The Secret Identity (#3 The Secret Series)

The Secret Identity (#3 The Secret Series)
Bab 26



Kedua pria itu duduk saling berhadapan dengan mata saling mengitimidasi satu sama lain, beberapa menit terakhir ini mereka habiskan dengan saling menatap tajam tanpa sepatah katapun yang terucap, seolah siapapun yang berkedip duluan dialah yang kalah.


Alex duduk sambil berpangku tangan menatap pria yang malam ini luar biasa tampan dengan stelan resmi berwarna broken white tanpa dasi tapi menggantinya dengan slayer hitam motif merah marun membuatnya terlihat sangat elegan.


"Aku membenci ide ini," ucap Alex dingin yang ditanggapi pria di hadapannya dengan senyum miring.


"Aku sangat menyukai ide ini," ujar Ethan dengan senyum penuh kemenangan yang membuat Alex mendelik padanya.


"Dengar, kau pergi dengannya untuk mengawalnya, bukan untuk berkencan dengannya!!! Jadi kalau sesuatu terjadi pada Lexi, aku akan membunuhmu, ingat itu!!" seru Alex dengan mata tajam menusuk lawan bicaranya yang terlihat santai dengan ancaman detektif NYPD itu.


"Tenang saja, aku akan mengawasinya dengan sangat baik... aku akan menempel padanya seperti permen karet yang tak bisa dilepaskan."


"Kau!!!"


Amarah Alex itu harus tertahan ketika mendengar suara dari stiletto milik Alexa membuat kedua pria itu menatap ke arah kamar dimana gadis yang malam ini terlihat luar biasa cantik dengan gaun berwarna biru dongker tanpa lengan dengan panjang selutut sukses membentuk tubuh indahnya terlihat sempurna dan memerlihatkan kaki jenjangnya yang akan menghipnotis para pria, seperti halnya kedua pria yang kini menganga melihat penampilannya.


"Berhentilah bertengkar, kalian seperti anak TK," ucap Alexa santai sambil menggelengkan kepala tanpa menyadari kalau dirinya telah membuat kedua pria itu hilang kesadaran.


"Baby, kau terlihat cantik malam ini," puji Ethan sambil berdiri dengan senyum lebar menatap Alexa yang menatapnya santai.


"Jadi menurutmu selama ini aku tidak cantik."


"Maksudku..." Ethan baru akan menjelaskan maksdunya ketika Alex memotong ucapannya.


"Untukku kau selalu terlihat sangat cantik, bahkan ketika kau tidur mangap dan ngiler-pun kau terlihat sangat cantik." Pujian sekaligus hinaan dari Alex membuat Alexa mendelik padanya.


"Aku tidak ngiler!" protes Alexa dengan wajah ditekuk.


"Oh iya kau mangap dan ngiler."


"Tidak."


"Iya."


"Kau tidak punya bukti," ucap Alexa sambil menaikan alisnya menantang pria yang kini telah berstatus sebagai kekasihnya.


"Aah.. seharusnya aku memotretmu semalam."


"Tunggu! Kenapa kau bisa tahu kalau dia tidurnya mangap dan ngiler?" Tanya Ethan sambil menatap Alex yang membuat pria itu tersenyum miring penuh kemenangan.


"Menurutmu?" Alex balik bertanya dengan senyum kemenangannya ditambah dengan mengangkat alis matanya yang semakin mempertegas kalau apa yang dipikirkan Ethan memang benar.


"Baby, katakan kalau itu tidak benar, kalian tidak tidur bersamakan?"


"Tentu saja itu benar," jawab Alex santai sambil berdiri merangkul bahu Alexa yang langsung menepisnya.


"Jangan berpikiran macam-macam, Ethan... kami hanya... tidur bersama," jelas Alexa yang membuat Ethan menganga tak percaya.


"Sayang, kau terlalu polos dan itu sangat menggemaskan." Alex mencubit lembut pipi Alexa dengan wajah gemasnya sebelum dia kembali berkata, "Bagaimana bisa kau mengatakan padanya kalau kita tidur bersama, lihat dia terlihat patah hati!" ujar Alex sambil menatap Ethan dengan wajah mengejek penuh kemenangannya.


"Tapi kita tidak..." ucapan Alexa terhenti oleh ciuman tiba-tiba dari Alex yang semakin membuat rahang Ethan mau copot karena menganga sangat lebar.


"Baiklah, hati-hati ok? Kami akan mengawasi kalian dari luar. kau ingatkan rencana yang telah kita susun semalam?" Tanya Alex setelah ia melepaskan ciumannya, tapi sepertinya Alexa masih belum sadar sepenuhnya. Ia hanya menatap Alex terlihat bingung.


