
"Siapa dia?" Tanya Gerard yang terlihat bingung melihat reaksi kedua pria di sampingnya, "Jangan katakan kalau dia mantan kekasihmu?"
"Apa?! Dia mantan kekasihmu? Yang benar saja!" terdengar bisikan dari Alexa yang terdengar terkejut dengan apa yang dikatakan Gerard, bahkan di layar terlihat kalau merekea menghentikan langkahnya.
"Tenang saja, aku tak mungkin berkencan dengan perempuan membosankan seperti itu," jawab Alex tanpa melepaskan tatapannya dari layar.
"Dia membohongimu, Baby."
"Howard, diamlah!" geram Alex yang membut Gerard menggelengkan kepala melihat kedua pria yang daritadi bertengkar tiada henti itu.
"Dia pengacara salah satu tersangka penyelundup senjata yang berhasil kami tangkap kemarin," ujar Phillip membuat Gerard mengangguk mengerti.
"Tapi apa yang dia lakukan di sana bersama orang-orang itu?" Tanya Alex dengan alis berkerut.
"Mungkin mereka adalah kliennya," tebak Phillip.
"Kita akan mencari tahunya sekarang," ucap Alexa dengan yakin.
Dari layar terlihat mereka semakin mendekati kumpulan orang-orang itu.
"Selamat malam," sapa Alexa membuat orang-orang yang sedang berbincang itu menatap ke arahnya, "Maaf aku mengganggu, aku hanya ingin menyapamu dan mengucapkan terimakasih atas undangannya, Dean."
"Alexa, kau terlihat sangat cantik malam ini," sapa Dean Tyler sambil memeluknya ringan, "Kau telah banyak membantuku selama ini, jadi tentu saja aku harus mengundangmu, apa kau menikmati pestanya?" Tanya Dean dengan senyum ramahnya.
"Tentu saja ini pesta yang sangat luar biasa," puji Alexa yang membuat senyum Dean semakin lebar, "Aku hampir lupa, Theo meminta maaf karena tidak bisa datang dia sedang berada di London bersama istrinya."
Dean mengangguk mengerti, "Apa dia kekasihmu? Aku pikir kau akan datang bersama dengan kakakmu atau Mr. MacKena."
"Maafkan aku, aku lupa mengenalkan kalian... Dean, ini adalah temanku Ethan Howard," Alexa mengenalkan keduanya yang saling berjabat tangan. "Daniel tak bisa hadir karena ada pekerjaan yang tak bisa ia tinggalkan, sedangkan Alex.. well, kau tahu sendiri kalau dia adalah seorang polisi dan kini sepertinya ia sedang menangani sebuah kasus besar yang tak bisa ditinggalkan."
"Kasus besar?" Tanya seorang pria plontos bertubuh kekar yang tak lain dan tak bukan adalah James Barton, target mereka malam ini.
Alexa menatap pria itu dengan wajah bingung kemudian mengangguk sebagai jawaban.
"Maafkan aku, aku belum mengenalkan kalian... Alexa, mereka adalah temanku dulu, James Barton, dia adalah seorang FBI dan ini adalah Rebeca Duvon," ucap Dean mengenalkan kedua orang yang kini menatap Alexa dengan serius.
"Kami pernah bertemu sebelumnya, apa kau ingat Miss. Winchester?" Tanya perempuan dengan gaun hitam berpotongan dada rendah itu sambil menatap Alexa tajam.
"Maafkan aku, sepertinya aku lupa," jawab Alexa dengan tatapan tak kalah tajam yang membuat perempuan itu mengangkat alisnya.
"Well, biasanya orang akan memiliki kesan mendalam terhadapku." Perempuan itu berkata dengan penuh percaya diri membuat Alexa menaikkan alisnya sebelah, "Kita bertemu di sebuah café saat kau sedang membeli kopi dengan Detektif MacKena," lanjutnya membuat Alexa akhirnya menyadari siapa perempuan dihadapannya itu.
"Iya, tentu saja, kau Alien!" seru Alexa kebablasan mengucapakan apa yang ada dalam pikirannya membuat Ethan dan Dean tersedak minumannya, James menahan tawanya sedangkan Rebeca menatapnya dengan sorot mata setajam Elang.
"Alien?"
"Ah, maksudku pada saat kau datang aku dan Alex sedang membahas tentang Alien saat itu," ucap Alexa mencari alasan.
"Maksudmu film tentang Alien?" Ethan mencoba membantu Alexa keluar dari masalah dengan perempuan yang menatapnya dengan bola mata yang akan keluar.
"Bukan... Alex sedang menceritakan tentang kasus barunya."
"Apa kasusnya berhubungan dengan Alien?" tanya Dean dengan nada bercanda yang membuat Alexa tertawa.
"Bukan, tentu saja tidak," jawab Alexa sambil tertawa.
"Jadi kasus apa itu? Siapa tahu aku bisa bantu." James berkata sambil menyesap anggurnya.
"Hmmm.. aku sebaiknya tak membicarakan ini, Alex pasti akan sangat marah kalau aku membicarakannya dengan orang lain."
"Oh, ayolah! Baby, aku sangat penasaran dengan kasus ini. Aku janji tak akan memberitahu siapapun, dan aku yakin merekapun begitu, mengingat mereka adalah FBI dan juga seorang pengacara," ucap Ethan berusaha meyakinkan Alexa sambil menatap ketiga orang dihadapannya yang kini mengangguk.
"Apa ini ada hubungannya dengan penyelundupan senjata? Karena kalau iya, aku adalah pengacaranya dan sebenarnya klienku tidak bersalah, polisi hanya ingin mencari seorang kambing hitam," ucap Rebeca dengan penuh percaya diri membuat Alexa ingin sekali menyumpal mulutnya itu agar diam.
