![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
Tak ada pilihan lagi, pekerjaan membersihkan 'Pup' anak terpaksa Andre harus selesaikan.
Zen si super aktif sibuk dengan benda lain. Sementara papanya sibuk juga memakai masker dan sarung tangan untuk membersihkan 'Pup' anaknya.
Perlahan Andre menurunkan popok dan membuangnya ke tong sampah dengan menggunakan capit.
Pria itu tampak penuh perjuangan dalam melakukannya serta terlihat sangat lambat, jauh dari kata profesional.
Zen pun kembali di mandikan oleh sang papa.
Biasanya si Tuan besar sudah tinggal terima beres. Menggendong Zen dalam keadaan bersih dan wangi, dengan perjuangan 45, Andre berhasil menuntaskan pekerjaannya. Zen kembali steril dan tampan.
Dua kali dimandikan, Zen terlihat mulai mengantuk. Secercah kebahagian di hati Andre. Pria itu me-nina bobokan anak kesayangannya dalam pelukan kasih sayang. Lama menggendongnya, Shouhei Zen akhirnya tertidur pulas.
Perlahan Andre meletakkannya bocah lucu itu di atas kasur, lalu Andre ikut tertidur di sebelah Zen.
....
....
Waktu sudah hampir melewati makan siang.
Karena penasaran, sang Bunda ingin melihat kondisi 2 lelakinya itu, lalu ia bergerak menuju kamar anaknya, sekaligus ingin memberi makan Zen.
Indah tidak bisa membuka pintu karena dalam kondisi terkunci.
Wanita itu pun mengetuk pintunya hingga sang suami terbangun.
Saat pintu terbuka.
"Hah😲" Betapa terkejutnya Indah melihat suasana kamar Zen yang tak berbentuk lagi, porak-poranda bagai tersapu angin tornado. Indah juga terkejut melihat kondisi suaminya yang terlihat acak-acakan.
Hanya sebuah ilustrasi;
Karena malu, Andre langsung keluar tanpa kata menuju kamar, lalu ia bergegas mandi dan membersihkan diri.
...
...
Melihat suasana kamar yang hancur lebur,
Reaksi indah yang sempat bengong terpaku. tiba-tiba;
"Wuahahahahahahaha😂🤣😂🤣😅 haduh serunya! Aku harus lihat cctv ah! nanti."
Mamah muda itu tertawa sepuasnya, ia berhasil memberi pelajaran berharga untuk suaminya.
Indah shakila terpaksa menunda makan siang Zen, karena melihat anak lelakinya sedang tertidur pulas dan memerintahkan pelayan lain untuk membersihkan kembali kamar Zen yang hancur berantakan.
kemudian,
Indah masuk ke dalam kamar, terlihat Andre sudah berganti pakaian rumah.
"Mas! makan siang sudah siap tuh!" Teriak Indah ketus dari pintu, lalu turun ke bawah.
Secara otomatis, si Tuan besar mengikuti langkah istrinya menuju meja makan, karena lelaki itu sudah terlihat sangat lapar dan lemas.
Indah dengan tetap konsisten makan siang bersama suaminya meskipun dengan wajah tanpa senyuman....
Saat keduanya sedang makan.
"Hem, Beb! Kog, masakannya ke Asinan! Mau nikah lagi yah?" ledek Andre memecah suasana yang tidak bisa lama-lama bertengkar dengan sang istri tercinta.
"Iyah! Tapi nikahnya sama brondong, males sama yang tuir,😒" jawab Indah dengan jutek.
"Emmmm, boleh! apa sih yang enggak buat kamu, dengan syarat si brondong harus sanggup mematahkan samurai milik Eiji" Jawab Andre dengan santai.
"Hemmm🙄! Keasinan-keasinan di lahap juga😒."
"Yah! mau gimana lagi, ini lah hidangan yang di sajikan oleh istri, aku sebagai suami yang baik, terima aja." Ucap Andre dengan Nyengir😁 tanpa merasa berdosa.
.....
.....
Singkat cerita malam pun tiba...
Masih di kota Jakarta yang ramai di sebuah rumah yang luas dan asri, terlihat sepasang suami istri tengah bersiap-siap hendak tidur lengkap memakai pakaian tidur masing-masing.
Andre menyandarkan tubuhnya di sandaran kasur sambil chat dengan Rey.
Mama muda itu masih terlihat jutek dengan suaminya. Tanpa menghiraukan Andre, Indah mulai merebahkan tubuhnya.
Melihat hal itu. Sang suami langsung melirik manja. Ia pun menghentikan aktifitas work by phone, lalu meletakkan ponselnya di atas bopet.
