
“Kau sangat beruntung karena memiliki kekasih sekaligus pengawal pribadi seperti dia,” bisik Kely sambil tersenyum menggoda Alexa yang langsung membuang napas sambil melirik ke arah kursi yang berada di ruang design dimana Alex tengah duduk dengan nyamannya sambil membulak balik majalah mode di tangannya.
Hari ini Alexa akan mulai kembali kerja, awalnya Alex keberatan karena sampai sekarang Simon dan kawanannya belum juga tertangkap tapi karena sudah lebih dari seminggu dan Alexa harus melakukan pekerjaannya sebagai seorang designer dari sebuah perusahaan mode dunia yang akan melakukan pameran musim semi akhir minggu ini, yang tentu saja hal itu menyebabkanya harus bekerja lembur menyiapkan koleksi pribadinya yang akan diikut sertakan dalam pameran tersebut.
Alhasil setelah hasil negosiasi yang cukup alot akhirnya mau tidak mau Alexa menyetujui syarat yang diberikan kekasihnya, yaitu pria bermata biru itu akan berperan sebagai pengawal pribadi dimana dia akan ikut kemana-pun Alexa pergi, termasuk ke kantornya.
“Percayalah kalau kau sudah mengenal siapa dia sebenarnya, kau tidak akan seterpesona itu ketika melihatnya,” ucap Alexa sambil merapihkan baju yang terpasang di patung model dengan menggunakan beberapa jarum pentul yang dipasangkan di beberapa bagian pakaian yang tinggal memerlukan sentuhan akhir itu.
“Well, selama dia tampan apapun kekurangannya itu masih bisa termaafkan.” Kely mengangkat alisnya sambil tersenyum lebar yang membuat Alexa tertawa sambil menggelengkan kepala.
“Jadi bagaimana dengan kasus yang kalian hadapi, apa sudah ada kemajuan?” Kely bertanya sambil memperbaiki baju rancangannya sama seperti apa yang dilakukan Alexa.
“Belum ada, para penjahat itu menghilang seperti di telan bumi,” jawab Alexa yang membuat Kely menatapya dengan prihatin.
“Oh, Lexa, itu sangat menakutkan.”
“Iya, itu memang sangat menakutkan,” ucap Alexa sambil mengangguk setuju, “Tapi, kau tahu, Kely,” lanjutnya sambil menatap Kely dengan sorot mata menusuk penuh emosi.
“Ketakutan kami kini telah berubah jadi amarah, kami tidak tahu apa salah kami hingga mereka mengancam hidup kami seperti ini,” ucap Alexa dengan menggebu-gebu, “Mereka hanya sekumpulan pengecut yang hanya bisa bersembunyi ketika kami megetahui identitas mereka dan mengancam kami dengan sembunyi-sembunyi.” Wajah Alexa memerah karena emosi yang selama ini ditahannya.
“Tapi aku yakin mereka akan segera tertangkap,” lanjutnya dengan sorot mata penuh keyakinan yang membuat Kely ikut tersenyum.
“Tapi, Lexa, aku bahagia mereka saat ini belum tertangkap,” ucap Kely dengan serius membuat Alexa menatapnya dengan pandangan tak percaya dengan apa yang dia dengar.
“Kau bahagia?” tanya Alexa sambil menatap Kely tak mengerti.
“Iya karena kalau mereka sudah tertagkap aku tak akan mendapat pemandangan indah seperti ini,” ujar Kely sambil membalikkan tubuhnya menghadap Alex yang terlihat tengah serius berbicara dengan seseorang di telepon.
“Ya Tuhan, kenapa dia terlihat berbahaya sekaligus seksi seperti itu,” lanjut Kely dengan tatapan mendamba membuat Alexa tertawa.
“Dan ingat kely, pria seksi itu adalah milikku.” Alexa mengangkat alisnya dengan senyum bangga mengembang dari bibirnya.
“Ah, kenapa tak ada pria seperti itu yang mendekatiku? Sekalinya ada yang mendekatiku adalah salah satu pencuri yang menjadi pemburuan polisi seluruh negri.” Kely membuang napas berat ketika mengingat Bradly pria yang mgajaknya berkencan beberapa waktu lalu.
