The Sheen of Love [TSOL]

The Sheen of Love [TSOL]
Part 70



Si supir langsung menutup jendela atap mobil.


"Tidaaaaaaaaaak," jerit Lien semakin panik dan histeris sampai tangannya bergetar.


"Aduh...Aduh..." kata Hiroshi memegang area dada yang terkena tembakan dari sebuah peluru yang terasa berbeda dengan peluru biasanya...sakit...sakit...panaas?" ucapnya dengan tubuh yang menggeliat.


Lien semakin bingung melihat tingkah Hiroshi, ia tidak tau harus berbuat apa.


Tembakan sniper ZL yang cukup ahli mengenai area dada bagian kiri, tepatnya diposisi bagian jantung.


Si ketua gengs itu bergegas cepat membukai jas, dalaman rompi anti peluru, kemeja dengan sangat cepat. Serasa ia ingin merobeknya.


"Huuuufftt," Lien memegang dada pertanda lega.


Hiroshi merasa dadanya seperti terkena hentakan tusukan dari sebuah benda keras dan tajam, ia juga merasakan hawa panas dari peluru runcing yang masih tertancap di dalam rompi.


"Ternyata kakak pakai rompi anti peluru, syukurlah," gumam Lien senang dan masih lemas dengan ketegangan dari peristiwa itu.


...


Mobil Aldo dan Andre terus berlaga dengan mobil hitam ZL, terjadi baku tembakan hebat disana. Andre dan Aldo sebelumnya juga sudah memakai perlindungan diri.


...


"Sebaiknya kalian pergi bawa Lien!" perintah Andre terdengar jelas dari speaker mobil.


....


Mobil pengantin pun melaju dengan cepat tanpa hambatan lagi.


Baku hantam mobil pasukan ZL dan Aldo terus beradu kekuatan, 2 kendaraan itu terus begesekan saling serang.


Terlihat Mobil ZL masih bertahan, hingga datanglah bantuan dari mobil gangster JK lainnya yang berhasil mengalahkan tim sepeda motor ZL.


Semakin banyak pasukan JK yang mulai menghantam keras mobil ZL. Akhirnya mobil musuh itu mulai oleng dan kekuatannya terus melemah.


3 mobil JK sudah mengepung mobil ZL. Para utusan ZL terdiri dari 5 orang sedangkan JK ada 10 orang, termasuk Aldo dan andre, terjadi baku hantam saling serang terus-terusan tanpa henti.


Suara tembakan bergeming di suasana itu, kemudian dilanjutkan lagi dengan pertarungan kungfu hebat. laga seru dan menegangkan.


Akhirnya ke lima orang musuh itu di ringkus tak berdaya.


Aldo dan Andre menyerahkannya pada gangster mereka. Dan melanjutkan perjalanan untuk mengawal lagi mobil pengantin sampai dengan tujuan. Mereka khawatir kelompok ZL kembali menyerang mobil Hiroshi dan Lien Hua.


Tak lama kemudian gangster BOF serta petingginya (Jovial) datang. Jovial memerintahkan kepada anak buahnya untuk membunuh ke lima orang itu, mereka adalah mantan anggota BOF yang telah berkhianat dan tidak pantas untuk hidup.


Dendam BOF kepada ZL semakin membara akibat banyaknya pasukan BOF yang menyatakan bergabung kepada ZL dan seenaknnya berkhianat kepada Brest, mereka lupa jika dulu Brest adalah sosok raja yang memenuhi semua kebutuhan dan kesenangan para gangsternya.


...


..


Akhirnya dengan perjuangan keras sang kedua mempelai sampai ditujuan, Hiroshi dengan kondisi sudah tidak memakai baju.


Lien pun keluar dari mobil dengan masih memakai pakaian pengantin yang cukup ribet dalam keadaan sempoyongan serasa ingin muntah. Kepalanya pusing mengalami gunjangan hebat di dalam mobil.


"Ueeeek" suara muntahan yang tidak mengeluarkan isi.


"Kenapa sayang!" Tanya Hiroshi yang sedang memegang lembut pundak Lien.


Wanita itu tidak terbiasa mengalami peperangan di atas kendaraan.


"Kepalaku pusing sekali," jawab Lien dengan nada lemas.


Spontan Hiroshi langsung mengangkat belahan jiwanya itu masuk kedalam rumah, Meskipun kuatnya hentakan peluru masih terasa perih di dada Hiroshi.


Pemuda itu meletakkan perlahan istrinya di atas sofa. para pelayan mulai sibuk menyiapkan makanan.


Sementara Hiroshi mengurut kecil dadanya yang masih terasa memar.


Tiba-tiba Lien menjewer gemes telinga suaminya...


"iiiiii, kakak itu yah, dibilangin bawel!"


"Aduh...du...du...sakit! teriak manja Hiroshi.


"Gimana coba! jika tadi kakak tidak memakai rompi anti peluru, yang benar saja Lien dalam hitungan jam langsung menjadi Janda," jawab Lien dengan jutek.


