![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
"Lien! Kamu adalah pimpinan kami yang baru, penerus tahta selanjutnya dan satu-satunya, mohon diterima!" ucap Jovial.
Tak lama kemudian, dua orang utusan wanita datang membawa benda-benda berharga,
lalu salah satu diantara utusan itu meletakkan dengan lembut, sebuah mahkota kecil yang terbuat dari berlian dan dihiasi mutiara-mutiara bening, benda itu tertancap gagah di kepala Lien Hua. Kemudian, si utusan wanita juga membantu memakaikan kalung liontin yang menghiasi leher sang Ratu.
Utusan itu juga memakaikan mahkota berlian untuk Hiroshi Kienta sebagai suami Lien Hua atau menantu Brest Albern, keduanya juga di pakaikan 2 jubah besar panjang terbuat dari kain beludru tebal, mewah, sangat halus berwarna hitam keabu-abuan.
Dua mahkota mewah itu sudah di persiapkan jauh-jauh sebelumnya oleh Brest Albern dan akan di serahkan pada waktu yang tepat.
Jovial langsung memberikan penghormatan pada sang Ratu dan Raja mereka sebagai pimpinan yang baru di lantik, secara otomatis penghormatan itu diikuti oleh seluruh petinggi-petinggi lainnya serta pasukan gangster BOF tanpa terkecuali.
Hari itu juga, Lien Hua resmi menyandang status Ratu sebagai pewaris tahta tunggal Brest Albern.
☆☆☆☆☆
("Mulutku terasa terkunci, aku tidak bisa berbicara apa-apa lagi, tubuhku terasa kaku, genggaman tanganku begitu erat pada suamiku.
Aku tak percaya, mengapa idolaku Mr Vigo bisa menjadi Ayah kandungku, ini serasa mimpi.
Aku juga tidak banyak menuntut apa-apa dalam hidup ini, asalkan aku bisa bahagia bersama keluargaku, itu sudah lebih dari cukup." Gumam Lien dalam hatinya)
☆☆☆☆☆
Penghormatan serta pelantikan tahta sederhana itu akhirnya selesai di berikan.
..
"Kalau begitu dimana Ayahku?" Tanya Lien.
"Dia telah tiada!" Jawab jovial.
("Ternyata memang benar, Mr Vigo itu sudah tewas" ucap Lien dalam hati sambil menyandarkan lemas kepalanya di pundak Hiroshi)
°°°°
("Bagaimana jika Lien mengetahui jebakan atas tertangkapnya Brest berkaitan dengan kita, apakah nanti ia akan membenci Hiroshi?" bisik Andre pada Aldo.
"Serahkan saja pada Jovial," jawab cepat Aldo)
°°°°
"Tuanku! Kita harus segera menuju istana." Pinta Jovial pada Lien.
Wanita itu mengangguk pertanda setuju karena masih banyak misteri yang belum terungkap dalam hati dan pikirannya.
Simbol mahkota dan jubah kebesaran itu pun di lepas, karena mereka akan berangkat menuju Istana pribadi Brest yang terletak di pulau tersembunyi miliknya, tidak semua orang bisa memasuki area ekslusif itu.
Jovial memerintahkan semua pasukan BOF agar mengawal ketat keberangkatan mereka menuju Istana megah dan jangan sampai terusik oleh pasukan ZL.
Akhirnya Jovial beserta orang kepercayaannya, Hiroshi dan Lien Hua juga di dampingi Aldo, Andre serta Keluarga angkat Lien Hua (Wee, Mahia, Jingmi).
Mereka berangkat menggunakan kapal pesiar mini super series.
Perjalanan yang tenang akhirnya rombongan eksclusif itu sampai pada tujuan mereka.
"Wah sangat keren!" gumam Andre saat turun dari kapal memandangi view yang terdapat di lokasi pulau.
Mereka pun berbondong-bondong memasuki lokasi tujuan.
....
....
"Selamat datang di istana Brest Albern" Ucap Jovial.
Semua tamu yang menyaksikan terkesimah dengan kemegahan Bangunan itu termasuk Aldo, Andre.
"Istana ini resmi menjadi milik Ratu Lien Hua!" ucap Jovial kembali.
("Ini istana megah yang pernah kamu ceritakan kemarin?" Bisik Hiroshi pada istrinya)
Lien hanya mengangguk.
....
Akhirnya mereka menuju ruang perpustakaan milik si Raja Bigbos itu, ruang bergaya clasik modrenisasi yang cukup luas dengan sofa-sofa minimalis di hiasi oleh deretan lemari penuh buku-buku koleksi si penguasa itu.
"Selain ruang baca, Ini juga ruang kami saat berdiskusi tentang apa saja bersama ayah kamu!
