun, orang-orang akan menduga itu adalah manusia asli dan tidak terlihat seperti patung.


.....


"Inilah yang dimaksud


Berkumpul tapi tidak bersama,


Brest tahan berjam-jam hanya memandangi benda tidak bernyawa ini. Raut wajahnya bahagia,


Ruangan ini ia bersihkan sendiri, termasuk debu-debu yang menempel di patung.


Setiap 1 bulan sekali pakain yang di kenakan (patung) wajib di ganti mengikuti trend terbaru fashion dunia," Kata Jovial.


...


...


Mendengar itu...


Lien terduduk lemas di hadapan patung-patung, lalu menangis sejadi-jadinya sampai terisak-isak, hatinya sangat pilu mendengar kisah cinta yang tak bisa bersatu dan membayangkan betapa sulitnya menjalani kehidupan seperti orang tuanya.


Lien juga merasakan kepedihan yang sama, tidak dapat berkumpul menjadi keluarga yang utuh. Hatinya sangat merindukan figur hebat yang sudah berjuang memberikan kekuatan cinta (The power Love) untuknya. Ia bisa merasakan perasaan ayahnya! seperti apa menjalani hidup dengan terus di hantui rasa bersalah.


Wanita itu menangis sampai bersujud-sujud di lantai, ia melampiaskan penuh rasa kesedihan yang teramat dalam.


Hiroshi langsung bergegas ingin memeluk istrinya itu.


Spontan dengan cepat, tangan Andre menarik bahu Hiroshi.


"Biarkan saja ia menangis, menangis sepuas-puasnya, karena itu dapat membuat hatinya merasa lega," Kata Andre.


Isak tangis itu semakin terdengar jelas hingga Lien pingsan....


...


...


"Lien," panggil Hiroshi dengan rasa khawatir dan buru-buru langsung mengangkat istrinya menuju kamar khusus Tuan putri.


......


......


Hiroshi terus menjaga wanita yang sedang di rundung rasa kesedihan itu.


Lien sempat sadar, lalu meminta untuk sendiri, ia tampak murung dalam lamunannya diatas kasur sampai wanita itu tertidur.


....


"Nikmati dan Berbulan madulah di Istana megah ini Tuan, kami dan beberapa pengawal BOF akan setia menjaga kalian, tempat ini cukup aman dari kejaran pasukan ZL dan para intelnya. Pengawalan juga sudah merupakan orang-orang pilihan kami.


Perjalanan kita masih belum berakhir, kita akan membawa Tuan Putri ke lembaga yang menge-sahkan bahwa ia adalah pewaris tahta yang berhak menerimanya," ucap Jovial.


"Mengapa tidak sekarang saja!" Kata Andre.


"Tidak semudah itu Tuan! kita harus mengalahkan pasukan Zender dan Qixuan terlebih dulu, karena 2 orang itu tidak akan mengizinkan tahta Brest jatuh dengan mudah ke tangan Lien Hua," jawab Jovial.


"Kita butuh waktu pertahanan yang matang!" Pinta Aldo.


"Benar Tuan! Jangan sampai salah langkah!" Sambut Jovial.


"Kalau begitu, Kami pamit dulu Hiroshi,


(Aldo menatap Lien)


Biarkan dulu istrimu beristirahat, jaga ia baik-baik" pesan Aldo.


"Baik kak!"


"Untuk pekerjaan, kamu bisa me-monitoringnya dari sini, aku dan Rey akan tetap membantumu!" Kata Andre


....


....


Akhirnya hari itu Aldo, Andre dan serta keluarga Wee meninggalkan Istana Brest menuju kediaman mereka masing-masing dengan pengawalan ketat dari para pasukan BOF dan JK.


......


......


Singkat cerita,


Aldo dan Andre sampai di Apartemen...


Sudah ada Rey yang menyambut hangat atasannya. Rey tidak ikut menuju istana dengan alasan ia sebagai penjaga control perusahaan JK yang tersisa, saat Aldo, Andre dan Hiroshi tidak di tempat.


...


....


Percakapan dua bersaudara itu sambil bersantai menikmati teh hangat.


"Firasatku mengatakan Zender Li bukanlah adik kandung Brest Albern" ucap Aldo sambil menikmati hidangan yang ada.


"Aku juga berpikir demikian kak, Qixuan adalah wanita penggoda, tingkahnya hampir sama dengan wanita jal*ng di luar sana, aku yakin! ia menggunakan trik licik untuk bisa menikahi Rery.


Ikatan darah, tidak akan luntur dan sangat kental, harusnya ia lebih mengerti dengan perasaan kakaknya, jika Zender butuh kekayaan, setidaknya ia bisa berbagi dengan Lien," ucap Andre mulai berpikir.


"Kamu benar sekali! aku yakin Jovial mengetahui hal itu, ia sengaja tidak membongkar cerita semuanya karena ingin memberi ruang kepada Lien, Lien masih terlalu cepat untuk mengetahui segalanya dan ada baiknya kita tunggu saja, karena semuanya sudah di atur oleh Brest, yang


terpenting BOF sudah di tangan kita!"


"Iyah keputusan kakak tepat, kita pelajarin seperti apa kemampuan Zender Li dan Qixuan, kemampuan menyerang mereka secara licik dan dadakan," sambut Andre penuh semangat.


" kekuatan para gangster harus lebih di tingkatkan," pinta Aldo....


......


Hari yang cukup melelahkan itu namun mereka sangat puas, karena misi penting mereka untuk menikahkan Hiroshi dengan Lien Hua serta menyatukan BOF dan JK dalam satu gangster telah berhasil.


.....


Aldo kenz langsung pulang menuju negaranya, Tokyo-Jepang bersama para gengsnya.


Sementara Andre dan Rey masih tengah berada di kota Singapura untuk melakukan peninjauan langsung di beberapa titik lokasi perusahaannya.


...


...


Setelah semua selesai Andre dan Rey bergerak pulang menuju Jakarta-Indonesia.


....


....


Andre menceritakan kepada Indah peristiwa yang terjadi....


"Ternyata selama ini kita salah paham yah Mas dengan Brest?" tanya Indah.


"Hemm!" jawab Andre yang tengah tidur berdua dengan Indah.


"kalau kira-kira Indah yang berada di posisi Xin Hua, mas bakalan setia seperti itu gak sih!"


"Beeghh!😝 yah enggak lah, pakai sistem patah satu tumbuh seribu donk! kawin lagi (bisik Andre jelas di telinga Indah) pria seperti Brest langka, bisa terbilang hampir punah."


"Iih!😬 (muka jelek Indah) geser sana!" ucap kesal Indah menolak tubuh Andre.


"Andre menarik Indah dan langsung ingin mencium bibir istrinya!"


"Jangan perkosa akuuuh!" teriaknya si mama muda itu.


"Ngadu sana! sama Mamake, biar kamu di omelin!" kata Andre langsung mencium paksa bibir istrinya.


Perang fisik pun terjadi (cubit-cubitan-pukul-pukulan) Indah begitu semangat menjambak habis rambut suaminya.


"Haduh! beginilah resikonya jika kawin dengan wanita yang bertingkah anak SD." ucap Andre dengan lemas berpenampilan rambut acak-acakan lalu ia memasang senyum genitnya kepada Indah.


sampai akhirnya perang cintapun di lalui pasangan itu....


.....


.....


"Aw...aw...aw..." Teriak Indah.


"Yank, bisa pelan enggak sih nyodoknya!" protes Indah.


"Biar GOL!" jawab cepat Andre.


("Huufft! Nih si Andre emang serius amat mau buat anak lagi!" gumam Indah😩)


......


......