"Hehehehe (cengengesan) Sebelum menantang lawan, kita harus membawa perlengkapan alat tempur sayang! jika tidak itu sama saja dengan bunuh diri," itu pesan kak Eiji.


Lien masih dengan wajah cemberut.


Tiba-tiba terdengar teriakan manja dari pria itu;


"Aaaaarrggh! Aduuh!" Hiroshi pun mencari perhatian dengan memanfaatkan rasa sakitnya.


"Sayang! Ini (dada) kakak terlihat memar, aku harus kompres terlebih dulu!" Ucap Lien bangkit hendak mengambil air kompres-an ke dapur. jiwa keperawatan gadis itu keluar.


Reflek Hiroshi menarik cepat tangan istrinya hingga gadis itu jatuh dalam pangkuan suaminya.


"oh😮! Teriakan terkejut Lien.


Adegan de-javu terulang lagi, namun kali ini tubuh sang ratu mafia sudah boleh tersentuh.


Saat pelayan di dapur suasana ruang tampak sepi.


"Ciuman ini mampu menyembuhkan luka di dadaku"


((Ooouh!!🙈 yah amplop))


...


Lien sangat menyukai badan kekar Hiroshi tanpa baju yang menutupinya.


Keduanya menikmatinya bersama.


..


Hingga terdengar suara mobil Aldo dan Andre sampai di halaman rumah Hiroshi.


Sontak 2 insan yang baru saja mengikat janji itu buru-buru menyudahi aksi 'HOT' yang sudah tak sabar ingin melakukannya.


"Ih! di bibir kakak ada lipstik" teriak kecil Lien yang tampak heboh.


Gadis itu buru-buru mengambil tisu dan me-lapkan di bibir hiroshi, keduanya tertawa manja bersama.


Aldo dan andre pun datang langsung memasuki ruang tamu itu, tak berapa lama pelayan datang membawa minuman segar penambah stamina mereka.


"Bagaimana kondisi kamu? Tembakan itu terhalang dengan rompi anti peluru kan?" Tanya aldo cepat dengan khas bahasa jepangnya.


"Iyah kak, hanya memar saja!"


"Oleskan dengan cairan ampuh kita (sejenis oil hasil ramuan jepang)


Hiroshi mengangguk.


"Sayang! sebaiknya kamu istirahat di kamar!" perintah Hiroshi pada istrinya.


Lien pun mengangguk dan permisi dengan sopan kepada Aldo dan Andre.


Hiroshi menunjukkan peluru kepada kakak angkatnya itu.


Aldo dan Andre juga menemukan peluru yang sama di rompi mereka.


Andre memperhatikan detail benda tajam itu dan melihat tulisan kecil di pinggirannya.


"Ini peluru type xx terbaru dalam persenjataan militer, rompi ini cukup kuat menahannya. lumayan hebat persenjataan mereka (ZL)," kata Andre.


...


...


...


((Untung babax aldo pesan rompinya bukan yang KW guys! 🤣Kalo kagak, bisa berabe se-Mangatoon😥))


...


...


...


"Kemampuan ZL dalam menyerang kita cukup hebat dan sungguh tak terduga, ini pasti ide-ide brilian jenius orang-orang Brest terdahulu," ucap Aldo.


"Iyah! wanita itu (Qixuan) cukup cerdas dan sangat licik dalam merangkul jagoan-jagoan Brest untuk bergabung dengan mereka serta terlihat sangat patuh dan tunduk," kata Hiroshi.


"Mereka pasti menggunakan pesona kemilau para wanita yang menjadi titik kelemahan anggota Brest," sambut Andre.


"Iyah kamu benar! seperti praduga para intel dan detektive kita!" ucap Aldo.


ketiga pria itu membahas fokus strategi selanjutnya....


"kita harus bersiap dengan ide brilian dari Qixuan dan Zender Lie, hal ini cukup mendebarkan," kata Aldo dengan hembusan asap rokoknya.


Ketiga pria gangster itu terlihat menghisap rokok dengan gaya ala gangster, hingga pelayan di perintahkan menghidupkan mesin pembersih udara di ruang itu.


tampak Lien mondar-mandir dari lantai dua dan berkali-kali memberi kode agar Hiroshi menyudahi percakapan mereka yang cukup lama.


Lama Hiroshi baru menyadari istrinya sudah mondar-mandir gelisah menunggu kedatangan suami.


Pemuda Jepang itu hanya menunjukkan wajah bodohnya dan sesekali tersenyum tipis menatap sang istri di kejauhan.


LIKE & VOTE & SHARE & COMMENT& STAR 5& FOLLOW


Oh! yah kawan-kawan


IG author udah ganti id yah;


@author_sarahmai (lama)


⬇️


@sarahmai_07 (baru)


("kayaknya kagak penting banget deh thor")


("wkwkwk kasih tau doank🤣")