The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 46



"Kita coba sekali lagi yah!" Pinta Hiroshi.


Lien mengangguk pertanda setuju.


"Konsentrasi penuh, anggap saja aku ini musuh yang nyata dihadapanmu," kata pemuda itu selaku guru.


Mereka berdiri tegak mengambil pernapasan yang panjang.


pertarungan pun di mulai.


Dengan kecepatan dan keahlian Hiroshi dan Lien Hua kembali berlaga action yang cukup seru.


Terlihat Lien terus menyerang Hiroshi. Pria itu lebih banyak menangkis, sesekali memberikan serangan ringan kepada Lien Hua.


Duel yang berlangsung cepat dengan gerakan tangan serta kaki panjang Lien.


..


..


Tiba-tiba, kaki gadis itu tergelincir dan hilang keseimbangan tubuh....


"wow...wow...wow!" ucap Lien.


Kejadian itu membuat keduanya gagal fokus sehingga Lien jatuh menimpa Hiroshi. Tubuh sepasang insan manusia itu terhempas kelantai kayu sehingga Lien menindih tubuh Hiroshi.


Dua nafas dalam kondisi terengah-engah itu sedang berlaga dengan jarak mulut yang sudah bersentuhan.


Terlihatlah fenomenal keromantisan dalam laga action.


Jantung keduanya mulai berdetak cepat bercampur antara kelelahan dan rasa bibit asmara yang mulai tumbuh bersemi.


Tak lama kemudian....


Wanita itu bangkit.


"Maaf kak! lantainya licin."


"Enggak apa-apa," jawab Hiroshi sambil bergumam dalam hatinya ("sering-sering juga boleh! enggak nolak kog!")


...


"Aduh! kakiku sakit semua, mungkin sudah lama sehingga menjadi kaku," keluh Lien.


"Oh! Iyah, harusnya tadi kita melakukan pemanasan terlebih dahulu, aku pikir kamu sudah sering melakukannya jadi tidak perlu ada pemanasan lagi," jawab Hiroshi.


"Aku sudah lama tidak melatihnya dan banyak gerakan yang sudah lupa" jawab Lien dengan wajah meringis.


"Mana yang sakit?" Tanya Hiroshi dengan sigap.


Lien pun menunjuk titik-titik area kaki yang terasa pegal. Dengan lembut dan serius Hiroshi mengolehkan sejenis balsem anti pegal yang sudah tersedia di ruang latihan Hiroshi.


Gadis itu pun memandangi wajah manis sang pemuda.


"Emm! enak banget! kakak pinter yah pijat nya! bisa langsung enakan," puji Lien.


"Yah! Beginilah, kalau ada waktu luang jadi tukang pijat," jawab Hiroshi dengan apa adanya.


"Ahahaha!" spontan Lien tertawa lucu.


"Kenapa kamu tertawa?" Tanya Hiroshi.


"Lucu aja!" Jawab Lien santai.


("Nih cowok kadang polos banget minta ampun, bisa kegenitan juga, ucapan ketus tapi lucu, ih! gemes, gumam Lien")


.....


.....


Keduanya pun duduk senjenak bersantai di ruang pelatihan yang cukup luas itu.


Tak lama kemudian Hiroshi bangkit dan membuka brangkas Alat-Alat senjata dengan kode finger atau sensor sidik jarinya.


Reflek Lien Hua langsung bangkit dan memperhatikan Hiroshi bersama alat-alat tempurnya dari belakang pemuda itu.


"Wow! Koleksi senjata? i...ini milik kakak semua?" tanya Lien terkesimah.


"Iyah! Semua senjata ini, memiliki lisensi resmi dari negara, tidak semua orang bisa mengkoleksi hanya orang-orang tertentu saja, kecuali secara ilegal.


Digunakan benar-benar untuk seperlunya dengan alasan perlindungan diri, tidak boleh sembarangan, karena ada ketentuan atau UU nya. Bisa terjerat hukum, jika sampai disalah gunakan seperti, penindasan, penganiyaan, perampokan dll" jawab Hiroshi.


"Ooh! Begitu!" ucap Lien mengangguk.


Hiroshi pun mengeluarkan senjata apinya dan mengarahkan ke dahi Lien dengan gaya badboynya.


"Ih kak😨! Apa-apa an sih, jangan bercanda ah!" Ucap Lien ketakutan.


"Hahaha, ini tidak ada peluru, kosong!" jawab Hiroshi.


"Haduh! (Memegang dada) kirain kakak mau tembak Lien, belum nikah juga!"


"Sama!" Jawab Hiroshi santai.


"kapan mau nikah?"


"Nanti di kabari," jawab Lien santai.


"Ahahai! oke lah, kakak tunggu yah!"


....


Hiroshi mulai mengisi peluru khusus latihan menembak.


"Dari semua ini, mana senjata yang belum mahir kamu gunakan?" tanya Hiroshi.


"Belum ada yang mahir kak, Lien baru belajar dasar kungfu saja! jujur Lien takut dengan senjata api, ih! sangat seram,"


("Duh! gimana kamu mau jadi ratu mafia beb?")


"Oh iyah! Kalau begitu sekarang kita belajar menembak saja." ajak Hiroshi.


Lien terbengong kaku.


Hiroshi langsung menarik tangan Lien.


"Ayo!"


Gadis itu tak bisa bicara lagi, ia mengikuti kehendak Hiroshi dengan mata yang liar kesana kemari.


"Kak ruang, ini di disain sangat lengkap yah! ada alat fitnes/tinju, menembak, memanah, lempar senjata ninja dll"


"Yup! plus kedap suara juga!" sambut Hiroshi.


"Wow, Keren!"


"Ini semua di fasilitasi oleh Tuan Ichiro dan Eiji, karena aku sebagai bodyguard mereka, serta ketua gangster JK, Semua ini bakal di turunkan kepada anak mereka masing-masing, jika kelak sudah dewasa yaitu tuan muda Shouhei Zen dan Shinji."


Hiroshi menjelaskan dengan sangat jujur dan selalu bicara apa adanya. ia bukan tipe pria yang suka mengaku miliknya padahal milik orang lain.


"Ooh! Begitu" ucap Lien sambil mengangguk.


Gadis itu juga melihat serta membaca sebuah lambang besar terpampang di dinding bertuliskan;


"Gangster Ji-Kenz (JK)"


...


..


Dengan lembut Hiroshi memakaikan Headset pelindung suara tembaka kepada Lien.


Dan membantu Lien membidik arah tembakan dan merapatkan tubuh keduanya.


"Dooor!" tembakan peluru terlepas, namun kurang tepat sasaran.


"Sekali lagi!" Perintah Hiroshi.


"Doooor!"


Begitu juga dengan panahan, dan lempar senjata.


Hiroshi juga mengajarkan bagaimana caranya menghindar dari alat-alat lemparan mematikan.


Gadis muda itu hanya memperhatikan saja, ia tidak terlihat begitu serius mengikuti pelatihan yang lebih cendrung diminati selera kaum adam....


.....


.....


......


....


.


.


..


Guys;


♡Like dari Part 1-habis


♡Vote yang buanyak.


♡Share supaya author doakan rezekinya berubah menjadi rezeki anak sholeh.


♡komentar yang manis karena hidup sudah pahit guys😔


♡kasih star 5 juga.


♡terus TSOL di jadikan favorite.


okeh....okeh...okeh!