![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
"Putri Lien! tolonglah maafkan ayahmu, semua itu ia lakukan hanya ingin mengambil kembali apa yang bisa membuat ia bahagia.
Tidak membawamu bersamanya saat itu bukan karena ia tidak sayang dan tidak mengakuimu sebagai anaknya.
Melainkan sebaliknya, peristiwa Xin membuat trauma besar di pikiran Brest, andai saja ia tidak bersikeras ingin menikahi Xin kala itu. Mungkin mereka masih bisa bersama saat ini.
Jika orang-orang mengetahui identitas Lien Hua adalah satu-satunya keturunan Brest, maka di pastikan nasib hidupmu akan lebih tragis dari ibumu.
Selama masa penitian karirnya, Brest sengaja menyembunyikanmu menjadi gadis biasa, merelakan hidup dikeluarga yang lengkap, agar mendapat kasih sayang ayah & ibu, berpura-pura tidak mengenalmu dengan tujuan putrinya bisa hidup dengan selamat, keterbatasan hidup menjadikanmu tangguh, seperti ibumu (Xin), ia ingin karakter sederhana Xin tetap ada di dalam putrinya,
Hidup seperti itu sangatlah perih, bagai menelan bara api.
Andai kamu (Lien) tau, dunia Mafia, sangat sadis, hanya mendewakan uang dan kekuasaan, membunuh tanpa ampun, licik tersembunyi, bahkan untuk keluar saja sangat sulit.
Brest hanya bisa menatapmu dari kejauhan, sampai ia tak sabar lagi menunggu usiamu kelak 25 tahun, ia nekat menemuimu di usia 10 tahun, 17 tahun, 20 tahun dengan caranya.
Putri Lien, percayalah nak! Ayahmu sungguh sangat ingin bisa segera membawamu bersamanya, aku adalah saksi hidupnya...Dia Ayah yang sangat bertanggung jawab dan demi memenuhi permintaan Xin untuk yang terakhir kalinya."
Mendengar perkataan itu airmata Lien berjatuhan tanpa henti, ibarat derasnya hujan membasahi bumi.
Ia langsung terbayang saat pertama kali bertemu dengan Mr Vigo, Pria baik hati yang mengajaknya bermain dan beli apa saja yang ia mau bersama teman yang lain, Lien baru sadar mengapa Mr Vigo lebih suka bermain dengannya dan memeluk tubuhnya sangat erat dan terasa hangat kala itu.
π½π½π½π½π½
(Fashback)
Ingatan Lien Hua bersama Mr Vigo, masa kecil
"Gadis kecil yang manis! kamu boleh beli apa saja, yang kamu mau, karena di sini ada Mr Vigo" kata Brest dengan sangat lembut diiringi senyumannya, dan saat itu, ia sangat bahagia bisa bersama putrinya. Kebahagian tertinggi setelah kematian Xin.
"Benarkah?" Jawab Lien dengan suara nyaringnya khas si gadis cilik.
"Hemm!" jawab Brest mengangguk manja.
"Asyyyiiiikkk, terima kasih Mr Vigo," peluk Lien kembali.
.....
.....
Ingatan Lien saat masa Remaja.
"Lien! Mengapa Mr Vigo lebih perhatian denganmu, bahkan sangat berlebihan daripada kita?" Ucap teman lainnya yang mendapat beasiswa dari Brest.
" Aku tidak tau!" Jawab Lien pasrah.
"Jangan-jangan ia suka denganmu!" Olok-olok teman yang lain.
π½π½π½π½π½π½
"Inikah alasannya? mengapa aku di beri perhatian yang lebih dari yang lain," kata Lien dengan pandangan kesedihan diiringi lelehan-lelehan airmata.
"Benar! Karena kamu adalah putrinya." sambut Jovial.
"Hiks...hiks...Ayaaaah...andai saja...aku tau saat itu...kau adalah ayahku, aku tidak akan melepaskan pelukan itu.
Hiks...hiks...hiks..." tangis haru Lien memecah seisi ruang yang langsung memeluk Hiroshi.
Hiroshi menciumi kepala istrinya agar wanita itu kuat dan lebih tegar mendengar cerita pilu orangtua kandungnya yang benar-benar membuat hati Lien tersayat-sayat....
........
........
"Apakah paman yakin, Lien keturunan Brest satu-satunya, bukan kah Brest tidur dengan banyak wanita?" Tanya Andre.
"Heeem, huuuufft" tarikan nafas Jovial yang sangat dalam!
"Sungguh kisah seseorang yang sangat ironis. Aku harus bicara dan terpaksa membuka rahasia ini di depan kalian semua, Andai Tuan kami (Brest) masih hidup, ia akan memenggal kepalaku karena telah membocorkan rahasia ini.
(Jovial terdiam sesaat)
"Brest sudah membunuh hasrat sexnya."