Brest! sangat suka membaca ragam buku dan mengkoleksinya, baginya buku adalah guru sejati sekaligus jendela dunia, " ucap Jovial.
Suasana hening sejenak.
"Apa memilihku untuk sekolah di tempat mewah adalah unsur sengaja?" Tebak Lien.
"Kisah yang amat sulit untuk di jelaskan, Brest adalah sosok pria yang mencintai tapi tak bicara, memeluk tapi tak nyata, berkumpul tapi tak bersama. Di balik kesempurnaan, kehebatannya, tersimpan rasa hancur, luluh lantah yang cukup dalam.
Kenangan pertemuan yang manis terbawa sampai mati...."
...
"Tapi mengapa sosok ayah tidak membawaku pergi padahal aku begitu nyata dihadapannya," ucap Lien dengan lelehan airmata di pipinya.
"Lien! Ketahuilah, Brest sungguh sangat menyayangimu, meski dunia mengutuk kejahatannya tapi ia sangat egois untuk tetap melindungimu, hitam putih ia lakukan hanya untuk bisa bersama mu kembali!
Kisah cinta yang harus diceritakan agar kamu mengetahuinya dan paham! mengapa Brest tidak membawa putrinya, padahal ia tau keberadaan putrinya sejak kecil!" Ucap Jovial.
.....
.....
📽📽
Kisah masa lalu pertemuan Xin Hua dan Brest Albern.
Tampak seorang pemuda belia (17th) berwajah tampan yang tengah sibuk mencari buku serial komik terbaru. Hari itu jovial tengah sibuk dengan pekerjaannya. Karena tak sabar, Sehabis pulang sekolah, Brest langsung pergi sendiri tanpa pengawalan sebagai Tuan Muda.
"Cari apa kak? ada yang bisa saya bantu!" Sapa gadis remaja bernama Xin Hua (15thn) sangat ramah ditambah lagi dengan senyum manisnya, sontak mengagetkan pemuda itu.
(Xin pekerja paruh waktu, sebagai pelayan toko buku, sore sampai malam hari, ia sekolah sambil bekerja.
Xin gadis anak yatim piatu yang menumpang hidup di rumah pamannya.
Keterbatasan hidup membuat Xin bekerja sampingan untuk mencari uang jajannya sendiri.)
"Oh! Iyah aku ingin mencari serial komik XX kabarnya toko ini sudah menjual edisi terbaru," kata Brest dengan penuh keyakinan.
"Sebentar yah! saya cek dulu!" jawab Xin dengan lembut.
Brest pun mengikuti langkah si pelayan toko.
Setelah di cek bersama manager Toko. Komik yang diinginkan benar sudah sampai di toko, namun masih terbungkus rapi di dalam gudang stock dan belum boleh di pajang dalam rak jual.
Brest si pecinta komik yang saat itu sangat menginginkan edisi serial terbaru memaksa si Manajer toko bahkan menelpon langsung si pemilik toko untuk membongkar komik yang baru saja tiba.
Ia rela membayar dua kali lipat harga komik serta jasa bantuan pencarian oleh pelayan Xin Hua demi mendapatkan apa yang dia inginkan.
Atas desakan si tuan muda,
Gadis remaja nan lincah itu terpaksa membantu Brest mencari komik serta beberapa buku yang diinginkan sang pelanggan. Xin juga tergiur dengan bayaran mahal yang di tawarkan oleh Brest.
Sampai keduanya menghabiskan waktu berjam-jam bersama di dalam ruang tumpukan buku yang masih di dalam kotak tersegel itu.
"Haduh! Paksa banget nih orang!" Gerutu Xin kala itu yang sudah mulai kelelahan.
Gadis itu sampai tampak lesu dan lemas untuk memenuhi keiginan si Tuan muda yang sibuk membongkar buku dengan seenaknya.
Pertemuan awal yang melelahkan dan meyebalkan Xin kala itu, tapi tidak untuk Brest. Akibat sering mencari buku bersama, berkomunikasi dan menelpon Xin di toko, lama kelamaan Brest mulai jatuh hati pada gadis remaja itu. Diam-diam Jantungnya mulai berdebar-debar pipinya mulai memerah.
...
...
Next On.
.
.
.
.
.
.
.
.
"**Up nya kok dikit banget sih thor, ih sebel deh?"
..
sory ya guys resiko baca novel gratisan emang begitu jadi kudu sabar yah.
Apalagi novel ini kurang hits, terus penulisnya di bayar dengan angka recehan pula,...Huuuftt...
😥😥😥 efeknya yg nulis jadi nguap terus oi... alias.
M A L A S**....