"Bukan, ini bukan soal kambing tapi tentang... Alien," ujar Alexa dengan sorot mata serius memandang Rebeca.
"Jadi kasus apa itu?" Tanya Dean, membuat Alexa terlihat ragu untuk beberapa saat, sampai akhirnya ia berkata.
"Baiklah aku akan memberitahu kalian, ya Tuhan aku yakin Alex akan sangat marah kalau mengetahui aku memberitahu hal ini kepada kalian." Alexa membuang napas berat sambil menggelengkan kepala sebelum ia melanjutkan kembali ceritanya.
Alexa menatap semua orang yang kini terlihat serius dan saling pandang sebelum akhirnya Dean menjawab pertanyaan itu
.
"Aku mendengarnya, apa... penjahatnya sudah tertangkap?"
"Nah itu dia masalahnya, tidak ada bukti apapun yang bisa dijadikan petunjuk dalam kasus perampokan itu dan itu membuat semua anggota NYPD merasa putus asa."
"Tidak ada bukti sedikitpun? Bagaimana dengan CCTV atau sidik jari?" Tanya Ethan.
"Tidak ada... semua bersih, seolah-olah Alien-lah yang mencuri perhiasan-perhiasan itu… well, walaupun Alex mengatakan itu bukan Alien," jawab Alexa membuat semua orang terdiam.
"Jadi... sampai sekarang belum ada bukti yang mengarah kepada para pencuri itu?" Tanya James dengan serius.
Alexa terlihat berpikir beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan itu, "Tidak, Alex mengatakan kalau dia telah memiliki sebuah bukti kuat tentang para pencuri itu, dan kalian tahu? Pencurinya bukan Alien tapi hantu."
"Hantu?" Tanya Ethan tak percaya sedangkan yang lainnya terlihat terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar.
"Iya hantu.. ghooost," ucap Alexa dengan suara menakut-nakuti ke arah Ethan yang langsung bergidik.
"Bukti... bukti apa itu?" Tanya Dean penasaran.
"Aku tak tahu, Alex tak mau memberitahuku."
"Benarkah? Jadi itu sebabnya dia sangat sibuk akhir-akhir ini" Tanya Ethan yang dijawab anggukan dari Alexa.
"Kalau dia memiliki bukti itu kenapa tidak dia serahkan kepada polisi dan menangkap para pencuri itu?" Tanya Dean membuat Alexa dan Ethan terlihat berpikir.
"Aku tak tahu, dia tak memberitahuku apa rencananya," jawab Alexa sambil mengangkat bahunya membuat lawan bicaranya terdiam dan akhirnya mereka kembali membicarakan hal-hal ringan sampai akhirnya sebuah suara yang Alexa kenal memanggilnya.
"Lexa! Ya Tuhan kau terlihat cantik malam ini."
"Kely, aku tak tahu kau akan datang.. wow, kau-pun terlihat luar biasa!" ujar Alexa sambil memerhatikan penampilan gadis mungil berkaca mata itu yang kini terlihat seksi dengan gaun merahnya.
"Thank you... halo Ethan, aku tak tahu kalau kalian datang bersama," ucap Kely setelah melihat pria tampan yang ia kenal sebagai Model berdiri di samping Alexa, "Aku kira kau akan datang dengan detektif seksi itu," ucap Kely sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Alexa tertawa.
"Dia sedang sibuk, dan kau datang bersama..." ucap Alexa sambil menatap pria tampan berambut coklat muda sedikit bergelombang yang dari tadi berdiri di samping temannya itu.
"Ah, aku lupa, Lexa, kenalkan ini Bradly Foster." Kely mengenalkan pria itu kepada Alexa dan juga Ethan.
"Kau harus menceritakannya padaku nanti," bisik Alexa kepada Kely yang ditanggapi gadis itu dengan senyum lebar sambil mengangkat alisnya.
"Aku hampir lupa! Lexa, apa kau ingat kau pernah bertanya tentang kaset video yang tercampur dengan koleksi musim lalu?" Tanya Kely tiba-tiba.
"Iya, apa itu punyamu?"
"I-iya, itu punyaku... apa kaset itu masih ada ditempatmu? Bisakah kau mengambilnya nanti?" Tanya Kely telihat gugup dan itu membuat Alexa tersenyum menggodanya.
"Apa itu video koleksi pribadimu?"
"Bukan, itu hanya... ah lupakan saja, apa kau bisa mengambilnya?" Kely kembali bertanya dengan pipi memerah.
"Iya, tentu saja! Besok aku akan memberikannya kepadamu. Malam ini Alex tak akan pulang dan dia tak ingin aku sendirian di rumah karena itu malam ini dia memintaku menginap di tempat Daniel."
"Aah.. kekasihmu itu sangat pengertian, beda sekali dengan seseorang yang telah mengkhianatimu," ujar Kely sambil menatap Ethan yang terlihat sedang berbincang dengan Dean Tyler.
Tak jauh dari tempat Alexa dan Kely, beberapa orang yang daritadi mendengar pembicaraan mereka kini terlibat pembicaraan yang sangat serius.
"Kalian dengar itu? Videonya masih berada di apartemen gadis itu dan sekarang tempat itu kosong. Jadi ini kesempatan kita untuk mengambilnya," ucap James dengan serius menatap rekan yang lainnya.
"Kau benar ini kesempatan kita," ucap salah satu dari mereka.
"Baiklah, sekarang kita siap-siap dan keluar dari sini diam-diam jangan sampai ada yang mengetahui kepergian kita." Semua orang mengangguk mengerti sebelum akhirnya mereka bubar dan satu persatu secara diam-diam keluar dari pesta itu untuk mendatangi tempat Alexa.
****