“Kely, aku benar-benar tidak tahu kalau pria yang kau kencani itu adalah salah satu dari ghost,” ucap Alexa dengan serius yang mendapat anggukan dari rekannya itu.
“Aku juga tak mengira kalau dia adalah seorang penjahat kelas kakap, dia terlihat baik dan sopan,” ucap Kely sambil menganggukkan kepala, “Ini salahku, seharusnya aku tahu kalau pria sesempurna itu mendekati berarti ada sesuatu yang salah,” lanjutnya dengan serius membuat Alexa menatapnya dengan prihatin.
“Kely, apa kau ingin aku mengenalkanmu pada seseorang?” tanya Alexa membuat mata Kely kembali berbinar.
“Apa dia seseksi kekasihmu?” tanyanya dengan penuh harap membuat Alexa memicingkan matanya beberapa saat kemudian menggeleng.
“Setampan Kakakmu?” Alexa kembali terlihat berpikir kemudian kembali menggelengkan kepalanya.
“Sekaya sahabatmu?” Dan lagi-lagi Alexa menggeleng menjawab pertanyaan itu.
“Ok kalau begitu lupakan saja,” ucap Kely menyerah sambil membereskan peralatannya membuat Alexa tertawa melihatnya.
“Hei, apa kau mau aku menjodohkanmu dengan Ethan?”
Perkataan Alexa itu membuat Kely langsung menatap rekannya itu dengan mata terbelalak tak pecaya, “Kau mau menjodohkanku dengan mantan kekasihmu yang berselingkuh itu?”
“Percayalah Kely, dia tak seburuk itu,” ucap Alexa dan Kely baru saja membuka mulutnya ketika Alex dengan tergesa menghampiri mereka.
“Lexi, aku harus pergi sekarang tapi kau tak usah khawatir beberapa pengawal akan mengawasimu di luar. Jangan meninggalkan kantor sendirian, apa kau paham?!” ujar Alex dengan wajah serius.
“Baiklah… Alex, apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Alexa dengan cemas.
“Phillip baru saja menghubungiku, mereka telah mengetahui tempat persembunyian Simon, dan aku harus segera ke sana.”
“Aku mohon berhati-hatilah dan tangkap baj*ngan itu,” ucap Alexa yang mendapat anggukan dari Alex.
“Ingat jangan keluar dari kantor ini sendirian ok?” Alexa mengangguk sebagai jawaban.
“Tidak usah khawatir, aku akan menjaganya dengan sangat baik,” ucap Kely yang membuat Alex menatapnya kemudian mengangguk sebagai ucapan terima kasih.
Alex langsung pergi ke luar ruangan dengan cepat setelah sebelumnya ia mencium Alexa lembut. Setibanya di luar ia langsung masuk ke dalam mobil, memasang sirine di atas kendaraannya kemudian melaju secepat kilat menuju alamat yang disebutkan Phillip tadi.
Gedung kumuh yang berada di pinggir kota itu kini sudah dikelilingi polisi, barikade mobil dan petugas polisi membuat orang-orang tak berani untuk memasuki wilayah itu. Alex langsung berlari ke arah Phillip yang tengah berbincang dengan beberapa petugas polisi.
“Apa kau yakin kalau ini adalah tempatnya?” tanya Alex dengan mata serius menatap gedung dihadapannya.
“Iya, salah satu petugas patroli mengenalinya kemudian mengikutinya hingga masuk ke dalam bangunan ini. Kau lihat perempuan itu?” tanya Phillip sambil menunjuk seorang perempuan paruh baya dengan berpakaian bunga-bunga tengah berbicara dengan salah datu petugas, “Dia adalah pemilik apartemen ini dan dia mengenali foto Simon Javier sebagai penyewa di 205, dan tebak dia juga mengatakan kalau seorang pria sering datang mengunjunginya.”
“Juan Valentino.” Alex menebak tentang sosok pria yang disinyalir sering mengunjungi Simon Javier.
“Iya, perempuan itu mengatakan kalau itu adalah dia.”
Alex mengangguk mengerti, dia kemudian berjalan ke arah petugas patroli yang melaporkan tentang keberadaan Simon.
