
Disisi lain Alex yang sedang mengejar James yang berlari ke arah tempat parkir tampak sedikit kesulitan karena beberapa kali pria itu melayangkan tembakan ke arahnya yang membuatnya harus berlindung di antara deretan mobil yang terparkir.
Dalam perjalannya menuju ke apartemen ia telah menghubungi NYPD untuk meminta bantuan dan beberapa dari mereka telah datang untuk membantu penyergapannya. Sebelum ia naik ke atas ia telah lebih dulu mengamankan Bradly yang tertangkap sedang memanipulasi CCTV. Ahli IT yang sempat dikenali Gerard di pesta tadi itu kini telah diamankan di dalam mobil patroli dengan borgol ditangannya.
"Minggir!" teriak James sambil menodongkan senjatanya ke arah seseorang yang baru saja masuk ke dalam mobilnya dan tanpa pikir panjang pemilik kendaraan itu langsung keluar dengan wajah ketakutan.
James langsung melesat dengan kecepatan penuh, ia tak memedulikan beberapa orang polisi yang berdiri menghadang jalannya sambil mengokang senjata. Melihat itu malah semakin membuat pria itu menginjak gasnya dalam-dalam sehingga terdengar deru suara mesin yang menggema di area parkir membuat para polisi yang tadi menghadangnya menghindar ke arah pinggir sambil menghujani kendaraan itu dengan tembakan. Alex mengumpat karena tembakan dari mereka tak ada yang berhasil membuat kendaraan itu berhenti. Tanpa membuang waktu Alex langsung lari masuk ke dalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri, dan langsung mengejar kendaraan yang ditumpangi James.
Kejar-kejaran di jalanan kota New York tak bisa dihindari lagi, beberapa mobil polisi ikut bergabung dengan Alex setelah pria bermata biru itu mengumumkan lewat radio polisi tentang posisi dimana pengejaran itu berlangsung. Sautan suara sirine polisi yang mengisi keheningan malam itu beradu dengan suara klakson yang nyaring membuat setiap kendaraan yang berada di jalanan itu minggir memberi mereka jalan, sesekali terdengar decitan ban katika mobil-mobil itu harus berbelok dengan tiba-tiba.
Terlihat beberapa mobil patroli yang ikut dalam pengejaran itu tak bisa mengimbangi kemampuan mengendarai dari orang yang mereka kejar, alhasil mereka-pun berakhir dengan menabrak trotoar, tiang listrik bahkan ada satu yang terbalik.
"Sial!" umpat Alex ketika melihat kekacauan di belakangnya dari kaca spion, ia kembali menginjak gasnya dalam-dalam setelah melihat kendaraan yang ditumpangi James berbelok ke arah Bronx.
Pengejaran berlanjut ke pinggir kota yang tidak begitu ramai, suasana mulai berganti dari gedung-gedung pencakar langit menjadi perumahan-perumahan yang sedikit kumuh dan itu malah membuat James semakin menggila, kini ia bisa dengan leluasa mengendarai kendaraannya bak di sirkuit F1. Melihat itu Alex semakin geram dan merasa tertantang, apa lagi melalui radio transmisi yang terpasang di mobilnya, Phillip memberitahu kalau Rebeca dan Bradly telah mereka bawa ke kantor polisi dan itu semakin membakar semangatnya.
Kakinya semakin dalam menginjak gas sampai mencapai kecepatan maksimal hingga melesat bak terbang menembus kegelapan malam, di belakangnya iring-iringan mobil polisi mengikuti dengan kecepatan yang tak kalah darinya. Jarak kendarannya dengan James semakin dekat membuatnya berani untuk melakukan tembakan dan untung saja salah satu tembakannya berhasil mengenai ban hingga mobil di depannya oleng dan berakhir dengan menabrak sebuah pohon.
James terlihat keluar dari mobil itu dan mulai berlari di antara rumah-rumah penduduk, disusul oleh Alex dan rekan-rekannya yang memberikan tembakan peringatan dan meminta pria itu untuk menyerah. Tapi bukannya menuruti perintah polisi, pria plontos itu malah semakin berlari dan sesekali ia akan mengeluarkan tembakan yang membuat para pengejarnya mengumpat sambil berlindung.
Suasana malam yang gelap membuat mereka sedikit kesulitan apalagi target mereka mengenakan pakaian gelap yang memudahkannya untuk bersembunyi. Seperti saat ini, pria itu masuk ke sebuah bangunan pabrik yang sudah tak terpakai, bersembunyi entah di mana. Dengan perlahan Alex masuk ke dalam gedung itu diikuti beberapa rekannya ikut bergabung sedangkan yang lainnya mengepung bangunan itu dari segala arah.
Alex kembali mengendap semakin masuk ke dalam bangunan setelah tak ada jawaban dari James.
"Kedua rekanmu sudah ada di kantor polisi dan aku yakin kali ini kalian tak bisa melarikan lagi."
Alex berlindung ketika James menjawab seruannya dengan tembakan dan hampir saja mengenainya hanya meleset beberapa cm dari atas kepalanya. Alex melihat arah datangnya tembakan lalu memerintahkan salah satu rekannya untuk melindunginya dengan melakukan tembakan balasan.
Pada saat adu tembak itulah Alex berlari sambil membungkuk ke arah belakang tempat persembuyian James, dan tepat ketika anggota FBI itu hendak melakukan tembakan balasan secepat kilat Alex melompat menyergapnya dari belakang.
Pelatihan bertahun-tahun di FBI membuat James menguasi beladiri yang cukup tinggi, sehingga pertarungan keduanya-pun tidak dapat dihindari lagi. Beberapa tendangan dan pukulan sempat mengenai Alex tapi ia tak tinggal diam, ia membalas dengan tak kalah sengit sehingga terlihat beberapa kali James sempat terhuyung karena pukulan dari pria bermata biru itu.
Area gedung pabrik furnitur yang masih diisi oleh tumpukan kayu mentah dan juga mesin-mesin pemotong membuat tubuh keduanya acap kali berbenturan dengan benda-benda itu, seperti saat ini Alex melayangkan tendangan tepat di perut lawannya yang membuat tubuhnya terpelanting menghantam tumpukan kayu yang langsung jatuh berantakan terlihat beberapa kayu menimpa tubuh pria itu.
Dengan napas terengah ia mendekati James yang sedang berusaha untuk bangkit tapi terlambat karena Alex langsung kembali menendangnya hingga ia kembali tersungkur, sampai akhirnya detektif NYPD itu berjongkok lalu memborgolnya sambil membacakan hak-haknya sebagai tersangka.
"James Barton, kau ditangkap atas tuduhan perampokan dan pembunuhan di beberapa bagian Amerika, kau berhak mendapatkan pembelaan dan seorang pengacara.. aah aku lupa kalau pengacara kalian juga sudah tertangkap, tapi jangan khawatir negara akan menyediakan pengacara untuk kalian semua, tapi aku pastikan mereka akan kalah di pengadilan."
Mendengar itu James kembali memberontak, tapi usahanya sia-sia karena kini tangannya telah terborgol ke belakang dengan dengkul Alex menghimpit punggungnya, sebelum akhirnya ia ditarik paksa oleh Alex lalu menyerahkannya kepada salah satu rekannya untuk diamankan.
****