The Secret Identity (#3 The Secret Series)

The Secret Identity (#3 The Secret Series)
Bab 51



Ethan terus memacu mobilnya hingga beberapa orang pengawal mulai tersadar dan mulai mengejarnya bahkan ada yang menembakinya.


“AAAAAAHHHHHH!” Ethan hanya bisa berteriak sambil memacu mobilnya berkeliling tanpa arah tujuan dengan pertasan di belakangnya.


Alexa yang melihat Ethan berhasil masuk ke dalam dan membuat penjaga di sekitar gerbang kosong langsung ikut berlari masuk ke pekarangan dan bersembunyi di belakang salah satu pohon sambil bersiap dengan menaruh petasan roket di tanah, tapi bukan menghadap langit. Petasan-petasan itu hanya dibiarkan tergeletak begitu saja di atas tanah menghadap bangunan utama. Tanpa menunggu lebih lama lagi ia mulai menyalakan satu persatu petasan itu yang mulai berhamburan ke segala arah, dengan suara cukup keras dan meletus hingga mengeluarkan pijaran api warna warni, berhasil membuat para penjaga dengan senjata lengkap itu pontang panting menghindar dari petasan yang melesat menggila.


*****


Secepat kilat Juan berdiri dan menyerang Alex dari arah belakang, ia berusaha mencekiknya dengan sekuat tenaga tapi Alex tidak tinggal diam, dia menyikut ulu hati Juan hingga pria itu merunduk dan melepaskan cengkraman di lehernya kemudian dengan sikutnya Alex menghantam tengkuk tangan kanan Simor itu hingga tersungkur dan mengakhirinya dengan menendang wajahnya dan berakhir dengan tergeletak di lantai.


“Dan kau!” Teriak Alex dengan napas memburu dan mata tajam menusuk Simon yang juga menatapnya dengan pandangan tak kalah tajamnya.


“Kau pikir, dia membiarkanmu hidup karena dia menyayangimu! Kau salah!” Seru Alex membuat Simon menggeretkan rahangnya, “Dia hanya ingin memanfaatkanmu dan ghost demi keuntungannya.”


“Hahahaha… kau pikir aku akan percaya ucapanmu seperti perempuan bodoh ini,” ucap Simon sambil tertawa, “Kau mungkin tidak tahu tapi anggota ghost yang lain bahkan tidak mengenal siapa Harry Robert, mereka hanya tahu kalau aku adalah pemimpin mereka.”


“Hahahaha…” Kini giliran Alex yang tertawa mendengar ucapan Simon, “Kau sangat bodoh, dia tak memerlukan mereka bertiga karena tahu mereka berada di bawah kendalimu, tapi kau lupa kalau kau berada di bawah kendalinya, jadi secara tidak langsung ghost ada di bawah kendalinya.”


Mata Simon terbelalak menyadari kalau itu benar, melihat pria itu terkejut tak disia-siakan Alex untuk kembali melayangkan serangannya.


“Biar ku tebak, apa dia yang menyarankan huruf G disetiap peluru yang digunakan oleh ghost?’ tanya Alex membuat Simon terdiam sambil menatapnya, Alex tersenyum miring kalau tebakannya itu benar.


“Seperti halnya bunga tulip putih dengan bercak merah disetiap korban yang dia bunuh, dia-pun ingin meninggalkan jejak kalau ghost adalah hasil karyanya,” lanjut Alex membuat Simon semakin terbelalak tak percaya.


“Tidak itu tidak benar… akulah yang membuat ghost dan aku tak di bawah kendali siapapun!” geram Simon dengan dada turun naik karena emosi yang mendesak dadanya.


“Kau!” Seru Simon sambil menunjuk Alex dengan mata nyalang, “Kau telah menghancurkan hidupku sekali, dan aku tak akan membiarkan hal itu terulang kembali.. kau hanya ingin membuat aku dan Harry tercerai berai dan membiarkanmu hidupkan?!” teriak Simon tepat di depan wajah Alex yang hanya diam menatapnya tanpa ekspresi.


