![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
Tokyo -Jepang
🇯🇵
Percakapan sudah di versikan ke bahasa Indonesia.
......................
Suasana di rumah Aldo yang sedang bersantai di ruang keluarga.
"Pah! Kok kak Oshi enggak pulang-pulang yah?" Tanya Mayumi.
"Papa tinggalin di Singapura."
"Kenapa di tinggalin pah, kasihan donk!" Protes Mayumi.
"Maksudnya bukan di tinggalin sayang!
kakak Oshi lagi mengerjakan usaha paman Eiji di Singapura."
"Oooh! Begitu," kata Mayumi mengangguk.
Ayu Sadana mencolek area rusuk suaminya.
"Mas! Kamu kenapa sih! Kalau bicara ke anak itu enggak pernah jelas," kata Ayu langsung protes.
"Iyah buk Dokter," jawab Aldo simpel tersenyum lebar dengan omelan istrinya, karena Aldo tidak fokus dan sedang online di ponselnya.
Ayu Sadana salah satu manusia yang berani mengomeli Ichiro selain orang tuanya dan putrinya.
Wanita dan keluarga akan selalu menjadi sinar kemilau di hadapan pria itu sehingga membuatnya kuat dalam menghadapai apapun.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
T h e S H E E N o f L O V E
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Di waktu yang sama di negeri yang berbeda.
🇸🇬
Suasana diam sejenak.
Hiroshi mulai bercerita kisah awal hidupnya kepada Lien Hua;
"Aku sudah terbiasa melakukan hal-hal seperti ini. Di masalalu aku pernah berdagang menjadi pembantu saudagar di pasar tradisional, menjadi buruh kasar, mencari barang bekas di tong sampah, mencuci kendaraan, menyemir sepatu di kaki orang, apa saja yang penting bisa menghasilkan uang, meskipun orang tua kami meninggalkan uang dari asuransi kematian, tapi itu tidaklah cukup. Sebab itu pula, banyak orang yang menghinaku dan malu berteman denganku."
"Bagaimana kakak bisa bertemu dengan Tuan Ichiro," tanya Lien penasaran layaknya sudah seperti wawancara Eksclusive (live).
Sebelum menuju Tokyo, Usia 18 tahun aku mendaftar wajib militer selama 1 tahun. Meski banyak yang menolak, aku malah ikut mendaftar. Lumayan di gaji besar oleh Pemerintah. Cukup memenuhi kebutuhan kami sehari-hari, aku juga tamatan perguruan kungfu sejak masih sekolah dasar, adikku yang nomor dua, sudah bisa menggantikan posisiku di rumah saat itu. Jadi tidak masalah jika mereka di tinggal.
Sampai akhirnya aku merantau ke Tokyo. Kebetulan saat itu, Tuan Ichiro sedang membuka lowongan untuk mencari Bodyguard pribadi dengan syarat harus pernah mengikuti wajib Militer minimal selama 1 tahun dan bisa menguasai ilmu kungfu. Bagiku gaji yang di tawarkan cukup besar. Aku langsung mendaftar dan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Tuan Ichiro memperlakukanku layaknya seorang manusia yang perlu di tolong dan memberi kesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi serta memilihku menjadi sekretaris, bahkan sekarang sudah menganggapku sebagai adik angkatnya.
Dia sangat tegas tapi hatinya sangat lembut.
Yaaaah! Kurang lebih seperti itulah kisah masalaluku. Aku bukannya suka berpura-pura menjadi miskin, tapi hanya mengingatkan bahwa aku dulunya bukanlah seperti ini"
("Wah! Benar-benar perjuangan😀, pantas lelaki ini patuh sekali pada Bosnya") gumam Lien dalam hatinya mulai kagum pada Hiroshi.
"Meskipun dulu semua orang menghina pekerjaanku, Aku tidak akan pernah malu melakukan semua itu, justru aku sangat malu dan kasihan melihat adikku, tidak bisa jajan dan hanya minum air putih saja."
"Memangnya! usia berapa, kakak di tinggal orang tua?"
"Emmm sekitar 14-15 tahun lah, usia adikku yang paling kecil baru 3 tahun kami 4 bersaudara"
"Terus yang mengasuh si kecil kakak sendiri???" Tanya Lien seolah-olah tidak percaya.
"Iyah"
"Astaga!" Gadis itu langsung terharu dan bisa membayangkan begitu sedihnya kondisi mereka saat itu.
