
“Jadi maksudmu, Pier adalah Simon Javier?” tanya Phillip tak percaya sambil berjalan cepat di samping Alex yang terlihat terburu-buru menuju mejanya.
“Aku belum pasti, tapi baru mencurigai hal itu.”
“Alex, Simon telah mati dan kepolisian Kanada telah mengkonfirmasi tentang hal itu, mereka memiliki buktinya.”
“Phil, apa kau tak curiga? Mereka mengatakan kalau Pier telah meninggal tapi ternyata masih hidup, dan namanya Pier… Javier? Apa ini hanya sebuah kebetulan? Tidak, aku yakin ******** itu masih terlibat dengan kasus Ghost,” ujar Alex dengan berapi-api membuat Phillip terdiam.
“Tapi kita tidak memiliki bukti pasti, dan… bagaimana dengan bukti DNA dari kepolisian Kanada yang menyebutkan kalau mayat yang berada di lokasi ledakan adalah Simon Javier.”
“Bukan hal yang susah bagi ******** seperti Simon Javier untuk memalsukan kematiannya.”
“Bagaimana kau bisa sangat yakin kalau Simon masih hidup?” tanya Phillip membuat Alex menatapnya beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan itu.
“Karena aku pernah melihatnya,” jawab Alex yang membuat mata Phillip membulat tak percaya.
“Kau apa?!”
“Aku melihatnya kemarin Phill, ketika kita keluar dari gedung Dean Tyler.”
Phillip terdiam beberapa saat sebelum ia berkata, “Kenapa kau tak mengatakannya padaku!? Kau hanya mengatakan kalau kau melihat hantu!” Seru Phillip ketika mengingat Alex berkata kalau ia melihat hantu.
“Karena saat itu aku masih ragu, Phil, aku kira itu hanya penglihatanku saja tapi sekarang aku yakin kalau itu adalah Simon Javier,” ucap Alex dengan sorot mata penuh keyakinan membuat Phillip yang sangat mengenal rekannya itu terdiam kemudian mengangguk sebagai tanda kalau dia memercayainya.
“Baiklah, aku memercayaimu, jadi… apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita tidak memiliki bukti apapun tentang keterlibatan Simon dalam kasus ini,” ucap Phillip sambil menatap Alex yang terlihat berpikir untuk beberapa saat.
“Ayo!” Ajak Alex sambil berjalan dengan terburu-buru diikuti Phillip di belakangnya.
“Kau akan bertanya kepada salah satu mereka tentang Simon Javier?” tanya Phillip ketika mereka berbelok kearah kanan dan menyadari kalau mereka sedang menuju ruang introgasi.
“Iya, kau benar, kita akan bertanya pada mereka.”
“Yeah tentu saja mereka akan menjawabnya dengan senang hati kalau Simon adalah otak dari kejahatan mereka. Yang benar saja, MacKena, kau tahu sendiri mereka sampai saat tetap bungkam tentang masalah ini.”
“Aku tak memerlukan mereka untuk memberitahuku dengan pasti tentang Simon, aku hanya memerlukan sedikit petunjuk dari mereka tentang keterlibatan Simon dalam kasus ini, dan aku akan mendapatkannya,” ucap Alex dengan penuh keyakinan sebelum ia memasuki ruang introgasi sedangkan Phillip seperti biasa mengawasinya dari ruang balik kaca.
Tak berapa lama Bradly Foster memasuki ruangan itu dengan tangan diborgol, ia duduk di kuris depan Alex yang mengawasinya bak seekor elang yang mengawasi mangsanya.
“Apa yang kau mau dariku? Aku sudah mengatakannya kalau aku tak ada hubungannya dengan kelompok perampokan itu,” ucap Bradly santai dengan senyum mengejek.
Alex terdiam beberapa saat dengan mata tak lepas dari pria di hadapannya, Bradly cukup tampan dengan gaya metroseksualnya tak terlihat kalau dia adalah seseorang yang sangat pintar di balik komputer dan seorang hacker handal yang ditakuti di dunia maya.
“Kau tahu, kau tak terlihat seperti seorang hacker handal, aku mengenal beberapa dari mereka.” Alex memulai pembicarannya, “Nate, dia seseorang yang sangat hebat mungkin setingkat denganmu hanya saja kalau dia orang baik dan kau orang jahat.” Alex tersenyum ketika mengatakan hal itu dan ia bisa melihat kalau itu belum bisa memengaruhi lawan bicaranya yang hanya mengangkat alis santai dengan senyum mengejek.
“Dan satu lagi, dia terlihat seperti kutu buku dengan kacamata tebal dan rambut berantakannya, tapi dia terlihat keren karena kepintarannya. Sedangkan kau…” Alex memerhatikan penampilan Bradly yang dibalut dengan pakaian mahal para designer dan beberapa saat matanya terpaku pada cincin di jari tengahnya, cincin dengan motif yang sama seperti yang dikenakan James. Perlahan Alex kembali menatap mata Bradly yang sepertinya tak menyadari kalau ia tengah memerhatikan cincinnya.
“Kau terlihat lumayan modis dengan pakaian mahalmu itu.” Bradly tersenyum bangga mendengar ucapan Alex.