"Apaaah??" Semua mengatakan serentak saat mendengarnya, sontak mereka terkejut dan tidak percaya.
"Setelah menghabiskan waktu di dunia Mafia, ia berhasil mengumpulkan tumpukan dollar, membangun kekuasan sendiri, membentuk gangster hebat yang terus menyerang gangster milik Tuan Rery hingga sampai saat ini, tidak tertandingi sehingga gangster Tuan besar tidak bisa menduduki meja bigbos. Amukan serta amarahnya tidak bisa di cegah lagi.
Setelah ia berhasil,
Brest mulai membunuh hasrat seksnya (sejenis kebiri)...."
π½π½π½π½
Dalam Ingatan Jovial;
"Apa Tuan yakin akan melakukannya? ini sangat berefek kepada kesehatan," Jovial sempat melarang.
"Jangan bantah setiap keputusanku, aku sudah puas melakukannya (sex) dengan Xin, jika Xin sudah menderita karena aku, sebagai balasannya aku harus lebih menderita dari dirinya dan ini pantas aku dapatkan, aku tidak bisa lagi mencari penggantinya, Permaisuriku yang hilang" jawab Brest tegas saat itu.
π½π½π½π½
Jovial membuka kacamatanya lalu me-lap matanya yang sudah berkaca-kaca.
"Sungguh kisah cinta yang sangat mengharukan. Tuan kami tidak pernah melakukan hubungan sex dengan wanita manapun! ia menyiksa dirinya sebagai balasan kesalahannya terhadap Xin.
Jika kalian menemukan cerita scandal-scandal sexnya, itu hanyalah sebuah scenario ilusi yang ia bangun sendiri.
Tuan kami memiliki beberapa replika dirinya. Jika ia terlihat tidur dengan wanita, maka itu hanyalah sebuah replika dari Brest, karena akan menjadi lelucon besar jika seorang Bigbos Mafia membunuh hasrat sexnya.
Brest tidak ingin menikah selain Xin dan memiliki keturunan lagi selain Lien.
Dia hanya ingin mengakhiri hidupnya, jika pun ia hidup, ia harus menderita dan jika pun bangkit kembali, semua itu hanyalah untuk putrinya.
Banyak yang mengaku wanita hamil hasil dari biologis Brest. Namun Tuan kami menanggapinya hanya dengan tawa."
.....
.....
Semua yang mendengarkan sangat terkejut dengan fakta yang terjadi dari sosok bigbos itu. Mereka seakan-akan tidak percaya.
.....
.....
("Meskipun kita lawan di arena pertandingan, jika kau datang meminta bantuan kepadaku, aku pasti menolongmu" gumam Aldo)
("Pesona cinta wanita yang mengubah hidup seorang kaisar, benar-benar luar biasa dan ia tidak bisa hidup tanpa wanitanya" gumam Andre)
Jovial bergerak menuju sebuah lemari, tak lama kemudian ia membawa map besar.
"Tuan Ichiro, ambil ini (map besar)" ucap Jovial menyerahkan.
"Apa ini?" Tanya Aldo penuh keraguan.
"Bukalah!"
Saat map besar di buka, terlihat selembar surat penting;
Andre ikut membacanya;
βββββββββββββββββββ
"Surat ini adalah satu deretan kata untuk mengatakan bahwa kau lelaki hebat, aku iri kepadamu, sebab itulah, aku menantangmu bertarung, karena kita adalah 2 pria yang selalu mendapat scor seri di arena.
Jika kau kalah, kau harus menjadi pengikutku untuk selamanya, namun jika kau menang, ku terima kekalahanku dan kau boleh mengambil hartaku.
Harus ku akui, kau lelaki yang lebih memilih kebenaran yaitu cinta, aku berpikir dengan kehebatanku aku bisa menang dengan mudah, ternyata tidak.
Rasa arogan ku berontak menerima kekalahan itu, aku benci kepadamu, dan ingin sekali menantangmu lagi, tapi ku sadari, Kekuatan cinta mengalahkan segalanya, padahal! kehebatanku tak akan bisa kau tandingi.
Kau menang karena ada banyak jiwa yang memberikan cinta untukmu, sementara aku tidak! tolong jangan kau sia-siakan itu.
Hari ini adalah hari terakhir aku menatap matahari, menghirup betapa segarnya udara di dunia, di dalam ruang terkunci yang sebentar lagi akan menghadapi eksekusi kematian ku.
surat ini ku tulis khusus untukmu ;
Jika kau bisa menunjukkan kebahagiaan kepada putri ku, aku relakan BOF menjadi satu dengan JK.
*Terima kasih Ichiro, salam damai dari Penantangmu"
Brest Albern*.
βββββββββββββββ
...
...
...
BOM VOTE YAH GUYS! 1 orang 1000 poinπππππππππ
LIKE JUGAπππππππ