The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 29



Percakapan sudah di versi kan ke bahasa Indonesia.


.........................................


🇸🇬🇸🇬


Terlihat sudah ada sekelompok yang mengincar keduanya👻


....


....


Hiroshi sendiri sudah mengetahui Resto mana yang akan ia tuju, karena sebagai orang kepercayaan sekaligus CEO di kota itu, tentu ia sudah keluar masuk Resto, Mall, Tempat Wisata yang sering di kunjungi para mancanegara. Mulai dari kelas bawah sampai kelas atas (vvip), serta tempat-tempat peluang bisnis lainnya dengan tujuan agar Hiroshi mengetahui seperti apa gambaran dan target peluang bisnis di Singapura secara langsung, tidak hanya sekedar duduk diam menerima informasi yang ada.


Bisa dikatakan pemuda itu lebih mengetahui tentang kota Singapura daripada Lien Hua.


Hiroshi sengaja bertanya kepada Lien, selain untuk menghargainya sebagai warga asli ia juga tidak ingin menyombongkan diri.


Lien pun memberitahu Resto kelas biasa kepada Hiroshi, namun semua itu hanya formalitas belaka.


Hingga mereka sampai di Resto yang paling mahal di kota itu, untuk kalangan biasa tentu akan berpikir ribuan kali makan disana.


Setelah Hiroshi memarkirkan mobilnya.


Keduanya pun turun.


"Wow, mewah banget" gumam Lien dalam hati. Meski warga Singapura asli, gadis itu belum pernah menginjakkan kaki disana, apalagi makan di tempat mewah seperti Resto yang di pilih oleh Hiroshi.


Lien sendiri tinggal di pinggiran singapura. Ia bisa mencicipi sedikit glamornya kota megah itu karena pernah kuliah dan bekerja. Selebihnya lebih banyak menghabiskan waktu dirumah dan pasar tradisional.


Tiba-tiba Lien menarik lengan Hiroshi;


"Kak! ini Resto mahaaaaal, lihat tuh! dekornya saja mewah sekali," kata Lien dengan polosnya sampai dahinya berkerut.


"Iyah juga yah! Jadi gimana?" (Hiroshi Akting)


"kita cari tempat lain saja lah" pinta Lien serius.


Keduanya pun balik badan.


Tiba-tiba, Hiroshi berhenti.


"Ah! Sekali-kali kita jadi orang kaya kan enggak masalah! Bosan ah makan BELALANG terus.


Yuk!" Ajak pria itu sambil menarik tangan Lien.


"BELALANG??" (Isi kepala Lien tik?...tak?...tik?...tak?)


....


....


((🤣😄 emang bang oci anak seribu pulau? makan belalang! doyan apa krisis tu yah?😋))


....


....


....


Sampai di area Lobi depan, Hiroshi langsung di sambut centil gadis-gadis muda yang usianya sebaya dengan Lien.


"Kak Hiroshiiiii" Jerit centil mereka ramah menjamah.


Seolah-olah kedatangan Hiroshi bukanlah pertama kali datang ke tempat itu. Dua gadis itu sudah mengenal Hiroshi dan tau apa jabatannya. Pemilik Resto merupakan salah satu Aliansi Jk Wijaya Group.


Gadis-gadis itu langsung menarik tangan Hiroshi dan gemes minta selfi.


((Maklum muda, tamfan, single, cute, mapan jadi laris manis))


"Kak pacarnya pinjam dulu yah" kata salah satu gadis itu.


"Oh! Saya bukan pacarnya, iyah tidak apa-apa" spontan terucap dari mulut Lien.


Mendengar hal itu,


Dua gadis itu semakin kesenangan.


Hiroshi pun bersedia memenuhi permintaan mereka sekaligus ingin mengatakan secara tidak langsung kepada Lien.


["Aku ini juga banyak di gemari para wanita, rugi kalau kamu menolak diriku"]


Ketiganya pun berselfie ria tepat di hadapan Lien.


"Terima kasih yah kak! Sudah lama kami ingin berfoto dengan kakak, hanya saja kakak selalu datang dengan presiden (Aldo & Andre) dan yang lainnya" ucap salah satu gadis sexy itu dengan centil, lembut menggoda sambil main mata dan memegangi dasi Hiroshi. (Kode keras bisa booking (sex) kapan saja)


Hiroshi langsung;


"Hehehe😁( cengengesan ) terima kasih!" Ucap Hiroshi sambil melepas lembut tangan gadis itu.


"Saya panggilkan yah kak! koki terbaiknya untuk melayani kakak," kata si penerima tamu.


