![The Sheen of Love [TSOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-sheen-of-love--tsol-.webp)
Andre si mantan jenius mulai mengambil keputusan setelah mencermati informasi yang ada.
....
....
"Kita tidak perlu terburu-buru mengambil banyak langkah. JK menjadi terlibat dalam kasus ini karena sedang dimanfaatkan oleh BOF dan ZL, dengan tujuan kepentingan mereka masing-masing.
Untuk sementara ini, sebaiknya JK harus keluar dari zona konflik. Namun! tetap waspada, sampai kita terus menambah personel Gangster.
JK bukanlah peran utama disini. Mengumpulkan fakta informasi sebanyak-banyaknya termasuk meminta keterangan
kepada Wee, serta menyusun kekuatan adalah langkah yang paling tepat.
Alasannya, Karena BOF dan ZL merupakan kedua gangster yang sama-sama menjadi lawan bagi JK. Kita perlu mengetahui gengs mana yang harus kita tunggangi nantinya untuk kepentingan JK.
Segalanya bisa terjadi, dua pasukan itu tidak menutup kemungkinan sedang bersandiwara dalam menjebak JK, karena pada hakikatnya pimpinan BOF & ZL adalah bersaudara.
Fakta ini yang harus kita cari kebenarannya dan mengambil harta karun Brest adalah target utama kita.
Jadi aku setuju dengan langkah kakak.
Untuk Hiroshi, masih ada beberapa poin yang harus kamu pelajarin, bagaimana menjadi pemimpin CEO tunggal di sebuah negara berpotensi seperti Singapura. Setelah kedatangan kami menuju kota Singa itu. kamu ikut ke Jakarta dengan saya."
"Okeh, kita sepakat yah!" Sambut Aldo.
"Apakah Hiroshi perlu ke kantor Bos?" tanya Hiroshi pada Aldo.
"Sementara ini Kamu perbanyak bekerja dari rumah saja bersama gadis itu, perburuan kita sudah selesai, rekan gangster JK yang tersisa di Singapura akan saya bawa kembali, ingat! Bersikap biasa saja pada gadis itu, jangan berlebihan, anggap kamu tidak mengetahui status Lien Hua, buat dia senyaman mungkin bersama kamu," Kata Aldo.
((wow🤥 apakah Kode Lampu Hijau dari Bos🕺))
"Siap Bos!" jawab Hiroshi.
"Okey kita sudahi rapat tertutup ini, sampai jumpa kembali," kata Aldo.
"Trup" (Aldo keluar)
Disusul oleh Eiji.
"Trup"
Hiroshi masih duduk termenung. Ia masih tidak menduga jika Lien Hua gadis sang pewaris tahta berlimpah.
Pria itu pun bangkit dan mematikan semua perangkat yang terlihat dalam kondisi menyala, Hiroshi enggan untuk membuka leptopnya, pikirannya terlihat kusut dan kurang bersemangat.
Setelah itu ia melangkahkan kakinya yang masih terlihat lambat keluar dari ruang kerja dan turun ke bawah menuju ruang makan.
Sudah ada Lien yang sedang membantu pelayan menghidangkan menu makan siang disana.
"Kak, makan dulu yah, supnya masih ada, sudah Lien panas kan."
"Oh iyah, terima kasih!"
Keduanya pun terlihat makan siang bersama.
"Bagaimana dengan laporannya, apa ada masalah? Tanya Hiroshi."
"Ada beberapa dan Lien sudah kirim ke email kakak."
"Okey!"
"Kak! boleh tidak? bertemu dengan orang tua Lien."
"Boleh, tapi kamu harus sabar yah! dua hari lagi atau paling lama satu minggu baru bisa bertemu dengan mereka, karena tuan Eiji dan Ichiro akan datang kembali ke Singapura."
"Terima kasih kak," jawab Lien sambil tersenyum manis.
Keduanya pun makan bersama, sesekali pria itu melirik ke arah Lien....
....
...
...
🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Di waktu yang sama,
Indah shakila mendatangi kamar Rohaye.
Terlihat Zen sudah bermain kembali bersama Rohaye.
"Sekarang! kamu puas kan, gara-gara keteledoran kamu itu! aku jadi bertengkar dengan suamiku"
"Ampun Nyah (Rohaye langsung jongkok di hadapan Indah) Zen tadinya tertidur dengan Aye nyah, saya tidak sadar jika ternyata Zen sudah bangun dari tidurnya dan bermain sendiri, Nyah kan tau! kalau Zen si super aktif."
"Oouh! Terus kamu mau nyalahin anak saya lagi!" Bentak Indah keras.
