![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
Setelah mendengar ucapan dari Xin, kepala Brest kian menunduk, entah mengapa mendengar kata-kata;
"Aku menyesal mengenal dirimu" hati pria itu teras sakit.
Perlahan ia membungkukkan tubuhnya dan mengambil berkas DNA.
...
Brest memastikan berkas itu lagi ke sebuah lembaga terpilih bahwa bayi yang di kandung oleh Xin adalah real anaknya. Hal itu ia lakukan agar sang Ayah percaya 100%.
Brest sempat ingin mengubah kembali niatnya, meminta kepada sang ayah, untuk menikahi Xin terlebih dahulu baru berangkat ke kota Shanghai.
Namun Rery berkata dengan santai kepada anaknya yang masih berjiwa labil itu;
"Ayah janji! 2 tahun kamu fokus membentuk gengster di Shanghai dan menjadi nomor satu, kamu boleh kembali ke kota Singapura untuk menikahi wanita itu."
"Benar ayah?" Tanya Brest meyakinkan sang ayah.
"Iyah" jawab Rery tanpa ragu.
"Terima kasih ayah!" Ucap polos Brest sambil memeluk sang ayah.
Padahal di dalam hati Rery ia tidak pernah merestui hubungan putra tunggalnya si pewaris tahta di keluarga Albern untuk menikah dengan gadis biasa. Brest juga merupakan cucu kesayangan kakeknya di London.
Menurut Rery pernikahan kaya dan miskin hanya ada dalam sebuah cerita dongeng.
...
"Kamu tidak perlu menemuinya lagi, kita segera berangkat ke Shanghai, karena ayah takut, jika kau menemui kekasihmu itu, kau akan berubah pikiran!"
"Baiklah ayah!" Jawab Brest dengan patuh.
Dengan kebahagian tiada tara. Brest akhirnya lega karena telah mendapat restu dari sang ayah.
"Xin! Aku janji akan kembali untukmu!" Isi pesan Brest.
Namun Xin sudah mengganti nomor ponselnya dan tidak ingin menerima kabar dari Brest lagi, Ia bertekad menjalani hidup sendiri tanpa seorang suami dan bahagia dengan keberadaan bayinya.
Akhirnya Brest dan ayahnya berangkat menuju Shanghai meninggalkan Singapura menggunakan jet pribadi Rery.
Di dalam pesawat Rery terus memberi sugesti kepada anaknya, agar melupakan Xin dan menawarkan wanita-wanita bagsawan berkelas, Rery bersedia mengganti dengan sejumlah uang yang besar untuk menebus kesalahan Brest yang sudah menghamili Xin.
Namun Brest bersikeras untuk tetap menikahi gadis pilihannya.
Melihat keputusan sang anak yang cukup keras, Rery langsung mulai mengambil jalan pintas dan memainkan sebuah drama di balik cerita.
Rery Mengirim utusan gangster untuk membunuh Xin Hua beserta bayinya dengan motif bunuh diri.
....
Malam itu tiba-tiba saja pintu rumah Xin di ketuk hebat oleh sekelompok pria.
"Tok...tok...tok..." (suara ketukan yang sangat keras)
Sontak Xin ketakutan dan tidak ingin membuka pintu itu. Ibu muda itu terlihat cerdas dan sudah berfirasat buruk. Xin sudah mengetahui jika Brest masuk terjaring anggota gangster dari media sosialnya.
Penyesalan itu semakin dalam baginya. Ia mulai merasa kehidupan dirinya serta si bayi mulai terancam.
Wanita yang baru saja melahirkan itu tentu masih dalam kondisi kurang fit.
malam itu juga Ia langsung bergegas membungkus bayinya dengan tebal terlihat tidak seperti membawa bayi dalam gendongan yang kokoh dan membawa beberapa bekal makanan, pakaian, sejumlah uang, perhiasan di dalam tas. Wanita itu diam-diam keluar dari pintu belakang.
Saat para kumpulan pria itu mencoba merusak pintu rumah Xin. Mereka telah mendapati target sudah meninggalkan tempat.
Wanita itu berjalan cepat dengan menutupi wajahnya.
Para utusan mulai menyadari langkah kepergian Xin yang sudah membawa bayinya kabur.
Keajaiban selalu terjadi pada Xin Hua. ada saja yang menolong Xin dalam pelarian malam itu.
