The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 43



Seperti itulah Andre dan Indah menjalani setahun kehidupan rumah tangga mereka.


Terkadang terlihat sangat mesra mengalahkan pasangan Rahul dan Anjeli. Terkadang juga bertengkar saling cakar-cakaran layaknya si Tom & Timy (sepasang kucing yang lucu).


🇸🇬🇸🇬


(percakapan sudah di versikan ke bahasa Indonesia)


Di waktu yang sama.


Terlihat seorang gadis memperhatikan dari kejauhan sosok pria sedang berenang di malam hari.


"Aaaaaarrggg, segar nyaaah!! " ucap sang pria keluar dari kolam dan berjalan menghampiri sang gadis sambil mengeringkan tubuhnya yang basah.


("Ya ampun! Kk Hiroshi itu kalau buka baju keren banget sih!" gumam Lien dalam hati sambil menundukkan kepalanya)


"Kamu bisa berenang?" tanya Hiroshi.


"Ehmm, bisa sih kak! tapi kurang mahir"


"Kalau begitu! Ayo kita berenang bareng," paksa pria itu sambil menarik tangan Lien.


"Eh, tapi kak! Lien ganti baju dulu!"


"Hemm! Baiklah"


Gadis itu pun masuk kedalam rumah dan berganti pakaian renang.


Tak lama kemudian,


Lien Hua keluar dengan memakai pakaian renang dengan model tangan dan celana pendek, berjalan dengan anggunnya terlihat sangat menggoda di mata Hiroshi.


Pandangan ilustrasi Hiroshi 😍😍 Lien berjalan diiringi musik saksofon🎷🎷🎷dengan rambut bergoyang-goyang.


("Haduh, penampilan cewek yang begini nih! Buat cowok tercabik-cabik, mau di sentuh enggak bisa, enggak di sentuh sakit kepala, mana dia si Ratu mafia lagi, jika sampai salah, berapa pasukan yang akan ku lewati. Dari sekian banyak cobaan, ini yang paling berat😢" gumam kesal Hiroshi dalam hatinya)


......


......


((Bang oci! kepala mana tuh yang sakit? atas atau bawah??🤣🤣🤣))


.......


.......


Saat gadis ranum itu menghampiri si ketua gengs.


"Wew! sexy banget" ucap Hiroshi menggoda Lien sambil cengengesan.


Lien hanya tersenyum manis.


"Lets! Go," ajak pemuda itu langsung turun.


Wanita itu masih berpikir-pikir untuk menceburkan diri.


"Sepertinya terlalu dalam yah kak!" Ucap Lien.


"Hehehe iyah dalam😁 (Batin Hiroshi; "ini kolam renang beb! Bukan ember")


"Enggak jadi ah! Lien takut," ucap sang gadis berbalik badan.


Spontan Hiroshi menarik cepat tangan Lien.


"ZEEEEP"


"Ooouuuu," jerit Lien masuk kedalam kolam.


"Bruussssshhh"....


"Jatuh tepat dalam gendongan Hiroshi"


Pria itu pun tersenyum manis.


Ekpresi keraguan Lien semakin membuat gemes Hiroshi.


"Kak...aku..."


"Coba dulu!" Pinta Hiroshi.


"Apa kamu mau aku jadi kapalnya," ucap Hiroshi keceplosan.


"Toet🤡" (ilustrasi suara cubitan Lien pada hidung pemuda itu)


"Ih kamu gemesin deh kak."


"Ehehehehe! Kamu juga gemesin, sudah pakai baju renang! Tapi enggak jadi berenang."


Gadis itu hanya tersenyum manis.


Akhirnya perlahan Hiroshi melepas pelukannya terhadap Lien. Namun tetap memegang tangan si gadis.


Lambat laun Lien bisa berenang mengikuti Hiroshi.


lama kelamaan Kedua insan manusia itu. Mulai bermain air dengan bahagia, layaknya anak ABG yang baru pandai berenang, keduanya berenang saling kejar-mengejar, senggol menyenggol, tarik menarik, Hiroshi juga bahkan mengajarkan kepada Lien cara menyelam yang benar.


Terlihat berkali-kali, senyum kebahagian Lien yang terpancar dari wajahnya, ia tertawa lucu sepuas-puasnya bersama pemuda itu hingga giginya yang rapat sampai matanya yang semakin terlihat sipit, menambah aura kecantikan sang gadis yang mampu membius Hiroshi Kienta.


Setelah puas berenang, keduanya berganti pakain dan Lien si gadis lincah membuatkan dua porsi mie ramen, sendiri tanpa bantuan pelayan.