“Sudah berapa lama dari kalian melihatnya masuk ke dalam sampai kalian meminta bantuan?” tanya Alex tanpa basa basi, membuat para petugas muda itu terlihat gugup ketika harus menjawab pertanyaan itu.
“Kami langsung meminta bantuan setelah memastikan kepada pemilik bangunan kalau itu benar-benar Simon,” ucap salah satu dari mereka membuat Alex mengerutkan alisnya.
“Dan berapa lama dari kalian melihat baj*ngan itu masuk ke dalam sampai kalian yakin kalau dia adalah baj*ngan itu kemudian meminta bantuan?” Alex kembali bertanya tapi kali ini dengan nada sedikit keras membuat kedua petugas semakin gugup.
“10-15 menit.”
“Sial!” seru Alex seketika ketika mendengar jawaban dari petugas patroli itu, “Phil!” seru Alex sambil mengambil senjatanya dan dengan posisi siaga dia memerintahkan beberapa orang untuk mengikutinya memasuki gedung itu.
“Apa kau telah memerintahkan untuk mengawasi jalan keluar?” tanya Alex sambil terus berjalan memasuki gedung itu.
“Iya, dan mereka memastikan tidak ada seorang-pun yang keluar dari bangunan ini.”
Alex mengangguk mengerti, dengan waspada mereka menaiki tangga apartemen dengan cat yang sudah terlihat kusam bahkan mengelupas di beberapa bagian. Kini mereka berjalan dengan perlahan di sebuah lorong sempit dengan pintu di kanan kirinya, hening tak ada suara yang terdengar sampai sebuah pintu terbuka menampakan seorang perempuan berkulit hitam yang terlihat terkejut melihat polis sambil mengokang senjata di depan apartemennya.
Salah satu dari mereka memerintahkan perempuan itu untuk kembali masuk ke dalam dan langsung dipatuhinya dengan cepat. Alex kini berdiri di samping kiri pintu dengan no. 205 dimana dicurigai sebagai tempat persembunyian Simon Javier, sedangkan Phillip berdiri di samping kanannya. Alex mengangguk memberi tanda yang langsung dipahami rekannya.
Phillip mengetuk pintu itu tapi tak ada jawaban dari dalam membuat Alex kini berdiri persis di depan pintu 205, dia menatap rekan-rekannya yang ikut bersamanya ke atas, kemudian kembali mengangguk sebagai tanda mereka untuk bersiap sebelum Alex mendobrak pintu itu sampai terbuka.
“Police!” seru Alex setelah berhasil membuka pintu itu dengan senjata ditodongkan ke arah depan diikuti oleh rekannya yang lain.
Tapi sayang ruangan itu terlihat kosong tak ada seorang-pun di dalam ruangan yang hanya terdapat sebuah kasur busa yang sudah tipis di atas tempat tidur besi tua.
“Sial!” umpat Alex sambil memasukkan senjatanya di balik jaket kulit hitamnya sambil menatap sekeliling ruangan dan melihat kalau jendela menuju tangga darurat terbuka lebar.
Tebakannya benar kalau mereka telah melarikan diri, waktu sepuluh sampai lima belas menit adalah waktu lebih dari cukup untuk penjahat sekaliber mereka melarikan diri dari pengawasan dua orang petugas muda patroli jalanan.
“Alex!” Seru Phillip membuat Alex membalikan badan menatap rekannya yang terlihat berdiri di samping tempat tidur.
Seketika adrenalinya terpacu ketika melihat Phillip berjongkok mengambil sesuatu di samping bantal kusam. Sebuah bunga tulip putih dengan bercak merah dengan sebuah kartu tergeletak di bawahnya.
“Tik tok.. kau terlambat, Karma sudah mendapatkannya.”
******
Haiii... aduuuh sekali lagi saya mohon maaf, entah kenapa NT bisa selama ini buat up. Saya coba up seperti biasanya setiap pagi, mudah"an ga lama lagi seperti kemarin ya 🙏 mudah"an update 3 bab ini bisa menghapus kekecewaan karena telat up kemarin😘 oh iya, ini tinggal beberapa bab lagi sebelum tamat, beberapa bab kedepan adalah puncak dari semuanya😁 selamat baca 💗A.K💗