"Saat aku sekolah atau keluar mencari uang, kami menjaganya bergantian, sesekali di titip dengan tetangga. Tapi akhirnya masa-masa itu berlalu juga.
Jadi, kamu harus tetap semangat yah!" Pinta Hiroshi memberi semangat kepada Lien.
"Iyah kak, terima kasih, kisah kakak! benar-benar meng-inspirasi aku, agar tetap kuat dan tidak menyerah"
"Siip!" Ucap Hiroshi.
Gadis itu memperhatikan Hiroshi membolak-balikkan panggangan itu dengan mahir sambil berbicara dalam hatinya;
("Andai saja aku punya kakak seperti dia, mungkin nasibku tidak menyedihkan seperti ini, padahal kehidupan kami lebih baik dengan kehidupannya dulu, serasa terbalik, malah aku yang bertanggung jawab dengan kakakku")
....
....
"Ini sudah jadi! Kamu sudah tinggal makan," kata lelaki itu meletakkan sajian hidangan itu tepat di hadapan Lien lengkap dengan sendok dan garpunya serta jus cinta versi Hiroshi.
Lien masih memperhatikan hidangan beraroma sedab itu. ia pernah makan beef versi BBQ tapi tidak se-istimewa yang di buat oleh Hiroshi.
("Waaah, bagus banget😍," gumam Lien mulai lupa dengan kesalahan Hiroshi, kebenciannya semakin memudar di tambah lagi setelah mendengar kisah awal lelaki itu")
"Ayo di cicipin," ajak Hiroshi yang sudah mulai makan.
Saat menu beef panggang itu menyentuh lidah Lien.."cesss"...
("Emmmmmm...uenaaaaaaaknyaaaaa") kata hati Lien.
("Ilustrasi Lien layaknya MEI-MEI di kartun upin-ipin berteriak; saye suka...saye suka...saye suka💃...aw...aw")
"Gimana enak?" Tanya Hiroshi.
"Emmm, ennak" ucap Lien sambil memberi senyum termanis dan mengarahkan lambang jempol yang bermakna suka dan terima kasih kepada lelaki itu.
(Aoooouuuh!! hati bang oshi langsung terpanah asmara💘 kalau Andre dulu hampir tenggelam di air, si Oshi hampir terbakar di panggangan😂 2 gangster tangguh tapi bleguk...kikuk...kikuk...dengan cintanya🤣 hanya ada di novel the sheen of love)
......
Keduanyapun makan dengan lahap tapi masih ada rasa malu-malu dan grogi terutama buat Hiroshi, sambil negobrol dan bercanda.
"Ini makan versi orang kaya," kata Hiroshi.
"Tapi saat ini kan! kakak sudah menjadi orang kaya" jawab Lien tersenyum.
"Hehehe (cengengesan)"
"Kamu mau lihat tidak? foto aku dulu"
"Iyah, apa masih ada?" Ucap Lien.
"So pasti" Hiroshi membuka ponselnya dan menunjukkan kepada Lien.
"Ini" terlihat gambar pemuda yang masih belia sedang berfoto di tempat penumpukan sampah dengan senyumannya yang masih polos.
Reaksi Lien langsung tersenyum melihat foto Hiroshi dan berkomentar;
"Tetap manis kog! Meski sedikiiiiit..."
Di sambung langsung oleh Hiroshi;
"Kumuh?"
"Ahahahahaha,...tapi kan sekarang sudah tampan,...ihihihi" tawa manis Lien...
"Hahahahahai, uang mengubah penampilan," kata Hiroshi.
"Benar-Benar! Si jelek bisa menjadi cantik," jawab Lien.
"Tapi aku suka kog! yang apa adanya," ucap Hiroshi sambil melirik manja ke arah lien Hua..
((Ciye...ciye...suit...suit 🐥🐥!
Emak-emak pun ramai membatin;
Cerita cintaku dulu kog gak kayak si Lien sih? Is benci😬 kali lah...😂))
Akhirnya,
Hiroshi berhasil mengembalikan kepercayaan Lien dan menjadikan gadis itu tetap nyaman berada disampingnya.
((Yeeeeeeeee🕺🎉))
.......
.......
Baperannya sudah kan;
Next kita masuk ke adegan tegang yah...
....
....
....
Dan Jangan lupa yah Beb!
🕯LIKE🕯 STAR 5 🕯COMMENT🕯FOllOW🕯FAVORITE.