"Lexi, kau ingat rencana kita?" ulang Alex sambil menyentuh bahu Alexa yang perlahan mulai tersadar dari kejutan ciuman tiba-tiba Alex.


"Kenapa kau menciumku! Aku jadi lupa apa rencananya!" Seru Alexa dengan wajah putus asa membuat Alex menahan tawa karena mengetahui kalau ciumannya berpengaruh sangat besar terhadapnya.


"Baiklah aku akan menjelaskannya lagi... dan kau," ujar Alex sambil menatap Ethan yang masih terlihat tak percaya dengan apa yang baru saja dlihat dan didengarnya.


"Langsung antarkan Lexi pulang ke tempat Daniel, jangan ke tempat lain, ok!" perintah Alex dengan serius dan tegas yang hanya dijawab pria itu dengan anggukan.


Malam ini Alexa mendapat undangan dari Dean Tyler untuk menghadiri pesta ulang tahun perusahaannya, awalnya Alex melarangnya untuk datang tapi setelah mengetahui salah satu tersangka dari anggota ghost akan hadir pada pesta itu maka dengan berat hati ia meminta Alexa untuk menghadiri pesta itu, tentu saja ada maksud tersembunyi dari semua itu. Mereka sempat bingung karena tak mungkin mengirim Alexa sendiri ke pesta dan Alex tak mungkin ikut bersamanya, itu hanya akan membuat pihak lawan bertambah curiga karena telah mengenal siapa Alex sebenarnya dan itu akan membuat mereka semakin waspada.


Awalnya Daniel yang akan mendampingi Alexa ke pesta itu mengingat Gerard sangat diperlukan untuk mengurus semua alat penyadap dan kamera pengintai yang tersambung dengan kacamata Ethan, tapi mendadak dia ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan sedangkan Theo sedang berada di London bersama Calista.


Rencana itu hampir saja gagal karena tak ada yang bisa menemani Alexa ke pesta walaupun gadis itu bersikukuh kalau dia bisa melakukannya sendiri tapi mereka tak mengijinkannya, sampai akhirnya Kerelyn mengajukan saran yang membuat Alex menolaknya dengan keras, tapi karena tak ada jalan keluar lain akhirnya ia menerima saran kekasih Daniel itu walaupun dengan sangat berat hati. Sarannya tak lain dan tak bukan adalah dengan mengikut sertakan Ethan dalam rencana mereka yang kebetulan sedang berada di New York untuk berlibur, tentu saja mantan kekasih Alexa yang sepertinya masih menaruh perasaan kepada gadis bermata amber itu tak menyia-nyiakan kesempatan yang ditawarkan. Ia langsung bersedia menemani Alexa ke pesta walaupun dibawah ancaman Alex.


"Apa kalian mendengarku?" suara Alex terdengar dari ear piece yang terpasang di telinga Alexa dan juga Ethan yang saat ini telah masuk ke dalam gedung dimana pesta diselenggarakan, sedangkan Alex, Gerard dan Phillip berada beberapa meter di luar gedung mengamati kondisi dalam gedung dari layar yang berada di dalam sebuah mobil Van yang terparkir beberapa meter dari tempat pesta.


"Baby, apa kau benar-benar berpacaran dengan pria kurang ajar itu?" Tanya Ethan tak menghiraukan pertanyaan Alex yang terdengar menggeram menahan emosi.


"Kami mendengarmu, dan iya aku berpacaran denganya." Alexa menjawab langsung kedua pertanyaan dari para pria itu.


"Jadi sebaiknya kau jangan berani-berani menggoda kekasihku, atau aku akan menembakmu," ancam Alex, dan Ethan bisa mendengar nada sombong dari suaranya yang membuat adik Kerelyn itu memutar bola matanya.


"Well, minimal dia tak akan berani untuk mengkhianatiku," jawab Alexa sambil mengambil makanan ringan dari pelayan yang menghampiri mereka dengan nampan perak di tangannya.


"Aku tidak mengkhianatimu! Aku hanya khilaf," ujar Ethan membuat alasan yang hanya mendapat tatapan, 'Yang benar saja' dari Alexa.


"Aku serius, Baby, dia menggodaku terlebih dahulu."


"Yeah dan kau menyambut godaan itu dengan senang hati."


"Aku tak bermaksud seperti itu!... dengar, aku sangat mencintaimu dan sampai sekarangpun aku masih mencintamu... aku sangat menyesal karena telah mengkhianatimu."


"Akhirnya kau mengakui kalau kau mengkhianatiku."


"Hahaha.. dasar bodoh."


"Dan aku sangat menyesal... aku berjanji tak akan melakukan hal yang sama, jadi mau kah memberiku kesempatan kedua?" Tanya Ethan dengan sungguh-sungguh membuat Alexa terlihat sedikit berpikir.


