The Secret Identity (#3 The Secret Series)

The Secret Identity (#3 The Secret Series)
Bab 47



“Daniel, kau bilang tadi Alex meminta kalian mengecek keberadaanku?” tanya Alexa dengan jantung berdetak kencang takut dengan prediksinya sendiri.


“Iya,” jawab Daniel singkat dan mulai ikut curiga seperti halnya Alexa.


“Ya Tuhan, Daniel, apa mungkin mereka menjadikanku sebagai umpan untuk mendapatkan Alex?”


“Sial! Itu sebabnya dia mengetahui kalau kau tidak ada di kantor karena mereka telah menghubunginya dan mengancamnya dengan menggunakan kau sebagai umpan.”


“Dan Alex memercayainya setelah Gerard memberitahunya tentang lokasiku,” ucap Alexa dengan jantung berdetak hebat ketika menyadari kalau kekasihnya itu kini dalam bahaya.


“Aku tak bisa menghubunginya, bisakah Gerard mengetahui dimana lokasinya saat ini?” lanjut Alexa dengan wajah cemas membuat Ethan menatapnya dan ikut terlihat cemas.


“Kami hanya memasang alat pelacak pada kalian bertiga.”


Seketika Alexa mengumpat mendengar ucapan Daniel, detak jantungnya semakin hebat, tangannya gemetar ketika menyadari kalau keberadaan Alex kini tak diketahui.


“Lexa, kau tenang dulu Gerard sedang menghubungi Phillip untuk menanyakan keberadaan Alex.”


“Phillip! Kau benar, dia pasti sedang bersama Alex saat ini.”


Sayup-sayup ia bisa mendengar Daniel bertanya kepada Gerard, jantungnya kini semakin berdetak hebat, kakinya bergetar, giginya gemerutuk mengigiti kuku-kuku jari tangannya, gadis itu kini telihat sangat tegang menunggu kabar tentang keberadaan kekasihnya. Dan seketika ia duduk tegak ketika suara Daniel kembali terdengar.


“Lexa, sebaiknya kau segera pulang ke rumah, kita akan membicarakan ini nanti.”


Deg!


Jantungnya tiba-tiba serasa turun hingga perut, ia lupa bagaimana cara bernapas ketika menyadari maksud dari perkataan kakaknya.


“Phillip tidak sedang bersama Alex kan?” tanya Alexa dengan suara gemetar.


Daniel terdiam beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan itu, “Ya, tapi mereka kini sedang mencari keberadaannya.”


“Ya Tuhan.”


Tubuh Alexa lemas seketika membuat Ethan menatap ke arahnya karena merasakan ada yang salah dengan gadis yang kini terlihat pucat pasi.


“Ada apa? Apa ada sesutu terjadi pada Alex?”


Alexa menatap kearahnya dengan sorot mata takut dan bingung.


“Alex menghilang,” jawab Alexa dengan suara gemetar yang membuat Ethan terkejut.


“Bagaimana bisa?”


“Mereka menggunakanku sebagai umpan untuk mendapatkan Alex. Aaarrrgghh sial!” seru Alexa dengan penuh amarah.


Ethan terdiam beberapa saat terlihat berpikir sampai akhirnya ia mengerem mobilnya secara tiba-tiba dengan mata terbelalak seolah dia baru menyadari sesuatu..


“Mobil tadi!” seru Ethan dengan mata terbelalak, membuat Alexa yang sudah membuka mulut untuk memakinya karena ia terantuk ke depan yang untung saja sabuk pengaman menahan tubuhnya.


“Mobil apa maksudmu?” tanya Alexa sambil menatap Ethan dengan penasaran.


“Mobil yang melintas tadi dengan sangat cepat, itu mobilnya!”


“Tadi ada mobil dari arah depan yang melintas dengan sangat cepat membuat aku sedikit kehilangan kendali dan.. mungkin saja aku salah, ini hanya tebakanku saja ok?”


“Ethan, katakan sekarang atau aku akan memukulmu!” Alexa kembali menggeram dengan tangan mengepal tepat di depan muka mantan kekasihnya itu membuat pria itu menelan ludah kasar sambil mengangguk mengerti.


“Aku rasa itu mobil Alex tapi bisa saja aku salah.”


Alexa terdiam beberapa saat terlihat berpikir, tiba-tiba ia menatap ke arah belakang dan kemudian matanya membulat.


“Ethan, putar balik sekarang!” Serunya sambil menatap Ethan dengan wajah serius, “Sekarang!” ia kembali berseru dan langsung saja membuat Ethan memutar kendaraan sambil mengumpat pelan.