"Ampun Nyah!" (Terdiam dan tertunduk)
"Rohaye! kamu bisa tidak sih! Lebih ekstra sedikit bekerja saat Tuan berada di rumah, Tuan Andre tidak bisa mendengar sedikit saja tangisan anaknya, saya saja istrinya tetap harus ekstra sigap bertindak, pake donk! Akal kamu, saya juga pernah berada di posisi seorang pelayan? tapi saya berjuang keras, bagaimana caranya atasan itu tidak kecewa, apalagi sampai marah."
"Iyah Nyah janji! Aye kagak bakalan teledor lagi, Tolong saya jangan di pecat yah Nyah? saya suka bekerja di sini gajinya besar Nyah!
"Tidak bisa! Kamu harus terpaksa di pecat karena sudah ketauan dengan Tuan, keputasannya tidak bisa di ganggu gugat kecuali dia yang memintanya lagi" kata Indah tegas, lalu balik badan meninggalkan Rohaye.
"Rohaye langsung histeris menangis...
Nyaaaaaaaaaahh😣....hikss...hiks..ðŸ˜..(menangkap kaki Indah agar diam di tempat) adik saya ada sembilan Nyah, mohon jangan pecat saya. Saya janji tidak akan melakukannya lagi Nyah!..hiks...hiks...Aye butuh kerjaan Nyah!...Rohaye suka, kalau Nyah Indah majikannya!"
"Rohaye, kamu apa-apa in sih! Lepasin!"
"Ndak mau Nyah...hiks!...hiks!...tolong Aye nyaðŸ˜...tolong Nyah...adik Aye bisa putus sekolah nanti"
Indah Shakila langsung memegang kepalanya, serasa pusing, sambil bergumam dalam hatinya;
("Haduuh Rohayeeee! Ini lah yang aku kagak sanggup")
"UeeeekkðŸ˜" Zen pun ikut menangis merangkak ke arah Indah.
("Hemmmm, nih anak! Pake ikutan nangis segala lagi, kalau dengar papa, habis dah." Ucap Indah sambil mengangkat Zen dan menggendongnya)
"Rohaye lepasin dulu kaki gue." Pinta Indah memaksa.
Rohaye pun melepaskan pelukannya di kaki Indah.
"Kamu tetap aku pecat menjadi babysitter Zen, bekerjalah di Resto saya sebagai pelayan, itupun kalau kamu mau kalau tidak yah sudah."
"Terima kasih Nyah! Rohaye mau Nyah."
"Sekarang kamu cepat pergi ke Resto sebelum Tuan melihatmu lagi! nti saya yang kabari khanza."
"Baik Nyah! Rohaye pun bergegas menuju kamarnya. siap-siap berangkat menuju Resto."
......
......
"Aye...aye...ueeek...ueeeek...ueeekðŸ˜, Zen meronta-ronta minta ikut dengan Rohaye."
Tanpa menghiraukan tangisan anaknya, Indah berjalan membawa Zen ke dalam kamar.
"Sebaiknya! papa saja yang menjaga kamu biar semua tenang" kata Indah pada anaknya sambil menuju kamar mereka.
Terlihat Andre lagi tiduran santai sedikit galau bertengkar dengan belahan jiwanya.
....
...
"Mas," panggil Indah mengejutkan Andre.
Andre pun langsung bangkit.
"Aku sudah pecat Rohaye sesuai keinginan kamu! Mencari babysitter profesional tidak bisa cepat, Indah tidak tau bagaimana caranya mengasuh anak tanpa ada suara tangisan. Sementara ini, Tolong jaga Zen biar Indah saja yang bekerja mencari Nafkah,"
Ucap si mama muda itu dengan cepat sambil meletakkan Zen bersama andre dan pergi meninggalkan ayah anak itu tanpa perduli.
Ekpresi Andre 😮😮😮 😮😮😮bengong mendengar kata-kata dari istrinya...
Setelah itu ia berkata dengan gayanya;
"Huuft! 😥 apa sih susahnya jaga anak, perkara kecil, babysitter sekarang yang kebanyakan pemalas dan sulit di percaya" ucap Andre dengan sombong dan geram.
(Sebelum Rohaye, pengasuh Zen sudah berganti-ganti. Ada yang langsung di pecat, ada juga mengundurkan diri secara sepihak karena tidak tahan dengan teguran-teguran berlebihan Andre.
Diantaranya; Tidak boleh mendengar tangisan Zen saat Andre di rumah, apa lagi sampai memarahi si bocah istimewa itu, Jika hal itu terjadi, maka si babysitter langsung di bentak dan di berhentikan)
...
...
Like + Vote + Share + Comment + Star 5.