"Lexi, jangan berpikaran macam-macam!"


"Sebaiknya kau putus dengan pria kurang ajar itu dan kembali padaku." Ethan memberikan saran sambil tersenyum cerah lebar, tapi senyuman langsung hilang setelah mendengar suara Alex.


"Sebelum itu terjadi, aku akan pastikan kepalamu berlubang terlebih dahulu."


"Dengan peluru berukirkan huruf A?" terdengar suara Phillip menimpali perkataan Alex.


"Iya, dengan ukiran huruf A yang sangat besar."


Mendengar itu Ethan berdehem kemudian mengambil segelas anggur dan langsung menghabiskannya. Tapi tanpa diduga ia tiba-tiba mengambil tangan Alexa lalu mencium punggung tangannya yang tentu saja hal itu akan menyulut emosi Alex kembali, karena ia tahu kalau pria bermata biru itu tengah melihat apa yang dia lakukan dari monitor yang ada di dalam Van.


"Baby, mari kita berdansa!" ajak Ethan sambil merangkul pinggang Alexa dan dengan sengaja ia memastikan matanya memindai gerakan itu yang langsung membuat sebuah geraman terdengar dari ear piece mereka.


"Aku benar-benar akan membunuhmu, Howard!"


"Yeah tentu saja, tapi setelah aku berdansa dengan kekasihmu," ucap Ethan santai sambil menuntun Alexa ke lantai dansa.


"Sial! Apa harus berdansa sedekat itu? Yang benar saja, Howard!"


"Kalian berdua, hentikan!" geram Alexa dalam bisikan karena tak tahan dengan tingkah kekanak-kanakan keduanya.


"Kau... dengar! Sampai kapanpun aku tak akan kembali kepada orang yang telah mengkhianatiku, jadi jangan coba-coba untuk merayu!" geram Alexa tepat di telinga Ethan.


"Hah! Kau dengar itu Howard! That's my girl!" ucap Alex dengan perasaan puas.


"Dan kau!" sekarang Alexa berbicara tepat di depan wajah Ethan, matanya menatap tajam kacamata yang dipakai pasangannya malam ini, "Berhentilah bersikap seperti zombie pencemburu yang akan memakan semua orang yang mendekatiku," ucap Alexa dengan wajah serius membuat Ethan tersenyum karena bukan hanya dia yang mendapat amukan dari gadis bermata ember itu.


"Sebaiknya kalian berdua berhenti bertengkar seperti anak TK dan kita fokus dengan misi kita, kalian berdua paham!" lanjut Alexa masih berbicara di depan wajah Ethan yang mengangguk mengerti.


"Bagus! ku anggap kalian berdua mengerti!" ujar Alexa sambil mengangguk puas sebelum akhirnya mereka kembali berdansa dan larut dalam kegitan itu untuk beberapa saat, sampai akhirnya Ethan melihat target mereka.


"Bukankah itu dia?" Ethan memberi tanda dengan kepalanya ke arah dua orang yang berdiri dekat dengan meja minuman sambil berbincang.


"Iya, itu dia... awasi terus, dan lakukan seperti yang telah kita rencanakan."


"Apa kau mengenal siapa orang yang sedang bersamanya?" Tanya Alexa setelah melihat kalau target mereka tengah berbicara dengan seseorang.


"Aku tak bisa melihat dengan begitu jelas, bisakah kalian sedikit mendekat?"


"Ayo kita sapa mereka, dan bereskan misi ini secepatnya," lanjut Alexa sambil berjalan mendekati orang-orang itu, setelah melihat Dean Tyler bergabung dengan kedua orang itu.


"Kalian berhati-hatilah," ujar Alex setelah melihat mereka berdua mulai menjalankan aksinya.


Di dalam sebuah Van berwarna hitam tak jauh dari gedung tempat pesta dilakukan, Alex, Gerard dan Phillip kini terlihat serius mengamati layar monitor yang terhubung dengan kamera pada kacamata Ethan.


"Bukankah dia..." ucap Phillip sambil menunjuk sosok seorang perempuan yang terlihat tengah berbincang dengan Dean Tyler dan juga James.


"Rebeca Duvon," ucap Alex dengan sorot mata serius menatap layar.


****


Haiiiii... ok, kali ini aku akan memerkenalkan visual Ethan Howard, karena sosoknya yg metroseksual dan seorang model, akhirnya aku ambil dia dari jajaran para model.. dan tanpa banyak basa basi ini dia Ethan Howard ๐Ÿ˜ mantan Alexa, dan saingan terberat Don Juan kita ๐Ÿ˜