“Aku tak akan membiarkanmu hidup kali ini, kau harus membayar kesalahanmu!” geram Simon sambil menodongkan senjata tepat di kepala Alex.


“Kau benar, Simon, bagaimana-pun Harry dan Matt adalah orang yang menjaga dan menyayangiku selama ini. Aku harus memercayai mereka,” ucap Kely seperti baru kembali tersadar dari keterkejutannya.


“Tembak dia, Simon! Tembak!” teriak Kely dengan penuh emosi yang membuat Simon menyeringai, jempolnya membuka kunci pistolnya dan telunjuknya telah siap untuk menarik pelatuk ketika terdengar letusan kehebohan petasan dari luar membuat semua orang terkejut.


Kely berteriak sambil menutup telinganya dengan tubuh berjongkok mencari perlindungan, begitu pula denggan Simon yang terlihat terkejut dengan menutup telinganya menggunakan tangan, Alex-pun sama ia merunduk ketika mendengar suara petasan yang bertubi-tubi, dari jendela ia bisa melihat pendaran cahaya warna warni yang menerangi sekeliling villa itu.


“Sial! Apa yang terjadi! Siapa yang melakukan ini!?!” Teriak Simon sambil terus menutup telinganya.


Tak menyia-nyiakan kesempatan Alex menerjang Simon berusaha merebut pistol dari tangan pria itu, tapi pria itu cukup tangguh hingga perlu sedikit pergelutan dan berakhir dengan meletusnya senjata ke sembarang arah. Keduanya terlihat terkejut tapi Alex tersadar lebih dulu ia memukul kepala pria itu hingga tersungkur ke lantai.


“Kalau tebakanku tidak salah, ini pasti hasil karya kekasihku,” ucap Alex sambil menandang tubuh Simon “Ah… dia memang sangat pintar mencari masalah,” lanjutnya sambil mengambil pistol yang tergeletak tak jauh darinya, tak menyia-nyiakan waktu lebih lama Alex berlari keluar bangunan ketika melihat Simon dan Juan yang mulai tersadar sedang berusaha untuk kembali berdiri.


“ALEX!” teriak Ethan dari dalam mobil yang tak jauh dari tempatnya berdiri, ia langsung berlari dan masuk ke dalam mobil yang langsung kembali melesat karena kini efek petasan sudah mulai habis dan beberapa orang pengawal mulai menembaki mobil mereka kembali.


“Apa yang kau lakukan di sini? Dimana Lexi?” tanya Alex sambil merunduk berusaha berlindungan dari muntahan peluru.


“Dia gila… dia benar-benar gila!” hanya itu yang terucap dari bibir Ethan sebagai jawaban dan Alex bisa mengerti itu.


“Apa kau baru tahu kalau dia gila,” ujar Alex sambil mencari kebaradaan Alexa, “Di sana!” seru Alex sambil menunjuk sebuah pohon dimana Alexa terlihat tengah bersembunyi.


Tanpa menunggu waktu lagi, Ethan langsung melesat menuju pohon tempat persembunyian Alexa.


“Cepat!” Teriak Alex sambil membuka pintu mobil membuat gadis itu langsung berlari dan melompat masuk ke dalam mobil, menutup pintunya kembali dan Ethan-pun langsung menginjak gasnya dalam-dalam menuju jalanan.


“AAAHHH… SIAAAALLL!!!” teriak mereka bertiga barengan ketika melihat beberapa orang menghadang mereka dengan senjata lengkap dan mulai memberondongi mobil itu dengan peluru.


****


Haiiii... tinggal beberapa bab lagi menuju tamat ya 😍 dari mulai TSH sampai TSI Lexi memang tercipta dengan segala keabsurdan sifatnya dan pencari masalah 😅😅 tapi percayalah kalau Lexi hanya diam menunggu polisi datang mungkin Dylan, Daniel bahkan Alex sudah meninggal, untuk itulah dia diciptakan sifat ngeyelnya dia secara tdk langsung menyelamatkan sahabat, kakak bahkan kekasihnya, jadi kita doakan saja mudah"an Alex kuat ya menghadapi Lexi 🤣🤣🤣