Wanita yang sebenarnya masih lemah terus bergerak keluar dari kota menuju pinggiran perkampungan, menggunakan bis ke bis agar menyulitkan para utusan mengejar dirinya di tengah keramaian.
Pengejaran terus gencar di lakukan...
Hingga kejar-kejaran terjadi.
Karena para utusan tak sabar di tambah lagi dengan desakan Rery, di kejauhan sebuah peluru berhasil menebus lengan Xin.
"Aaakkh" jeritnya wanita itu.
Xin terus berlari dan masuk ke dalam hutan kecil lalu bersembunyi disana. ia hanya menyakinkan diri bahwa kondisi bayinya baik-baik saja.
Para utusan juga ikut mengejar Xin memasuki hutan, sampai akhirnya mereka kehilangan jejak ibu dan bayi.
Merak yakin buronan tidak akan bertahan hidup bersama bayinya di hutan seperti itu.
Mendengar laporan dari anak buah Rery, si bigbos Mafia itu merasa lega dan tenang. Rery melakukannya dengan tangan yang bersih.
...
...
Setelah suasana kondisi aman, wanita itu keluar dari persembunyiannya lalu berjalan menelusuri hutan itu, ia hanya bisa berdoa kepada Tuhannya. Saat lelah ia berhenti, lalu berjalan lagi tanpa pantang menyerah.
Dengan bekal makanan yang ada Xin masih bisa bertahan hidup beberapa hari bersama bayinya. Bayi yang sungguh sangat mengerti kondisi ibunya. Ia tidak rewel dan bisa menyusu dengan tenang. Wanita itu sudah kehilangan rasa takut terhadap binatang melata ataupun si penghuni hutan. Ia sungguh bertekat.
Xin hanya bisa menangisi kondisinya yang semakin memburuk pasca melahirkan, ia mulai banyak mengeluarkan darah nifas serta rasa sakit akibat tembakan peluru yang bersarang di tubuhnya.
Semua itu ia tahankan demi membawa jauh sang bayi, Xin berbisik dalam telinga bayi mungil itu;
"Kau harus tetap hidup yah sayang! ibu janji akan membawamu ke tempat yang aman, setelah ini kamu bisa tidur nyenyak dan mandi yang bersih!"
Ucapan yang terus diiringi lelehan air mata, Xin mulai menyadari jika kondisinya tidak akan bertahan lama, meski dalam lubuk hati terdalam ia ingin tetap hidup bersama anaknya.
Wajahnya mulai pucat, bibirnya tampak kering, kakinya serasa hampir patah, dan darah nifas mulai keluar deras serta lengan bersimbah darah. Aroma amis dari darah yang keluar tak lagi dihiraukan.
Sebuah perjuangn hebat dari kekuatan cinta seorang ibu demi menyelamatkan anaknya yang rela berkorban.
Hingga ,
Matahari pagi-pagi sekali muncul menyinari dunia. Cahaya membawa titik terang dari sosok peminta tolong, tanpa ia sadari Xin dan bayinya sudah berada di ujung perkampungan desa terpencil.
Wanita itu memaksakan diri bangkit berjalan dengan tertatih penuh perjuangan dan semangat untuk membawa sang bayi ke tempat yang aman, ia berharap penuh bisa menitipkan bayi itu kepada keluarga yang baik jika nanti dirinya sudah tidak bisa bertahan hidup.
Terlihat mustahil, keduanya bisa selamat tapi Xin dan bayi bisa melaluinya badai itu, Tuhan mengizinkan.
Sampai akhirnya ibu dan bayi mungil itu berlabu di sebuah rumah sederhana.
Rumah Wee dan Mahia, orangtua angkat Lien Hua yang berhasil membesarkan bayi Xin Hua.
Xin sangat membenci Brest, ia begitu yakin para utusan itu berasal dari gangsternya Brest yang tidak menginginkan keberadaan mereka lagi, seketika rasa cinta Xin berubah pada kebencian, penyesalan, Padahal Brest tidak mengetahui kejadian malam itu.
Pendarahan yang hebat pasca melahirkan serta tembakan peluru, membuat kondisi Xin tidak tertolong lagi....
...
Vote dan Like.
Edisi Siapkan Tisu😋 masih tahan kan guys bacanya?
...
...