Dengan reflek Pria manis dan tampan itu membuang guling-guling yang membatasi keduanya.
"Peluk gulingku (Indah) dulu aaah!" Teriak Andre menggoda istrinya.
Indah masih menghiraukan suaminya.
"Berapa lama sih merajuknya, sehari, dua hari atau selama-lamanya" Bisik Andre di telinga Indah.
"Mas, besok kamu yang jaga Zen, Indah mau cek Resto! Terus, cari babysitter profesional itu, butuh waktu lama."
"Wow🤥, terus aku harus jadi bapak rumah tangga gitu!, dunia terbalik donk!"
"Itu kan maunya mas!"
"Heeeemm!!! Sudah, panggil lagi deh si Rohaye, gitu aja di buat repot!"
"Ih! Mas kamu suka banget sih, sudah pecat orang! Nyuruh balik lagi, apa di kantor begitu juga," Tegur sang istri.
"Enggak kog! Selain Rohaye, ada dulu pelayan pribadi saya, sekarang dia, enggak tau kemana! mungkin ia sudah berubah menjadi Nyonya."
Indah pun langsung balik badan.
"Benar! dia sudah menjadi Nyonya, karena di paksa menikah." jawab Indah sambil memencet kuat hidung Andre.
"Adaau! Sakit." Teriak Andre dengan lebay.
Pria itu senyum-senyum lucu.
"Mas! Meski kita memiliki banyak uang, kita tidak bisa tanpa seorang pelayan, babysitter, supir dan lain-lain. Saat kita sudah tidak menginginkan mereka lagi, pecatlah dengan kata-kata yang baik, mereka itu manusia mas, bukan binatang."
"Oke bos, perintah di laksanakan!" jawab Andre pada istrinya.
"Jaga anak itu capek loh mas, apalagi Zen lagi masa aktif-aktifnya! Mas saja baru bermain 1 jam dengan Zen sudah kewalahan kan."
"Iyah sayang, mulai hari ini aku serahkan Zen pada kamu, tidak ikut campur lagi semua tentang Zen."
"Bukan begitu mas! Indah juga tidak bisa mendidik Zen tanpa seorang Ayah, kita tetap sama-sama, tapi Indah ini ibunya, mengerti apa yang terbaik buat Zen. Mendidik anak mana mungkin tanpa tangisan."
tiba-tiba Andre terlihat diam.
"Yah! aku bisa mengerti, mana mungkin! seorang anak tidak menangis, tapi saat mendengar tangisan Zen, mengigatkanku kembali dengan kisah masa lalu. Dulu aku sampai kehilangan pita suara hanya karena terlalu banyak menjerit dalam bungkaman, memangil kata-kata ayah, ibu dan kakak."
Mendengar hal itu, Indah langsung merasa iba terhadap suaminya.
"Maaf yah mas!"
"Tidak apa-apa, aku yang terlalu berlebihan, mungkin karena aku ketakutan, jangan sampai hal mengerikan itu terjadi pada Zen."
Indah langsung memeluk suaminya sambil berkata dalam hati;
["Kenapa aku kagak paham yah! Kalau suamiku ini pernah mengalami trauma (Akrofobia\= kecemasan yang tinggi) masa kecilnya"]
"Apa kita perlu tanyakan lagi pada mas Herman," Indah menawarkan.
"Tidak perlu, selama kamu ada di sampingku, aku percaya Zen akan baik-baik saja. Mungkin belakangan ini aku banyak pikiran dan terlalu lelah, sehingga emosi-emosi itu tidak terkendalikan."
"Maafin Indah yah mas!"
"Tidak apa-apa sayang! Seharusnya aku yang minta maaf, tidak bisa memahami seperti apa lelahnya menjaga seorang balita, yah sudah besok panggil lagi si Rohaye, tambah lagi gajinya."
Mendengar hal itu Indah shakila tersenyum manis.
"Yakin! kagak mau yang profesional,"
"Untuk sementara Ini cari yang tahan banting aja deh! hehehehe," jawab Andre dengan cengengesan yang menggemaskan.
"Besok kita tonton video (cctv) lucu berjudul 'papaku pengasuhku' ahahahahaha" kata indah tertawa kesenangan.
"Oooh! Jadi istriku benar-benar sedang meledek suaminya yah!" Ucap Andre mengglitiki Indah sampai wanita itu menggeliat kegelian.
Keduanya tampak bahagia di atas kasur, Andre pun mencumbu istrinya lalu mematikan lampu, hingga keduanya tenggelam di lautan cinta.
...
...
LIKE +SHARE +VOTE