“Tapi, aku juga memiiliki seorang teman yang kepintarannya di atas kalian berdua, dan tentu saja dengan ketampanan di atasmu,” ucap Alex dengan sedikit menghina membuat Bradly terlihat mulai sedikit terpengaruh dan dalam hati Alex merasa puas karena ia kini mengetahui ttitik kelemahan dari lawannya.
“Percayalah dia sangat tampan dan pintar, kau bahkan tak bisa dibandingkan dengannya,” tambah Alex dengan senyum lebar berbeda dengan pria di hadapannya yang kini terlihat memberengut.
“Dia bekerja di tempat yang sangat baik dengan gaji yang lumayan besar, maka dari itu banyak perempuan yang mengantri untuk berkencan dengannya, tidak sepertimu yang sepertinya harus sedikit mengeluarkan uang ekstra untuk mendapatkan perempuan.”
“Apa yang kau mau? Kalau kau sangat menyukai temanmu itu sebaiknya kau berkencan dengannya,” ujar Bradly dengan ketus membuat Alex tersenyum miring.
“Tidak… dia bukan tipeku, dan dia telah memiliki kekasih yang sangat cantik,” jawab Alex santai, “Dan kau tahu dia tak sebodoh dirimu, kau pikir kau telah melenyapkan semua bukti tentang keberadaanmu di area pameran itu saat perampokan?” tanya Alex membuat Bradly kini menatapnya dengan serius.
“Kau mungkin telah mematikan semua keamanan canggih yang ada di dalam gedung pameran, tapi bagaimana dengan kamera pengawas yang ada di jalanan dan gedung-gedung sekitarnya?”
Pertanyaan Alex itu seketika membuat Bradly terbelalak.
“Dan bagaimana kau bisa sangat bodoh dengan memarkir mobilmu di seberang gedung pameran, apa kau tidak melihat kalau toko-toko di sana memiliki CCTV? Ckckck.. kau sangat bodoh persis seperti Simon Javier.”
Mata Bradly membulat, wajahnya seketika memucat ketika mendengar perkataan Alex bukan hanya soal keberadaan CCTV yang telah merekamnya yang membuatnya terkejut tapi juga tentang nama seseorang yang seharusnya tak diketahui keberadaannya oleh orang lain terutama Alex MacKena.
“A-apa maksudmu? Aku tak ada hubungan apapun dengan Simon Javier,” ucap Bradly setenang mungkin, tapi terlambat sang detektif telah mengetahui kegugupan pada dirinya membuat senyum miring terbit diwajah tampannya.
“Aku tak bilang kau ada hubungannya dengan Simon Javier, aku hanya bilang kalau kau sebodoh dia.” Alex menyandarkan tubuhnya santai sambil menatap Bradly yang terlihat gusar.
“Kau tahu Simon sebenarnya sangat mirip dengan temanmu Pier,” lanjut Alex sambil berdiri dengan tangan di kedua saku celannya, ia berjalan ke arah kaca dan menatap pantulan wajah Bradly dari kaca tersebut sebelum akhirnya ia kembali menghadapnya dengan tubuh bersandar di dinding kaca.
“Mereka sama-sama telah dikabarkan mati tapi ternyata masih hidup.”
Ucapan Alex itu kini sukses membuat Bradly menatap ke arahnya dengan mata membulat tak percaya, tapi beberapa saat kemudian dia bisa kembali menguasai dirinya dan bersikap tenang kembali.
“Tidak, tapi kami bertemu.”
“Kalian a-apa?” tanya Bradly tak percaya.
“Ah.. lebih tepatnya dia yang menemuiku.” Alex berjalan dengan santai untuk kembali duduk di depan Bradly yang menatapnya dengan penuh kecurigaan tapi Alex bisa melihat kemarahan di dalam sorot matanya ketika memdengar Simon menemuinya.
“Apa mungkin dia menemuimu untuk melakukan tugasnya yang belum selesai yaitu membunuhmu?” ejeknya dengan senyum puas, dan dalam hati ia memuji dirinya sendiri karena masih bisa bersikap tenang, tapi ia harus kembali merasakan kekalahan ketika Alex dengan santainya mengangguk sambil bertanya.
“Bagaimana kau tahu kalau dia pernah mau membunuhku?”
Mata Bradly terbelalak ketika dia menyadari kalau ia telah masuk kedalam perangkap Alex MacKena.
“Kau benar-benar bodoh,” cemooh Alex sambil menggelengkan kepala terlihat simpati menatap Bradly yang rahangnya mulai mengeras menahan emosi, “Kalau dia berhasil membunuhku, saat ini aku tidak ada di sini berbicaraa denganmu, benarkan?”
Tak ada tanggapan dari Bradly, dia hanya menatap Alex dengan sorot mata berapi-api.
“Oh iya, kau tahu kalau kalian seperti anak kecil?” lanjut Alex sambil menatap pria dihadapannya sambil menggelengkan kepala.