“Ini adalah jalan dimana Kely membawaku, apa kau tak tahu artinya? Artinya tempat persembunyian mereka ada di sekitar sini,” ucap Alexa dengan antusias yang membuat Ethan mengangguk mengerti maksud perkataan Alexa.


“Jadi besar kemungkinan yang tadi itu benar-benar mobil Alex.”


“Iya, Alex tidak bodoh dia pasti akan meminta untuk melihat kondisiku jadi itu sebabnya Kely pasti akan membawaku ke tempat dimana mereka menyuruh Alex untuk datang.” Alexa mengakhiri analisanya yang membuat Ethan kembali mengangguk-anggukan kepalanya setuju.


“Kau benar, tapi apa sebaiknya kita tidak menghubungi polisi dan meminta bantuan mereka?” tanya Ethan sambil sekilas menatap Alexa yang terlihat tegang sebelum kembali menatap jalanan.


“Kau benar,” jawab Alexa sambil kembali menggunakan ponsel Ethan dan dengan cepat menghubungi Daniel lalu secara singkat memberitahu tentang apa yang terjadi, tidak lupa ia memberitahu dimana lokasi mereka saat ini dan meminta kakaknya itu untuk menghubungi Phillip dan memintanya membawa bantuan.


“Kenapa kau tidak langsung saja menghubungi Phillip?” tanya Ethan karena ia tak mengerti kenapa ia malah menghubungi Daniel dan memintanya untuk menghubungi rekan Alex itu.


“Aku tak hapal no Phillip,” jawab Alexa santai membuat Ethan kini mengangguk mengerti.


“911,” ucap Ethan menyebutkan no telepon darurat kepolisian, membuat Alexa menatapnya dengan wajah polos.


“Ah iya, aku lupa… tapi jangan khawatir Phillip akan datang dengan bala bantuan, jadi sekarang...” Alexa menatap Ethan dengang sorot mata menggebu-gebu sebelum melanjutkan kembali perkataannya, “Injak gasnya dalam-dalam, E!”


Tanpa membuang waktu lagi Ethan langsung menginjak gasnya dalam-dalam membuat mesin mobilnya menderu dan melaju dengan kecepatan penuh untuk mencari keberadaan Alex. Mereka terus melaju melewati mobil Kely yang terlihat kosong tanpa pemiliknya.


*****


Kely mengutuk sambil terhuyung keluar dari mobil dengan pandangan masih buram karena semprotan cairan merica dari Alexa, ia lanjut memaki ketika tembakannya meleset. Dengan penuh emosi ia kembali ke dalam mobilnya untuk mengambil ponsel dan menghubungi Simon.


“Dia melarikan diri,” ujar Kely dengan napas memburu menahan emosi ketika Simon menjawab panggilannya.


"Sial! Bagaimana bisa kau kehilangannya?”


“Dia mengetahui kalau aku yang mengirimnya bunga itu.”


“Bagaimana dia bisa mengetahuinya?!” geram Simon membuat Kely mengatur napasnya beberapa saat berusaha bersikap tenang karena kini dia tahu semarah apa pria itu.


“Aku tidak tahu bagaimana dia bisa mengetahuinya, tapi itu tidak masalah karena bukankan kau sudah menghubungi baj*ngan itu?”


“Iya, dan dia sedang dalam perjalanan menuju sini tapi apa kau tak berpikir dia akan membiarkan kita begitu saja setelah mengetahui kalau perempuan itu tidak ada bersama kita? Bagaimana kalau perempuan itu menghubunginya dan mengatakan kalau dia telah berhasil melarikan diri? Yang ada dia akan datang ke sini dengan ratusan polisi yang akan menangkap kita semua!.” Seru Simon dengan penuh amarah membuat Kely mengacak-acak rambutnya dengan emosi karena menyadari kalau yang dikatakannya itu bisa saja terjadi, tapi kemudian ia terdiam terlihat berpikir ketika menyadari sesuatu.


“Simon,” panggil Kely dengan mata membulat, “Kirim beberapa orang anak buahmu ke sini sekarang juga! Kalau apa yang aku pikirkan ini benar maka kita akan mendapatkan ******** itu,” ucap Kely dengan seringai di wajahnya sambil menutup ponselnya.


*****


Haiiii... siapa yg kemarin nebak Ethan termasuk kelompok ghost???? 🤣🤣🤣 tenanglah saya tdk akan seekstrim itu membuat adik Kerelyn jd penjahat, bisa" dikutuk jd kecoa dia kalau itu benar😅😅 beberapa bab kedepan bnr" puncak dari semuanya ya, yg pasti bakal bikin jantung dag dig dug 😍 jadi... siapkan mental dari sekarang 💗A.K💗