Terima kasih yah! Ucap Hiroshi.


"Iyah kak sama-sama, Lien juga sudah di ajari berenang yang benar."


("Jangankan di kolam renang, ngajarin berenang di tempat tidur pun aku mau" gumam Hiroshi sambil senyum-senyum mengigit bibirnya")


Tanpa ia sadari Lien memperhatikannya.


"Kenapa kak?"


"Oh enggak apa-apa!"


"Next! kamu mau di ajarin kungfu atau sejenis bela diri lainnya?" Hiroshi menawarkan.


"Lien bisa kungfu kog!"


"Se...se..serius??😲"


Hiroshi sangat terkejut sampai ia terbata-bata.


"Terus mengapa kamu diam saja! Saat kakakmu melakukan kekerasan kepadamu?"


"Aku hanya merasa dia bukan lawanku.


Aku bisa pahami yang ia lakukan itu di luar dari akal sehatnya."


"Kamu sayang banget yah sama kakak kamu?"


Lien mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca.


"Meskipun kakakmu tidak sayang denganmu?"


"Iyah, tapi aku yakin dia sayang padaku" ucap Lien dengan nada yang berat.


"Wah! Besok pagi bisa langsung kita coba, jadi penasaran nih!" Ucap Hiroshi.


"Tapi Lien tidak mahir kak, hanya tau dasarnya saja"


"Belajar kungfu atau jenis bela diri lainnya yang paling penting itu mengenal dasarnya, selebihnya hanya perlu latihan dan jam terbang saja,"


"Iyah kak!"


"Oh yah! Sejak usia berapa kamu belajar dasar kungfu?" tanya Hiroshi penasaran.


"Sejak masih sekolah dasar, kurang lebih usia 10 tahun!"


"Ikut kursus atau gimana?"


"Bukan kak! Sudah ada ekskul dari sekolah dasar."


"Maaf ni Lien, aku tidak menjengkalin kamu, menurut aku sekolah yang memiliki sarana Ekskul kungfu itu mahal banget yah!"


"Iyah! tidak apa-apa kak! apa yang kakak pikirkan memang benar, Ayah Wee tidak sanggup menyekolahkan Lien di sekolah yang mahal, jadi ceritanya begini.


Awalnya, Lien sekolah di tempat yang biasa. Ketika itu Lien duduk di kelas 4 SD. Kemudian, seorang dermawan bernama Mr Vigo, mencari murid berprestasi yang kurang mampu untuk di pindahkan ke sekolah yang paling mewah di Singapura, khusus putra-putri bangsawan serta murid yang berprestasi. Ada 2 murid yang terpilih, salah satunya adalah Lien, kami yang terpilih wajib mengikuti Ekskul seperti, berenang, kungfu dan tenis di sekolah mewah itu.


Dari sekolah itu pula Lien terus terpilih menjadi siswi yang berhak melanjutkan (SMP & SMA) pendidikan di sekolah-sekolah serta kampus paling istimewa di kota ini, bahkan bekerja pun di rumah sakit paling T.O.P di kota Singapura.


("Dari kisahnya seperti ada hal yang sedikit aneh yah?" gumam Hiroshi)


"Kanapa kamu tidak menjadi Dokter atau akademi sampai sarjana?"


"Jatah beasiswa itu hanya sampai 3 tahun saja. Ekonomi kami masa itu sangat sulit untuk melanjutkannya ke jenjang lebih tinggi. Apalagi sampai kuliah di kedokteran."


"Oh iyah! Lien bisa tidak kamu berikan daftar-daftar sekolah serta kampus tempat kamu menuntut ilmu."


"Untuk apa kak!"


"Hehehe! aku hanya ingin buat refrensi aja untuk keponakanku yang tertarik ingin sekolah di singapura." alasan Hiroshi.


"Oh! baiklah kak"


keduanya pun menghabiskan sajian tersebut.


Setelah makan, tanpa ragu dan dengan cepat gadis itu memberikan daftar-daftar nama sekolah, tempat dulu ia menimba ilmu.


Hiroshi ingin menyelidiki sekolah dan kampus sang gadis dalam menuntaskan pendidikannya, karena lelaki itu merasa aneh dengan apa yang telah diceritakan Lien Hua.


"Seorang gadis sederhana bisa sekolah di tempat para anak bangsawan dengan alasan prestasi dan beasiswa? apa ini juga merupakan settingan dari sosok BREST??" gumam Hiroshi.


...


....


....


..LIKE & SHARE & VOTE