“Bagaimana bisa pria seumuran kalian memiliki cincin yang sama, apa itu semacam cincin anggota genk?” tanya Alex sambil tersenyum mengejek membuat Bradly seketika terbelalak dengan wajah memucat ketika menyadari kalau Alex tidak berbohong tentang Simon yang menemuinya, kalau tidak bagaimana dia mengetahui cincin yang menjadi simbol ikatan di anatara mereka.
“Tidak.. itu tidak mungkin, itu tidak boleh terjadi” ucap Bradly terlihat kalut sambil menggeleng-gelengkan kepala.
“Apa yang tidak boleh?”
“Dia tak boleh menemuimu.”
“Kenapa tidak boleh?”
“Karena seharusnya dia melakukan sesuatu uutuk membebaskanku dari sini bukannya menemuimu!” teriak Bradly dengan napas terengah putus asa.
Sedangkan Alex kembali tersenyum miring penuh kemenangan.
“Jadi, seharusnya dia membebaskanmu? Bukankah kau bilang tadi kalian tidak saling kenal?” pertanyaan Alex itu sontak menyadarkannya kembali, ia tersentak dengan mata terbelalak ketika menyadari kalau ia telah mengatakan sesuatu yang seharusnya tak ia katakan.
“Baiklah, aku rasa pertemuan kita hari ini cukup sampai sini.” Alex berdiri dari duduknya kemudian membalikan badan menuju pintu, “Tenang saja aku tak akan mengatakan kepada yang lain kalau kau memberiku informasi tentang siapa Pier sebenarnya,” lanjut Alex sebelum keluar dari ruangan.
“Dasar baj*ngan! Aku akan pastikan dia akan membunuhmu kali ini!” Teriak Bradly dengan penuh amarah.
“Yeah tentu saja,” ucap Alex sambil berjalan menjauhi ruangan dimana masih terdengar sumpah serapah dari Bradly Foster.
“Aku tak percaya ini, jadi Simon Javier benar-benar masih hidup?” tanya Phillip sambil berjalan di samping Alex yang tengah berjalan dengan cepat menuju ruangan Kapten.
“Seperti yang ku bilang kalau dia memang masih hidup,” jawab Alex tanpa menghentikan langkahnya. Ia harus bergerak cepat untuk menangkap mantan bandar narkoba terbesar di Amerika itu yang sebelumnya telah dinyatakan meninggal oleh pihak Kanada
.
Alex mengetuk ruangan Kapten kemudian masuk tanpa menunggu ijin dari atasannya itu untuk masuk setibanya di dalam ia menjelaskan tentang apa yang terjadi, dari mulai kecurigaannya sampai dengan hasil introgasi yang baru saja ia lakukan terhadap Bradly Foster.
“Jadi Simon Javier masih ada hubungannya dengan Ghost?” tanya Kapten tak percaya.
“Iya, dia adalah salah satu dari mereka.”
“Tapi kenapa ia mau melakukan perampokan? Maksudku dia adalah seorang pengusaha ternama dengan penghasilan fantastis,” ucap Kapten sambil menatap Alex.
“Dan jangan lupa kalau dia adalah seorang bandar narkoba.” Alex mengingatkan tentang statusnya yang sebenarnya yang mendapat anggukan dari atasannya.
“Sepertinya perusahaan dan yayasan selain untuk mencuci uang hasil penjualan narkoba juga untuk mencuci uang hasil perampokan.” Alex berusaha menjelaskan prediksinya, Kapten terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berkata.
“Kita tidak bisa memasukannya ke dalam DPO karena belum memiliki bukti yang kuat kalau dia masih hidup.”
“Yang benar saja, Kapten!” Seru Alex tak percaya dengan keputusan atasannya.
“Dengarkan aku! kalau kalian ingin memasukannya ke dalam DPO ke seluruh negri cari bukti yang pasti yang tak bisa lagi di bantah… pihak kepolisian Kanada telah mengeluarkan keputusa kalau Simon Javier meninggal di sana, kalau kita tidak memiliki bukti nyata mereka akan sangat tersinggung dan menganggap kalau kita telah menghina mereka karena tak memercayai hasil investigasi mereka."
“Sial!” umpat Alex karena ia mengakui kalau yang dikatakan Kapten sepenuhnya adalah benar.
“Dia benar, sebaiknya kita mencari buktinya terlebih dahulu,” ucap Phillip mencoba menenangkan Alex yang terlihat kecewa dan juga marah.
Setelah keluar dari ruangan Kapten, Alex dan Phillip kembali bekerja dengan mencoba mencari keberadaan kaki tangan Simon Javier yang masih terhubung dengan Ghost yaitu Juan Valintino, karena mereka yakin kalau pria keturunan Italia itu mengetahui tentang keberadaan mantan kekasih Kerelyn Howard itu.
*****
Haiiii.... udah jelaskan siapa si Pier ini, tapi pertanyaannya bagaimana bisa dia masih hidup? mau sedikit clue? 😁 ok, seperti yang aku bilang di grup clue nya adalah "KETERKAITAN KETERIKATAN" , jadiiii.... untuk menjawab pertanyaan itu sebetulnya gampang, ingat-ingat lagi bagaimana Simon meninggal? 😉 Selamat menebak... Love 💗A.K💗