"Oh! Jangan-jangan saya ingin pelayanan umum saja," pinta Hiroshi.


"Baiklah tampan," jawab mereka serentak.


.........


.........


"Ayo" ajak Hiroshi pada Lien mencari tempat yang strategis berdua-an.


Isi pikiran Lien masih dalam pertanyaan, 'miskin tapi gayanya kelas atas dan di kenal pula?'


Mereka pun duduk berhadapan diantara meja khusus yang dilengkapi dengan alat panggang (BBQ).


Lien masih melihat suasana sekitarnya.


"Kamu mau minum apa?" Tanya Hiroshi.


"Jus saja kak," jawab Lien.


"Jus apa?"


"Jus yang enak saja."


"Semuanya enak!"


"Ikut kakak saja lah, Lien kurang mengerti memilih minum dan makan di tempat seperti ini."


"Biasa makan dimana?"


"Di kereta sorong." jawab lien mulai kesal.


"Hahha Enak tuh! kapan-kapan kita coba yah,"


"Boleh"


"Ini ada jus Cinta kamu mau tidak?" Hiroshi menawarkan.


"Jus Cinta? Enak?"


"Uih! enak banget, lah😋" jawab cepat Hiroshi,


(Jus Cinta akal-akalan si Oci).


"Boleh" jawab Lien penasaran.


Pria itu senyum-senyum sambil bicara pada managernya, siapkan sajian lengkap BBQ dan minuman yang paling enak buat seseorang yang paling spesial.


Manager itu pun mengerti, setelah bicara sebentar dengan Hiroshi, si staff pergi meninggalkan mereka.


"Apa ini bagian dari fasilitas Bos juga," kata Lien jutek.


"Tentu!" Jawab Cepat Hiroshi.


Lien langsung terdiam seribu bahasa dengan ekspresi wajah masam mengalihkan pandangannya ke arah lain.


(Ia mulai malas bicara, merasa seperti di bodohi oleh Hiroshi. Lelaki itu selalu saja bicara bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi)


"Aku salah yah!" Kata Hiroshi bisa membaca raut wajah Lien yang kurang suka.


"Maaf! bosan bicara sama orang yang suka berpura-pura miskin," jawab Lien.


Hiroshi tersenyum manis.


"Oh! Tentu aku punya gaji, masih bisa makan di tempat ini. Aku sering kesini karena JK akan buka Resto baru milik Indah shakila. Resto ini merupakan sampelnya"


"Indah shakila itu siapa?," tanya Lien.


"Istri Tuan Eiji"


"Oouh!" Lien mengangguk kecil.


Tak berapa lama.


Sajian-sajian perlengkapan BBQ dan daging sapi setengah matang sudah di sajikan oleh para pelayan di atas meja, lengkap dengan jus cinta Hiroshi.


Aroma sajian itu membuat perut lapar🤤.


Lien masih bengong dengan hidangan istimewa BBQ versi jepang/korea yang tersedia di meja besar itu, ia Bingung akan memulai darimana dan bagaimana cara membuatnya dengan memakai alat tempur yang ada seperti; sendok, pisau, garpu, gunting, capit, sumpit dll dan bahan pelengkap lalapan sayur, timun, slada, bawang bombai dll, serta kuah kental dan cair termasuk garam, gula, saos, mayonais dll.


"Ok, mari kita panggang" teriak kecil Hiroshi sangat bersemangat sambil membuka jasnya dan menggulung lengan kemejanya.


Hiroshi mahir melakukannya, terlihat ia lihai mengerjakannya tanpa bantuan pelayan.


Sementara Lien masih diam dengan kebingungan.


"Tenang saja akan aku siapkan untukmu, spesial!" kata Hiroshi.


....


....


((Maklum mpok Lien! meski darah bangsawan, nasib hidupnya tidak menjadi bangsawan...si encong juga yang betul jadi horang kaya😂 bo'))


....


....


Hiroshi mulai beraksi dengan panggangannya sambil mulai ngobrol;


"Kakak bisa masak yah?" Tanya Lien.


"Oh! Tentu, aku bisa masak, mengurus anak, serta melakukan pekerjaan Ibu rumah tangga, 😁 hehehe (cengengesan)"


"Wah hebat!" ucap Lien sambil tepuk tangan kecil.


"Biasa saja," jawab Hiroshi.


"Enggak kak, zaman milineal ini, hal itu merupakan hal yang luar biasa untuk para lelaki," ucap Lien terkagum-kagum.


Mendengar hal itu telinga Hiroshi kembang sebelah....


..


...


..


..


🕯LIKE🕯 STAR 5 🕯COMMENT🕯FOllOW🕯FAVORITE.